Abstract:Abstract: This article presents a systematic literature review (SLR) on Ontology, Epistomology, Management Axiology, Digital, Financial, fostering innovation, and supporting economic performance and sustainability. Based…
on a collection of articles from reputable international journals (2023–2025), this review identifies three main clusters: (1) digital finance and financial deepening and growth; (2) digital financial innovation, inclusion, and financial resilience; and (3) digital finance, technological innovation, and sustainability performance (green innovation and carbon emissions). The synthesis shows that digital financial innovation consistently contributes positively to financial deepening, corporate innovation, financing efficiency, and economic growth, but its effects depend on the institutional context, digital financial literacy, and regulatory design. The article concludes with a research agenda that emphasizes the need to integrate green-sustainable finance perspectives, developing country contexts, and more diverse methodological approaches.
Keywords: Ontology, Epistomology, Management Axiology, Digital, Financial.
Abstrak: Artikel ini menyajikan tinjauan literatur sistematis (SLR) tentang Ontologi, Epistemologi, Aksiologi Manajemen, Digital, Keuangan, mendorong inovasi, dan mendukung kinerja ekonomi dan keberlanjutan. Berdasarkan kumpulan artikel dari jurnal internasional terkemuka (2023–2025), tinjauan ini mengidentifikasi tiga klaster utama: (1) keuangan digital dan pendalaman serta pertumbuhan keuangan; (2) inovasi keuangan digital, inklusi, dan ketahanan keuangan; dan (3) keuangan digital, inovasi teknologi, dan kinerja keberlanjutan (inovasi hijau dan emisi karbon). Sintesis menunjukkan bahwa inovasi keuangan digital secara konsisten memberikan kontribusi positif terhadap pendalaman keuangan, inovasi perusahaan, efisiensi pembiayaan, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi dampaknya bergantung pada konteks kelembagaan, literasi keuangan digital, dan desain regulasi. Artikel ini diakhiri dengan agenda penelitian yang menekankan perlunya mengintegrasikan perspektif keuangan hijau-berkelanjutan, konteks negara berkembang, dan pendekatan metodologis yang lebih beragam..
Kata kunci: Ontologi, Epistemologi, Aksiologi Manajemen, Digital, Keuangan
Abstract:Abstract: This study was conducted to determine the improvement of bulk and elongation in Printing Paper A made from cassava peel and oil palm fiber. Using an experimental method and a quantitative approach, the material…
composition variations were as follows: sample A (80%:20%), sample B (60%:40%), sample C (40%:60%), and sample D (20%:80%). The pulp-making process was carried out with chemical treatment using 3% NaOH and 3.5% HNO₃ solutions, followed by bleaching with 10% H₂O₂, then dried and formed into paper sheets. Characterization was conducted based on SNI 7274:2008. The bulk test results were 1.073 cm³/g for sample A, 1.088 cm³/g for sample B, 1.090 cm³/g for sample C, and 1.096 cm³/g for sample D. The elongation results were 1.589% for sample A, 0.682% for sample B, 2.800% for sample C, and 2.800% for sample D. This study shows that the higher the proportion of oil palm fiber, the more significant the contribution to the increase in bulk and elongation values of the paper.
Keyword: Bulk, Cassava Peel, Elongation, Palm Fiber, Paper
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk menentukan peningkatan bulk dan daya regang pada kertas cetak A berbahan kulit ubi dan serat sawit. Dengan menggunakan metode eksperimen dan pendekatan kuantitatif, variasi komposisi bahan adalah sebagai berikut: sampel A (80%:20%), sampel B (60%:40%), sampel C (40%:60%), dan sampel D (20%:80%). Proses pembuatan pulp dilakukan dengan perlakuan kimia menggunakan larutan NaOH 3% dan HNO₃ 3,5%, dilanjutkan dengan pemutihan menggunakan H₂O₂ 10%, kemudian dikeringkan dan dicetak menjadi lembaran kertas. Karakterisasi dilakukan berdasarkan SNI 7274:2008. Hasil uji bulk adalah 1,073 cm3/g untuk sampel A, 1,088 cm3/g untuk sampel B, 1,090 cm3/g untuk sampel C, dan 1,096 cm3/g untuk sampel D. Hasil daya regang adalah 1,589% untuk sampel A, 0,682% untuk sampel B, 2,800% untuk sampel C, dan 2,800% untuk sampel D. Penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi peningkatan proporsi serat sawit memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan nilai bulk dan daya regang kertas.
