Abstract:Abstract: The problem that arises in the surrounding community is the lack of information regarding how to obtain funds in terms of village development and nearby places of worship, the condition of the prayer room is quite…
quite apprehensive, both the road to the location and the place of ablution, in this case the purpose of this community service is form an organization of holiness. mushola and has the ability to make fundraising proposals for the construction of a prayer room and can support the operational costs of the At-Taqwa . This community service is carried out. methods such as: Percentage, question and answer process so that problems making assistance proposals so that the board members can directly make a proposal and submit it to the party who will be the target. The results of the community service activities included. The training was attended by 20 participants consisting of administrators and residents around the mosque. Participants responded very well to the training and currently the management has been able to make and distribute proposals as an alternative withdrawing company csr funds as assistance in building a prayer room, several companies such as Bank Mandiri, provide funds for the rehabilitation of mosque construction
Keywords: fund proposal; mushola; training.
Abstrak: Permasalahan yang timbul dimasyrakat sekitar adalah kurangnaya informasi dalam terhadap bagimana memperloleh dana dalam hal pembangunan desa dan tempat ibadah disekitar, dimana kondisi mushola cukup memprihatinkan baik jalan untuk ke lokasi maupun tempat wudhu dalam hal ini Tujuan dari Pengabdian kepada masyarat ini agar terbentuknya organisasi kepengerusan mushola dan memiliki kemampuan untuk membuat proposal pengalangan dana demi pembangunan mushola dan dapat menunjang biaya operasional mushola At-Taqwa. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan beberapa metode pengabdian diantaranya: Persentasi, proses tanya jawab agar permasalahan dalam pembuatan proposal pendampingan agar tik pengurus dapat secara langsung membuat proposal dan mengajukanya ke pihak pihak yang akan menjadi target. Hasil dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini antara lain: Pelatihan ini berjalan dengan baik dan sukses para tim pengurus sangat antusias dalam membuat proposal untuk pembangina mushola. Pelatihan dihadiri oleh 20 orang peserta terdiri dari pengurus dan warga sekitar mushola, Peserta merespon pelatihan dengan sangat baik dan saat ini pengurus sudah dapat membuat dan menyalurkan proposal sebagai alternatif dalam menarik dana csr perusahaan sebagai bantuan dalam pembangunan mushola, beberapa perusahaan seperti bank Mandiri, memberikan dana untuk rehab pembangunan mushola
Kata Kunci: mushola; pelatihan; proposal dana.
Abstract:Abstract: Educational Counseling in Increasing the Interest of Santri / wati to Continue Education to Higher Education aims to provide knowledge to students about the Higher Education system and the introduction of several…
al campuses and scholarships provided by the government to encourage the government's mission of entrepreneur santri. Of course, the students have different talents and abilities. So it is necessary to have an approach or self-evaluation of what interests will be chosen to continue to higher education. This counseling opportunity becomes an arena to motivate students to continue their education at higher education. He also explained that lectures are not only related to knowledge but also determine the future which will determine a better life. On this occasion the community service team presented various information including describing what study programs and faculties are available. In addition, what is important information is information related to tertiary entry pathways. There are three pathways described, namely the SMPTN, SBMPTN, SPMB, and achievement pathways. Keywords: education; extension; students.
Abstrak: Penyuluhan Pendidikan Dalam Meningkatkan Minat Santri/wati Untuk Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada santri-santriwati tentang sistem Pendidikan Tinggi dan pengenalan beberapa kampus serta beasiswa yang disediakan pemerintah demi terdorongnya misi pemerintah santri entrepreneur. Para santri tentu memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda-beda. Sehingga perlu adanya pendekatan atau evaluasi diri minat apa yang akan dipilih untuk melanjutkan ke perguruan Tinggi. Kesempatan penyuluhan ini menjadi ajang untuk memotivasi para santri untuk bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Juga menjelaskan bahwa perkuliahan tidak hanya mengejar terkait ilmu tapi menentukan masa depan yang nantinya akan menjadi penentu kehidupan yang lebih baik. Pada kesempatan kali ini tim pengabdian masyarakat memaparkan berbagai infor-masi diantaranya menjabarkan prodi dan fakultas apa saja yang ada. Selain itu yang menjadi infromasi penting adalah informasi terkait jalur masuk perguruan tinggi. Ada tiga jalur yang dipaparkan yakni jalur SMPTN, SBMPTN, SPMB, dan juga jalur prestasi.
