Abstract:Abstract: Activities devotion to the community is in the form of training table for the processing of student value for employees and teachers SMP Negeri 5 Kisaran. It aims to provide knowledge, skills, which are expected…
d to result in changes in knowledge, skills and from employees and teachers so that the process of processing student values can run smoothly and easily. Target audiences in community service activities are employees and teachers of SMP Negeri 5 Kisaran. The training activities are presented with lecture, demonstration and question and answer methods. The availability of adequate lecturers, enthusiasm of the participants, and the support of the principal is a support for the implementation of this PKM activity. The obstacles faced is the ability of participants to use this application is still low. Benefits derived from this activity include participants can know about the significance of the use of Micrososft Excel primarily using the table on processing the value of suswa always used by teachers in schools in entering student value and application of basic formula in accelerate the processing of other data.
Keywords: Teachers, Microsoft Excel, Student Values, Employees, Tables
Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu berupa pelatihan pembuatan tabel untuk pengolahan nilai siswa bagi pegawai dan guru-guru SMP Negeri 5 Kisaran. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, yang diharapkan dapat menghasilkan perubahan pengetahuan, keterampilan dan dari para pegawai dan guru sehingga proses pengolahan nilai siswa dapat berjalan dengna lancar dan mudah. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pegawai dan guru-guru SMP Negeri 5 Kisaran . Kegiatan pelatihan ini disajikan dengan metodeceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Ketersediaan dosen yang memadai, antusiasme peserta, dan dukungan kepala sekolah merupakan pendukung terlaksananya kegiatan PKM ini.Adapun kendala yang dihadapi adalah kemampuan peserta menggunakan porgram aplikasi ini masih rendah.Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain peserta dapat mengetahui tentang arti pentingnya penggunaan Micrososft Excel terutama menggunakan tabel pada pengolahan nilai suswa yang selalu digunakan oleh para guru-guru di sekolah dalam memasukkan nilai siswa dan aplikasi formula dasar dalam mempercepat pengolahan data lainnya.
Kata Kunci: Guru,Microsoft Excel, Nilai siswa, Pegawai, Tabel
Abstract:Abstract: Community Service Activities in the form of training utilization of computer technology for teachers in the processing of student value aims to provide knowledge and skills, which’s expected to result in changes…
changes in knowledge, skills and attitudes of teachers and students so that process of learning and teaching can run smoothly and easily . Target audience in this Community Service activity’s all teachers of SMPN 2 S.Empat which amounts to 30 people. Training activities utilization of computer technology in the world of education’s presented by lecture methods, demonstrations and frequently asked questions. Lecture method’s used to explain the concept of the application used is M.Excell. A demonstration method to demonstrate a process of work’s the stages of each activity and practice it, while the question and answer method to give the participants the opportunity to consult in overcoming the constraints that occur in the processing of values manually. The benefits derived from this activity include improving the knowledge of teachers to be more professional in carrying out teaching and learning process either inside or outside school, can improve student learning activities through IPTEKS satisfaction, can simplify the process of calculating student value computerized with the help of M. Excell .
Keywords :Utilization of Computer Technology, Microsoft Excel, Input Value Data.
Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan pemanfaatan teknologi komputer bagi guru-guru dalam pengolahan nilai siswa ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan, yang diharapkan dapat menghasilkan perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap dari guru maupun siswa sehingga proses belajar dan mengajar dapat berjalan dengan lancar dan mudah.Khalayak sasaran dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah seluruh guru SMP Negeri 2 Simpang Empat yang berjumlah 30 orang. Kegiatan pelatihan pemanfaatan teknologi komputer dalam dunia pendidikan ini disajikan dengan metode ceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Metode ceramah digunakan untuk menjelaskan konsep tentang aplikasi yang digunakan yaitu Microsoft Excell. Metode demonstrasi untuk menunjukkan suatu proses kerja yaitu tahapan-tahapan dari setiap kegiatan dan mempraktikkannya, sementara metode tanya jawab untuk memberi kesempatan para peserta berkonsultasi dalam mengatasi kendala yang terjadi dalam pengolahan nilai secara manual.Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain dapatmeningkatkan pengetahuan para guru agar lebih profesional dalam melaksanakan proses belajar mengajar baik didalam atau diluar sekolah, dapat meningkatkan aktifitas pembelajaran siswa melalui penguasan IPTEKS, dapat mempermudah proses perhitungan nilai siswa secara komputerisasi dengan bantuan Microsoft Excell.