Kata kunci: Bulk, Daya Regang, Kertas, Kulit Ubi, Serat Sawit
Abstract:Abstract: This study aims to develop early childhood literacy in regional storytelling through the Children's Creativity Program at Kober Yustisia 2 Kindergarten, Kelapa Tujuh, Kotabumi, North Lampung. Forty children aged…
d 4–6 years old, divided into classes B1 and B2, were involved using the Classroom Action Research (CAR) method, with stages of planning, implementation, observation, and reflection. The program included an introduction to regional storytelling, character discussions, character drawing, the creation of simple storybooks, and exhibitions and readings of children's work. The results showed a significant increase in children's literacy in regional storytelling, with the percentage of children with high literacy increasing from 45% to 82%, while those with medium and low literacy decreased to 13% and 5%, respectively. Furthermore, children demonstrated increased activeness, creativity, social-emotional skills, and courage in expressing ideas. Interviews with teachers and children supported these findings, demonstrating increased interest in learning, self-confidence, and pride in their work. Based on these results, the Children's Creativity Program based on regional storytelling is effective in improving literacy and instilling local cultural values in early childhood.
Keyword: Early Childhood Literacy, Regional Stories, Children's Creativity Program
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan literasi cerita daerah anak usia dini melalui Program Kreativitas Anak di TK Kober Yustisia 2 Kelapa Tujuh, Kotabumi, Lampung Utara dengan melibatkan 40 anak usia 4–6 tahun yang terbagi dalam kelas B1 dan B2 , menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Program yang diterapkan meliputi pengenalan cerita daerah, diskusi tokoh cerita, menggambar tokoh, pembuatan buku cerita sederhana, serta pameran dan pembacaan karya anak. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi cerita daerah anak, dengan persentase anak berkategori literasi tinggi meningkat dari 45% menjadi 82%, sementara literasi sedang dan rendah menurun menjadi 13% dan 5%. Selain itu, anak menunjukkan peningkatan keaktifan, kreativitas, kemampuan sosial-emosional, dan keberanian mengekspresikan ide. Wawancara dengan guru dan anak mendukung temuan ini, menunjukkan peningkatan minat belajar, kepercayaan diri, dan rasa bangga terhadap karya yang dibuat. Berdasarkan hasil tersebut, Program Kreativitas Anak berbasis cerita daerah efektif dalam meningkatkan literasi dan menanamkan nilai budaya lokal pada anak usia dini.
