Search Articles & Publications

Showing 4527 articles found for "Sign"

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MAN 1 MEDAN

Khairunnisa, Ananda Putri
Abstract: Abstract: This study aims to analyze the effect of the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model on the mathematical communication skills of tenth-grade students at MAN 1 Medan. This study uses a quantitative… ive approach with a quasi-experimental design of the nonequivalent control group design. The research subjects consisted of an experimental group of 36 students and a control group of 34 students. The data collection instrument was a mathematical communication ability test through a pretest and posttest. Data were analyzed using an independent sample t-test after fulfilling the normality and homogeneity tests. The results showed that the average posttest score of the experimental group was 84.88, higher than the control group of 80.47. The t-test results showed a significance value of 0.017

INTERPRETABLE MACHINE LEARNING DENGAN PENDEKATAN MODEL AGNOSTIK PADA PREDIKSI FUEL CONSUMPTION RATE MINING HAUL TRUCK

Arbianto, Domy Guruh Dwi, Purnomo, Jerry Dwi Trijoyo
Abstract: Abstract: Machine learning (ML) models are frequently characterized as "black boxes" due to their complexity, which renders them difficult for humans to interpret. Model interpretability is crucial for understanding the… underlying drivers of specific predictions. In the context of mining operations, explaining the fuel consumption rate (FCR) patterns of mining haul trucks through predictive modeling is essential; however, engineers often struggle to identify the most significant contributors quickly and easily. Because standard ML models do not disclose the logic behind their decisions, engineers face ambiguity when analyzing conditions and prioritizing necessary repairs. Such prioritization is vital, as maintenance costs, technical difficulty, and downtime directly impact productivity. Consequently, a model-agnostic approach is required to bridge this gap. This research aims to develop a predictive model to analyze FCR behavior and patterns, subsequently interpreting them through model-agnostic techniques. The study utilized Vehicle Health Monitoring System (VHMS) data from August 2024 to February 2025, incorporating outlier and multicollinearity management. The Random Forest Regressor (RFR) was employed as the primary machine learning algorithm. Global interpretations were conducted using Partial Dependence Plots (PDP), Feature Interaction, and Permutation Feature Importance, while local interpretations were performed using Local Interpretable Model-Agnostic Explanations (LIME) and Shapley Values (SHAP). The performance evaluation results demonstrate that the RFR predictive model maintains consistent performance regardless of the data treatment applied. The optimal configuration was the RFR model without normalization or outlier handling, achieving an RMSE of 3.7312, a SMAPE of 4.64%, and an R-squared of 0.7936. Both global and local interpretations identified engine speed, road angle, and boost pressure as the top three factors significantly contributing to FCR. Keywords: Fuel Consumption Rate; Interpretable Machine Learning; Agnostic Model; Random Forest Abstrak: Model machine learning (ML) sering disebut sebagai “Black-Box” karena kerumitannya sehingga sulit diinterpretasikan oleh manusia. Interpretabilitas model menjadi sangat penting untuk memahami penyebab sebuah prediksi tertentu dibuat. Salah satunya dalam memahami perilaku dan menjelaskan pola fuel consumption rate (FCR) dari mining haul truck menggunakan model prediksi. Seorang engineer akan kesulitan untuk menentukan kontributor paling signifikan secara mudah dan cepat. Pada sebuah prediksi, sebuah model ML tidak akan memberi tahu bagaimana sampai pada sebuah keputusan. Hal ini akan menimbulkan kebingungan engineer pada saat akan menganalisa kondisi dan menentukan prioritas perbaikan yang diperlukan. Prioritisasi perbaikan perlu dilakukan karena pertimbangan biaya, tingkat kesulitan, dan downtime yang sangat mempengaruhi produktivitas. Oleh karena itu, pendekatan model agnostik perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model prediksi untuk memahami perilaku dan pola FCR kemudian menginterpretasikannya dengan model agnostik. Penelitian ini menggunakan data Vehicle Health Monitoring System (VHMS) dari Agustus 2024 hingga Februari 2025 dengan penanganan outlier dan multikolinieritas. Algoritma ML yang digunakan adalah Random Forest Regressor (RFR). Model agnostik yang digunakan untuk interpretasi global adalah Partial Dependence Plot (PDP), Feature Interaction, dan Permutation Feature Importance. Sedangkan interpretasi lokal menggunakan Local Interpretable Model-Agnostic Explanations (LIME) dan Shapley Value (SHAP). Hasil evaluasi performa model menunjukkan bahwa model prediksi RFR memiliki performa yang konsisten bagaimanapun perlakuan data diterapkan. Model prediksi terbaik yang dipilih adalah model RFR Tanpa Normalisasi – Tanpa Penanganan Outlier dengan nilai RMSE 3,7312, SMAPE 4,64%, dan R-Squared 0,7936. Hasil interpretasi global dan lokal menunjukkan bahwa top three faktor yang berkontribusi signifikan terhadap FCR adalah engine speed, road angle, dan boost pressure. Kata Kunci: Fuel Consumption Rate; Interpretable Machine Learning; Model Agnostik; Random Forest

