Search Articles & Publications

Showing 4513 articles found for "Sign"

DEVELOPMENT OF A CHEMISTRY E-MODULE BASED ON EXPERIENTIAL LEARNING ON REACTION-RATE MATERI

Alfina, Alfina, Syafriani, Dewi
Abstract: Abstract: This research aims to develop chemistry e-modules based on Experiential Learning (EL) model on reaction rate material and test its validity, practicality, and effectiveness. The method used is the ADDIE development… ment model. The research subjects were 30 students of class XI MIPA 2 at SMA Swasta PAB 8 Saentis. The results of the validity of the e-module by material and media experts showed a percentage of content feasibility of 83%, presentation of 84%, EL aspects of 80%, graphics of 81%, and language of 87%, with an average of 83% which is included in the “very feasible” category. Practicality of e-modules from learner responses obtained an average percentage of 82% in the “very practical” category. The effectiveness test through N-Gain shows an increase in learning outcomes from a pretest score of 43.83 to a posttest of 85.17, with an N-Gain score of 73.54% which is classified as “quite effective”. From the overall results, the EL-based chemistry e-module on reaction rate material is declared valid, practical, and effective enough to be used as teaching material in the chemistry learning process. Keywords: E-Modules, Experiential Learning, Reaction Rate, ADDIE Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul kimia berbasis model Experiential Learning (EL) pada materi laju reaksi serta menguji validitas, praktikalitas, dan efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah 30 peserta didik kelas XI MIPA 2 di SMA Swasta PAB 8 Saentis. Hasil validitas e-modul oleh ahli materi dan media menunjukkan persentase kelayakan isi sebesar 83%, penyajian 84%, aspek EL 80%, kegrafikan 81%, dan bahasa 87%, dengan rata-rata 83% yang termasuk kategori "sangat layak". Praktikalitas e-modul dari respon peserta didik memperoleh persentase rata-rata 82% dengan kategori sangat praktis. Uji efektivitas melalui N-Gain menunjukkan peningkatan hasil belajar dari nilai pretest sebesar 43,83 menjadi posttest 85,17, dengan skor N-Gain sebesar 73,54% yang tergolong cukup efektif. Dari keseluruhan hasil, e-modul kimia berbasis EL pada materi laju reaksi dinyatakan valid, praktis, dan cukup efektif sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran kimia. Kata kunci: E-Modul, Experiential Learning, Laju Reaksi, ADDIE

THE EFFECT OF PROBLEM-BASED LEARNING AND DISCOVERY LEARNING MODELS ON STUDENTS CHRITICAL THINKING SKILLS

Nasution, Irma Yuliani, Syafriani, Dewi
Abstract: Abstract: This study aims to determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model and the Discovery Learning (DL) model on students' critical thinking skills and to identify which aspects of critical thinking are&#8230; re most developed in the topic of reaction rates. The research employed a quasi-experimental design. The sample consisted of two experimental classes: class XI-1 as the first experimental group and class XI-4 as the second, each comprising 34 students. The research instrument was an essay test consisting of three questions. Hypothesis testing was conducted using an Independent Sample T-Test, which yielded a significance value of 0.001. Since the significance value is less than α (0.05), the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected, indicating a significant effect of the PBL and DL models on students' critical thinking skills in the topic of reaction rates. The analysis of critical thinking aspects shows that the ability to elementary clarifications was the most developed. This is evidenced by the n-gain percentage, which reached 94% for students taught using the PBL model and 86% for those taught using the DL model. Keywords: Problem-Based Learning, Discovery Learning, Critical Thinking Skills, Reaction Rate Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) model Discovery Learning (DL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dan mengetahui aspek berpikir kritis yang paling terkembangkan pada materi laju reaksi. Jenis penelitian ini yaitu quasi experiment. Sampel penelitian terdiri dari XI-1sebagai kelas eksperimen I dan XI-4 sebagai kelas eksperimen II yang masing-masing berjumlah 34 siswa. Instrumen penelitian berupa tes esai sebanyak 3 soal . Uji hipotesis menggunakan uji Independent Sample T-Test dengan hasil penelitian diperoleh harga sig. 0,001. Nilai sig. < α (0,05) sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan kemampuan berpikir kritis siswa yang diberi pembelajaran menggunakan model PBL dan model DL pada materi laju reaksi. Hasil analisis aspek yang diperoleh indikator aspek memberikan penjelasan sederhana adalah aspek kemampuan berpikir kritis yang paling terkembangkan, terlihat dari persentase n-gain 94% untuk yang dijarkan menggunakan model PBL dan 86% untuk yang dijarkan menggunakan model DL. Kata kunci: Problem Based Learning, Discovery Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Laju Reaksi

