Abstract:Penelitian ini bertujuan mengkaji integrasi pilar pendidikan UNESCO dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka sebagai strategi menciptakan pembelajaran yang bermakna di sekolah. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif…
tif kualitatif dengan melibatkan guru, kepala sekolah, dan peserta didik pada satuan pendidikan yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, serta telaah terhadap dokumen modul ajar dan pelaksanaan proyek Profil Pelajar Pancasila. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pilar pendidikan mulai terintegrasi ke dalam perencanaan pembelajaran melalui perumusan tujuan yang bukan hanya menekankan aspek pengetahuan, tetapi juga sikap, keterampilan, serta pembentukan karakter. Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan kegiatan proyek P5 menjadi bentuk nyata pengintegrasian tersebut, karena memberi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar sesuai kebutuhan, bekerja sama, serta menghasilkan karya. Dampaknya terlihat pada meningkatnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemandirian, kepercayaan diri, dan penguatan karakter siswa. Namun, optimalisasi pelaksanaan masih bergantung pada kompetensi pendidik serta dukungan sarana belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pilar pendidikan dengan Kurikulum Merdeka mampu memberikan kontribusi besar dalam menciptakan pembelajaran yang holistik dan bermakna.
Abstract:Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana kecerdasan emosional anak usia dini dapat berkembang melalui proses pembelajaran, pola pengasuhan, serta interaksi sosial yang terjadi di lingkungan…
ingkungan keluarga dan sekolah. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi pada anak usia 4–6 tahun, guru PAUD, serta orang tua sebagai pendamping utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan emosional anak muncul melalui serangkaian aktivitas belajar yang mengarah pada pengendalian emosi, kemampuan bersosialisasi, dan pembentukan perilaku positif. Dalam praktiknya, guru memanfaatkan kegiatan bermain, bercerita, serta percakapan sederhana untuk menanamkan nilai emosional, sedangkan orang tua memberikan dukungan melalui komunikasi yang penuh empati, contoh perilaku baik, dan pengasuhan yang konsisten. Keberhasilan proses ini turut ditunjang oleh kesiapan pendidik, keterlibatan aktif keluarga, serta lingkungan belajar yang mendukung. Namun demikian, penelitian juga menemukan beberapa kendala seperti karakter anak yang berbeda-beda, ketidakteraturan pendampingan di rumah, serta keterbatasan sarana pembelajaran. Penelitian ini menegaskan perlunya kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk memastikan proses pengembangan kecerdasan emosional berlangsung efektif dan berkelanjutan.
Abstract:Mahasiswa yang bekerja paruh waktu dihadapkan pada tuntutan ganda berupa kewajiban akademik dan tanggung jawab pekerjaan, yang berpotensi menimbulkan tekanan fisik maupun psikologis. Kondisi ini menuntut kemampuan adaptasi…
si dan keyakinan diri yang kuat agar mahasiswa mampu menjalankan kedua peran secara seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self-efficacy pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu dalam menghadapi tuntutan akademik dan pekerjaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa berusia 24 tahun yang menjalani peran sebagai mahasiswa sekaligus pekerja paruh waktu. Analisis data dilakukan secara induktif dengan mengacu pada model analisis interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berperan penting sebagai modal psikologis dalam membantu mahasiswa mengelola waktu, menghadapi kelelahan, serta mempertahankan motivasi akademik. Self-efficacy tercermin melalui tiga aspek utama, yaitu kemampuan menilai tingkat kesulitan tugas (magnitude), kekuatan keyakinan dalam menghadapi hambatan (strength), dan penerapan kepercayaan diri pada berbagai konteks akademik maupun pekerjaan (generality). Temuan ini menunjukkan bahwa self-efficacy mendukung ketahanan, regulasi diri, dan keberlanjutan peran ganda mahasiswa pekerja paruh waktu. Dengan demikian, penguatan self-efficacy menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan akademik dan kesejahteraan mahasiswa yang bekerja paruh waktu.