Kata kunci: Literasi Anak Usia Dini, Cerita Daerah, Program Kreativitas Anak
Abstract:The development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes to managerial decision-making processes. AI is capable of improving efficiency, accuracy, and the speed of data analysis across various managerial…
gerial functions. However, the utilization of AI also raises axiological and ethical issues, particularly concerning values, responsibility, transparency, fairness, and the social impacts of the decisions generated. This paper aims to examine the axiological and ethical aspects of AI usage in managerial decision-making by highlighting its benefits, risks, and associated moral implications. Through a conceptual approach and literature review, this study discusses the importance of applying ethical principles such as accountability, fairness, and human oversight in the use of AI. The findings indicate that the integration of AI in management must be accompanied by a clear value-based and ethical framework to ensure that the technology provides optimal benefits without neglecting human values and social responsibility
Abstract:Abstract: This study aims to determine the improvement of learning outcomes by using the Task Based Learning learning model based on wordwall puzzles for eighth-grade students of Eria Middle School, Medan. This type of research…
esearch uses classroom action research (CAR), which is carried out in 2 cycles using the Kurt Lewin model consisting of 4 stages, namely: planning, action, observation, and reflection. The subjects involved in this study were all 20 eighth-grade students of Eria Middle School in the 2025/2026 academic year. In this study, the instruments used were test sheets, observation sheets, linkert scales, and SPPS version 26. The data analysis technique is SPSS software where the data is processed using descriptive and interferential statistics, including minimum, maximum, mean, and standard deviation values. So the results of this study indicate that the application of the Puzzle Wordwall-assisted Task Based Learning model significantly improves student learning outcomes. Where the value shows an increase in the average student score from 54.50 (cycle I) to 75.75 (cycle II). Learning completeness increased from 15% to 60%. The Paired Sample t-Test test shows a significance of 0.000 (<0.05), proving a significant increase in learning outcomes. Thus, it can be concluded that the use of the Puzzle Wordwall-based Task Based Learning model on operating system material is very efficient and helps in improving the learning outcomes of class VIII students of SMP Eria Medan.
Keywords: Task Based Learning, Wordwall Puzzle, Learning Outcomes, Operating Systems, Middle School.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Task Based Learning berbasis puzzle wordwall siswa kelas VIII SMP Eria Medan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilakukan dengan 2 siklus memakai model Kurt Lewin yang terdiri dari 4 tahap yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini ialah seluruh siswa kelas VIII SMP Eria tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 20 siswa. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan berupa lembar tes lembar observasi skala linkert dan SPPS versi 26. Teknik analisis data yaitu software SPSS dimana data diolah secara statistik deskriptif dan interfensial, meliputi nilai minimum, maksimum, mean, dan standar deviasi. Sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Task Based Learning berbantuan Puzzle Wordwall secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Dimana nilainya menunjukkan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 54,50 (siklus I) menjadi 75,75 (siklus II). Ketuntasan belajar meningkat dari 15% menjadi 60%. Uji Paired Sample t-Test menunjukkan signifikansi 0,000 (< 0,05), membuktikan peningkatan hasil belajar signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Task Based Learning berbasis Puzzle Wordwall pada materi sistem operasi sangat efisien dan membantu dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Eria Medan.
Kata kunci: Task Based Learning, Puzzle Wordwall, Hasil Belajar, Sistem Operasi, SMP
Abstract:Abstract: Rapid population growth and urbanization make solid waste management a pressing environmental and socio-economic challenge. The transition from a linear "take-use-dispose" economy to a restorative and regenerative…
ive circular economy model is imperative. This research in-depth analyzes how Community-Based Waste Management (CWBM) initiatives can contribute to achieving a circular economy, focusing on the interacting systematic dynamics. Using a Loop Dynamics approach, this study identifies and examines the complex cause-and-effect relationships and feedback loops in Padang City's waste management ecosystem. Through a quantitative survey of 100 respondents, it was found that the variables studied simultaneously had a significant influence on management success. However, no variable had a significant effect on the outcome. Loop Dynamics modeling revealed reinforcing loops (R1-R6) that drive positive cycles, such as increased revenue from recycling that stimulates participation, and balancing loops (B1-B3) that maintain system balance. These findings confirm that PSBM is not simply a mitigation strategy, but rather a strategic intervention point capable of driving a circular transition, creating local economic opportunities, and supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs). The results of this study are expected to guide policymakers and communities in designing more innovative and adaptive waste management strategies.
Keywords: Waste Management, Circular Economy, Loop Dynamics, Sustainable Development.
