Search Articles & Publications

Showing 1852 articles found for "Memiliki"

OPTIMALISASI APLIKASI MEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG PROMOSI WISATA GEOL KEPADA MASYARAKAT DESA PEMATANG SERAI

Wahyuni, Sri, B, Mesra, Harianto, Eko, Batubara, Supina
Abstract: Abstract: Amazing attractions are still less widely known to the public, both from the surrounding area and from outside the area, when it has a good tourism potential if it can be promoted properly. Promotions do not necessarily… cessarily use costly and difficult fees. Promotion can be completed with social media by applying the right technique. People are still a lot less aware and less understand how to optimize social media into promotional media. The purpose of this devotion is to improve the understanding and knowledge of the community, especially in Desa Pematang Serai in optimizing the use of social media as a promotional technique Geol tourism object in the village of Lemongrass. The use of social media can introduce Geol tourism objects that have Dipematang Serai to be known by both domestic and local tourists. Social media is the most appropriate promotional technique in the popularization of Geol tourism objects. With social media promotion to be safe and efficient. The tools used also use a Smartphone and the Internet. Promotion through social media can increase the number of tourists visiting Geol tourist attraction in Pematangserai. The goal of the PKM is to its young teenagers to BUMDES Mozaik who manages the Geol tourism object. Results obtained from PKM activities of the lemongrass Pemtang community experienced an increase in optimizing social media into promotional media. Keywords: social media; promotions; Geol attractions.   Abstrak: Objek wisata Geol masih kurang dikenal masyarakat secara luas, baik dari daerah sekitar maupun dari luar daerah, padahal memiliki potensi pariwisata yang bagus jika dapat dipromosikan secara baik. Promosi tidak mesti menggunakan biaya yang mahal dan sulit. Promosi dapat dilakuakn dengan media sosial dengan menerapkan Teknik yang tepat. Masyarakat masih banyak yang kurang menyadari dan kurang memahami bagaimana mengoptimalkan media sosial menjadi media promosi. Tujuan yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat khususnya di Desa Pematang Serai dalam mengoptimalkan penggunaan Media sosial sebagai Teknik promosi Objek Wisata Geol yang ada di Desa pematang Serai. Penggunaan media sosial dapat memperkenalkan objek wisata Geol yang ada Dipematang Serai agar dikenal oleh wisatawan domestik maupun lokal. Media Sosial adalah Teknik promosi yang paling tepat  dalam mempopulerkan objek pariwisata Geol. Dengan Media Sosial promosi menjadi hemat dan efisien. Alat yang digunakan juga menggunakan Smatrphone dan internet. Promosi yang dilakukan melalui media sosial dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Objek wisata Geol yang ada di Pematang Serai. Sasaran dari PKM ini adalah kepada para remaja khussunya kepada BUMDES Mozaik yang mengelola objek Pariwisata Geol. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini masyarakat pemtang serai mengalami peningkatan dalam mengoptimalakan media sosial menjadi media promosi. Kata Kunci : media sosial; promosi; objek wisata Geol.