Abstract:Pendidikan Islam pada fase usia dini menuntut pendekatan yang tidak hanya bersifat kognitif-normatif, tetapi juga kinestetik-emosional guna menginternalisasi nilai-nilai ketauhidan secara holistik. Penelitian ini mengevaluasi…
luasi efektivitas penerapan Metode Kauni yang diintegrasikan melalui aktivitas Senam Asmaul Husna di TKIT Sholahuddin Al Ayyubi. Fokus utama penyelidikan adalah bagaimana stimulasi panca indera melalui modalitas Visual, Auditori, dan Kinestetik (VAK) dalam Metode Kauni mampu memperkuat fondasi spiritualitas anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pendidik, serta dokumentasi kegiatan harian sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Metode Kauni dalam senam pagi mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sesuai prinsip "Quantum Memory" yang menekankan aspek "menghafal semudah tersenyum". Penguatan nilai spiritual termanifestasi melalui peningkatan kesadaran ketuhanan, pembentukan karakter disiplin, kejujuran, dan empati sosial yang selaras dengan visi "Gema Ceria" lembaga. Penemuan ini menegaskan bahwa keterlibatan fisik yang ritmis dengan pelafalan asma Allah secara berulang-ulang memberikan jangkar memori yang kuat pada anak usia dini, sehingga nilai-nilai spiritualitas tidak hanya dihafal secara lisan namun juga tercermin dalam perilaku keseharian.
Abstract:Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan upaya peningkatan profesionalisme guru melalui pembelajaran berbasis kompetensi, workshop perangkat ajar, praktik mengajar di sekolah, serta evaluasi kompetensi melalui ujian…
an berbasis aplikasi. Salah satu instrumen evaluasi yang digunakan adalah Aplikasi Exambppp, yang berfungsi untuk menyelenggarakan ujian PPG secara daring dan terstandar. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program sertifikasi dan PPG, termasuk penggunaan Aplikasi Exambppp, serta dampaknya terhadap peningkatan kompetensi guru di UPT SD Narwastu Pekanbaru.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan meliputi guru peserta PPG dan sertifikasi, kepala sekolah, serta pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program PPG dan sertifikasi, termasuk pelaksanaan ujian melalui Exambppp, berjalan cukup baik meskipun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan fasilitas teknologi, jaringan internet, dan dukungan pelatihan lanjutan mengenai penggunaan aplikasi ujian.Penggunaan Exambppp turut meningkatkan kesiapan guru dalam menghadapi evaluasi berbasis teknologi, serta mendorong kedisiplinan dalam memahami materi sebelum ujian. Guru yang mengikuti program mengalami peningkatan pada kemampuan perencanaan pembelajaran, penguasaan materi, serta penerapan strategi pembelajaran aktif. Secara keseluruhan, sertifikasi, PPG, dan implementasi Exambppp terbukti berkontribusi dalam memperkuat kompetensi profesional guru serta mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih berkualitas di sekolah.
