Search Articles & Publications

Showing 4527 articles found for "Sign"

PENGARUH EFISIENSI STRATEGIS, KEPEMIMPINAN STRATEGIS, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KESEJAHTERAAN KARYAWAN: KAJIAN LITERATUR REVIEW

Arafah, Zahid Nugrah, Harfan, Syakhroni, Ratnawita, Ratnawita, Anandari, Febrina, Gusmawita, Dona, Syafwandi, Syafwandi
Abstract: Abstract: This study aims to examine the influence of strategic efficiency, strategic leadership, and organizational culture on employee welfare through a strategic approach literature review In an era of increasingly complex… mplex global competition, organizations are required not only to achieve efficiency in resource utilization but also to ensure employee well-being as a strategic asset that determines sustainability. Strategic efficiency is understood as an organization's ability to optimally allocate and utilize resources to support long-term goals, which in practice can increase productivity while creating a more structured work environment. However, excessive efficiency pressures have the potential to lead to burnout, making balance a key factor. Strategic leadership has emerged as a key catalyst connecting organizational agendas with individual well-being. Empathetic, communicative, and visionary leaders have been shown to create a positive psychological climate, increase intrinsic motivation, and strengthen employee engagement. Meanwhile, organizational culture serves as a foundation that determines the effectiveness of policies and leadership. An inclusive, collaborative, and supportive culturework-life balancehas been shown to strengthen job satisfaction, mental health, and psychological safety. The results of the literature synthesis indicate that the three independent variables have a positive and complementary influence in shaping employee well-being. This research contributes both theoretically, clarifying the relationship between strategic variables and well-being, and practically, providing guidance for organizations in designing policies that are both efficiency- oriented and human-centered. Thus, employee well-being can be viewed as a strategic investment that supports productivity, talent retention, and organizational sustainability. Keywords: Strategic Efficiency, Strategic Leadership, Organizational Culture, Employee Welfare Abstrak: Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh efisiensi strategis, kepemimpinan strategis, dan budaya organisasi terhadap kesejahteraan karyawan melalui tinjauan literatur pendekatan strategis. Di era persaingan global yang semakin kompleks, organisasi dituntut tidak hanya untuk mencapai efisiensi dalam pemanfaatan sumber daya tetapi juga untuk memastikan kesejahteraan karyawan sebagai aset strategis yang menentukan keberlanjutan. Efisiensi strategis dipahami sebagai kemampuan organisasi untuk mengalokasikan dan memanfaatkan sumber daya secara optimal untuk mendukung tujuan jangka panjang, yang dalam praktiknya dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih terstruktur. Namun, tekanan efisiensi yang berlebihan berpotensi menyebabkan kelelahan (burnout), sehingga keseimbangan menjadi faktor kunci. Kepemimpinan strategis telah muncul sebagai katalis utama yang menghubungkan agenda organisasi dengan kesejahteraan individu. Pemimpin yang empatik, komunikatif, dan visioner telah terbukti menciptakan iklim psikologis yang positif, meningkatkan motivasi intrinsik, dan memperkuat keterlibatan karyawan. Sementara itu, budaya organisasi berfungsi sebagai fondasi yang menentukan efektivitas kebijakan dan kepemimpinan. Budaya inklusif, kolaboratif, dan suportif—keseimbangan kerja-hidup—telah terbukti memperkuat kepuasan kerja, kesehatan mental, dan keamanan psikologis. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut memiliki pengaruh positif dan saling melengkapi dalam membentuk kesejahteraan karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi baik secara teoritis, dengan mengklarifikasi hubungan antara variabel strategis dan kesejahteraan, maupun secara praktis, dengan memberikan panduan bagi organisasi dalam merancang kebijakan yang berorientasi pada efisiensi dan berpusat pada manusia. Dengan demikian, kesejahteraan karyawan dapat dilihat sebagai investasi strategis yang mendukung produktivitas, retensi talenta, dan keberlanjutan organisasi. Kata kunci: Efisiensi Strategis, Kepemimpinan Strategis, Budaya Organisasi, Kesejahteraan Karyawan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FLUKTUASI HARGA CABAI MERAH DI KECAMATAN X KOTO KABUPATEN TANAH DATAR

