Search Articles & Publications

Showing 1578 articles found for "Telah"

DIGITAL LIBRARY DEVELOPMENT AT MAN 1 BUKITTINGGI AS AN ACCESSIBILITY CONVENIENCE SUPPORT FOR USERS

Fitria, Erlin, Sabandi, Ahmad, Irsyad, Irsyad, Al Kadri, Hanif, Khomarudin, Agus Nur
Abstract: Abstract: A digital library is a service system that capable in supporting access to information objects automatically using a computer technology. In this study, the authors aimed to develop a digital library application… n based on SLiMS 9 bulian at MAN 1 Bukittinggi library, especially in terms of content with the addition of e-book features, and changing the character of its applications into mobile version, which were previously local (intranet). The methods used were research and development, while system development used the Waterfall model. This study succeeded to develop a digital library application based on SLiMS 9 at MAN 1 Bukittinggi library. The development of the digital library in this study has been carried out through testing, including three types of product tests, namely validity test, practicality test, and effectiveness test, each of which was tested using a questionnaire instrument. The product validity test obtained an average value of 0.88 in the valid category; the product practicality test obtained an average value of 0.90 in the very practical category; and the product effectiveness test obtained an average value of 0.94 in the high effectiveness category. Based on the product test results that have been described, the digital library development product in this study was declared feasible and applicable as a digital library, and can be accessed via mobile by users, such as students, teachers, and library members of MAN 1 Bukittinggi.          Keywords: Digital Library; Mobile Application; Research and Development; SLiMS 9   Abstrak: Perpustakaan digital merupakan sebuah sistem yang memiliki layanan yang mendukung akses objek informasi secara otomasi menggunakan teknologi komputer. Dalam studi ini, peneliti bermaksud mengembangkan aplikasi perpustakaan digital berbasis SLiMS 9 bulian pada perpustakaan MAN 1 Bukittinggi, khususnya dari sisi content-nya dengan penambahan fitur e-book, serta mengubah sifat aplikasinya menjadi bersifat mobile, yang mana sebelumnya bersifat lokal (intranet). Metode dalam studi ini adalah penelitian dan pengembangan, sedangkan pengembangan sistem dilakukan menggunakan model Waterfall. Penelitian ini berhasil mengembangkan aplikasi perpustakaan digital berbasis SLiMS 9 pada perpustakaan MAN 1 Bukittinggi. Pengembangan perpustakaan digital dalam penelitian ini telah dilakukan melalui pengujian, meliputi tiga jenis uji produk, yaitu uji validitas, uji praktikalitas, dan uji efektivitas, yang setiap pengujiannya dilakukan menggunakan instrumen angket. Uji validitas produk memperoleh nilai rerata 0,88 dengan kategori Valid; uji praktikalitas produk memperoleh nilai rerata 0,90 dengan kategori Sangat Praktis; dan uji efektivitas produk memperoleh nilai rerata 0,94 dengan kategori Efektivitas Tinggi. Berdasarkan hasil uji produk yang telah diuraikan, produk pengembangan perpustakaan digital dalam penelitian ini dinyatakan layak dan dapat diterapkan sebagai perpustakaan digital, serta dapat diakses secara mobile oleh para pengguna, yaitu siswa, guru, dan anggota perpustakaan MAN 1 Bukittinggi. Kata kunci: Aplikasi Mobile; Perpustakaan Digital; Penelitian dan Pengembangan; SLiMS 9

