Search Articles & Publications

Showing 1123 articles found for "Pembelajar"

Manajemen Program Tahfidz Dalam Meningkatkan Kualitas Bacaan Al-Qur’an Siswa SMK Telkom Jakarta

Fitria Siti Nurhaliza, M. Yogi, Anjaludin
Abstract: Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, namun kemampuan membaca Al-Qur’an, khususnya di kalangan siswa SMA, masih tergolong rendah, terutama dalam membaca Al-Qur’an secara tartil. Kurangnya minat… ya minat dan kesadaran diri siswa untuk mempelajari Al-Qur’an menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen program tahfidz dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an siswa di SMK Telkom Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data yang dilakukan dalam konteks alami melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan secara purposif dan dengan teknik snowball. Analisis data bersifat induktif, dengan fokus pada pemahaman makna daripada abstraksi. Prosedur penelitian meliputi tahap persiapan sebelum turun ke lapangan, pekerjaan di lapangan, dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program tahfidz di SMK Telkom Jakarta berjalan dengan baik dan terstruktur. Program ini melibatkan berbagai inisiatif seperti tahsin, pembelajaran tajwid, dan penetapan target hafalan per semester yang harus dicapai siswa. Dengan adanya manajemen yang baik, program tahfidz tidak hanya meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an siswa tetapi juga memperkuat citra sekolah sebagai lembaga pendidikan yang unggul. Faktor-faktor pendukung program ini termasuk sarana dan prasarana yang memadai serta kerjasama yang kuat antara guru dan orang tua. Namun, program ini juga menghadapi hambatan dari faktor internal (siswa) dan eksternal (orang tua siswa). Manajemen program tahfidz di SMK Telkom Jakarta terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an siswa. Pendekatan holistik dalam manajemen pendidikan memainkan peran penting dalam mencapai hasil yang memuaskan. Meskipun terdapat hambatan, sinergi antara manajemen yang efektif, fasilitas yang mendukung, dan perencanaan yang matang telah memungkinkan tercapainya tujuan program tahfidz di sekolah ini.

ANALISIS KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB SISWA KELAS VII MTs DDI WALIMPONG, KEC. MARIORIWAWO, KAB. SOPPENG

La Sahidin, Aisyah Iskandar, Abd. Rahman, Mahlani
Abstract: Sejak awal pencatatan Al-Qur'an dan Hadits Nabi menggunakan bahasa Arab, karenanya sulit bagi kita untuk memahami isi keduanya jika kita tidak bisa berbahasa Arab. Siswa sering kali menghadapi tantangan ketika belajar bahasa… hasa Arab karena berbagai penyebab internal maupun eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi lalu mendiskripsikan faktor-faktor yang menjadikan pembelajaran bahasa Arab sulit bagi siswa kelas VII MTs DDI Walimpong. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Guru dan siswa berperan sebagai subjek penelitian. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih subjek penelitian, sehingga menghasilkan total 5 informan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, faktor-faktor yang menyebabkan siswa kelas VII MTs DDI Walimpong kesulitan belajar bahasa Arab adalah sebagai berikut: (1) kurangnya motivasi dan minat terhadap mata pelajaran; (2) kesulitan dalam membaca dan memahami kosakata bahasa Arab; (3) kurangnya dukungan orang tua terhadap pembelajaran ekstrakurikuler siswa; dan (4) gaya penyampaian guru yang terlalu repetitif atau monoton, hanya berupa ceramah dan penggunaan buku sebagai bahan pembelajaran, sehingga membuat siswa tidak berminat mempelajari bahasa secara lebih mendalam.

ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Olivia, Ahmad Sabri, Sasmi Nelwati
Abstract: Metode pengajaran yang inovatif dan kreatif yang mengutamakan pemikiran kritis, keterlibatan siswa, dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Tujuan dari Model pembelajaran ini adalah untuk membantu siswa menjadi… pemikir yang lebih otonom, kreatif, dan inventif yang dapat memecahkan masalah, menghasilkan ide-ide baru, dan menggunakan apa yang telah mereka pelajari di dunia nyata. Dengan latar belakang tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan prinsip-prinsip dan jenis-jenis model pembelajaran Inovasi dalam Pendidikan Agama Islam. Jenis Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (Library Reseach) yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan datanya berupa studi literatur, dan analisis datanya menggunkan metode analisis isi (Content Analysis). Temuan ini menunjukkan bahwa tersedianya model pembelajaran Inovasi yang dapat digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam akan memberikan inspirasi bagi siswa untuk mempelajari materi. Awalnya, pembelajaran Pendidikan Agama Islam terasa membosankan ketika menggunakan model tradisional yang terbatas di dalam kelas; namun, dengan menggunakan model CTL, pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat dilakukan di luar kelas, yang pada akhirnya akan menciptakan lingkungan yang menarik karena siswa diberi keleluasaan untuk mengekspresikan diri mereka. Dalam hal ini, Pendidikan Agama Islam menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran yang mutakhir, termasuk Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL), Kontekstual, Pemecahan Masalah, Pendidikan Agama Islam, dan Pembelajaran Kooperatif.

MENINGKATKAN KEBERANIAN BERPENDAPAT SISWA KELAS VIII C DI SALAFIYAH WUSTHO PONDOK PESANTREN ISLAMIC CENTER BIN BAZ YOGYAKARTA

Achmad Fadhel Fikri, Hilalludin, Hilalludin, Adi Haironi
Abstract: Keberanian siswa untuk berpendapat di dalam kelas merupakan faktor penting yang mempengaruhi mutu pembelajaran. Penelitian ini menganalisis keberanian berpendapat pada siswa kelas VIII Salafiyah Wustho Pondok Pesantren Islamic… slamic Center Bin Baz Yogyakarta. Observasi menunjukkan bahwa banyak siswa masih pasif dalam mengemukakan pendapat selama proses pembelajaran. Keberanian berpendapat melibatkan kekuatan emosional untuk menghadapi tantangan, berpikir kritis dan kreatif, serta mengatasi ketakutan dalam menyampaikan ide. Indikator keberanian ini meliputi kemampuan untuk mengungkapkan pendapat secara spontan, logis, dan percaya diri. Faktor-faktor yang mengembangkan keberanian siswa mencakup keberanian, kegigihan, integritas, dan vitalitas. Siswa yang berani tidak takut menghadapi tantangan dan berani berbicara untuk membela kebenaran. Kegigihan mendorong mereka untuk menyelesaikan apa yang telah mereka mulai meskipun menghadapi rintangan. Integritas memastikan bahwa siswa bersikap jujur dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran, sementara vitalitas menggambarkan semangat dan antusiasme siswa dalam menghadapi kegiatan pembelajaran. Dukungan dari keluarga dan guru, serta lingkungan yang kondusif, sangat penting untuk mendorong siswa agar aktif berpartisipasi dalam diskusi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberanian berpendapat dapat ditingkatkan melalui strategi pembelajaran kolaboratif, umpan balik positif, dan suasana kelas yang inklusif. Pengembangan keberanian ini membantu siswa menjadi individu yang percaya diri, mampu berpikir kritis, dan berkontribusi secara aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, meningkatkan keberanian berpendapat bukan hanya memperkaya pembelajaran tetapi juga mengembangkan keterampilan penting untuk kehidupan siswa di masa depan.  