PEMBUATAN SISTEM INFORMASI PENYEWAAN LAPANGAN FUTSAL VALENTINE MENGGUNAKAN METODE EXTREME PROGRAMMING (XP)

Simangunsong, Rizky Daniel, Arpan, Arpan, Fachri, Barany
Abstract: Abstract: The rapid development of information technology has encouraged various business sectors, including sports, to optimize their operations through digital-based systems. One example is the futsal field rental business,… ness, which requires an efficient information system to manage rental data, booking schedules, and payment transactions in an integrated manner. This study focuses on the development of an information system for Valentine Futsal Field Rental using the Extreme Programming (XP) method. The XP method was chosen because it employs an iterative and flexible approach to software development, allowing the system to be built quickly while maintaining quality and alignment with user requirements. The research stages include planning, design, coding, and testing. In the planning stage, system requirements were analyzed through interviews with the owner and customers of the futsal field rental business. The design stage involved creating interface and database designs using Unified Modeling Language (UML). The system implementation was developed using the PHP programming language with the CodeIgniter framework and MySQL database. System testing was conducted using black box testing to ensure that each feature functions properly according to user needs. The results of the study show that the developed information system effectively facilitates the field booking process, manages customer and rental schedule data automatically, and provides real-time transaction reports. Therefore, the application of the Extreme Programming (XP) method has proven effective in accelerating the development process while improving efficiency and accuracy in managing the Valentine futsal field rental operations. Keyword: Information System, Futsal Field Rental, Extreme Programming (XP), CodeIgniter, MySQL. Abstrak: Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mendorong berbagai sektor usaha, termasuk bidang olahraga, untuk mengoptimalkan proses bisnisnya melalui sistem berbasis digital. Salah satu contohnya adalah usaha penyewaan lapangan futsal yang membutuhkan sistem informasi yang efisien guna mengelola data penyewaan, jadwal pemesanan, serta transaksi pembayaran secara terintegrasi. Penelitian ini berfokus pada pembuatan sistem informasi penyewaan lapangan futsal Valentine menggunakan metode Extreme Programming (XP). Metode XP dipilih karena memiliki pendekatan iteratif dan fleksibel dalam pengembangan perangkat lunak, yang memungkinkan sistem dikembangkan secara cepat dengan tetap mempertahankan kualitas dan kesesuaian terhadap kebutuhan pengguna. Tahapan penelitian meliputi perencanaan (planning), perancangan (design), pengkodean (coding), serta pengujian (testing). Pada tahap perencanaan dilakukan analisis kebutuhan sistem melalui wawancara dengan pemilik dan pengguna jasa penyewaan lapangan. Selanjutnya, tahap perancangan dilakukan dengan membuat rancangan antarmuka dan basis data menggunakan Unified Modeling Language (UML). Implementasi sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework CodeIgniter dan basis data MySQL. Pengujian sistem dilakukan menggunakan black box testing untuk memastikan setiap fitur berfungsi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dibangun mampu mempermudah proses pemesanan lapangan, mengelola data pelanggan dan jadwal penyewaan secara otomatis, serta menyediakan laporan transaksi secara real-time. Dengan demikian, penerapan metode Extreme Programming (XP) terbukti efektif dalam mempercepat proses pengembangan sistem serta meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan data penyewaan lapangan futsal Valentine. Kata kunci: Sistem Informasi, Penyewaan Lapangan Futsal, Extreme Programming (XP), CodeIgniter, MySQL.