Andriani, Novrita, Hafizah, Dian, Hasnah, Hasnah
Abstract: Abstract: Fluctuations in red chili prices are an economic problem that impacts farmers' welfare and people's purchasing power in Indonesia. This study aims to analyze the factors influencing red chili price fluctuations… in X Koto District, Tanah Datar Regency, with a focus on rainfall, red chili production, and cayenne pepper prices. This study fills a gap in the literature as most previous studies only highlight one factor without examining the interrelationships between variables. The method used is multiple linear regression. The results show that cayenne pepper prices significantly influence red chili prices, while red chili production and rainfall do not. These findings confirm the close relationship between the prices of cayenne pepper and red chili peppers, a factor that has received little attention. The implications of this research are important for formulating more effective and sustainable food price stabilization policies. Practically, farmers can use the results of this study as a basis for production planning, while local governments can design policies to minimize the impact of price fluctuations on both farmers and consumers. Thus, this research contributes to food price management at the local level and can serve as a reference for broader food research and policy in Indonesia. Keywords: price fluctuation, red chili pepper, cayenne pepper, multiple linear regression, food policy Abstrak : Fluktuasi harga cabai merah merupakan masalah ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan petani dan daya beli masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi harga cabai merah di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, dengan fokus pada curah hujan, produksi cabai merah, dan harga cabai rawit. Penelitian ini mengisi celah literatur karena sebagian besar studi sebelumnya hanya menyoroti satu faktor tanpa melihat keterkaitan antarvariabel. Metode yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga cabai rawit berpengaruh signifikan terhadap harga cabai merah, sedangkan produksi cabai merah dan curah hujan tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan adanya hubungan erat antara harga cabai rawit dan cabai merah yang selama ini kurang mendapat perhatian. Implikasi penelitian ini penting bagi perumusan kebijakan stabilisasi harga pangan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Secara praktis, petani dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai dasar dalam merencanakan produksi, sementara pemerintah daerah dapat merancang kebijakan untuk meminimalkan dampak fluktuasi harga bagi petani dan konsumen. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengelolaan harga pangan di tingkat lokal dan dapat menjadi acuan bagi penelitian serta kebijakan pangan yang lebih luas di Indonesia. Kata kunci: fluktuasi harga, cabai merah, cabai rawit, regresi linier berganda, kebijakan pangan