Abstrak: Laju pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang pesat menjadikan pengelolaan sampah sebagai tantangan lingkungan dan sosial-ekonomi yang mendesak. Transisi dari ekonomi linier "ambil-pakai-buang" menuju model ekonomi sirkular yang restoratif dan regeneratif menjadi imperatif. Penelitian ini menganalisis secara mendalam bagaimana inisiatif Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (PSBM) dapat berkontribusi pada pencapaian ekonomi sirkular, dengan fokus pada sistematis yang saling berinteraksi. Menggunakan pendekatan Loop Dynamics, studi ini mengidentifikasi dan menguji hubungan sebab-akibat serta umpan balik kompleks di ekosistem pengelolaan sampah Kota Padang. Melalui survei kuantitatif terhadap 100 responden, ditemukan bahwa variabel yang diteliti secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap keberhasilan pengelolaan. Namun, secara parsial tidak ada variabel yang memiliki pengaruh signifikan. Pemodelan Loop Dynamics mengungkap adanya reinforcing loops (R1-R6) yang mendorong siklus positif, seperti peningkatan pendapatan dari daur ulang yang memicu partisipasi, serta balancing loops (B1-B3) yang menjaga keseimbangan sistem. Temuan ini menegaskan bahwa PSBM bukan sekadar strategi mitigasi, melainkan titik intervensi strategis yang mampu mendorong transisi sirkular, menciptakan peluang ekonomi lokal, dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pembuat kebijakan dan komunitas dalam merancang strategi pengelolaan sampah yang lebih inovatif dan adaptif.
Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Ekonomi Sirkular, Loop Dynamics, Pembangunan Berkelanjutan.
Abstract:Abstract: This study aims to analyze the effect of the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model on the mathematical communication skills of tenth-grade students at MAN 1 Medan. This study uses a quantitative…
ive approach with a quasi-experimental design of the nonequivalent control group design. The research subjects consisted of an experimental group of 36 students and a control group of 34 students. The data collection instrument was a mathematical communication ability test through a pretest and posttest. Data were analyzed using an independent sample t-test after fulfilling the normality and homogeneity tests. The results showed that the average posttest score of the experimental group was 84.88, higher than the control group of 80.47. The t-test results showed a significance value of 0.017
Abstract:Abstract: Machine learning (ML) models are frequently characterized as "black boxes" due to their complexity, which renders them difficult for humans to interpret. Model interpretability is crucial for understanding the…
underlying drivers of specific predictions. In the context of mining operations, explaining the fuel consumption rate (FCR) patterns of mining haul trucks through predictive modeling is essential; however, engineers often struggle to identify the most significant contributors quickly and easily. Because standard ML models do not disclose the logic behind their decisions, engineers face ambiguity when analyzing conditions and prioritizing necessary repairs. Such prioritization is vital, as maintenance costs, technical difficulty, and downtime directly impact productivity. Consequently, a model-agnostic approach is required to bridge this gap. This research aims to develop a predictive model to analyze FCR behavior and patterns, subsequently interpreting them through model-agnostic techniques. The study utilized Vehicle Health Monitoring System (VHMS) data from August 2024 to February 2025, incorporating outlier and multicollinearity management. The Random Forest Regressor (RFR) was employed as the primary machine learning algorithm. Global interpretations were conducted using Partial Dependence Plots (PDP), Feature Interaction, and Permutation Feature Importance, while local interpretations were performed using Local Interpretable Model-Agnostic Explanations (LIME) and Shapley Values (SHAP). The performance evaluation results demonstrate that the RFR predictive model maintains consistent performance regardless of the data treatment applied. The optimal configuration was the RFR model without normalization or outlier handling, achieving an RMSE of 3.7312, a SMAPE of 4.64%, and an R-squared of 0.7936. Both global and local interpretations identified engine speed, road angle, and boost pressure as the top three factors significantly contributing to FCR.