OPTIMALISASI KEMAMPUAN PEMBELAJARAN AL-QURAN DAN IQRA MELALUI PENDEKATAN TAHSIN

Hariyati, Tri, Yunita, Tiara, Wantika, Wantika, Muliana, Windu Damar
Abstract: Abstract: Learning the Qur’an and Iqra’ is a fundamental foundation in developing proper and accurate Qur’anic reading skills in accordance with the rules of tajwid. However, in practice, various challenges are still&#8230; llenges are still encountered, such as incorrect pronunciation of makharijul huruf, inaccuracies in vowel length, and a lack of reading fluency among learners. This study aims to optimize Qur’an and Iqra’ learning abilities through the tahsin approach as a strategy to improve the quality of recitation. This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the systematic and continuous implementation of the tahsin approach significantly improves learners’ accuracy in pronouncing hijaiyah letters, understanding of tajwid rules, and self-confidence in reading the Qur’an. Therefore, the tahsin approach is proven to be effective in optimizing both the process and outcomes of Qur’an and Iqra’ learning. Keywords: Qur’an Learning, Iqra’, Tahsin, Tajwid, Islamic Education Abstrak: Pembelajaran Al-Qur’an dan Iqra’ merupakan fondasi utama dalam pembentukan kemampuan baca tulis Al-Qur’an yang baik dan benar sesuai kaidah tajwid. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, seperti kesalahan makharijul huruf, panjang-pendek bacaan, serta kurangnya kefasihan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengoptimalkan kemampuan pembelajaran Al-Qur’an dan Iqra’ melalui pendekatan tahsin sebagai strategi peningkatan kualitas bacaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan tahsin secara sistematis dan berkelanjutan mampu meningkatkan ketepatan pelafalan huruf hijaiyah, pemahaman tajwid, serta kepercayaan diri peserta didik dalam membaca Al-Qur’an. Dengan demikian, pendekatan tahsin terbukti efektif dalam mengoptimalkan proses dan hasil pembelajaran Al-Qur’an dan Iqra’. Kata kunci: Pembelajaran Al-Qur’an, Iqra’, Tahsin, Tajwid, Pendidikan Islam

ANALISIS FAKTOR PRODUKSI USAHA TANI PADI SAWAH DI KOTA PADANG

Hardianti, Dani, Hafizah, Dian, Hasnah, Hasnah
Abstract: Abstrak : This study aims to analyze the production factors affecting rice farming output in Padang City. The study uses primary data collected from rice farmers through field surveys. Multiple linear regression analysis&#8230; was employed, with rice production as the dependent variable (Y) and land area (X₁), seed (X₂), fertilizer (X₃), labor (X₄), and farming experience (X₅) as independent variables. The results show that simultaneously all production factors significantly affect rice output. Partially, fertilizer and labor have a significant effect on rice production, while land area, seed, and farming experience do not have a significant effect. These findings indicate that increasing rice production in Padang City relies more on input intensification, particularly fertilizer management and labor availability, rather than land expansion. Keywords: rice farming, production factors, multiple linear regression, Padang City. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang memengaruhi produksi padi sawah di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari petani padi sawah melalui survei lapangan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan variabel dependen berupa produksi padi sawah (Y) dan variabel independen meliputi luas lahan (X₁), benih (X₂), pupuk (X₃), tenaga kerja (X₄), dan pengalaman berusahatani (X₅). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh faktor produksi berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah di Kota Padang. Secara parsial, variabel pupuk dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah, sedangkan luas lahan, benih, dan pengalaman berusahatani tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi padi sawah di Kota Padang lebih ditentukan oleh upaya intensifikasi input, khususnya melalui pemupukan yang tepat dan ketersediaan tenaga kerja, dibandingkan dengan perluasan lahan. Kata kunci: padi sawah, faktor produksi, regresi linier berganda, Kota Padang

IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL MELALUI LENSA HAK ANAK DAN PEMULIHAN PSIKOLOGIS

Lumbanbatu, Jesica, Sinurat, Asri Vivi Yanti, Apriandani, Babby, Sulistiawati, Nurul
Abstract: Abstract: This article analyzes the implementation of legal protection for child victims of sexual violence through the perspective of children’s rights and psychological recovery. Referring to the Convention on the Rights&#8230; he Rights of the Child (CRC) and global best practices, the study highlights the challenges faced by the Indonesian legal system and provides recommendations for integrating psychological recovery into legal protection mechanisms. The findings indicate that a holistic approach prioritizing children’s rights can enhance the effectiveness of legal protection. However, obstacles such as social stigma and limited resources remain significant issues in ensuring comprehensive protection and recovery for child victims. Keyword : child sexual violence, children’s rights, psychological recovery, legal protection. Abstrak: Anak merupakan karunia Tuhan yang memiliki keterbatasan fisik, mental, dan sosial, sehingga membutuhkan perlindungan, pengasuhan, dan peran aktif keluarga dalam menjaga serta mendukung tumbuh kembangnya[1]. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, perlindungan anak dimaknai sebagai serangkaian upaya yang dilakukan untuk menjamin terpenuhinya hak anak agar dapat menjalani kehidupan, pertumbuhan, dan perkembangan secara optimal serta berperan aktif dalam masyarakat sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan[2]. Dalam konteks kekerasan seksual terhadap anak, perlindungan hukum memiliki urgensi tinggi karena perbuatan tersebut tidak hanya melanggar hukum pidana, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban. Oleh karena itu, implementasi perlindungan hukum bagi anak korban kekerasan seksual harus berlandaskan perspektif hak anak dengan menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prinsip utama. Selain penegakan hukum terhadap pelaku, perlindungan tersebut harus diintegrasikan dengan upaya pemulihan psikologis guna memulihkan kondisi mental dan emosional anak, sehingga hak anak sebagai korban dapat terpenuhi secara menyeluruh dan berkeadilan. Kata Kunci : kekerasan seksual anak,hak anak,pemulihan psikologis,hukum perlindungan

PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA INDONESIA: ANALISIS KRITIS DAN REKOMENDASI PERLINDUNGAN KORBAN

Alfatah, Fahrezi, Sinurat, Asri Vivi Yanti, Ramadhan, Iqbal, Siregar, Iqbal
Abstract: Abstract: This study aims to determine how sexual violence against children is handled in the Indonesian criminal justice system. Sexual violence against children is a serious crime that requires effective and comprehensive&#8230; ive legal protection. The implementation of Law No. 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence (UU TPKS) faces significant challenges, including difficulties in identifying and reporting cases, lack of public awareness, and limited resources. The research method used is a normative approach to legislation and literature related to sexual violence against children. The results of the study indicate that the implementation of Law No. 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence (UU TPKS) can provide effective legal protection for child victims of sexual violence by increasing public awareness, strengthening the law enforcement system, and providing quality protection services. However, this implementation still faces obstacles such as difficulties in identifying and reporting cases, weaknesses in the TPKS Law, limited resources, and difficulty accessing services. Collaboration between the government, child protection agencies, the police, the judicial system, and the community is needed to overcome these challenges and provide better protection for child victims of sexual violence. Keyword : Child Protection, Sexual Violence of Children, Victim Protection Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanganan kekerasan seksual terhadap anak dalam sistem peradilan Pidana Indonesia. Kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan serius yang memerlukan perlindungan hukum yang efektif dan komprehensif. Implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) menghadapi tantangan siginifikan, termasuk kesulitan identifikasi dan pelaporan kasus, kurangnya kesadaran masyarakat, dan keterbatasan sumber daya. Metode penelitian yang digunakan ialah normatif terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur terkait kekerasan seksual terhadap anak. Hasil penelitian adalah implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dapat memberikan perlindungan hukum yang efektif bagi anak sebagai korban kekerasan sesksual melalui peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan sistem penegakan hukum dan penyediaan layanan perlindungan berkualitas. Namun, implementasi ini masih mengahdapi rintangan seperti kesulitan identifikasi dan pelaporan kasus, lemahnya UU TPKS, keterbatasan sumber daya dan kesulitan akses layanan. Kerjasama antara pemerintah, lembaga perlindungan anak, kepolisian , sistem peradilan, dan masyarakat diperlukan untuk mengatasi tantangan ini dan memberikan perlindungan yang lebih baik lagi bagi anak-anak korban kekerasan seksual. Kata Kunci : Perlindungan Anak, Kekerasan Seksual Anak, Perlindungan Korban