APPLICATION OF THE BINARY NUMBER SYSTEM IN BLOOD GROUP TYPE CHECKING BASED EMBEDDED SYSTEM

Ananda, Ricki, Amin, Muhammad, Parini, Parini
Abstract: Abstract: The Indonesian Red Cross or abbreviated as PMI, is one of the organizations in Indonesia engaged in the humanitarian field. PMI has branches in all cities in Indonesia such as the red cross in Asahan district.&#8230; Currently, the Asahan district red cross has a blood donation stock of ± 100/360 cc per bag. The purpose of designing a blood group type reader is to increase the certainty of blood types that are tested by experts or medical workers from PMI Asahan, according to the testing of the tool design. This study used a qualitative type of method, namely data taken in the form of data on the condition of the blood when rhesus fluid was given, so that the data will be calibrated with the test results so that the right test results can be decided. The results of testing the device design with blood and fluids, found that blood group A+ got an LDR value of 19.5 and 4 with a bina-ry condition of 101, while for blood group B+ got an LDR value of 19, 4 and 4 with a bi-nary condition of 011, blood group AB+ got a value LDR 19, 3 and 4 with binary condi-tion 111, blood type O+ found LDR values 19, 2 and 4 with binary condition 001. Mean-while for basic conditions, or not detecting blood type, LDR conditions 20, <=4, <=4 and binary value is 000. After testing, all results of testing the design of the tool are in full ac-cordance with the results of the conclusions of the PMI Asahan medical personnel about the type of blood group   Keywords: binary; blood donation; blood type detector   Abstrak: Palang Merah Indonesia atau disingkat PMI, merupakan salah satu organisasi di Indonesia yang bergerak dalam bidang kemanusiaan. PMI memiliki cabang di seluruh kota di Indonesia seperti palang merah di kabupaten asahan. Saat ini palang merah kabupaten asahan memiliki stok sumbangan darah ± 100/360 cc setiap kantong. Tujuan dirancang nya alat pembaca jenis golongan darah untuk menambah kepastian jenis darah yang diuji tenaga ahli atau medis PMI Asahan, sesuai dengan pengujian dari rancangan alat. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif, yaitu data yang diambil berupa data kondisi darah ketika dikasi cairan resus, sehingga data tersebut akan dikalibrasi dengan hasil pengujian sehingga memutuskan hasil pengujian tepat. Hasil pengujian rancangan alat dengan darah dan cairan,  mendapati bahwa untuk golongan darah A+ mendapati nilai LDR 19, 5 dan 4 dengan kondisi biner 101, sementara untuk golongan darah B+ mendapati nilai LDR 19, 4 dan 4 dengan kondisi biner 011, golongan darah AB+ mendapati nilai LDR 19, 3 dan 4 dengan kondisi biner 111, golongan darah O+ mendapati nilai LDR 19, 2 dan 4 dengan kondisi biner 001. Sementara untuk kondisi dasar, atau tidak mendeteksi golongan darah, kondisi LDR 20, <=4, <= 4 dan nilai biner 000. Setelah dilakukannya pengujian, maka disimpulkan seluruh hasil pengujian rancangan alat sepenuhnya sesuai dengan hasil kesimpulan tenaga medis PMI Asahan tentang jenis golongan darah.   Kata kunci: biner; donor darah; pendeteksi golongan darah

IMPLEMENTATION AND ANALYSIS OF MIKROTIK API MONITORING OF NETWORK USAGE

Dalimunthe, Ruri Ashari, Saputra, Herman
Abstract: Abstract : At the SMK Negeri 1 Barumun, there are still shortcomings in monitoring net-work use where monitoring data is not stored in the database so that past network usage monitoring data cannot be displayed as new information&#8230; formation to be used as evaluation material for network infrastructure at the school. For that reason, the researcher wants to research to solve the problems that exist in the school by building a new system, namely monitoring network usage. This system is built using the PHP programming language by utilizing the Mikrotik API as a liaison between the programming language and the Mikrotik device in retrieving the RX/TX data contained on the Mikrotik Router and then storing the monitor-ing data for network usage into a database, the database used is a MySql database. By im-plementing and testing the system, it can be concluded that the system has been able to solve problems in the field of information technology at the SMK Negeri 1 Barmun, namely monitoring network usage which can store monitoring data into a database and monitoring data can be used as material for evaluating network infrastructure for the bene-fit of the school. Keywords: Networking, Mikrotik, Mikrotik API, Network Usage Monitoring   Abstrak: Pada Sekolah SMK Negeri 1 Barumun masih terdapat kekurangan dalam melakukan monitoring penggunaan jaringan dimana data monitoring tidak tersimpan kedalam database sehingga data monitoring penggunaan jaringan yang telah lalu tidak dapat ditampilkan sebagai informasi baru untuk dijadikan bahan evaluasi pada infrastruktur jaringan pada sekolah tersebut. Dengan alasan itu peneliti ingin melakukan penelitian untuk menyelesaikan masalah yang ada pada sekolah tersebut dengan membangun sistem yang baru yaitu monitoring penggunaan jaringan. Sistem ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan memanfaatkan Mikrotik API sebagai penghubung antara bahasa pemrograman dengan device Mikrotik dalam mengambil data rx/tx yang terdapat pada Router Mikrotik kemudian menyimpan data monitoring penggunaan jaringan tersebut ke dalam database, database yang digunakan merupakan database MySql. Dengan melakukan implementasi dan pengujian sistem, dapat disimpulkan bahwa sistem telah mampu menyelesaikan masalah pada bidang teknologi informasi di Sekolah SMK Negeri 1 Barumun yaitu monitoring penggunaan jaringan yang dapat menyimpan data monitoring kedalam database dan data monitoring dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi infrastruktur jaringan untuk kepentingan Sekolah.   Kata kunci : Jaringan, Mikrotik, Mikrotik API, Monitoring Penggunaan Jaringan  