PELATIHAN DALAM MENGHADAPI TANTANGAN USAHA KECIL DI ERA DIGITAL PADA PELAKU USAHA KECIL DI KENTEN PALEMBANG

Sari, Rafika, Sayadi, Muhamad Hamdan, Hildayanti, Siti Komariah
Abstract: Abstract: The Ministry of Cooperatives and SMEs recognizes that Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are the backbone of the economy in ASEAN, contributing to the Gross domestic product of employment and development… nt of the country, must be ready to face the digital era. The challenge of MSMEs in the era of digital economic transformation is the low ability of human resources (HR) to deal with trading methods from conventional ways of doing business to online businesses. Digital transformation, which is getting more and more advanced every day, has many benefits for the development of the business world today. This needs to be addressed with a high sense of optimism and never give up. A business must be able to adjust to technology that continues to grow. Business owners will be required to continue learning and learning. It sounds like it will drain time and energy, but if it succeeds, it will greatly facilitate the running of the business. For this reason, it is necessary to socialize for small businesses about the challenges that must be faced in facing the digital era. can recognize the challenges of small scale digital era businesses to be able to adjust the USA-only, the method used by the method of socialization by providing outreach and training using online media, the results of activities that are small business owners seem enthusiastic in facing the challenges of digitalization era. Keywords: challenge; digital; small business   Abstrak: Kementerian Koperasi dan UKM mengakui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jadi tulang punggung perekonomian di ASEAN, berkontribusi pada Gross domestic produk penyerapan tenaga kerja dan pembangunan negara, harus siap menghadapi era digital. Tantangan UMKM dalam era transformasi digital ekonomi adalah rendahnya kemampuan sumber daya manusia (SDM) menghadapi metode perdagangan dari cara berbisnis secara konvensional menjadi online bisnis. transformasi digital yang setiap hari makin maju dan canggih memang memiliki banyak sekali manfaat untuk perkembangan dunia bisnis saat ini. Hal ini perlu disikapi dengan rasa optimis yang tinggi dan pantang menyerah. Sebuah bisnis harus bisa menyesuaikan diri dengan teknologi yang terus berkembang. Pemilik bisnis akan dituntut untuk terus belajar. Memang terdengarnya akan menguras waktu dan tenaga, namun apabila berhasil nantinya akan sangat mempermudah jalannya bisnis untuk itu perlu adanya sosialisasi bagi usaha kecil tentang tantangan yang harus dihadapi dalam menghadapi era digital, tujuan dari pengabdian kepada masyarakat  ini adalah agar masyarat pengusaha kecil diwilayah kenten dapat mengenal tantangan usaha kecil diera digital agar mampu menyesuaikan usahanya dengan adanya digitalisasi ,metode yang dipakai metode sosialisasi dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan menggunakan media online ,hasil kegiatan yaitu para pemilik usaha kecil terlihat antusias dalam menghadapi tantangan diera digitalisasi. Kata Kunci:digital; tantangan; usaha kecil  

PENERAPAN UU ITE DI INDONESIA SMA NEGERI 3 KISARAN

dermawan, ari, sudarmin, sudarmin, sumantri, sumantri
Abstract: Abstract : The application of the ITE Law in Indonesia must be understood by all groups, not least for students of SMA Negeri 3 Kisaran. Providing information to all students regarding the application of Law No. 11/2008… on Information and Electronic Transactions (ITE) is a must to do, because now we see many school children vulnerable to violations of the ITE Law. The Information and Electronic Transaction Law (abbreviated as ITE Law) or Law number 11 of 2008 is the law that regulates information and electronic transactions, or information technology in general. This law has jurisdiction applicable to every person who commits legal acts as regulated in this Act, both within the territory of Indonesia and outside the jurisdiction of Indonesia, which has legal consequences in the jurisdiction of Indonesia and / or outside the jurisdiction of Indonesia and harm the interests of Indonesia. Many people want article 27 paragraph 3 in Law No. 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (ITE) for deletion. The reason is because article 27 paragraph 3 of the ITE Law which is commonly referred to as the rubber article is a dangerous law. Moreover, if applied by parties who do not understand about cyberspace. Keywords: Application, Law   Abstrak : Penerapan UU ITE di Indonesia harus benar-benar dipahami semua kalangan tidak terkecuali juga bagi siswa dan siswi SMA Negeri 3 Kisaran.  Memberikan informasi kepada seluruh siswa-siswi berkaitan penerapan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) merupakan hal yang harus dilaksanakan, sebab saat ini kita lihat banyak anak sekolah rentan terhadap pelanggaran UU ITE. Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (disingkat UU ITE) atau Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum. UU ini memiliki yurisdiksi yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar wilayah hukum Indonesia, yang memiliki akibat hukum di wilayah hukum Indonesia dan/atau di luar wilayah hukum Indonesia dan merugikan kepentingan Indonesia. Banyak kalangan menginginkan pasal 27 ayat 3 di Undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) untuk dihapus. Alasannya, karena pasal 27 ayat 3 UU ITE yang biasa disebut dengan pasal karet sebagai undang-undang yang berbahaya. Terlebih lagi jika diterapkan oleh pihak-pihak yang tak paham soal dunia maya.   Kata kunci: Penerapan, Undang-Undang