Kata Kunci : Pemanfaatan Teknologi Komputer, Microsoft Excel, Penginputan Data Nilai.
Abstract:Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) yang dilaksanakan bertujuan untuk menerapkan multimedia sebagai media pembelajaran. Media pembelajaran yang dibuat adalah film animasi 2D Vector dengan latar cerita bencana alam di…
i Indonesia (tsunami, gunung merapi, dan longsor) dengan nilai-nilai islami di dalamnya. Pemutaran film animasi ini membuat anak-anak menjadi lebih mudah untuk memahami musibah dalam bentuk bencana alam seperti apa dan sikap bagaimana yang perlu diambil sebagai seorang muslim. Anak-anak pun termotivasi senantiasa mengingat doa yang sudah diajarkan di Tempat Pembelajaran Quran (TPQ). Doa-doa tersebut dapat mereka panjatkan ketika terkena musibah, Film animasi ini dibuat dengan tujuan agar anak-anak lebih mudah untuk ditanamkan sikap religius yang perlu diambil ketika mengalami musibah. Sehingga, anak-anak tidak berlarut-larut dalam kesedihan, tidak trauma berkepanjangan, dan dapat bangkit kembali untuk menata masa depan. Film animasi ini juga dapat digunakan oleh guru maupun orang tua untuk memberikan pelajaran untuk membangun sikap religius anak agar anak mampu mengatasi musibah. Peserta sosialisasi terdiri dari anak-anak usia 5 sampai 12 tahun atau dinamakan kelas cabe rawit dengan jumlah siswa sekitar 12 orang per kelas serta 2 guru untuk tiap kelas. Kegiatan sosialisasi diadakan di TPQ Nurul Huda Dumai. Setelah kegiatan diharapkan anak-anak dapat melihat unsur edukasi pembelajaran nilai islami yang ditanamkan pada media film animasi 2D vector yang diperlihatkan.
Kata kunci: animasi 2D vector, film, motion graphic
Abstract:Abstract: The emergence of some diseases that often attack school-age children, it turns out generally related to Clean and Healthy Life Behavior (PHBS). Other schools function as a place of learning and can also be a threat…
reat of disease transmission if not managed properly. More than that, school age for children is also a vulnerable period of various diseases. Therefore, the planting of PHBS values in schools is an absolute necessity and can be done through an approach with the PMR (Youth Red Cross) which is assisted by the local PMI (Indonesian Red Cross. In the hope that PMR members can carry out the Promotion Efforts to realize Clean and Healthy Life Behavior in the school environment to realize a Healthy School. The specific target of this activity will involve 30 members of the Intermediate PMR in the PMI Area of Magelang City. This activity includes the provision of material related to the technique of washing hands properly and properly and maintaining personal hygiene, the dangers of cigarettes and drugs, HIV AIDS, and the use of healthy latrines. Implementation with simulations for the application of Clean and Healthy Behavior through campaigns and demonstrations.