OPTIMALISASI VALIDITAS KLASTERISASI IPM MELALUI PENERAPAN VARIASI DISTANCE MEASURE PADA ALGORITMA K-MEANS++

Sipayung, Sardo Pardingotan, Efendi, Syahril
Abstract: Abstract: The Human Development Index (HDI) is an important indicator for measuring the quality of regional development through the dimensions of health, education, and decent living standards. In North Sumatra Province,… HDI achievements between districts/cities still show significant disparities, requiring a data-based analytical approach to map development patterns objectively. This study aims to optimize the validity of regional HDI clustering through the application of the K-Means++ algorithm with distance measure variations. This study uses a quantitative approach with an unsupervised learning method. The data analyzed includes HDI, Average Length of Schooling (ALS), and Adjusted Per Capita Expenditure sourced from the Central Statistics Agency. The research stages include data preprocessing and standardization, determining the optimal number of clusters using the Elbow method, applying the K-Means++ algorithm, and evaluating cluster quality using the Davies–Bouldin Index (DBI) and Purity Index. In addition, a comparison of clustering performance based on Euclidean, Manhattan, and Cosine distances was conducted. The results of the study show that the optimal number of clusters is three clusters representing high, medium, and low levels of human development. A DBI value of 0.60 and a Purity Index of 0.61 indicate good clustering quality. Euclidean and Manhattan distances produced the best performance compared to Cosine distance. Keyword: Human Development Index; K-Means++; Clustering; Distance Measure; Davies–Bouldin Index; Purity Index. Abstrak: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas pembangunan wilayah melalui dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Di Provinsi Sumatera Utara, capaian IPM antar kabupaten/kota masih menunjukkan ketimpangan yang cukup signifikan, sehingga diperlukan pendekatan analitis berbasis data untuk memetakan pola pembangunan secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan validitas klasterisasi IPM wilayah melalui penerapan algoritma K-Means++ dengan variasi distance measure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode unsupervised learning. Data yang dianalisis meliputi IPM, Rata Lama Sekolah (RLS), dan Pengeluaran per Kapita Disesuaikan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Tahapan penelitian mencakup praproses dan standarisasi data, penentuan jumlah klaster optimal menggunakan metode Elbow, penerapan algoritma K-Means++, serta evaluasi kualitas klaster menggunakan Davies–Bouldin Index (DBI) dan Purity Index. Selain itu, dilakukan perbandingan kinerja klasterisasi berdasarkan Euclidean, Manhattan, dan Cosine distance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah klaster optimal adalah tiga klaster yang merepresentasikan tingkat pembangunan manusia tinggi, menengah, dan rendah. Nilai DBI sebesar 0,60 dan Purity Index sebesar 0,61 menunjukkan kualitas klasterisasi yang baik. Euclidean dan Manhattan distance menghasilkan performa terbaik dibandingkan Cosine distance. Kata kunci: Indeks Pembangunan Manusia; K-Means++; Klasterisasi; Distance Measure; Davies–Bouldin Index; Purity Index.

MODEL PEMBELAJARAN ADAPTIF UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI DAN SOFT SKILL MAHASISWA

Dewi, Muthia, Dailami, Dailami
Abstract: Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of the adaptive learning model in improving students' self-confidence and soft skills based on individual student abilities, using a qualitative approach with a multiple… iple case study design that allows researchers to explore student perspectives, classroom interactions, and learning dynamics. The study involved students through observation, interviews, and documentation. The research subjects were 49 students of the education study program who attended lectures with the adaptive learning model. The instruments used were a self-confidence questionnaire, a soft skills assessment rubric, and classroom observations. The results of the study showed that student learning performance increased after the implementation of the adaptive learning model, such as students being able to express their confidence in their abilities in various situations and improving soft skills in the form of communication, teamwork, leadership, and problem-solving. Keywords: Adaptive Learning, Self-Confidence, Soft Skills Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran adaptif dalam meningkatkan rasa percaya diri dan soft skill mahasiswa berbasis kemampuan individual mahasiswa, menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus ganda yang memungkinkan peneliti menggali perspektif mahasiswa, interaksi dalam kelas, serta dinamika pembelajaran. Penelitian melibatkan mahasiswa melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan yang berjumlah 49 orang yang mengikuti perkuliahan dengan model pembelajaran adaptif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kepercayaan diri, rubrik penilaian soft skill, serta observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa belajar mahasiswa meningkat setelah diterapkan model pembelajaran adaptif seperti mahasiswa mampu mengekspresikan kepercayaan dirinya pada kemampuan diri dalam berbagai situasi dan meningkatkan soft skill berupa komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan serta pemecahan masalah. Kata kunci: Pembelajaran Adaptif, Rasa Percaya Diri, Soft Skill

PENGEMBANGAN LABORATORIUM MIXED REALITY (MR) UNTUK SIMULASI PRAKTIK TEKNIK MESIN BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)