MENINGKATKAN KREATIFITAS DAN INOVASI MELALUI PERMAINAN MAKE SOMETHING BEAUTIFUL

Nuraini, Paramita, Subiyanto, Subiyanto, Yuhenita, Nofi Nur
Abstract: Abstract: The low creativity of students at Muhammadiyah High School in Magelang is the background in this service. This lack of creativity is related to creativity in thinking and creativity. Many students do not participate… ipate in teaching and learning activities as much as passive and monotonous students in learning. This dedication uses innovative Guidance Counseling media that is using the game "Make Something Beautiful". The target of this service is Muhammadiyah 1 High School students in Magelang City. Assistance is done by devotees to monitor the extent to which this dedication can increase student creativity. in the first stage which covers the Importance of Creativity for Students and Impacts for someone who lacks creativity, students begin to understand the importance of creativity and innovation in this 4.0 era. Keywords: innovation creativity; make something beautiful.    Abstrak: Rendahnya kreativitas siswa di SMA Muhammadiyah Magelang ini terkait degan kreativitas berpikir dan kreativitas bersikap. Banyak siswa yang kurang berpartisipasi dan kepercayaan diri dalam kegiatan belajar mengajar seperti halnya siswa pasif dan monoton dalam pembelajaran. Pengabdian ini menggunakan media Bimbingan Konseling yang inovatif yakni mengggunakan permainan “Make Something Beautiful”. Target dari pengabdian ini adalah siswa SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang. Pendampingan dilakukan pengabdi untuk memantau sejauh mana pengabdian ini dapat meningkatkan kreatifitas siswa. pada tahap pertama yang meliputi Pentingnya Kreatifitas Bagi siswa dan Dampak Bagi seseorang yang tidak memiliki kreatifitas, siswa mulai memahami pentingnya kreatifitas dan inovasi dalam era 4.0 ini. Kata kunci: inovasi ; kreativitas; make something beautiful.

PELATIHAN PENYUSUNAN PTK BAGI GURU SD DI KECAMATAN SECANG

Fidian, Athia, Bintang Aji Pradana, Agrissto
Abstract: Abstract:The 2009 Permenpan-RB on Sustainable Professional Development is not only aimed at PNS teachers but teachers in general. Members of the GTT-PTT Honorary Staff Forum at Secang District have a strong desire to be… able to arrange the classroom action research (CAR). However, this desire is constrained by the limited opportunities given to them attending CAR training. Most of them do not have enough knowledge about CAR preparation. In addition to being unfamiliar with research methods, they also lack knowledge of how to plan and compile their reports. Seeing this problem, this dedication activity became a concrete effort to help teachers, especially members of the Secang GTT-PTT Honorary Forum at Secang District, to provide training and mentoring for the preparation of CAR increasing the knowledge about CAR development. This community service was carried out within 4 months. This activity was attended by 25 participants. The method of activities carried out to resolve partner problems was through training and mentoring divided into 5 meetings at the SDN 2 Secang hall. Material presented at the first meeting were: (1) PTK concept; (2) preparation of background, problem identification and formulation of topics and problems; (3) looking for sources of reference related to the topic, as well as the design of the CAR implementation; (4) preparation of results and discussion; and (5) finalization of the report.        Keywords:Community Services, Training, Action Research    Abstrak: Permenpan-RB Tahun 2009 tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) tidak hanya ditujukan kepada guru PNS saja namun guru secara umum. Anggota Forum Tenaga Honorer GTT-PTT Kecamatan Secang memiliki keinginan yang kuat untuk mampu menyusun PTK. Namun, keinginan tersebut terkendala dengan terbatasnya kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk mengikuti pelatihan PTK. Sebagian besar dari mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai penyusunan PTK. Selain awam dengan metode penelitian, mereka juga tidak memiliki pengetahuan tentang bagaimana merencanakan dan menyusun laporannya. Melihat masalah tersebut, kegiatan pengabdian ini menjadi upaya konkret dalam membantu guru terutama anggota Forum Tenaga Honorer GTT-PTT Kecamatan Secang untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penyusunan PTK dalam meningkatkan pengetahuan tentang penyusunan PTK. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam waktu 4 bulan. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta. Metode kegiatan yang dilaksanakan guna menyelesaikan permasalahanmitra adalah dengan pelatihan dan pendampingan yang dibagi menjadi 5 pertemuan bertempat di aula SDN 2 Secang. Materi yang disampaikan dalam pertemuan pertama adalah: (1) konsep PTK; (2) penyusunan latar belakang, identifikasi masalah serta perumusan topik dan masalah; (3) mencari sumber rujukan terkait topik, serta desain pelaksanaan PTK; (4) penyusunan hasil dan pembahasan; dan (5) finalisasi laporan.   Kata kunci : Pengabdian Masyarakat, Pelatihan, Ptk