EFEKTIVITAS INOVASI FLASH CARD SEBAGAI MEDIA EDUKASI GIZI UN- TUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN DALAM PEM- ILIHAN JAJANAN SEHAT PADA ANAK SD

Adychya, Junica Hizkia, Salsabilla, Aura, Simatupang, Elshaday, Hairani, Hafsah, Sijabat, Valencia Novelin
Abstract: Abstract: Unhealthy snacks are a common problem among elementary school students due to their lack of knowledge about food safety. This situation is exacerbated by a lack of attention from parents, educators, and schools… to the types of snacks consumed by children. Based on the Final Report of the Monitoring and Verification Results of the National School Snack Food Safety Profile (PJAS) over the past 10 years, 98.9% of school children regularly buy snacks, and only about 1% never buy snacks. Furthermore, data from the Food and Drug Monitoring Agency (BPOM) from 2008–2011 shows that 40–44% of school snacks do not meet food safety requirements. This condition poses a risk of food poisoning and has negative impacts on children's health. Objective: This study aims to develop a flip and learn flashcard-based nutrition education media to increase elementary school students' knowledge about the importance of choosing healthy snacks. It is hoped that this media can reduce the number of food poisoning cases caused by unhealthy snacks. Using a posttest-only control group design, which involved administering a posttest to both the control and experimental groups after the intervention was implemented, this study produced educational media in the form of flashcards that were effective in increasing students' understanding of the importance of choosing healthy snacks. Keyword: Nutrition Education, Educational Media, Flashcards, Healthy Children's Snacks, Elementary School Children Abstrak: Jajanan tidak sehat merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh siswa sekolah dasar (SD) karena masih rendahnya pengetahuan mereka tentang keamanan pangan. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya perhatian dari orang tua, pendidik, dan pihak sekolah terhadap jenis jajanan yang dikonsumsi anak-anak. Berdasarkan Laporan Akhir Hasil Monitoring dan Verifikasi Profil Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Nasional dalam 10 tahun terakhir, tercatat sebanyak 98,9% anak sekolah terbiasa jajan, dan hanya sekitar 1% yang tidak pernah jajan. Selain itu, data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2008–2011 menunjukkan bahwa 40-44% jajanan sekolah belum memenuhi syarat keamanan pangan. Kondisi ini menimbulkan risiko keracunan ma- kanan dan dampak buruk terhadap kesehatan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media edukasi gizi berbasis flashcard flip and learn guna meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai pentingnya memilih jajanan sehat. Diharapkan media ini dapat menekan angka keracunan makanan akibat jajanan tidak sehat. Menggunakan desain posttest only control group, yaitu memberikan posttest kepada ke- lompok kontrol dan kelompok eksperimen setelah intervensi dilakukan. Penelitian ini menghasilkan media edukasi berupa flashcard yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya memilih jajanan sehat. Kata kunci: Edukasi Gizi, Media Edukasi, Flashcard, Jajanan Anak Sehat, Anak Sekolah Dasar