PENGARUH EFISIENSI STRATEGIS, KEPEMIMPINAN STRATEGIS, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KESEJAHTERAAN KARYAWAN: KAJIAN LITERATUR REVIEW

Arafah, Zahid Nugrah, Harfan, Syakhroni, Ratnawita, Ratnawita, Anandari, Febrina, Gusmawita, Dona, Syafwandi, Syafwandi
Abstract: Abstract: This study aims to examine the influence of strategic efficiency, strategic leadership, and organizational culture on employee welfare through a strategic approach literature review In an era of increasingly complex&#8230; mplex global competition, organizations are required not only to achieve efficiency in resource utilization but also to ensure employee well-being as a strategic asset that determines sustainability. Strategic efficiency is understood as an organization's ability to optimally allocate and utilize resources to support long-term goals, which in practice can increase productivity while creating a more structured work environment. However, excessive efficiency pressures have the potential to lead to burnout, making balance a key factor. Strategic leadership has emerged as a key catalyst connecting organizational agendas with individual well-being. Empathetic, communicative, and visionary leaders have been shown to create a positive psychological climate, increase intrinsic motivation, and strengthen employee engagement. Meanwhile, organizational culture serves as a foundation that determines the effectiveness of policies and leadership. An inclusive, collaborative, and supportive culturework-life balancehas been shown to strengthen job satisfaction, mental health, and psychological safety. The results of the literature synthesis indicate that the three independent variables have a positive and complementary influence in shaping employee well-being. This research contributes both theoretically, clarifying the relationship between strategic variables and well-being, and practically, providing guidance for organizations in designing policies that are both efficiency- oriented and human-centered. Thus, employee well-being can be viewed as a strategic investment that supports productivity, talent retention, and organizational sustainability. Keywords: Strategic Efficiency, Strategic Leadership, Organizational Culture, Employee Welfare Abstrak: Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh efisiensi strategis, kepemimpinan strategis, dan budaya organisasi terhadap kesejahteraan karyawan melalui tinjauan literatur pendekatan strategis. Di era persaingan global yang semakin kompleks, organisasi dituntut tidak hanya untuk mencapai efisiensi dalam pemanfaatan sumber daya tetapi juga untuk memastikan kesejahteraan karyawan sebagai aset strategis yang menentukan keberlanjutan. Efisiensi strategis dipahami sebagai kemampuan organisasi untuk mengalokasikan dan memanfaatkan sumber daya secara optimal untuk mendukung tujuan jangka panjang, yang dalam praktiknya dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih terstruktur. Namun, tekanan efisiensi yang berlebihan berpotensi menyebabkan kelelahan (burnout), sehingga keseimbangan menjadi faktor kunci. Kepemimpinan strategis telah muncul sebagai katalis utama yang menghubungkan agenda organisasi dengan kesejahteraan individu. Pemimpin yang empatik, komunikatif, dan visioner telah terbukti menciptakan iklim psikologis yang positif, meningkatkan motivasi intrinsik, dan memperkuat keterlibatan karyawan. Sementara itu, budaya organisasi berfungsi sebagai fondasi yang menentukan efektivitas kebijakan dan kepemimpinan. Budaya inklusif, kolaboratif, dan suportif—keseimbangan kerja-hidup—telah terbukti memperkuat kepuasan kerja, kesehatan mental, dan keamanan psikologis. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut memiliki pengaruh positif dan saling melengkapi dalam membentuk kesejahteraan karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi baik secara teoritis, dengan mengklarifikasi hubungan antara variabel strategis dan kesejahteraan, maupun secara praktis, dengan memberikan panduan bagi organisasi dalam merancang kebijakan yang berorientasi pada efisiensi dan berpusat pada manusia. Dengan demikian, kesejahteraan karyawan dapat dilihat sebagai investasi strategis yang mendukung produktivitas, retensi talenta, dan keberlanjutan organisasi. Kata kunci: Efisiensi Strategis, Kepemimpinan Strategis, Budaya Organisasi, Kesejahteraan Karyawan