Hubungan Antara Pendidikan Agama Islam Dengan Perilaku Peserta Didik Di Sekolah

Suziana, Dewi Yana, Laras Novita Sari, Muhammad Hafiz, Rahmat Syukri Hidayat
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara pendidikan agama Islam dengan perilaku peserta didik di sekolah. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, menganalisis berbagai… agai sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku peserta didik. Pendidikan agama Islam tidak hanya memberikan pengetahuan tentang ajaran agama, tetapi juga bertujuan untuk mengembangkan potensi spiritual, pengendalian diri, dan akhlak mulia peserta didik. Perilaku peserta didik di sekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Minat belajar peserta didik terhadap pendidikan agama Islam juga berperan penting dalam membentuk perilaku mereka. Penelitian ini menemukan bahwa pendekatan yang tepat dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, seperti memahami karakteristik peserta didik dan menciptakan suasana belajar yang menarik, dapat meningkatkan minat belajar dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku peserta didik secara positif. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya integrasi pendidikan agama Islam dalam kurikulum sekolah dan pengembangan strategi pembelajaran yang efektif untuk membentuk perilaku positif peserta didik.

PENGARUH MANAJEMEN WAKTU TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWI MADRASAH ALIYAH (MA) DARUNNAJAH 2 CIPINING BOGOR

Elni Mawareka, Arrizqy Ihsan Pratama, Anjaludin
Abstract: Prestasi akademik tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, oleh karena itu prestasi akademik biasanya disebut juga sebagai prestasi belajar. Prestasi belajar merupakan tolak ukur dalam keberhasilan peserta didik dalam… am pembelajaran. Hasil belajar adalah tolak ukur yang digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam mengetahui dan memahami suatu mata pelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh manajemen waktu terhadap prestasi akademik siswi MA Darunnajah 2 Cipining Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Adapun yang menjadi populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswi MA dari kelas 10 - 12 MA di Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor sebanyak 38 Orang. Teknik data yang digunakan adalah kuesioner/angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu koefisien dan regresi linier sederhana. Diketahui hasil perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS 22 menunjukan hasil penelitian bahwa terdapat pengaruh antara variabel manajemen waktu terhadap prestasi akademik yaitu sebesar 0,634. Artinya terdapat pengaruh antara variabel X dan Y, berdasarkan tabel koefisien korelasi dengan rentang nilai 0,80-1,000 sehingga antara variabel X dan Y terdapat pengaruh yang sangat kuat. Hal ini ditunjang dengan nilai koefisien determinasi sebesar  63,4 % yang artinya manajemen waktu memberikan pengaruh terhadap prestasi akademik sebesar 63,4 %.

STRATEGI EFEKTIF DALAM PENGELOLAAN PROGRAM DIKLAT UNTUK MENINGKATKAN KINERJA TENAGA PENDIDIK

Abdul Fattah Nasution, Azwar Alamsyahdana, Khairul Amri Silalahi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi efektif dalam pengelolaan program pendidikan dan pelatihan (diklat) guna meningkatkan kinerja tenaga pendidik. Pengelolaan program diklat yang baik… k merupakan kunci untuk menghasilkan tenaga pendidik yang kompeten dan profesional. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa institusi pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi efektif dalam pengelolaan program diklat meliputi: (1) Perencanaan yang matang dengan kebutuhan analisis yang jelas untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan peserta diklat; (2) Pengembangan kurikulum yang relevan dan berbasis kompetensi; (3) Pemilihan dan pelatihan instruktur yang berkualitas; (4) Metode pembelajaran yang interaktif dan praktis; (5) Evaluasi berkelanjutan untuk mengukur efektivitas program dan kinerja peserta; serta (6) Dukungan manajemen dan fasilitas yang memadai. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi-strategi tersebut dapat secara signifikan meningkatkan kinerja tenaga pendidik, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kualitas pendidikan. Penelitian ini menyarankan adanya kebijakan yang mendukung pengelolaan program diklat secara berkelanjutan dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik melalui program-program yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan pendidikan.