DEVELOPMENT OF A CHEMISTRY E-MODULE BASED ON EXPERIENTIAL LEARNING ON REACTION-RATE MATERI

Alfina, Alfina, Syafriani, Dewi
Abstract: Abstract: This research aims to develop chemistry e-modules based on Experiential Learning (EL) model on reaction rate material and test its validity, practicality, and effectiveness. The method used is the ADDIE development… ment model. The research subjects were 30 students of class XI MIPA 2 at SMA Swasta PAB 8 Saentis. The results of the validity of the e-module by material and media experts showed a percentage of content feasibility of 83%, presentation of 84%, EL aspects of 80%, graphics of 81%, and language of 87%, with an average of 83% which is included in the “very feasible” category. Practicality of e-modules from learner responses obtained an average percentage of 82% in the “very practical” category. The effectiveness test through N-Gain shows an increase in learning outcomes from a pretest score of 43.83 to a posttest of 85.17, with an N-Gain score of 73.54% which is classified as “quite effective”. From the overall results, the EL-based chemistry e-module on reaction rate material is declared valid, practical, and effective enough to be used as teaching material in the chemistry learning process. Keywords: E-Modules, Experiential Learning, Reaction Rate, ADDIE Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul kimia berbasis model Experiential Learning (EL) pada materi laju reaksi serta menguji validitas, praktikalitas, dan efektivitasnya. Metode yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah 30 peserta didik kelas XI MIPA 2 di SMA Swasta PAB 8 Saentis. Hasil validitas e-modul oleh ahli materi dan media menunjukkan persentase kelayakan isi sebesar 83%, penyajian 84%, aspek EL 80%, kegrafikan 81%, dan bahasa 87%, dengan rata-rata 83% yang termasuk kategori "sangat layak". Praktikalitas e-modul dari respon peserta didik memperoleh persentase rata-rata 82% dengan kategori sangat praktis. Uji efektivitas melalui N-Gain menunjukkan peningkatan hasil belajar dari nilai pretest sebesar 43,83 menjadi posttest 85,17, dengan skor N-Gain sebesar 73,54% yang tergolong cukup efektif. Dari keseluruhan hasil, e-modul kimia berbasis EL pada materi laju reaksi dinyatakan valid, praktis, dan cukup efektif sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran kimia. Kata kunci: E-Modul, Experiential Learning, Laju Reaksi, ADDIE

THE EFFECT OF PROBLEM-BASED LEARNING AND DISCOVERY LEARNING MODELS ON STUDENTS CHRITICAL THINKING SKILLS

Nasution, Irma Yuliani, Syafriani, Dewi
Abstract: Abstract: This study aims to determine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model and the Discovery Learning (DL) model on students' critical thinking skills and to identify which aspects of critical thinking are&#8230; re most developed in the topic of reaction rates. The research employed a quasi-experimental design. The sample consisted of two experimental classes: class XI-1 as the first experimental group and class XI-4 as the second, each comprising 34 students. The research instrument was an essay test consisting of three questions. Hypothesis testing was conducted using an Independent Sample T-Test, which yielded a significance value of 0.001. Since the significance value is less than α (0.05), the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected, indicating a significant effect of the PBL and DL models on students' critical thinking skills in the topic of reaction rates. The analysis of critical thinking aspects shows that the ability to elementary clarifications was the most developed. This is evidenced by the n-gain percentage, which reached 94% for students taught using the PBL model and 86% for those taught using the DL model. Keywords: Problem-Based Learning, Discovery Learning, Critical Thinking Skills, Reaction Rate Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) model Discovery Learning (DL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dan mengetahui aspek berpikir kritis yang paling terkembangkan pada materi laju reaksi. Jenis penelitian ini yaitu quasi experiment. Sampel penelitian terdiri dari XI-1sebagai kelas eksperimen I dan XI-4 sebagai kelas eksperimen II yang masing-masing berjumlah 34 siswa. Instrumen penelitian berupa tes esai sebanyak 3 soal . Uji hipotesis menggunakan uji Independent Sample T-Test dengan hasil penelitian diperoleh harga sig. 0,001. Nilai sig. < α (0,05) sehingga Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan kemampuan berpikir kritis siswa yang diberi pembelajaran menggunakan model PBL dan model DL pada materi laju reaksi. Hasil analisis aspek yang diperoleh indikator aspek memberikan penjelasan sederhana adalah aspek kemampuan berpikir kritis yang paling terkembangkan, terlihat dari persentase n-gain 94% untuk yang dijarkan menggunakan model PBL dan 86% untuk yang dijarkan menggunakan model DL. Kata kunci: Problem Based Learning, Discovery Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Laju Reaksi