DEEP LEARNING FOR FACES ON ORPHANAGE CHILDREN FACE DETECTION

Pernando, Yonky, Febrianti, Eka Lia, Syafrinal, Ilwan, Roza, Yuni, Afifah, Ummul Fitri
Abstract: Abstract: l -The field of computer vision is research in development technology to obtain information from images and replicate or imitate human visual processes, so that they can understand the objects around them. Deep&#8230; learning is a term used to describe a new era in learning that supports computer learning from big data machines. Convolutional Neural Networks (CNN) algorithms have made significant progress in the fields of object detection, image classification, and semantic segmentation. ;Object detection is a technique used to identify the type of object in a given image and the location of the object in the image. The field of computer vision is research in development technology to obtain information from images and replicate or imitate human visual processes, so that computers can know objects around them. Deep learning is the buzzword as a new era in machine learning that trains computers to find patterns from large amounts of data. Convolutional Neural Networks (CNN) algorithms have made significant progress in the fields of object detection, image classification, and semantic segmentation. Object detection is a technique used to identify the type of object in a particular image as well as the location of the object in the image.   Keywords: CNN, Computer Vision, Deep Learning, Face Detection;     Abstrak: 1 Bidang computer vision merupakan penelitian dalam teknologi pembangunan untuk memperoleh informasi dari citra dan mereplikasi atau meniru proses visual manusia, sehingga dapat memahami objek - objek disekelilingnya. Pembelajaran mendalam adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan era baru dalam pembelajaran mesin yang memungkinkan komputer belajar dari sejumlah besar data. [Algoritma Convolutional Neural Networks (CNN) telah membuat kemajuan yang signifikan di bidang deteksi objek, klasifikasi gambar, dan segmentasi semantik. Deteksi objek adalah teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis objek dalam citra yang diberikan serta lokasi objek di dalam citra. Bidang computer vision merupakan penelitian dalam teknologi pembangunan untuk memperoleh informasi dari citra dan mereplikasi atau meniru proses visual manusia, sehingga komputer dapat mengetahui objek - objek disekelilingnya. Deep learning adalah kata kunci sebagai era baru dalam machine learning yang melatih komputer dalam menemukan pola dari jumlah besar data. Algoritma Convolutional Neural Networks (CNN) telah membuat kemajuan yang signifikan di bidang deteksi objek, klasifikasi gambar, dan segmentasi semantik. /Deteksi objek adalah teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis objek dalam citra tertentu serta lokasi objek di dalam citra.   Kata kunci: CNN, Computer Vision, Deep Learning, Deteksi Wajah