Kata kunci: pendidikan; penyuluhan; santri.
Abstract:The organization is a social entity that consciously coordinates and has boundaries and has an ongoing identity to achieve organizational goals. One of them is Karang Taruna Village Morang which is a forum that has a function…
ction as guidance and development of the village's economic potential. The youth organization in Village Morang has a superior program in the form of pekan ambyar. However, the lack of understanding and knowledge in terms of organization, administration, and finance meant that this program was limited to planning. This makes the reason for the need to strengthen youth organizations. The method used in community service programs is in the form of community education training in the form of an understanding of organization, administration, and finance. The results achieved in this activity were that youth organizations could understand in terms of organization, administration, and financial aspects. The implementation of the flagship program pekan ambyar is one of the iconic activities that are competitive and makes the Village Morang Maju.
Keywords: administration; financial; karang taruna; organization
Abstrak: Organisasi merupakan sebuah entitas sosial yang secara sadar melakukan koordinasi dan memiliki batasan serta memiliki identitas yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan organisasi. Salah satunya adalah karang taruna desa Morang dimana merupakan sebuah wadah yang memiki fungsi sebagai pembinaan dan pengembangan potensi perekonomian desa. Karang taruna yang berada di desa Morang memiliki sebuah program unggulan berupa pekan ambyar. Namun kurangnya pemahaman dan pengetahuan dalam segi organisasi, administrasi dan keuangan menjadikan program ini sebatas perencanaan. Hal ini menjadikan alasan perlunya dilakukan pemantapan karang taruna. Metode yang digunakan dalam program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pendidikan masyarakat berupa pemahaman akan organisasi, administrasi, dan keuangan. Hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah karang taruna dapat memahami dalam segi organisasi, segi administrasi, dan segi keuangan. Terlaksananya program unggulan pekan ambyar sebagai salah satu kegiatan yang iconic berdaya saing serta menjadikan desa Morang Maju.
Kata kunci: administrasi; keuangan; karang taruna; organisasi
Abstract:Abstract: Stunting refers to a chronic undernutrition that make children look smaller than children in their age. In the program of community service, role of cadre (a health volunteer) is very important to disseminate the…
he information about stunting to community. Increase cadre’s knowledge and encourage them to be more confidence when giving the information to community about stunting and local food that can meet childreen nutrition requirement to prevent stunting in community. This program is the second year program of community service to continue the evaluation from last year program. This program is specilally for cadre in Sumberkalong village. Each meeting was conducted through focus discussion group about prevention of stunting. Then, cadres disseminated the information to community including, pregnant women, newly marriage couple and toddler moms by visiting their home or door-to-door. There were 10 cadres who participate in the communitity service in the phase of year 1 until year 2 thouroughly. Three cadres were active and often asked some questions during meeting sessions. Some others were active if they were encouraged to ask or to give an opinion. Cadres explained that cadres' knowledge increase after joining several meeting session and focus group discussion. The cadres disseminated the information to the community with confidence. Program of community service which using a focus group discussion is considered effective to increased cadres’ knowledge. Focus group discussion can be employed in encouraging cadres in the community service program.
Keywords: cadre’s knowledge; focus group discussion; stunting.