Keywords: Fuel Consumption Rate; Interpretable Machine Learning; Agnostic Model; Random Forest
Abstrak: Model machine learning (ML) sering disebut sebagai “Black-Box†karena kerumitannya sehingga sulit diinterpretasikan oleh manusia. Interpretabilitas model menjadi sangat penting untuk memahami penyebab sebuah prediksi tertentu dibuat. Salah satunya dalam memahami perilaku dan menjelaskan pola fuel consumption rate (FCR) dari mining haul truck menggunakan model prediksi. Seorang engineer akan kesulitan untuk menentukan kontributor paling signifikan secara mudah dan cepat. Pada sebuah prediksi, sebuah model ML tidak akan memberi tahu bagaimana sampai pada sebuah keputusan. Hal ini akan menimbulkan kebingungan engineer pada saat akan menganalisa kondisi dan menentukan prioritas perbaikan yang diperlukan. Prioritisasi perbaikan perlu dilakukan karena pertimbangan biaya, tingkat kesulitan, dan downtime yang sangat mempengaruhi produktivitas. Oleh karena itu, pendekatan model agnostik perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model prediksi untuk memahami perilaku dan pola FCR kemudian menginterpretasikannya dengan model agnostik. Penelitian ini menggunakan data Vehicle Health Monitoring System (VHMS) dari Agustus 2024 hingga Februari 2025 dengan penanganan outlier dan multikolinieritas. Algoritma ML yang digunakan adalah Random Forest Regressor (RFR). Model agnostik yang digunakan untuk interpretasi global adalah Partial Dependence Plot (PDP), Feature Interaction, dan Permutation Feature Importance. Sedangkan interpretasi lokal menggunakan Local Interpretable Model-Agnostic Explanations (LIME) dan Shapley Value (SHAP). Hasil evaluasi performa model menunjukkan bahwa model prediksi RFR memiliki performa yang konsisten bagaimanapun perlakuan data diterapkan. Model prediksi terbaik yang dipilih adalah model RFR Tanpa Normalisasi – Tanpa Penanganan Outlier dengan nilai RMSE 3,7312, SMAPE 4,64%, dan R-Squared 0,7936. Hasil interpretasi global dan lokal menunjukkan bahwa top three faktor yang berkontribusi signifikan terhadap FCR adalah engine speed, road angle, dan boost pressure.
Kata Kunci: Fuel Consumption Rate; Interpretable Machine Learning; Model Agnostik; Random Forest
Abstract:Abstract: The rapid development of information technology has encouraged various business sectors, including sports, to optimize their operations through digital-based systems. One example is the futsal field rental business,…
ness, which requires an efficient information system to manage rental data, booking schedules, and payment transactions in an integrated manner. This study focuses on the development of an information system for Valentine Futsal Field Rental using the Extreme Programming (XP) method. The XP method was chosen because it employs an iterative and flexible approach to software development, allowing the system to be built quickly while maintaining quality and alignment with user requirements. The research stages include planning, design, coding, and testing. In the planning stage, system requirements were analyzed through interviews with the owner and customers of the futsal field rental business. The design stage involved creating interface and database designs using Unified Modeling Language (UML). The system implementation was developed using the PHP programming language with the CodeIgniter framework and MySQL database. System testing was conducted using black box testing to ensure that each feature functions properly according to user needs. The results of the study show that the developed information system effectively facilitates the field booking process, manages customer and rental schedule data automatically, and provides real-time transaction reports. Therefore, the application of the Extreme Programming (XP) method has proven effective in accelerating the development process while improving efficiency and accuracy in managing the Valentine futsal field rental operations.
Keyword: Information System, Futsal Field Rental, Extreme Programming (XP), CodeIgniter, MySQL.