IMPLEMENTATION OF THE TSUKAMOTO FUZZY METHOD FOR INFANT FOOD RECOMMENDATIONS ACCORDING TO THE NEEDS AND AKG

Panjaitan, Zaimah, Suryanata, Muhammad Gilang, Ibnutama, Khairi
Abstract: Abstract: Choosing the right foods for babies to eat is easy. Age 0 to 5 years is a golden period for babies in their growth and development, both physically and intellectually. Incorrectly choosing foods that do not meet&#8230; t the needs can lead to the risk of obesity, while foods that do not meet the nutritional adequacy of infants can also cause stunting. An intelligent system taken from the knowledge of baby nutrition experts can be used as a solution to accompany parents in choosing the right food menu for babies during their growth and development. Fuzzy Tsukamoto can be used to group babies by age and weight, to decide which foods are suitable for consumption by the baby, based on the evaluation Images table compiled by the ministry of health as a guide for appropriate nutrition. This research resulted in a system that is able to assist parents in choosing the appropriate food menu for babies so as to prevent stunting.             Keywords: fuzzy tsukamoto; stunting; nutrition   Abstrak: Memilih makanan yang tepat untuk dikonsumsi oleh bayi bukanlah hal yang mudah. Usia 0 sampai 5 tahun merupakan masa-masa emas bagi bayi dalam tumbuh kembangnya, baik fisik maupun kecerdasan. Salah memilih makanan yang tidak sesuai kebutuhan dapat menyebabkan resiko obesitas, sedangkan makanan yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi bayi juga dapat menyebabkan stunting. Sistem cerdas yang diambil dari pengetahuan para pakar gizi bayi dapat dijadikan solusi pendamping orang tua dalam memilih menu makanan yang tepat bagi bayi di masa tumbuh kembangnya. Fuzzy Tsukamoto dapat digunakan untuk mengelompokkan bayi berdasarkan usia dan berat badan, untuk memutuskan makanan mana yang cocok dikonsumsi oleh bayi tersebut, berdasarkan tabel angka kecukupan gizi yang telah disusun oleh kementrian kesehatan sebagai panduan pemberian nutrisi yang sesuai. Dari penelitian ini dihasilkan sistem yang mampu membantu orang tua dalam memilih menu makanan yang sesuai bagi bayi sehingga dapat mencegah terjadinya stunting.   Kata kunci: Fuzzy Tsukamoto; stunting; nutrisi

E-GROCERY SYSTEM DESIGN FOR COURIER SERVICE DEVELOPMENT

Hernando, Luki, Nabilah, Nabilah
Abstract: Abstract: Since the Covid-19 virus, there has been a decrease in the mobility of citizens in traditional markets, and many are affected by the termination of employment. In Batam, especially the Tiban area, most of the people&#8230; eople are workers, with their busyness from morning to evening and often even late at night, giving people little time to shop for their daily needs in the market. E-groceries are starting to become more popular now, allowing people to shop online for their daily needs. E-grocery provides a variety of services, delivery services, and ease of use of applications to users. The design of the E-Grocery system significantly provides several operational advantages such as making data processing easier to trace and building personal relationships with customers and couriers so that they become closer. This is the company's competitiveness in selling their daily needs. This research aims to provide benefits to the community, sellers, and couriers to make it easier to shop for daily necessities such as fruits, vegetables, and other necessities, and also to help reduce the unemployment rate of the community by becoming a courier for delivery orders. The design of the E-Grocery system uses the agile method, with the software modeling language using UML. The result of this research is the E-grocery application, an android-based mobile application. With the e-grocery application, sales have been digitized to facilitate the distribution of daily goods to busy working people. Keywords: delivery services; e-grocery; mobile application; system information; uml   Abstrak : Sejak Virus Covid-19 melanda telah terjadi penurunan mobilitas masyarakat di pasar tradisional Kota Batam, banyak yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (Phk). Kota Batam sendiri, khususnya daerah Tiban, mayoritas masyarakatnya adalah pekerja, dengan kesibukan dari pagi sampai sore bahkan tak jarang hingga malam hari, membuat masyarakat memiliki sedikit waktu untuk berbelanja kebutuhan sehari – hari ke pasar. Saat ini, E-grocery mulai banyak bermunculan memungkinkan orang-orang untuk berbelanja kebutuhan sehari-sehari secara online. E-grocery menyediakan berbagai macam pelayanan, layanan pesan antar, kemudahan penggunaan aplikasi kepada pengguna. Perancangan sistem E-Grocery secara signifikan memberikan sejumlah kelebihan operasional seperti pemrosesan data menjadi lebih mudah ditelusuri, dapat membangun hubungan personal dengan pelanggan dan kurir sehingga menjadi lebih dekat. Hal ini merupakan daya saing perusahaan dalam menjual kebutuhan sehari – hari mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah memberi kemanfaatan kepada masyarakat, penjual dan kurir untuk mempermudah dalam berbelanja kebutuhan sehari - hari seperti buah - buahan, sayur mayur, serta kebutuhan lainnya, juga membantu mengurangi tingkat pengangguran masyarakat dengan menjadi kurir pengantaran pesanan. Perancangan sistem E-Grocery menggunakan metode agile, dengan bahasa pemodelan perangkat lunak menggunakan UML. Hasil dari penelitian ini adalah Aplikasi E-grocery yang merupakan Aplikasi mobile berbasis android. Dengan adanya aplikasi E-grocery maka penjualan sudah digitalisasi sehingga memperlancar pendistribusian produk harian kepada masyarakat yang sibuk bekerja.   Kata kunci: aplikasi mobile; delivery services; e-grocery; sistem informasi; uml

TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP) OPTIMIZATION SEED DIS-TRIBUTION USING GENETIC ALGORITHM

Wati, Vera, Yuliana, Yuliana, Paradise, Paradise, Kusrini, Kusrini
Abstract: Abstract: Distribution is an important the business sector, the agricultural sector for distributing seeds to ensure the location of customers selling seeds. Problems that are often encountered seed distribution process&#8230; are the efficiency of the time and distance distribution. Re search will build software entering initial location data and several dynamically added consumer agents. The distance parameter uses latitude-longitude integrated on google maps and detects varying store locations, the generation of chromosomes or the best distribution path with the minimum distance route. The heuristic approach using the Genetic Algorithm imitates the concept of biological evolution of random exchange structure series. This study is to distribute 3 types of seeds with a choice of weights that have been divided into 3 areas located on the map of Indonesia using land routes. The results of the test of the population of the average fitness value tend to remain from the previous value of 1-10 the fitness value and the optimum iteration with 9-12 with an average fitness value of 44.2. Optimal results are obtained when Mr is higher than the Cr values. Thus, the Genetic Algorithm can be used for TSP seed distribution paths. 1:2 fitness evaluation compared with the usual estimates used .            Keywords: Genetic Algorithm; Route Optimization; Seed Distribution; TSP   Abstrak: Distribusi menjadi hal penting berwirausaha, salah satunya pada bidang pertanian untuk pendistribusian benih sampai lokasi tujuan. Permasalahan sering ditemui dalam proses pendistribusian adalah efektifan, efisiensi waktu dan jarak tempuh. Sehingga penelitian akan membangun perangkat lunak dengan memasukan data titik lokasi awal dan beberapa lokasi tujuan agen konsumen ditambahkan secara dinamis. Parameter jarak menggunakan latitude-longitude terintegrasi pada google maps yang mendeteksi keberadaan lokasi, selanjutnya diketahui generasi kromosom atau jalur distribusi terbaik dengan rute minimum. Pendekatan Heuristic menggunakan Algoritma Genetika meniru konsep evolusi biologis deretan struktur pertukaran informasi secara acak. Tujuan dalam penelitian ini dapat mendistribusikan jenis benih dengan pilihan bobot yang telah terbagi dalam wilayah lokasi. Satu wilayah lokasi terdapat beberapa lokasi toko ditambahkan secara dinamis, dengan proses yang sudah ditentukan titik awal keberangkatan. Penelitian ini menekankan pada proses penentuan rute lokasi saja. Hasil pengujian jumlah populasi rata-rata nilai fitness cenderung bersifat tetap dari nilai sebelumnya selisih 1-10 nilai fitness dan iterasi optimum dengan 9-12 dengan rata-rata nilai fitness 44,2. Hasil optimum didapatkan ketika Mutation rate (Mr) lebih tinggi dibanding nilai Crossover rate (Cr). Maka, Algoritma Genetika bisa digunakan untuk TSP jalur distribusi benih pengujian menghasilkan evaluasi fitnes 1:2 untuk Algoritma Genetika dibandingkan dengan estimasi jarak biasa digunakan. Kata kunci: Algoritma Genetika; Distribusi Benih; Optimalisasi Rute; TSP