Keywords: PHBS, PMR, school
Abstrak: Munculnya sebagian penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah, ternyata umumnya berkaitan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sekolah selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Lebih dari itu, usia sekolah bagi anak juga merupakan masa rawan terserang berbagai penyakit. Oleh karena itu, penanaman nilai-nilai PHBS disekolah merupakan kebutuhan mutlak dan dapat dilakukan melalui pendekatan dengan PMR (Palang Merah Remaja) yang merupakan binaan dari PMI (Palang Merah Indonesia) setempat..Target khusus kegiatan ini akan melibatkan 30 anggota PMR Madya di wilayah Binaan PMI Kota Magelang. Kegiatan ini meliputi pemberian materi terkait teknik mencuci tangan dengan baik dan benar serta menjaga kebersihan diri, Bahaya Rokok dan Napza, HIV AIDS, serta Penggunaan Jamban Sehat. Implementasi dengan adanya simulasi untuk penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui bentuk kampanye dan demonstrasi. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan perilaku sasaran dalam memahami serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dan dapat mengaplikasikan dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan sekolah dengan menghindari perilaku-perilaku yang beresiko menimbulkan penyakit.
Kata kunci: PHBS, PMR, sekolah
Abstract:Abstract: This study aims to obtain (1) using role play to improve the students’ conversation for Class XI-5 of SMP Negeri 7 Tanjung Balai; (2) The form of learning activity for communicating in daily conversation by using…
by using the interactive media; (3) system of conversation learning in dialogue by using role play; and (4) the increase of students’ skills to practice English by using the interactive media. such as: video, picture from CD for communicating in the conversation and then students tried to practice english and used the expression in the classroom with the simple topic. Then used to provide speaking practice but can also develop listening. we can use conversation to introduce and practice a function, structure, or vocabulary, and to illustrate degrees of politeness, levels of formality, and values and attitudes of the target culture. We can also work with students to analyze written dialogues for any of these materials. conversations are useful for listening to and practicing pronunciation, intonation, and other phonological. result this training is also expected to provide motivation to learners in terms of active learning, innovative and creative.
Keywords: Interactive media, English conversation, Role playing method
Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk memperoleh (1) penggunaan role playing atau bermain peran untuk meningkatan percakapan siswa XI-5 SMP Negeri 7 Tanjung Balai; (2) bentuk dari kegiatan pembelajaran untuk berkomunikasi dalam percakapan sehari – hari dengan menggunakan media interaktif; (3) sistem pembelajaran percakapan dalam dialog dengan menggunakan bermain peran; dan (4) peningkatan keterampilan siswa untuk berlatih bahasa inggris dengan menggunakan media interaktif seperti video, gambar dari CD untuk berkomunikasi dalam percakapan dan kemudian siswa mencoba untuk berlatih bahasa inggris dan menggunakan ekspresi di kelas dengan topik sederhana. Kemudian digunakan untuk memberikan latihan berbicara tetapi juga dapat mengembangkan dalam sesi mendengarkan. Kita dapat menggunakan percakapan untuk memperkenalkan dan fungsi mempraktikkan, struktur, atau kosa kata, dan untuk menggambarkan tingkat kesopanan , tingkat formalitas, dan nilai – nilai pencapaian sikap dan budaya. Kita juga dapat bekerja dengan siswa untuk menganalisis dialog tertulis untuk semua materi ini. percakapan berguna untuk mendengarkan dan mempraktikkan pengucapan, intonasi, dan phonologi. Hasil pelatihan ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada peserta didik dalam hal pembelajaran aktif, inovatif dan kratif.
Kata kunci: Media interaktif, Percakapan Bahasa Inggris, Metode bermain peran
Abstract:Abstract: Teachers as educators in general must be able to pass on information and knowledge to students with a clear method and with sufficient acceptability, so that the learning process can run well. For an educator the…
he need for mastery of technology is something that must be mastered in order to support the learning process. In this devotion activity was given training learning and making animation-based learning media to teachers in SMK N 1 Air Joman which was held on December 20 and 21, 2017. it is hoped that the learning and teaching activities will become more interesting and interactive.