Imansyah, Nur, Putri, Rachmah Agus
Abstract: Abstract: Limited access to laboratory facilities in vocational education, particularly in the field of mechanical engineering, often becomes a major obstacle in providing safe and industry-relevant practical experiences.… . Vocational high school (SMK) teachers in Bontang face challenges in delivering effective and efficient practice-based learning. This study aims to develop a Mixed Reality (MR) Laboratory as an innovative solution for simulating mechanical engineering practices. The MR Mixed Lab is designed to provide interactive learning experiences through mixed reality technology, enabling teachers to guide students in understanding machine assembly and disassembly concepts without the risk of equipment damage or injury. In addition, MR implementation can reduce operational practice costs and increase the frequency of training within a more realistic learning environment. The research method employed is Research and Development (R&D) with the ADDIE model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The development process involves user needs analysis, system design, creation of interactive 3D models, and effectiveness testing involving vocational school teachers. Data are collected through observation, questionnaires, and interviews to evaluate usability, learning effectiveness, and user engagement. The expected outcome is an MR Lab prototype that is relevant, feasible, and beneficial for vocational education.   Keywords: Mixed Reality (MR), Practice Simulation, Mechanical Engineering, Digital Laboratory, Teacher Abstrak: Keterbatasan akses laboratorium dalam pendidikan vokasi, khususnya pada bidang teknik mesin, sering menjadi kendala utama dalam memberikan pengalaman praktik yang aman dan relevan dengan kondisi industri. Guru SMK di Bontang menghadapi tantangan dalam menyediakan sarana pembelajaran praktik yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Laboratorium Mixed Reality (MR) sebagai solusi inovatif untuk simulasi praktik teknik mesin. MR Mixed Lab dirancang untuk memberikan pengalaman pembelajaran interaktif melalui teknologi realitas campuran, memungkinkan guru membimbing siswa dalam memahami konsep perakitan dan pembongkaran mesin tanpa risiko kerusakan peralatan atau cedera. Selain itu, penggunaan MR dapat menekan biaya operasional praktik serta meningkatkan frekuensi latihan dalam lingkungan belajar yang lebih realistis. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Proses pengembangan melibatkan analisis kebutuhan pengguna, desain sistem, pembuatan model 3D interaktif, serta pengujian efektivitas dengan melibatkan guru SMK. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan wawancara untuk mengevaluasi kemudahan penggunaan, efektivitas pembelajaran, serta tingkat keterlibatan pengguna. Hasil penelitian diharapkan dapat menghadirkan prototipe MR Lab yang relevan, layak, dan bermanfaat bagi pendidikan vokasi   Kata kunci: Mixed Reality (MR), Simulasi Praktik, Teknik Mesin, Laboratorium Digital, Guru