PREDICTION OF 35,000 ALL CLOTHES SALES RANGE USING WMA METHOD

Syahputri, Bella, Lubis, Adi Prijuna, Andriyani, Suci
Abstract: Abstract: The 35,000 department store is a business engaged in the sale of clothes, having its address at Jalan Sisingamangaraja. Clothing is one of the basic human needs to protect and beautify themselves. The problem that&#8230; hat occurs in the 35,000 department store is the difficulty of predicting the number of clothing sales, resulting in an accumulation of goods. The method used in this study is the Weighted Moving Average (WMA) forecasting method. The purpose of this study is to apply the Weighted Moving Average method to the forecasting system in determining clothing sales at 35,000 convenience stores. The results of the application of the Weighted Moving Average method to predict clothing sales that have been made, then get the prediction results for June 2022 using 3 weights totaling 203 Pcs with an error accuracy of 33.40% and prediction results for June 2022 using 6 weights totaling 220 Pcs with accuracy 34.31% error. The conclusion is that the Weighted Moving Average method can accurately predict clothing sales at 35,000 department stores.             Keywords: Clothes; Prediction; Sales; WMA Method     Abstrak: Toko serba 35.000 adalah usaha yang bergerak dalam bidang penjualan baju yang beralamat di jalan Sisingamangaraja. Baju merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia untuk melindungi, dan mempercantik diri. Permasalahan yang terjadi pada toko serba 35.000 adalah Sulitnya memprediksi jumlah penjualan baju, sehingga mengakibatkan terjadinya penumpukkan barang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode peramalan Weighted Moving Average (WMA). Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan metode Weighted Moving Average pada sistem peramalan dalam menentukan penjualan baju  pada toko serba 35.000. Hasil penerapan metode Weighted Moving Average untuk memprediksi penjualan baju yang telah dilakukan, maka mendapatkan hasil prediksi bulan juni 2022 dengan menggunakan 3 bobot berjumlah 203 Pcs dengan akurasi kesalahan 33,40% dan hasil prediksi bulan juni 2022 dengan menggunakan 6 bobot berjumlah 220 Pcs dengan akurasi kesalahan 34,31%. Kesimpulan yang diperoleh bahwa metode Weighted Moving Average dapat  memprediksi penjualan baju pada toko serba 35.000 dengan akurat.   Kata kunci: Baju; Metode WMA; Penjualan; Prediksi