PEMBUATAN MATERI BAHAN AJAR MENGGUNAKAN ANIMASI FLASH BERBASIS MULTIMEDIA UNTUK GURU SMK KARYA UTAMA TANJUNGBALAI

Firmasyah, Ada udi, Lubis, Adi Prijuna, Agus, Raja Tama Andri, Nofitri, Rika
Abstract:   Abstract: Teaching media can ease the burden of the teachers, so that the learning process can run well and students can capture and digest the material taught by Master. Therefore, multimedia-based teaching media has… s an important role in this case, which can help overcome the problems and weaknesses that exist. The software that supports for making this interactive material that is adobe flash is easy to use because of its ability to produce media such as vidio, sound, motion animation, text and images are packaged in a wada that is interactive, keratif and more practical also fun .. the vocational teacher should be able to improve its ability, especially in making the learning media more interactive for students. SMK Karya Utama Tanjung Balai is an education at middle level which prioritizes the development of student skill.   Keywords: media teaching, multi media based, adobe flash   Abstrak: Media pembelajaran dapat meringankan beban para pengajar, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik serta siswa dapat menangkap dan mencerna materi yang diajarkan oleh Guru. Oleh karena itu, media ajar berbasis multimedia memiliki peranan penting dalam hal ini, yaitu dapat membantu mengatasi permasalahan dan kelemahan yang ada. Adapun software yang mendukung untuk pembuatan bahan ajar interaktif ini yaitu adobe flash yang mudah digunakan karena kemampuannya menghasilkan mediaseperti vidio, suara, animasi gerak, teks dan gambar yang dikemas dalam satu wada yang bersifat interaktif, keratif dan lebih praktis juga menyenangkan..Oleh karena itu guru SMK harus mampu meningkatkan kemampuannya terutama dalam pembuatan media pembelajaran yang lebih interaktif bagi siswa.SMK Karya Utama Tanjung Balai merupakan pendidikan pada jenjang menengah yang mengutamakan perkembangan keterampilan siswa   Kata kunci : media ajar, berbasis multi media, adobe flash

WORKSHOP MEMBANGUN SISTEM JARINGAN KOMPUTER BERBASIS PEER TO PEER DAN CLIENT SERVER DI SMK NEGERI 1 SETIA JANJI

Maha Putra, Guntur, Syafinur, Afdhal, Yesputra, Rolly
Abstract: Abstract: SMK Negeri 1 Setia Janji is a vocational high school that is engaged in technology that has three departments namely RPL (Software Engineering), TSM (Motorcycle Engineering) and TKR (Light Vehicle Engineering).… Department of RPL is focused into mastery of programming, for example in making dynamic web application, but after finished making web application needed a computer network so that application can be run and can be arranged through computer network system either peer to peer or client server, it needs to be done collaboration between mastery in the field of programming with mastery in the field of computer network systems, especially based on peer to peer and client server.   Keywords :Networking, peer to peer, client server     Abstrak: SMK Negeri 1 Setia Janji adalah Sekolah Menengah Kejuruan yang bergerak di bidang teknologi yang memiliki tiga jurusan yaitu RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), TSM (Teknik Sepeda Motor) dan TKR (Teknik Kendaraan Ringan). Jurusan RPL difokuskan ke dalam penguasaan pemrograman, misalnya dalam membuat aplikasi web dinamis, tetapi setelah selesai membuat aplikasi web tersebut maka diperlukan sarana jaringan komputer agar aplikasi tersebut dapat dijalankan dan dapat diatur melalui sistem jaringan komputer tersebut baik secara peer to peer maupun client server, oleh sebab itu perlu dilakukan kolaborasi antara penguasaan dibidang pemrograman dengan penguasaan di bidang sistem jaringan komputer khususnya berbasis peer to peer dan client server.   Kata kunci : Jaringan, peer to peer, client server