Abstrak: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak yang diakibatkan keadaan kurang gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak stunted memiliki tubuh yang lebih pendek dari anak normal seusianya. Peran kader kesehatan sangat penting dalam mendesiminasikan informasi kesehatan, termasuk informasi terkait pencegahan stunting anak balita di masyarakat, untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan kemampuan kader kesehatan tentang stunting dan zat gizi lokal yang dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi untuk mencegah stunting di masyarakat. Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakan tahun ke-2 yang berfokus pada pemberdayaan kader kesehatan Desa Sumberkalong Kecamata Kalisat Kabupaten Jember. Setiap pertemuan kegiatan dilaksanakn Focus Group Discussion (FGD) bersama para kader kesehatan yang membahas pencegahan stunting. Kemudian, kader kesehatan mendesiminasikan informaasi yang telah diperoleh dari tim pelaksana program pengabdian kepada masyarakat, meliputi ibu-ibu yang memiliki anak usia balita, ibu hamil dan pasangan usia subur dengan melakukan kunjungan ke secara door-to-door ke rumah. Terdapat 10 kader kesehatan berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun ke-1 dan tahun ke-2. Sebanyak 3 kader yang aktif bertanya selama proses pertemuan dengan tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat. Sebagain kader bertanya atau memberikan pendapatnya jika diminta. Seluruh kader menyampaikan bahwa pengetahuan kader meningkat selama mengikuti rangkaian pertemuan dan FGD.
Kata kunci: Focus Group Discussion (FGD); pengetahuan kader; stunting.
Abstract:Abstract: Timus is one of the famous traditional foods in the Central Java region. Putri Timus is one of the Small Medium Enterprise (SME) in Karanganyar district producing purple Timus. Timus from Putri Timus have one special…
pecial feature, in which in the inside of the Timus contains Bligo (Benincasa hispida) fruit with various benefits. Although Putri Timus has product differentiation, product by Putri Timus is not well known to the public. The production process was carried out on a home scale and has not fully implemented production standards based on the criteria for Good Food Manufacturing Practices for Home Industry (CPPB-IRTP). This community service program aims to help Putri Timus to implement hygiene requirements in food production based on CPPB-IRTP criteria and increase its marketing capacity. The method used to solve the problems were training of Good Food Manufacturing Practice, improvement of production place, facilitation of production cloths and promotional media. The results obtained after community service activities related to the production aspect were increasing knowledge regarding good food production process and improvement of production place. Regarding the marketing aspect, several promotional media have been installed. In addition, there was also an increasing of sales and profit.
Keywords: traditional food; small medium enterprise; production; marketing
Abstrak: Timus adalah salah satu makanan tradisional yang terkenal di Jawa Tengah. Putri Timus adalah salah satu Usaha Kecil Menengah di kabupaten Karanganyar yang memproduksi timus ungu. Produk dari Putri Timus memiliki satu keistimewaan yakni bagian dalam timus berisi buah Bligo (Benincasa hispida) dengan beragam manfaat. Meskipun produk memiliki diferensiasi, timus isi Bligo hasil produksi Putri Timus belum cukup dikenal masyarakat. Proses produksi dilakukan dalam skala rumahan dimana Putri Timus belum sepenuhnya menerapkan standar produksi berdasarkan kriteria Cara Produksi Pangan yang Baik – Industri Rumah Tangga Pangan (CPPB-IRTP). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan membantu Putri Timus untuk dapat menerapkan syarat higiene dalam produksi pangan berdasarkan kriteria CPPB-IRTP serta meningkatkan kapasitas pemasaran. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan mitra ialah melalui penyuluhan tentang CPPB-IRTP, pembenahan tempat produksi, fasilitasi pakaian produksi dan media promosi. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan pengabdian terkait aspek produksi ialah adanya peningkatan pengetahuan karyawan tentang CPPB-IRTP dan perbaikan tempat produksi yang lebih bersih dan layak. Terkait aspek pemasaran, beberapa media promosi telah dibuat dan dipasang. Selain itu juga terdapat peningkatan jumlah penjualan dan laba dari hasil penjualan timus.
Kata kunci: makanan tradisional; produksi; pemasaran; usaha kecil dan menengah.