Keywords: animation,learning media, teachers
Abstrak: Guru sebagai pendidik pada umumnya harus dapat meneruskan informasi dan pengetahuan kepada peserta didik dengan metode yang jelas dan dengan akseptabilitas yang cukup, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Bagi seorang pendidik kebutuhan akan penguasaan teknologi merupakan hal yang harus dikuasai guna mendukung proses pembelajaran. Pada kegiatan pengabdian ini diberikan pembelajaran pelatihan dan pembuatan media pembelajaran berbasis animasi kepada guru-guru di SMK N 1 Air Joman yang dilaksanakan pada tanggal 20 dan 21 desember 2017.Dari hasil evaluasi pembelajaran dinilai bahwa pembelajaran ini memberikan manfaat dalam menambah pengetahuan baru bagi guru dan diharapakan kegiatan belajar dan mengajar menjadi lebih menarik dan interaktif.
Kata Kunci: animasi, media pembelajaran, guru-guru
Abstract:Abstract: The advancement of smart agriculture has become a promising solution to increase food productivity and land use efficiency in urban environments. This research aims to develop an Artificial Intelligence (AI)-based…
sed vertical hydroponic farming system integrated with LED grow light technology and catfish aquaponics. The proposed system combines vertical hydroponics and aquaponics to optimize plant growth and water utilization. Internet of Things technology enables real-time environmental monitoring through an Arduino Uno microcontroller integrated with LDR, soil moisture, pH, and NPK sensors. The obtained sensor data is processed using the Mamdani Fuzzy Logic algorithm, which performs fuzzification, rule inference, aggregation, and defuzzification to generate adaptive control decisions for irrigation, nutrient circulation, and LED grow light intensity. This research uses the Research and Development (R&D) method through prototype development and performance evaluation for 30 days using spinach (Amaranthus spp.) and mustard greens (Brassica juncea) as test plants. Experimental results showed that the developed system successfully maintained stable environmental conditions, with soil moisture ranging between 69–72%, a pH value between 6.4 and 6.6, and optimal nutrient availability. Plant growth increased significantly. The integration of IoT, AI and aquaponics improves cultivation efficiency, enabling environmental control as a smart and sustainable solution for urban agriculture.
Keywords: artificial intelligence; aquaponic; hydroponic; LED grow light; vertical farming
Abstract: Kemajuan pertanian cerdas telah menjadi solusi yang menjanjikan untuk meningkatkan produktivitas pangan dan efisiensi penggunaan lahan di lingkungan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pertanian hidroponik vertikal berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang terintegrasi dengan teknologi lampu tumbuh LED dan aquaponik ikan lele. Sistem yang diusulkan menggabungkan hidroponik vertikal dan aquaponik untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman dan pemanfaatan air. Teknologi Internet of Things memungkinkan pemantauan lingkungan secara real-time melalui mikrokontroler arduino uno yang terintegrasi dengan sensor LDR, kelembaban tanah, pH, dan NPK. Data sensor yang diperoleh diproses menggunakan algoritma Logika Fuzzy Mamdani, yang melakukan fuzzifikasi, inferensi aturan, agregasi, dan defuzzifikasi untuk menghasilkan keputusan kontrol adaptif untuk irigasi, sirkulasi nutrisi, dan intensitas lampu tumbuh LED. Penelitian ini menggunakan metode Pengembangan (R&D) melalui pengembangan prototipe dan evaluasi kinerja selama 30 hari menggunakan bayam (Amaranthus spp.) dan sawi hijau (Brassica juncea) sebagai tanaman uji. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan berhasil mempertahankan kondisi lingkungan yang stabil, dengan kelembaban tanah berkisar antara 69–72%, nilai pH antara 6,4 dan 6,6, dan ketersediaan nutrisi yang optimal. Pertumbuhan tanaman meningkat secara signifikan. Integrasi IoT, AI dan aquaponik meningkatkan efisiensi budidaya, untuk pengendalian lingkungan sebagai solusi cerdas dan berkelanjutan untuk pertanian perkotaan.