Abstrak: Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mendorong berbagai sektor usaha, termasuk bidang olahraga, untuk mengoptimalkan proses bisnisnya melalui sistem berbasis digital. Salah satu contohnya adalah usaha penyewaan lapangan futsal yang membutuhkan sistem informasi yang efisien guna mengelola data penyewaan, jadwal pemesanan, serta transaksi pembayaran secara terintegrasi. Penelitian ini berfokus pada pembuatan sistem informasi penyewaan lapangan futsal Valentine menggunakan metode Extreme Programming (XP). Metode XP dipilih karena memiliki pendekatan iteratif dan fleksibel dalam pengembangan perangkat lunak, yang memungkinkan sistem dikembangkan secara cepat dengan tetap mempertahankan kualitas dan kesesuaian terhadap kebutuhan pengguna. Tahapan penelitian meliputi perencanaan (planning), perancangan (design), pengkodean (coding), serta pengujian (testing). Pada tahap perencanaan dilakukan analisis kebutuhan sistem melalui wawancara dengan pemilik dan pengguna jasa penyewaan lapangan. Selanjutnya, tahap perancangan dilakukan dengan membuat rancangan antarmuka dan basis data menggunakan Unified Modeling Language (UML). Implementasi sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework CodeIgniter dan basis data MySQL. Pengujian sistem dilakukan menggunakan black box testing untuk memastikan setiap fitur berfungsi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi yang dibangun mampu mempermudah proses pemesanan lapangan, mengelola data pelanggan dan jadwal penyewaan secara otomatis, serta menyediakan laporan transaksi secara real-time. Dengan demikian, penerapan metode Extreme Programming (XP) terbukti efektif dalam mempercepat proses pengembangan sistem serta meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan data penyewaan lapangan futsal Valentine.
Kata kunci: Sistem Informasi, Penyewaan Lapangan Futsal, Extreme Programming (XP), CodeIgniter, MySQL.
Abstract:Abstract: Unhealthy snacks are a common problem among elementary school students due to their lack of knowledge about food safety. This situation is exacerbated by a lack of attention from parents, educators, and schools…
to the types of snacks consumed by children. Based on the Final Report of the Monitoring and Verification Results of the National School Snack Food Safety Profile (PJAS) over the past 10 years, 98.9% of school children regularly buy snacks, and only about 1% never buy snacks. Furthermore, data from the Food and Drug Monitoring Agency (BPOM) from 2008–2011 shows that 40–44% of school snacks do not meet food safety requirements. This condition poses a risk of food poisoning and has negative impacts on children's health. Objective: This study aims to develop a flip and learn flashcard-based nutrition education media to increase elementary school students' knowledge about the importance of choosing healthy snacks. It is hoped that this media can reduce the number of food poisoning cases caused by unhealthy snacks. Using a posttest-only control group design, which involved administering a posttest to both the control and experimental groups after the intervention was implemented, this study produced educational media in the form of flashcards that were effective in increasing students' understanding of the importance of choosing healthy snacks.
Keyword: Nutrition Education, Educational Media, Flashcards, Healthy Children's Snacks, Elementary School Children
Abstrak: Jajanan tidak sehat merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh siswa sekolah dasar (SD) karena masih rendahnya pengetahuan mereka tentang keamanan pangan. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya perhatian dari orang tua, pendidik, dan pihak sekolah terhadap jenis jajanan yang dikonsumsi anak-anak. Berdasarkan Laporan Akhir Hasil Monitoring dan Verifikasi Profil Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Nasional dalam 10 tahun terakhir, tercatat sebanyak 98,9% anak sekolah terbiasa jajan, dan hanya sekitar 1% yang tidak pernah jajan. Selain itu, data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2008–2011 menunjukkan bahwa 40-44% jajanan sekolah belum memenuhi syarat keamanan pangan. Kondisi ini menimbulkan risiko keracunan ma- kanan dan dampak buruk terhadap kesehatan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media edukasi gizi berbasis flashcard flip and learn guna meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai pentingnya memilih jajanan sehat. Diharapkan media ini dapat menekan angka keracunan makanan akibat jajanan tidak sehat. Menggunakan desain posttest only control group, yaitu memberikan posttest kepada ke- lompok kontrol dan kelompok eksperimen setelah intervensi dilakukan. Penelitian ini menghasilkan media edukasi berupa flashcard yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya memilih jajanan sehat.
Kata kunci: Edukasi Gizi, Media Edukasi, Flashcard, Jajanan Anak Sehat, Anak Sekolah Dasar