SPK UNTUK MENENTUKAN PENERIMA PROGRAM SOSIAL ZAKAT DI BAITUMAL LHOKSEUMAWE MENGGUNAKAN METODE WSM

Maylani, Maylani, Ilhadi, Veri, Nisa, Fidyatun
Abstract: Abstract: Zakat is an important instrument in reducing poverty; therefore, its distribution must be carried out accurately and appropriately. In practice, the process of determining zakat beneficiaries at Baitul Mal still… l encounters several obstacles, such as subjectivity and limitations in processing mustahik data. This research aims to develop a Decision Support System (DSS) to assist Baitul Mal in determining the priority of zakat recipients objectively and systematically. The decision-making process applies the Weighted Sum Model (WSM), in which each criterion is assigned a weight according to its level of importance, and a preference value is then calculated for each candidate recipient. The system was developed as a web-based application to facilitate user access. System evaluation was conducted using User Acceptance Testing (UAT) involving Baitul Mal administrators as end users. The test results show that the system obtained an average score above 4 on a 1–5 scale, indicating that it is easy to use, meets user needs, and supports the decision-making process for zakat distribution. Therefore, the proposed system can serve as an effective tool to improve the accuracy and efficiency of zakat distribution to eligible mustahik. Keyword: Zakat, Decision Support System, Weighted Sum Model, User Acceptance Testing, Mustahik Abstrak: Zakat merupakan salah satu instrumen penting dalam upaya mengurangi kemiskinan, sehingga penyalurannya harus dilakukan secara tepat sasaran. Pada praktiknya, proses penentuan prioritas penerima zakat di Baitul Mal masih memiliki kendala, seperti subjektivitas dan keterbatasan dalam pengolahan data mustahik. Penelitian ini bertujuan untuk membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat membantu Baitul Mal dalam menentukan prioritas penerima zakat secara objektif dan terstruktur. Metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan adalah Weighted Sum Model (WSM), di mana setiap kriteria diberi bobot sesuai tingkat kepentingannya, kemudian dihitung nilai preferensi untuk setiap calon penerima zakat. Sistem dikembangkan berbasis web agar mudah diakses oleh petugas. Pengujian sistem dilakukan menggunakan User Acceptance Testing (UAT) dengan melibatkan Admin Baitul Mal sebagai pengguna langsung sistem. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai rata-rata penilaian lebih dari 4 (skala 1–5) yang menunjukkan bahwa sistem dinilai mudah digunakan, sesuai kebutuhan, serta membantu proses penentuan prioritas penerima zakat. Dengan demikian, sistem yang dibangun dapat menjadi alat bantu yang efektif bagi Baitul Mal dalam meningkatkan akurasi dan efisiensi penyaluran zakat kepada mustahik yang berhak menerima. Kata kunci: Zakat, Sistem Pendukung Keputusan, Weighted Sum Model, User Acceptance Testing, Mustahik

PENERAPAN LITERASI MEMBACA KARYA SASTRA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM MENENTUKAN TOPIK CERPEN

Maulidah, Rina Hayati, Atmazaki, Atmazaki, Hayati, Yenni
Abstract: Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of applying literary reading literacy to improve students’ critical thinking skills in determining short story writing topics. The research employed a quasi- experimental&#8230; experimental approach using a Pretest–Posttest Control Group Design. The sample consisted of 56 sixth- semester students of the Indonesian Language and Literature Education program, divided into experimental and control groups. The experimental group received a four-week treatment consisting of structured literary reading activities, critical discussions, and reflective assignments. Research instruments included a critical thinking test, short story topic assessment rubric, and student perception questionnaire. The results indicated a significant improvement in the experimental group (M_pre = 58.4; M_post = 74.1; p < 0.001; Cohen’s d = 1.38), while the control group showed no significant change. The findings suggest that systematically integrating literary reading literacy enhances students’ analytical, evaluative, and reflective thinking abilities in developing original and relevant short story topics. The study recommends incorporating structured literary literacy activities into creative writing courses to foster critical, creative, and humanistic learners. Keywords: reading literacy, literary works, critical thinking, short story writing, literature learning Abstrak: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan literasi membaca karya sastra terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam menentukan topik penulisan cerpen. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain Pretest–Posttest Control Group. Sampel terdiri atas 56 mahasiswa semester VI program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra yang dibagi menjadi dua kelompok: eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen menerima perlakuan berupa pembelajaran literasi membaca karya sastra dengan strategi pembacaan terstruktur, diskusi kritis, dan tugas reflektif selama empat minggu. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kritis, rubrik penilaian topik cerpen, serta kuesioner persepsi mahasiswa. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen (M_pre = 58,4; M_post = 74,1; p < 0,001; Cohen’s d = 1,38), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan berarti. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi literasi membaca karya sastra secara sistematis dapat meningkatkan kemampuan berpikir analitis, evaluatif, dan reflektif mahasiswa dalam menentukan topik cerpen yang orisinal dan relevan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan praktik literasi sastra dalam mata kuliah menulis kreatif untuk membangun mahasiswa yang kritis, kreatif, dan berwawasan humanistik. Kata Kunci: literasi membaca, cerpen, berpikir kritis, menentukan topik.

PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) TERHADAP HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH KELAS VIII DI UPTD SMP NEGERI 1 PEMATANGSIANTAR

Silalahi, Evan Gelista, Silalahi, Mastiur Verawaty, Siagian, Gunaria
Abstract: Abstract: This study aims to determine the effect of the project based learning (PjBL) model on student learning outcomes and on student activities on the circulatory system material in class VIII UPTD SMP Negeri 1 Pematangsiantar.&#8230; angsiantar. The research data collection technique uses learning outcome tests and student activity questionnaires. In this study the sample used was 2 classes, namely class VIII-1 as an experimental class using the project based learning model and class VIII-3 as a control class with a total of 32 students. In student learning outcomes there was an increase in student pretest and posttest scores. In the control class the average pretest score was 41.6 and posttest 53.6. while in the experimental class the average pretest score was 38.1 and posttest 75.5. Evidenced by the data from the Independent Sample T-Test hypothesis test with a 2-tailed significant value of 0.000. The result of 0.000> 0.05 so there is an influence on the PjBL learning model that Ho is rejected and Ha is accepted. The average student activity in the experimental class was 94.5%, categorized as very active. Therefore, it can be concluded that the project-based learning model has an effect on student learning outcomes and activity.   Keyword: Learning Model, Project based Learning, Learning Outcomes, Activities   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model project based learning (PjBL) terhadap hasil belajar siswa dan terhadap aktivitas siswa pada materi sistem peredaran darah di kelas VIII UPTD SMP Negeri 1 Pematangsiantar. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan tes hasil belajar dan angket aktivitas siswa. Pada penelitian ini sampel yang digunakan menggunakan 2 kelas yaitu kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran project based learning dan kelas VIII-3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 32 siswa. Pada hasil belajar siswa terdapat peningkatan pada nilai pretest dan posttest siswa. Pada kelas kontrol rata-rata nilai pretest yaitu 41,6 dan posttest 53,6. sementara pada kelas eksperimen nilai rata-rata pada pretest 38,1 dan posttest 75,5. Dibuktikan dari data hasil uji hipotesis Independent Sample T-Test dengan hasil nilai signifikan 2-tailed nya adalah 0,000. Hasil 0,000 > 0,05 sehingga terdapat pengaruh pada model pembelajaran PjBL bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Rata-rata aktivitas siswa pada kelas eksperimen yaitu 94,5% dengan kategori sangat aktif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa.   Kata kunci: Model pembelajaran, Project based Learning, Hasil Belajar, Aktivitas  

DAMPAK MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PEMASARAN TERHADAP PENJUALAN UMKM DI KABUPATEN ASAHAN

Dailami, Dailami, Rahmayanti, Sri, Optari, Leni Kurnia
Abstract: Abstract: The growth of social media usage in Indonesia has reached more than 170 million active users in 2023, making it a relevant platform for the MSME sector, particularly in the culinary field. This study aims to analyze&#8230; alyze the impact of social media usage as a marketing tool on MSME sales in Asahan Regency. The research method uses a quantitative approach with survey techniques through questionnaires distributed to more than 50 MSME respondents. Data were analyzed using simple linear regression with a Likert scale of 1-5. The results show that 82% of respondents use social media for marketing, with Facebook (45%) and WhatsApp (35%) as the most popular platforms. Regression analysis shows a coefficient of determination R² = 0.65, meaning that 65% of sales variation can be explained by social media usage. As many as 65% of respondents stated that marketing activities through social media increased sales with an average score of 4.4. This study concludes that the use of social media has a positive and significant effect on increasing MSME sales in Asahan Regency. It is recommended for MSME actors to improve their ability to create creative content and for local governments to provide MSME digitalization training support.   Keywords: Social media, digital marketing, MSMEs, sales, Asahan Regency.   Abstrak: Pertumbuhan penggunaan media sosial di Indonesia telah mencapai lebih dari 170 juta pengguna aktif pada tahun 2023, menjadikannya platform relevan bagi sektor UMKM, khususnya di bidang kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran terhadap penjualan UMKM di Kabupaten Asahan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui kuesioner yang disebarkan kepada lebih dari 50 responden UMKM. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan skala Likert 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82% responden menggunakan media sosial untuk pemasaran, dengan Facebook (45%) dan WhatsApp (35%) sebagai platform terpopuler. Analisis regresi menunjukkan koefisien determinasi R² = 0,65, yang berarti 65% variasi penjualan dapat dijelaskan oleh penggunaan media sosial. Sebanyak 65% responden menyatakan bahwa aktivitas pemasaran melalui media sosial meningkatkan penjualan dengan skor rata-rata 4,4. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan penjualan UMKM di Kabupaten Asahan. Disarankan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan dalam membuat konten kreatif dan bagi pemerintah daerah untuk memberikan dukungan pelatihan digitalisasi UMKM.   Kata kunci: Media sosial, pemasaran digital, UMKM, penjualan, Kabupaten Asahan.  