OPTIMALISASI KEMAMPUAN PEMBELAJARAN AL-QURAN DAN IQRA MELALUI PENDEKATAN TAHSIN

Hariyati, Tri, Yunita, Tiara, Wantika, Wantika, Muliana, Windu Damar
Abstract: Abstract: Learning the Qur’an and Iqra’ is a fundamental foundation in developing proper and accurate Qur’anic reading skills in accordance with the rules of tajwid. However, in practice, various challenges are still&#8230; llenges are still encountered, such as incorrect pronunciation of makharijul huruf, inaccuracies in vowel length, and a lack of reading fluency among learners. This study aims to optimize Qur’an and Iqra’ learning abilities through the tahsin approach as a strategy to improve the quality of recitation. This research employs a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the systematic and continuous implementation of the tahsin approach significantly improves learners’ accuracy in pronouncing hijaiyah letters, understanding of tajwid rules, and self-confidence in reading the Qur’an. Therefore, the tahsin approach is proven to be effective in optimizing both the process and outcomes of Qur’an and Iqra’ learning. Keywords: Qur’an Learning, Iqra’, Tahsin, Tajwid, Islamic Education Abstrak: Pembelajaran Al-Qur’an dan Iqra’ merupakan fondasi utama dalam pembentukan kemampuan baca tulis Al-Qur’an yang baik dan benar sesuai kaidah tajwid. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, seperti kesalahan makharijul huruf, panjang-pendek bacaan, serta kurangnya kefasihan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengoptimalkan kemampuan pembelajaran Al-Qur’an dan Iqra’ melalui pendekatan tahsin sebagai strategi peningkatan kualitas bacaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan tahsin secara sistematis dan berkelanjutan mampu meningkatkan ketepatan pelafalan huruf hijaiyah, pemahaman tajwid, serta kepercayaan diri peserta didik dalam membaca Al-Qur’an. Dengan demikian, pendekatan tahsin terbukti efektif dalam mengoptimalkan proses dan hasil pembelajaran Al-Qur’an dan Iqra’. Kata kunci: Pembelajaran Al-Qur’an, Iqra’, Tahsin, Tajwid, Pendidikan Islam

ANALISIS FAKTOR PRODUKSI USAHA TANI PADI SAWAH DI KOTA PADANG

Hardianti, Dani, Hafizah, Dian, Hasnah, Hasnah
Abstract: Abstrak : This study aims to analyze the production factors affecting rice farming output in Padang City. The study uses primary data collected from rice farmers through field surveys. Multiple linear regression analysis&#8230; was employed, with rice production as the dependent variable (Y) and land area (X₁), seed (X₂), fertilizer (X₃), labor (X₄), and farming experience (X₅) as independent variables. The results show that simultaneously all production factors significantly affect rice output. Partially, fertilizer and labor have a significant effect on rice production, while land area, seed, and farming experience do not have a significant effect. These findings indicate that increasing rice production in Padang City relies more on input intensification, particularly fertilizer management and labor availability, rather than land expansion. Keywords: rice farming, production factors, multiple linear regression, Padang City. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor produksi yang memengaruhi produksi padi sawah di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari petani padi sawah melalui survei lapangan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan variabel dependen berupa produksi padi sawah (Y) dan variabel independen meliputi luas lahan (X₁), benih (X₂), pupuk (X₃), tenaga kerja (X₄), dan pengalaman berusahatani (X₅). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh faktor produksi berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah di Kota Padang. Secara parsial, variabel pupuk dan tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap produksi padi sawah, sedangkan luas lahan, benih, dan pengalaman berusahatani tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi padi sawah di Kota Padang lebih ditentukan oleh upaya intensifikasi input, khususnya melalui pemupukan yang tepat dan ketersediaan tenaga kerja, dibandingkan dengan perluasan lahan. Kata kunci: padi sawah, faktor produksi, regresi linier berganda, Kota Padang

IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL MELALUI LENSA HAK ANAK DAN PEMULIHAN PSIKOLOGIS

Lumbanbatu, Jesica, Sinurat, Asri Vivi Yanti, Apriandani, Babby, Sulistiawati, Nurul
Abstract: Abstract: This article analyzes the implementation of legal protection for child victims of sexual violence through the perspective of children’s rights and psychological recovery. Referring to the Convention on the Rights&#8230; he Rights of the Child (CRC) and global best practices, the study highlights the challenges faced by the Indonesian legal system and provides recommendations for integrating psychological recovery into legal protection mechanisms. The findings indicate that a holistic approach prioritizing children’s rights can enhance the effectiveness of legal protection. However, obstacles such as social stigma and limited resources remain significant issues in ensuring comprehensive protection and recovery for child victims. Keyword : child sexual violence, children’s rights, psychological recovery, legal protection. Abstrak: Anak merupakan karunia Tuhan yang memiliki keterbatasan fisik, mental, dan sosial, sehingga membutuhkan perlindungan, pengasuhan, dan peran aktif keluarga dalam menjaga serta mendukung tumbuh kembangnya[1]. Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, perlindungan anak dimaknai sebagai serangkaian upaya yang dilakukan untuk menjamin terpenuhinya hak anak agar dapat menjalani kehidupan, pertumbuhan, dan perkembangan secara optimal serta berperan aktif dalam masyarakat sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan[2]. Dalam konteks kekerasan seksual terhadap anak, perlindungan hukum memiliki urgensi tinggi karena perbuatan tersebut tidak hanya melanggar hukum pidana, tetapi juga berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban. Oleh karena itu, implementasi perlindungan hukum bagi anak korban kekerasan seksual harus berlandaskan perspektif hak anak dengan menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prinsip utama. Selain penegakan hukum terhadap pelaku, perlindungan tersebut harus diintegrasikan dengan upaya pemulihan psikologis guna memulihkan kondisi mental dan emosional anak, sehingga hak anak sebagai korban dapat terpenuhi secara menyeluruh dan berkeadilan. Kata Kunci : kekerasan seksual anak,hak anak,pemulihan psikologis,hukum perlindungan

PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA INDONESIA: ANALISIS KRITIS DAN REKOMENDASI PERLINDUNGAN KORBAN

Alfatah, Fahrezi, Sinurat, Asri Vivi Yanti, Ramadhan, Iqbal, Siregar, Iqbal
Abstract: Abstract: This study aims to determine how sexual violence against children is handled in the Indonesian criminal justice system. Sexual violence against children is a serious crime that requires effective and comprehensive&#8230; ive legal protection. The implementation of Law No. 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence (UU TPKS) faces significant challenges, including difficulties in identifying and reporting cases, lack of public awareness, and limited resources. The research method used is a normative approach to legislation and literature related to sexual violence against children. The results of the study indicate that the implementation of Law No. 12 of 2022 concerning Criminal Acts of Sexual Violence (UU TPKS) can provide effective legal protection for child victims of sexual violence by increasing public awareness, strengthening the law enforcement system, and providing quality protection services. However, this implementation still faces obstacles such as difficulties in identifying and reporting cases, weaknesses in the TPKS Law, limited resources, and difficulty accessing services. Collaboration between the government, child protection agencies, the police, the judicial system, and the community is needed to overcome these challenges and provide better protection for child victims of sexual violence. Keyword : Child Protection, Sexual Violence of Children, Victim Protection Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanganan kekerasan seksual terhadap anak dalam sistem peradilan Pidana Indonesia. Kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan serius yang memerlukan perlindungan hukum yang efektif dan komprehensif. Implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) menghadapi tantangan siginifikan, termasuk kesulitan identifikasi dan pelaporan kasus, kurangnya kesadaran masyarakat, dan keterbatasan sumber daya. Metode penelitian yang digunakan ialah normatif terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur terkait kekerasan seksual terhadap anak. Hasil penelitian adalah implementasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dapat memberikan perlindungan hukum yang efektif bagi anak sebagai korban kekerasan sesksual melalui peningkatan kesadaran masyarakat, penguatan sistem penegakan hukum dan penyediaan layanan perlindungan berkualitas. Namun, implementasi ini masih mengahdapi rintangan seperti kesulitan identifikasi dan pelaporan kasus, lemahnya UU TPKS, keterbatasan sumber daya dan kesulitan akses layanan. Kerjasama antara pemerintah, lembaga perlindungan anak, kepolisian , sistem peradilan, dan masyarakat diperlukan untuk mengatasi tantangan ini dan memberikan perlindungan yang lebih baik lagi bagi anak-anak korban kekerasan seksual. Kata Kunci : Perlindungan Anak, Kekerasan Seksual Anak, Perlindungan Korban