ANALYSIS AND FORECASTING LEVELS OF FLOOD SEVERE IN PONTIANAK CITY USING ARCGIS

Christanto, Ludovicus Manditya Hari, Farhan, Firda Islamaya, Adi, Ahmad Cahyono
Abstract: Abstract: Flood disasters often occur in areas with certain geographical conditions, such as proximity to rivers, high rainfall especially during the wetseason and soil types that contain clay so that they are not good enough&#8230; nough to absorb water. One of the cities in Indonesia whichhas frequent floods. The planned mitigation strategy must be more targeted so that it is more effective in tackling flood disasters. Therefore, mapping with Geographic Information Systems can be used to map areas that are prone to flooding specifically by combining spatial data on each predetermined parameter. Not only that, the integration of Geographic Information Systems and forecasting with multiple linear regression methods can predict the level of flood vulnerability based on the parameters determined in the following year. Based on the analysis that has been done, the areas in Pontianak City that are prone to flood disasters are spread over several sub-districts, namely East Pontianak District, Pontianak City District and parts of North Pontianak District. Keywords: Flood vulnerability; Geographic Information System; Multiple Linear Regression     Abstrak: Bencana banjir seringkali terjadi di wilayah dengan kondisi geografis tertentu sepertijaraknya yang dekat dengan sungai, curah hujan cukup tinggi khususnya pada musim hujan hingga mayoritas jenis tanah yang memiliki kandungan lempung sehingga tidak cukup baikdalam menyerap air. Kota Pontianak merupakan satu diantara kota di Indonesia yang sering dilanda bencana banjir. Oleh karena itu, pemetaan dengan Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk memetakan wilayah-wilayah yang rawan bencana banjir secara spesifik dengan menggabungkan data spasial pada setiap parameter yang sudah ditentukan. Tidak hanya itu, integrasi sistem informasi geografis dan peramalan dengan metoderegresi linier berganda dapatmemprediksi tingkat kerawanan banjir berdasarkan parameter yang ditentukan pada tahun berikutnya. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, daerah di Kota Pontianak yang rawan bencanabanjir tersebar di beberapa kecamatan yaitu Kecamatan Pontianak Timur, Kecamatan Pontianak Kota dan sebagianKecamatan Pontianak Utara.   Kata kunci: Kerawanan Banjir; Regresi Linier Berganda; Sistem Informasi Geografis  

IDENTIFICATION OF GLAUCOMA THROUGH RETINA IMAGES USING THE LEARNING VECTOR QUANTIZATION (LVQ) METHOD

Dwisapta, Muhammad Rizqi, Wulan, Tri Deviasari
Abstract: Abstract: Glaucoma is the second leading eye disease of blindness after cataracts. An ophthalmologist does a glaucoma examination with an eye screening that will produce a retinal image. The diagnosis's result of the retinal&#8230; inal image is subjective because each doctor has dissent and a condition experienced. This research builds a system to identify retinal images in the category of glaucoma or normal patients. The purpose of this system as a tool is to help ophthalmologists diagnose glaucoma. This process begins by changing the colour of an image to validity. The image is extracted using the Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) and produces five features than the result of the five features used as input to neural network Learning Vector Quantization (LVQ). The amount of retinal image data used 60 data for learning and 20 for testing. And the number of neurons used is 12, and the epoch of as many as 1000 was obtained based on the results comparison of variations against 8, 10, 12, 18, and 20 neurons with 500, 900, 1000, and 1100 epochs. The learning process results from the value of weights that will be used in the testing process. The results of this study obtained an accuracy rate of 85%, a precision of 89%, and a recall of 80%. Keywords: glaucoma; LVQ; GLCM   Abstrak: Glaukoma merupakan penyakit mata penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Pemeriksaan penyakit glaukoma dilakukan oleh dokter spesialis mata dengan cara skrining mata yang akan menghasilkan citra retina. Hasil diagnosa citra retina oleh dokter bersifat subjektif karena setiap dokter memiliki pendapat yang berbeda serta kondisi yang dialami. Penelitian ini membangun sistem untuk mengidentifikasi citra retina mata kedalam kategori penderita glaukoma atau normal. Tujuan pembuatan sistem ini sebagai alat bantu bagi dokter mata dalam mendiagnosa glukoma. Proses ini diawali dengan mengubah warna citra menjadi keabuan, kemudian citra tersebut diekstraksi menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan menghasilkan lima nilai fitur yang kemudian hasil dari kelima fitur tersebut digunakan sebagai masukan jaringan syaraf tiruan Learning Vector Quantization (LVQ). Jumlah data citra retina yang digunakan sebanyak 60 data untuk learning dan 20 data untuk testing. Dan untuk jumlah neuron yang digunakan yaitu 12 dan epoch sebanyak 1000 yang didapat berdasarkan hasil perbandingan variasi terhadap neuron sejumlah 8, 10, 12, 18, 20 dengan jumlah epoch sejumlah 500, 900, 1000 dan 1100. Hasil dari proses learning yaitu nilai bobot yang akan digunakan sebagai bobot di proses testing. Hasil penelitian ini diperoleh tingkat akurasi sebesar 85%, presisi sebesar 89% dan recall sebesar 80%.   Kata kunci: glaukoma; LVQ; GLCM