PEMBUATAN APLIKASI PENGENALAN RAMBU LAMPU LALULINTAS PADA POLSEK PORSEA

Manurung, Nuriadi, Ihsan, Mhd., Efendi, Bachtiar
Abstract: Abstract: Traffic signs that are installed on either side of the road that we often see when driving on the highway have certain meanings and goals. The installation of traffic signs is one of the public services that the… e government must carry out by the relevant agencies for the convenience of road users and reduce the number of traffic accidents. Aside from being a guide, the signs also functioned as a warning for road users about the conditions and situation of the road to be passed. For this reason, road users must understand and understand the meaning of the signs installed. But for various reasons, many people have not had the opportunity to learn and understand the meaning and purpose of signs of traffic signs. With the development of computer technology and video animation, learning methods about understanding the meaning and purpose of traffic signs can be made easier and more efficient to attract the public's interest in understanding them. Because it takes the form of animated videos and tutorials, so it's easy to display and play back if the learning participants don't understand. With the community service from STMIK Royal to Porsea Sector Police, we are trying to help the police station to introduce traffic signs to the community using the animated video tutorial method. This animated video tutorial uses Adobe Flash.  Keywords: Adobe Flash, Animation, Traffic Signs               Abstrak: Rambu-rambu lalu lintas yang dipasang pada kanan kiri jalan yang sering kita lihat saat berkendara dijalan raya memiliki arti dan tujuan tertentu. Pemasangan rambu-rambu lalulintas adalah salah satu dari pelayanan publik yang wajib diadakan pemerintah oleh dinas terkait demi kenyamanan  pengguna jalan dan mengurangi angka kecelakaan lalulintas. Selain sebagai penunjuk jalan, rambu tersebut juga difungsikan untuk peringatan untuk pengguna jalan tentang kondisi dan situasi jalan yang akan dilalui. Untuk hal tersebut maka pengguna jalan harus mengerti dan memahami arti dari rambu-rambu yang terpasang. Namun dengan berbagai sebab, banyak masyarakat yang belum  berkesempatan belajar dan memahami tentang arti dan maksud dari tanda rambu lalu lintas. Dengan berkembangnya teknologi komputer dan video animasi, metode pembelajran tentang pemahaman arti dan maksud dari rambu lalulintas dapat dibuat semakin mudah dan efisien untuk menarik minat masyarakat dalam memahaminya. Karena berbentuk video  animasi dan tutorial, sehingga mudah ditampilkan dan putar ulang jika peserta pemebelajaran belum paham. Dengan adanya pengabdian masyarakat  dari STMIK Royal ke Polsek Porsea ini, kami berusaha membantu polsek untuk mengenalkan rambu lalulintas kepada masyarakat dengan metode video tutorial animasi. Video tutorial animasi ini menggunakan adobe flash.   Kata kunci: Adobe Flash, Animasi, Rambu-Rambu Lalulintas

PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POWER POINT PADA LEMBAGA KURSUS PENDIDIKAN (LKP) MANDIRI COMPUTER

Zikra Syah, Arridha, Ramdhan, William, Hasanah, Uswatun, Yesputra, Rolly
Abstract: Abstract: Lembaga Kursus Pendidikan (LKP) is an educational institution engaged in office application training. They has good modules. But the modules dont consit the real aplication. Exspecially, the module of the power… point has not include the real world practice yet. The method are used in this activity in the form of description of the material and practice. The speaker made explanations about the application of Microsoft Power Point 2010, then utilizing the results of Microsoft Power Point 2010 applications, so that they are interesting as well as examples of their application in business applications. after that practice directly using the application. Some important points are explained and practiced in this activity, namely the design of interactive learning media, how to arrange the display to be interesting, and the addition of tools integrated in power points, conversion to videos. Community service activities at the Lembaga Kursus Pendidikan (LKP)  completed on 5-6 October 2018 and attended by twenty students, two tutors and three administrative staff. The material delivered to participants reached 90% of all multimedian concepts and learning media. Based on the results of the discussion and testing of the participants through questions and discussion, that ± 95% had mastered and understood the material presented.   Keywords: Interactive Learning Media, Microsoft Power Point, Video Tutorial   Abstrak: Lembaga Kursus Pendidikan (LKP) Mandiri merupakan lembaga pendidikan yang bergerak dalam pelatihan aplikasi perkantoran. Lembaga Kursus Pendidikan memiliki sudah modul yang bagus. Namun dalam penerapan aplikasi perkantoran di dunia nyata belum dibahas khususnya untuk Microsoft Power. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah deskripsi materi dan praktek. Pemateri melakukan penjelasan-penjelasan tentang aplikasi Microsoft Power Point 2010, pemanfaatan hasil aplikasi Microsoft Power Point 2010 sehingga menarik serta contoh-contoh penerapannya dalam aplikasi bisnis, setelah itu praktek langsung menggunakan aplikasi tersebut. Beberapa point penting yang dijelaskan serta dipraktekkan dalam kegiatan ini, yaitu perancangan media pembelajaran interaktif, cara merangkai tampilan agar menarik, dan penambahan tool terintegrasi pada power poin, konversi ke vidio. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Lembaga Kursus Pendidikan (LKP) Mandiri Computer Telah selesai dilaksanakan tanggal 5-6 Oktober 2018 dan dihadiri oleh peserta didik sebanyak dua puluh orang, tutor sebanyak dua orang serta bagian administrasi sebanyak tiga orang. Materi yang disampaikan kepada peserta mencapai 90% dari semua konsep multimedian dan media pembelajaran. Berdasarkan hasil pembahasan dan dilakukannya pengujian terhadap peserta dengan melalui pertanyaan-pertanyaan dan diskusi, bahwa ±95% telah menguasai dan memahami materi yang disampaikan.   Kata kunci: Media Pembelajaran Interaktif, Microsoft Power Point, Vidio Tutorial