ASPEK SUBSTANTIVE PENGEMBANGAN KURIKULUM PADA UNSUR BAHAN ATAU KONTEN DAN SUMBER PEMBELAJARAN PAI

Sukma Eka Wijaya, Nofita Sari, Muhammad Idris, Nelson
Abstract: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek substantif dari pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam (PAI), khususnya tentang bahan, konten, dan sumber pembelajaran. Penelitian ini terutama berkonsentrasi… rasi pada komponen penting dalam pengembangan bahan dan konten PAI, pengembangan sumber PAI untuk mendudkung pencapaian tujuan kurikulum, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan bahan dan konten PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian dengan nilai-nilai Islam, relevansi dengan kehidupan peserta didik dan kemudahan pemahaman adalah komponen penting dalam pembuatan materi dan konten pembelajran PAI. Sumber pembelajaran PAI dapat dikembangkan dengan menggunakan media digital seperti e-book, video pembelajaran, platfrom e-learning, dan kemajuan teknologi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan bahan dan konten PAI termasuk kebijakan pemerintah, kemajuan teknologi, tuntutan masyarakat, dan kebutuhan siswa. Penelitian ini memberikan saran untuk pengembangan kurikulum PAI yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu siswa memahami dan menginternalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

PERAN TES SUMATIF DALAM MEMANTAU KEBERHASILAN BELAJAR SISWA

Sukma Eka Wijaya, Mirzon Daheri, Jumira Warlizasusi, Sumarto
Abstract: Penelitian ini membahas tentang peran tes sumatif dalam memantau keberhasilan belajar siswa. Tes sumatif adalah evaluasi yang diberikan kepada siswa setelah mereka menyelesaikan satu unit pembelajaran atau pada akhir periode… iode waktu tertentu, seperti akhir semester atau tahun ajaran. Tes sumatif digunakan untuk menilai pemahaman siswa tentang materi pelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran. Dalam penelitian ini, dibahas baik manfaat atau kelemahan penggunaan tes sumatif. Meskipun tes sumatif memberikan gambaran yang luas tentang apa yang dipelajari siswa dan seberapa baik memahami materi, ada juga beberapa kelemahan dengan menggunakannya. Tekanan untuk mendapatkan nilai tinggi adalah salah satu masalah yang muncul. Masalah lain adalah ketidakmampuan te sumatif untu menilai kreativitas, kemampuan berpikir analitis, dan keterampilan kritis siswa. Untuk mendapatkan informasi dan data yang diperlukan, penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan. diharapkan penelitian ini akan meningkatkan pemahaman tentang penggunaan tes sumatif dalam sistem pendidikan dan menunjukkan cara terbaik untuk memanfaatkannya.

PERAN NEUROSAINS TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN KOLABORASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN

Sukma Eka Wijaya, Sutarto, Dewi Purnama Sari, Aida Ramhi Nasution
Abstract: Penelitian ini membahas peran neurosains dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi dalam lingkungan belajar. Komunikasi yang efektif antara pendidik dan peserta didik memegang peran penting dalam mencapai… tujuan pendidikan. Pembelajaran kolaboratif merupakan pendekatan yang menciptakan lingkungan belajar yang mendukung interaksi antar siswa. Komunikasi dan kolaborasi merupakan aspek penting dalam pendidikan abad ke-21. Namun, keterampilan komunikasi dan kolaborasi sering kali sulit dikembangkan di kelas. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman konsep neurosains dalam pembelajaran untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Neuroscience adalah cabang ilmu yang mempelajari otak dan sistem saraf. Dengan memahami bagaimana otak merespons informasi dan berinteraksi dengan orang lain, kita dapat merancang lingkungan belajar yang lebih baik untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Memasukan konsep ilmu saraf ke dalam pembelajaran juga telah menghasilkan teori pembelajaran yang didasarkan pada pemahaman tentang cara kerja otak. Meneliti hubungan antara ilmu saraf dan keterampilan komunikasi dan kolaborasi di sekolah memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk masa depan. Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana ilmu saraf  dapat berkontribusi pada pengembangan keterampilan komunikasi dan kolaborasi dalam lingkungan pembelajaran.