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FLUKTUASI HARGA CABAI MERAH DI KECAMATAN X KOTO KABUPATEN TANAH DATAR

Andriani, Novrita, Hafizah, Dian, Hasnah, Hasnah
Abstract: Abstract: Fluctuations in red chili prices are an economic problem that impacts farmers' welfare and people's purchasing power in Indonesia. This study aims to analyze the factors influencing red chili price fluctuations&#8230; in X Koto District, Tanah Datar Regency, with a focus on rainfall, red chili production, and cayenne pepper prices. This study fills a gap in the literature as most previous studies only highlight one factor without examining the interrelationships between variables. The method used is multiple linear regression. The results show that cayenne pepper prices significantly influence red chili prices, while red chili production and rainfall do not. These findings confirm the close relationship between the prices of cayenne pepper and red chili peppers, a factor that has received little attention. The implications of this research are important for formulating more effective and sustainable food price stabilization policies. Practically, farmers can use the results of this study as a basis for production planning, while local governments can design policies to minimize the impact of price fluctuations on both farmers and consumers. Thus, this research contributes to food price management at the local level and can serve as a reference for broader food research and policy in Indonesia. Keywords: price fluctuation, red chili pepper, cayenne pepper, multiple linear regression, food policy Abstrak : Fluktuasi harga cabai merah merupakan masalah ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan petani dan daya beli masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi harga cabai merah di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, dengan fokus pada curah hujan, produksi cabai merah, dan harga cabai rawit. Penelitian ini mengisi celah literatur karena sebagian besar studi sebelumnya hanya menyoroti satu faktor tanpa melihat keterkaitan antarvariabel. Metode yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga cabai rawit berpengaruh signifikan terhadap harga cabai merah, sedangkan produksi cabai merah dan curah hujan tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan adanya hubungan erat antara harga cabai rawit dan cabai merah yang selama ini kurang mendapat perhatian. Implikasi penelitian ini penting bagi perumusan kebijakan stabilisasi harga pangan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Secara praktis, petani dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai dasar dalam merencanakan produksi, sementara pemerintah daerah dapat merancang kebijakan untuk meminimalkan dampak fluktuasi harga bagi petani dan konsumen. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengelolaan harga pangan di tingkat lokal dan dapat menjadi acuan bagi penelitian serta kebijakan pangan yang lebih luas di Indonesia. Kata kunci: fluktuasi harga, cabai merah, cabai rawit, regresi linier berganda, kebijakan pangan