WORKSHOP PELATIHAN PERANCANGAN INTERNET OF THINGS BERBASIS ARDUINO UNO JENIS R3/R3 SMD DI SMK SWASTA KARYA UTAMA KOTA TANJUNGBALAI

Ananda, Ricki, Amin, Muhammad
Abstract: Abstract: Current technological developments are no stranger among students, almost all students now have an Android that is enabled to share information and be used to help with daily activities. Based on the usefulness… of android which is only enabled to share information or as a communication tool, the service team creates training or workshops which later aims to develop students' interest in reviewing or developing technology in the field of android or in the controller field. In order for the training not to start from the ground up, the training participants were taken from the main works of private vocational schools, majoring in computers, class XI of the Department of Software Engineering (RPL), with a total number of participants of 53 people. The implementation of a two-day workshop found results, on the first day with the theme of training on IOT-based automatic switch hardware design, it was found that 46 students managed to assemble automatic hardware switches, and 7 students failed to assemble the hardware automatically perfectly. On the second day, 53 students succeeded in making an automatic software switch on Android, and during the trial, all students also managed to do it. From the two days of the workshop activities, and seen from the students' activeness and curiosity about the development of Android and the controller, many students still want to know, other developments from Android besides being used as automatic switches are based on IoT. Keyword: Royer Oscillator circuit, Power wireless transfer, Booster converter circuit   Abstrak: Perkembangan teknologi saat ini sudah tidak asing dikalangan pelajar, hampir semua pelajar kini memiliki android yang difungsikan untuk berbagi informasi serta difungsikan untuk membantu kegiatan sehari hari. Berdasarkan kegunaan android yang hanya difungsikan untuk berbagi informasi atau sebagai alat komunikasi, maka tim pengabdian membuat pelatihan atau workshop yang nantinya bertujuan untuk menumbuh kembangkan minat siswa siswi dalam mengulas atau mengembangkan teknologi dibidang android dibidang controller. Agar pelatihan tidak dimulai dari dasar, maka peserta pelatihan diambil dari SMK Swasta karya utama, jurusan komputer, kelas XI Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dengan total peserta 53 orang. Terselenggaranya workshop selama dua hari,mendapati hasil, pada hari pertama dengan tema pelatihan perancangan hardware switch otomatis berbasis iot, didapati 46 siswa berhasil merangkai hardwarei switch otomatis, dan 7 siswa tidak berhasil merangkai hardware otomatis secara sempurna. Dihari kedua, 53 siswa berhasil membuat software switch otomatis di android, dan pada saat uji coba, seluruh siswa juga berhasil melakukannya. Dari dua hari kegiatan workshop yang dilakukan,dan dilihat dari keaktifan dan rasa ingin tahu siswa tentang pengembangan dari android dan controller, banyak siswa yang masih ingin tahu, pengembangan lain dari android selain digunakan sebagai switch otomatis berbasis iot.   Kata Kunci: Royer Oscillator circuit, Power wireless transfer, Booster converter circuit