PENGARUH PENCEMARAN LINGKUNGAN PERAIRAN TERHADAP KEBERHASILAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI KOTA PADANG

Amri, Muhammad, Santosa, Budi, Sari, Desi Ratna, Aisyah, Siti
Abstract: Abstract: This study aims to analyze the impact of river pollution on the performance of freshwater aquaculture using five major rivers in Padang City: Batang Arau, Batang Kuranji, Batang Air Dingin, Batang Kandis, and Batang&#8230; atang Anai. A quantitative approach was applied through field surveys and laboratory analyses at three stations of each river to measure physical, chemical, and biological water parameters, as well as aquaculture performance indicators including survival rate, specific growth rate, feed conversion ratio, and harvest biomass. The results show that most water quality parameters exceeded the Class II standards of Government Regulation No. 22/2021, particularly turbidity, TSS, ammonia, BOD, COD, and total coliform. Regression analysis indicates that chemical parameters have the strongest influence on aquaculture performance, followed by physical parameters, while biological parameters are near-significant, and anthropogenic pollution exerts a significant negative effect. Batang Air Dingin showed the best water quality and aquaculture performance, whereas Batang Kandis exhibited the highest pollution level and lowest production outcomes. The study concludes that river pollution significantly reduces freshwater aquaculture productivity and highlights the need for sustainable water quality management. Keywords: Aquaculture; Performance; Pollution; River; Water Quality. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pencemaran air sungai terhadap keberhasilan budidaya ikan air tawar pada lima sungai utama di Kota Padang, yaitu Batang Arau, Batang Kuranji, Batang Air Dingin, Batang Kandis, dan Batang Anai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan dan analisis laboratorium pada tiga stasiun setiap sungai, meliputi parameter fisika, kimia, dan biologi, serta indikator performa budidaya yang terdiri dari survival rate, laju pertumbuhan harian, feed conversion ratio, dan biomassa panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter kualitas air telah melampaui baku mutu PP 22/2021 Kelas II, terutama kekeruhan, TSS, amonia, BOD, COD, dan total coliform. Analisis regresi mengindikasikan bahwa parameter kimia merupakan faktor paling dominan memengaruhi keberhasilan budidaya, diikuti parameter fisika, sementara parameter biologi mendekati signifikan, dan pencemaran antropogenik terbukti berpengaruh negatif terhadap performa budidaya. Sungai Batang Air Dingin memiliki kualitas air terbaik dan hasil budidaya tertinggi, sedangkan Batang Kandis menunjukkan tingkat pencemaran tertinggi dan performa budidaya terendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencemaran sungai berperan nyata dalam menurunkan produktivitas budidaya ikan dan perlu dilakukan pengelolaan kualitas air secara berkelanjutan. Kata Kunci: Budidaya Ikan; Kualitas Air; Pencemaran; Performa Budidaya; Sungai.