OPTIMALISASI VALIDITAS KLASTERISASI IPM MELALUI PENERAPAN VARIASI DISTANCE MEASURE PADA ALGORITMA K-MEANS++

Sipayung, Sardo Pardingotan, Efendi, Syahril
Abstract: Abstract: The Human Development Index (HDI) is an important indicator for measuring the quality of regional development through the dimensions of health, education, and decent living standards. In North Sumatra Province,&#8230; HDI achievements between districts/cities still show significant disparities, requiring a data-based analytical approach to map development patterns objectively. This study aims to optimize the validity of regional HDI clustering through the application of the K-Means++ algorithm with distance measure variations. This study uses a quantitative approach with an unsupervised learning method. The data analyzed includes HDI, Average Length of Schooling (ALS), and Adjusted Per Capita Expenditure sourced from the Central Statistics Agency. The research stages include data preprocessing and standardization, determining the optimal number of clusters using the Elbow method, applying the K-Means++ algorithm, and evaluating cluster quality using the Davies–Bouldin Index (DBI) and Purity Index. In addition, a comparison of clustering performance based on Euclidean, Manhattan, and Cosine distances was conducted. The results of the study show that the optimal number of clusters is three clusters representing high, medium, and low levels of human development. A DBI value of 0.60 and a Purity Index of 0.61 indicate good clustering quality. Euclidean and Manhattan distances produced the best performance compared to Cosine distance. Keyword: Human Development Index; K-Means++; Clustering; Distance Measure; Davies–Bouldin Index; Purity Index. Abstrak: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas pembangunan wilayah melalui dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Di Provinsi Sumatera Utara, capaian IPM antar kabupaten/kota masih menunjukkan ketimpangan yang cukup signifikan, sehingga diperlukan pendekatan analitis berbasis data untuk memetakan pola pembangunan secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan validitas klasterisasi IPM wilayah melalui penerapan algoritma K-Means++ dengan variasi distance measure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode unsupervised learning. Data yang dianalisis meliputi IPM, Rata Lama Sekolah (RLS), dan Pengeluaran per Kapita Disesuaikan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Tahapan penelitian mencakup praproses dan standarisasi data, penentuan jumlah klaster optimal menggunakan metode Elbow, penerapan algoritma K-Means++, serta evaluasi kualitas klaster menggunakan Davies–Bouldin Index (DBI) dan Purity Index. Selain itu, dilakukan perbandingan kinerja klasterisasi berdasarkan Euclidean, Manhattan, dan Cosine distance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah klaster optimal adalah tiga klaster yang merepresentasikan tingkat pembangunan manusia tinggi, menengah, dan rendah. Nilai DBI sebesar 0,60 dan Purity Index sebesar 0,61 menunjukkan kualitas klasterisasi yang baik. Euclidean dan Manhattan distance menghasilkan performa terbaik dibandingkan Cosine distance. Kata kunci: Indeks Pembangunan Manusia; K-Means++; Klasterisasi; Distance Measure; Davies–Bouldin Index; Purity Index.

MODEL PEMBELAJARAN ADAPTIF UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI DAN SOFT SKILL MAHASISWA

Dewi, Muthia, Dailami, Dailami
Abstract: Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of the adaptive learning model in improving students' self-confidence and soft skills based on individual student abilities, using a qualitative approach with a multiple&#8230; iple case study design that allows researchers to explore student perspectives, classroom interactions, and learning dynamics. The study involved students through observation, interviews, and documentation. The research subjects were 49 students of the education study program who attended lectures with the adaptive learning model. The instruments used were a self-confidence questionnaire, a soft skills assessment rubric, and classroom observations. The results of the study showed that student learning performance increased after the implementation of the adaptive learning model, such as students being able to express their confidence in their abilities in various situations and improving soft skills in the form of communication, teamwork, leadership, and problem-solving. Keywords: Adaptive Learning, Self-Confidence, Soft Skills Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran adaptif dalam meningkatkan rasa percaya diri dan soft skill mahasiswa berbasis kemampuan individual mahasiswa, menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus ganda yang memungkinkan peneliti menggali perspektif mahasiswa, interaksi dalam kelas, serta dinamika pembelajaran. Penelitian melibatkan mahasiswa melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan yang berjumlah 49 orang yang mengikuti perkuliahan dengan model pembelajaran adaptif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kepercayaan diri, rubrik penilaian soft skill, serta observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa belajar mahasiswa meningkat setelah diterapkan model pembelajaran adaptif seperti mahasiswa mampu mengekspresikan kepercayaan dirinya pada kemampuan diri dalam berbagai situasi dan meningkatkan soft skill berupa komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan serta pemecahan masalah. Kata kunci: Pembelajaran Adaptif, Rasa Percaya Diri, Soft Skill