Abstract:Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh pergaulan bebas dan tekanan teman sebaya terhadap perilaku remaja di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik wawancara…
cara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pergaulan remaja cenderung bebas dan tidak terkontrol, ditandai dengan kebiasaan nongkrong malam, mencoba rokok atau minuman beralkohol, serta mengikuti tren media sosial tanpa pengawasan. Tekanan teman sebaya memperkuat kecenderungan tersebut melalui ajakan, bujukan, dan rasa takut dikucilkan. Proyek penyuluhan yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut penelitian membantu meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya pergaulan bebas dan strategi menghadapi tekanan sebaya. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membentuk perilaku remaja yang positif dan mencegah penyimpangan sosial.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan literasi dalam pembelajaran siswa sekolah dasar, khususnya siswa kelas V di SDN 1 Rahtawu, dan untuk mengusulkan solusi yang tepat untuk meningkatkan…
gkatkan kemampuan literasi mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan guru, observasi langsung di kelas, dan tinjauan pustaka. Data dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa siswa masih menghadapi kesulitan dalam membaca dan memahami materi pembelajaran karena faktor internal, seperti potensi pribadi yang belum berkembang, motivasi rendah, dan kurangnya kepercayaan diri, serta faktor eksternal, termasuk dukungan dan bimbingan orang tua yang terbatas dan sumber belajar yang tidak memadai di sekolah. Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan pembelajaran literasi melalui pendekatan kontekstual dan interaktif, penyediaan bahan bacaan yang beragam dan menarik, pemberian bimbingan dari guru dan orang tua, serta menumbuhkan kebiasaan literasi yang konsisten baik di sekolah maupun di rumah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru, sekolah, dan orang tua dalam mengembangkan budaya literasi yang efektif di pendidikan dasar.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan literasi khususnya kemampuan membaca, pada siswa kelas IV SD 5 Bae. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik observasi,…
ervasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa siswa mengalami kesulitan dalam mengenali huruf, membedakan bunyi (fonem), membaca kata secara lancar, serta memahami isi bacaan. Faktor penyebab keterlambatan literasi berasal dari aspek internal siswa seperti rendahnya kemampuan fonologis dan minimnya motivasi membaca, serta faktor eksternal seperti kurangnya pendampingan orang tua, minimnya lingkungan literasi di rumah, dan metode pembelajaran membaca yang masih tradisional. Selain itu, kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik turut memengaruhi rendahnya minat baca siswa. Berdasarkan temuan ini, diperlukan upaya pendampingan membaca secara individual, pembiasaan literasi di sekolah, peningkatan peran orang tua, serta penggunaan metode dan media pembelajaran yang variatif agar kemampuan literasi dasar siswa dapat meningkat secara optimal.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis kendala yang dihadapi guru Geografi di SMA Swasta Eria Medan dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran abad ke-21 yang mengintegrasikan prinsip Higher Order Thinking Skills (HOTs) dan…
Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, serta telaah dokumen perangkat evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melaksanakan evaluasi secara terencana dan sesuai kurikulum, mencakup penilaian formatif, sumatif, sikap, dan keterampilan. Namun, penerapan soal HOTs masih terbatas karena rendahnya kemampuan analisis siswa, kurangnya pelatihan guru, serta minimnya sarana teknologi pendukung. Evaluasi berbasis TPACK mulai diterapkan melalui Google Form dan platform digital lain, tetapi belum optimal akibat keterbatasan jaringan dan fasilitas sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana digital, serta kolaborasi MGMP untuk memperkuat implementasi evaluasi sesuai tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Abstract:Adapun tujuan penelitian ini yaitu bertujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran pada evaluasi pelajaran Geografi di sekolah MAN 2 MODEL MEDAN. Didalam penelitian kami melakukan…
kan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi terhadap guru pada mata pelajaran Geografi. Adapun hasil dari penelitian yang kami dapat yaitu yang menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran evaluasi telah mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta prinsip Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Guru juga memanfaatkan beberapa berbagai media digital seperti Google Form, Quizizz, Educaplay, dan Exambro. Namun, juga guru evaluasi ini juga masih ada beberapa menghadapi masalah/kendala.Adapun masalah atau kendala yang sering dihadapi guru yaitu seperti: Keterbatasan Kompetensi Digital dan Pedagogik, Kurangnya Pelatihan Profesional, Minimnya Fasilitas Sekolah, Resistensi terhadap Perubahan, Waktu yang Terbatas.Selain itu, ada juga beberapa penerapan soal yang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTs) masih terbatas pada level C3 dan belum optimal mencapai C4–C6. Kendala teknis seperti ketidakmerataan kepemilikan perangkat siswa yang selalu memengaruhi efektivitas evaluasi daring. Jadi penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan fasilitas, pelatihan guru, serta penguatan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi dalam menghadapi kendala harus memerlukan pendukung untuk evaluasi pembelajaran Geografi, supaya dapat lebih efektif, terstandar, dan relevan dalam evaluasi pembelajaran abad ke-21 berbasis HOTS dan TPACK.