Abstract:Abstract: Nagari Pariangan as the most beautiful tourist village in the world has a place to help the community's economy, increase local revenue (PAD). Local industrial products that have been owned by the community can…
become souvenirs for visiting tourists. However, in fact Nagari Pariangan does not have the media to promote it. This study aims to analyze the convergence of media in marketing the local industrial handicraft products of the community. This research approach is descriptive qualitative, with data collection methods, namely by means of observation and interviews and literature review. The results of this study reveal that Nagari Pariangan is an area with tourism potential that has become the spotlight of the world, there is a need for a media that helps the community in introducing local Nagari products in order to increase local community income. The main key to convergence is digitization, Nagari Pariangan does not yet have digital media as a forum for supporting community industrial output. Based on the 3C technology dimension (Communication, Compute and Contents), which consists of the IT Industry, Telcom Infrastructure Provides, and the Content Industry. Nagari Pariangan is considered capable of building a digitalized medium, in order to be able to make the economy of the people in areas that have tourism potential much better.
Keywords: convergence; craft produk; media
Abstrak: Nagari Pariangan sebagai desa wisata terindah dunia memiliki wadah untuk membantu perekonomian masyarakat, menambah pendapatan asli daerah (PAD). Hasil Industri lokal yang selama ini dimiliki oleh masyarakat bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung. Namun, pada kenyataanya Nagari pariangan belum memiliki media dalam mempromosikannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis konvergensi media dalam memasarkan produk kerajinan industri lokal masyarakat. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data yaitu dengan cara observasi dan wawancara serta kajian literatur. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Nagari Pariangan merupakan daerah dengan potensi wisata yang sudah menjadi sorotan dunia, dan perlu adanya sebuah media yang membantu masyarakat dalam memperkenal produk lokal nagari agar bisa menambah pendapatan masyarakat setempat. Kunci utama konvergensi adalah digitalisasi, Nagari Pariangan belum memiliki media digital sebagai wadah dalam mendukung hasil industri masyarakat. Berdasarkan dimensi teknologi 3C (Communication, Compute and Contents), yang terdiri dari IT Industry, Telcom Infrastructure Provides, serta Content Industry. Nagari Pariangan dirasa mampu untuk membangun sebuah media yang digitalisasi, agar mampu menjadikan ekonomi masyarakat di daerah yang memiliki potensi wisata jauh lebih baik.
Kata kunci: konvergensi; media; produk kerajinan
Abstract:Abstract:Corona virus is a type of influenza virus or a common virus that causes infection of the nose, sinuses or upper throat. The Covid-19 virus in humans is most commonly transmitted from an infected person to another…
r in a number of ways. This virus can be transmitted easily through the air by coughing and sneezing. However, it can also be through direct contact such as shaking hands, touching objects and so on. Indonesia is one of the countries where the spread of the corona 19 virus is relatively fast. This virus also causes the death of victims, therefore education is needed related to preparedness during the Covid 19 Pandemic. This activity was held in Tempursari village, Magelang Regency for 1 month (June 2020) involving 1 assistant lecturer and 4 students of the Guidance and Counseling study program. Muhammadiyah University of Magelang as a companion for counseling and simulations related to proper hand washing and the use of proper masks. This service activity is expected for the community to have insight into the dangers of Covid 19 and have skills related to proper hand washing procedures and the use of proper masks so that they can reduce the spread of Covid 19, especially in Magelang district.
Keywords: alert response; covid pandemic 19; wash hands
Abstrak:Virus Corona merupakan sejenis virus influenza atau virus umum yang menyebabkan infeksi pada hidung, sinus atau tenggorokan bagian atas.Virus Covid-19 pada manusia paling umum menular dari orang yang terinfeksi ke orang lain melalui berbagai cara. Virus ini dapat menular dengan mudah melalui udara dengan batuk dan bersin. Namun, bisa juga melalui kontak langsung seperti berjabat tangan, menyentuh benda dan lain sebagainya. Indonesia merupakan salah satu negara yang penyebaran Virus Covid-19 terhitung cepat. Virus ini juga menyebabkan kematian terhadap korban, karena itu perlu adanya edukasi terkait tanggap siaga dalam masa Pandemi Covid 19. Kegiatan ini dilaksankan di desa Tempursari Kabupaten Magelang selama 1 bulan ( juni 2020) dengan melibatkan 1 dosen pendamping dan 4 mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Magelang sebagai pendamping penyuluhan dan simulasi terkait cuci tangan yang benar dan penggunaan masker yang tepat. Kegiatan pengabdian ini diharapkan masyarakat memiliki wawasan terkait bahaya covid 19 dan memiliki ketrampilan terkait tata cara cuci tangan yang benar dan penggunaan masker yang tepat sehingga dapat menekan penyebaran Covid-19 khususnya di kabupaten Magelang.
Kata kunci: cuci tangan; pandemi covid-19; tanggap siaga
Abstract:Abstract: North Gorontalo has considerable potential, especially in the agricultural sector. One of the excellent agricultural sectors is the corn crop. Although corn is a popular commodity in North Gorontalo District, the…
he utilization and diversification of its processed products is still low. Corn hair contains antioxidants, one of which can be developed into tea products. This activity aims to improve the skills of local communities in processing corn into antioxidant tea products. The community service activities were carried out in Bualo Village, Biau District, North Gorontalo for 45 days, starting from September 3 to October 18, 2020. The training was carried out by providing education about the use of corn as a basic ingredient for processing and continued with practical activities for making ready-to-brew antioxidant tea. The result of this training activity was an increase in the knowledge of the local community in Bualo Village about the use of corn as a basic material for processing antioxidant tea products along with attractive packaging.
Keywords: antioxidant; bualo; tea
Abstrak: Gorontalo Utara memiliki potensi yang cukup besar terutama pada sektor pertanian. Salah satu sektor pertanian yang menjadi primadona adalah tanaman jagung Meskipun jagung merupakan komoditi populer di kabupaten Gorontalo Utara, pemanfaatan dan diversifikasi produk olahnnya masih tergolong rendah. Rambut jagung mengandung antioksidan yang salah satunya dapat dikembangkan menjadi produk teh. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat lokal dalam mengolah jagung menjadi produk teh antioksidan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di desa Bualo, Kecamatan Biau, Gorontalo Utara selama 45 hari, mulai dari tanggal 3 September hingga 18 Oktober 2020. Pelatihan dilakukan dengan memberikan edukasi tentang pemanfaatan jagung sebagai bahan dasar pengolahan dan dilanjutkan dengan kegiatan praktik pembuatan teh antioksidan siap seduh. Masyarakat Desa Bualo telah memiliki keterampilan tambahan dalam membuat produk teh antioksidan dengan kemasan yang menarik sebagai produk inovasi dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat lokal.
Kata kunci: antioksidan; bualo; teh
Abstract:Abstract: Reuse, Reduce and Recycle (3R) is the behavior of waste management into a valuable material that can increase the economic benefits of the community and reduce environmental damage affecting global warming. This…
s behavior is often used as a solution to improve the environment that has waste management problems. The purpose of this paper is to identify strategies for optimizing Community Based Independent Waste Management with the 3 R Concept (Reuse, Reduce, Recycle) in Sukaluyu Village, Karawang. This strategy is planned to be able to explore community participation that is bottom-up, starting from the identification of problems and needs of the community, socialization of the concept of 3 R in the household so that people can feel the benefits economically and preserve the environment.The implementation method consists of surveys, hearings, focus group discussions, training, and waste sorting self-practices. This activity is expected to not only improve the environmental quality of the Sukaluyu Village community, but also can change the perceptions and behavior of the community and local stakeholders regarding waste reduction and management. The most important conclusion of this community services is the emphasis on awareness and high involvement motivation of the community in waste management to create culture in the community.
Keywords: community participation; reuse reduce recycle; waste management
Abstrak: Reuse, Reduce dan Recycle (3R) adalah perilaku pengelolaan sampah menjadi bahan bernilai yang dapat meningkatkan manfaat ekonomis masyarakat dan mengurangi kerusakan lingkungan yang berdampak terhadap pemanasan global. Konsep 3 R ini sering dijadikan solusi untuk memperbaiki lingkungan yang memiliki masalah dalam pengelolaan sampah. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi strategi optimalisasi Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Masyarakat dengan konsep 3 R (Reuse, Reduce, Recycle) di Desa Sukaluyu, Karawang. Strategi ini direncanakan untuk menggali partisipasi masyarakat yang bersifat bottom-up, dimulai dari identifikasi masalah dan kebutuhan masyarakat, sosialisasi konsep 3R di rumah tangga sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat secara ekonomis dan menjaga kelestarian lingkungan. Metode pelaksanaan terdiri dari survei, audiensi, focus group discussion, pelatihan, dan praktik mandiri pengolahan-pemilahan sampah. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan masyarakat Desa Sukaluyu, namun juga dapat mengubah persepsi dan perilaku masyarakat dan stakeholder setempat terkait pengurangan dan pengelolaan sampah. Kesimpulan penting dari pengabdian ini adalah adanya kesadaran dan motivasi keterlibatan masyarakat yang baik dalam pengelolaan sampah hingga dapat menciptakan budaya di masyarakat.
Kata kunci: partisipasi masyarakat; pengelolaan sampah; reuse reduce recycle
Abstract:Abstract: Located at the foot of Mount Merbabu, Dukuh Rejosari was bestowed with beautiful scenery, cool weather and fertile land for farming such as coffee, tea, corn and tobacco. Regrettably, these have yet been maximally…
lly utilized by the locals because of their busy work as laborers who depend on wages. This is compounded by the very strict working hours that leave workers no time to utilize the blessing as additional income. In dealing with this situation, breeding catfish using tarpaulin method is likely the most appropriate alternative solution for the locals to earn more income without having to leave their main job as factory workers. This is possible as the catfish cultivation using tarpaulin method is effortless and does not consume much time to manage it. Moreover, with the annual increase in demand for catfish consumption in the surrounding regions as well as competitive selling prices (ranging from IDR14,000 to IDR17,000 per kilogram) making tarpaulin cultivation of catfish solution for the locals in Dukuh Rejosari. The method used in this service was socialization by providing outreach and training from the catfish cultivation expert. The result shows that villagers are enlightened to have a new source of income in the midst of busyness working as laborers.
Keywords: catfish cultivation; economic empowerment; dukuh rejosari
Abstrak: Berlokasi di kaki gunung Merbabu, Dukuh Rejosari dianugerahi dengan pemandangan yang indah, cuaca yang sejuk, dan lahan yang subur untuk bercocok tanam seperti kopi, teh, jagung, dan tembakau. Namun hal belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para penduduk dikarenakan kesibukan mereka sebagai pekerja buruh harian yang bergantung pada upah pabrik. Hal ini diperparah dengan jam kerja yang sangat padat membuat para pekerja tidak memiliki waktu lebih untuk memanfaatkan lingkungan sebagai tambahan penghasilan. Dalam menghadapi situasi tersebut, pengembangbiakan ikan lele dengan menggunakan terpal merupakan solusi alternatif yang paling tepat guna memberi para penduduk penghasilan lebih tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama mereka sebagai buruh pabrik. Hal ini dimungkinkan karena budidaya lele terpal sangat mudah dilakukan dan tidak memerlukan banyak waktu untuk merawatnya. Juga, dengan peningkatan tahunan permintaan ikan lele konsumsi di daerah sekitar serta harga jual yang kompetitif (berkisar Rp. 14.000,- – Rp. 17.000,- per kilogram) menjadikan budidaya ternak lele terpal sebagai alternatif paling ideal untuk memberikan tambahan penghasilan kepada masyarakat Dukuh Rejosari. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi dengan memberikan pelatihan dari pembudidaya lele terpal berpengalaman. Hasil dari kegiatan ini yaitu masyarakat mendapatkan kesempatan untuk membentuk sumber pendapatan baru ditengah-tengah kesibukan bekerja sebagai buruh pabrik.
Kata kunci: budidaya ikan lele; peningkatan ekonomi; dukuh rejosari