Keywords: aquaponik; kecerdasan buatan; hidroponik; lampu tumbuh LED; pertanian vertikal
Abstract:Abstract: The assessment of PKH employees in Batu Bara Regency still requires an objective and measurable evaluation process to support performance decisions. Manual assessment can cause subjectivity and take more time,…
especially when several criteria must be considered. This study aims to apply the Simple Additive Weighting (SAW) method to the PKH employee assessment system in Batu Bara Regency. The criteria used in this assessment are attendance, teamwork, responsibility, communication, and length of service. The SAW method is applied by determining criteria weights, converting employee values, normalizing the decision matrix, and calculating preference values to obtain the final ranking. The results show that alternative A1, Rahmi Rizkya, obtained the highest score of 0.9504 and ranked first, while alternative A5, Toni Syahpradanadaely, obtained the lowest score of 0.4831. Based on these results, the SAW method can help the employee assessment process become more objective, structured, and useful as a reference for evaluating PKH employee performance.
Keywords: decision support system; PKH employee; simple additive weighting
Abstrak: Penilaian pegawai PKH Kabupaten Batu Bara membutuhkan proses evaluasi yang objektif dan terukur untuk mendukung pengambilan keputusan terhadap kinerja pegawai. Penilaian yang masih dilakukan secara manual dapat menimbulkan subjektivitas dan membutuhkan waktu lebih lama, terutama jika penilaian melibatkan beberapa kriteria. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) pada sistem penilaian pegawai PKH Kabupaten Batu Bara. Kriteria yang digunakan dalam penilaian meliputi kehadiran, kerja sama tim, tanggung jawab, komunikasi, dan masa kerja. Metode SAW diterapkan melalui penentuan bobot kriteria, konversi nilai pegawai, normalisasi matriks keputusan, serta perhitungan nilai preferensi untuk memperoleh hasil perankingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif A1 atas nama Rahmi Rizkya memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,9504 dan menempati peringkat pertama, sedangkan alternatif A5 atas nama Toni Syahpradanadaely memperoleh nilai terendah sebesar 0,4831. Berdasarkan hasil tersebut, metode SAW dapat membantu proses penilaian pegawai menjadi lebih objektif, terstruktur, dan dapat dijadikan acuan dalam evaluasi kinerja pegawai PKH.
Kata kunci: pegawai PKH; simple additive weighting; sistem pendukung keputusan
Abstract:Abstract: Existing IoT anomaly detection studies have achieved high classification performance, but most focus on accuracy and F1-score without explicitly controlling the false positive rate (FPR). In addition, many approaches…
oaches rely on a single detection perspective, limiting their operational reliability. To address this gap, this study proposes a hybrid anomaly detection framework integrating Long Short-Term Memory (LSTM), Shannon entropy, and autoencoder reconstruction error. Shannon entropy is incorporated as an additional feature, while LSTM and the autoencoder capture temporal and reconstruction characteristics. The resulting hybrid representation is processed by a constraint-based threshold selection mechanism that enforces FPR . Experiments on the TON-IoT and Edge-IIoTset datasets achieved average F1-scores of 0.9250 and 0.9934, while maintaining average FPR values of 0.0091 and 0.0714, respectively. Analysis of entropy distributions showed consistent differences between normal and anomalous traffic across both datasets, indicating that Shannon entropy provides discriminative information for anomaly detection. These results demonstrate strong detection performance with controlled false alarms, while ablation studies confirm the significant contribution of Shannon entropy to overall model performance.
Keywords: false positive rate; hybrid deep learning; Internet of Things; network anomaly detection; Shannon entropy
Abstrak: Penelitian deteksi anomali Internet of Things (IoT) telah menunjukkan performa klasifikasi yang tinggi, namun sebagian besar masih berfokus pada accuracy dan F1-score tanpa mengendalikan false positive rate (FPR) secara eksplisit. Selain itu, banyak pendekatan hanya memanfaatkan satu perspektif deteksi sehingga reliabilitas operasionalnya masih terbatas. Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, penelitian ini mengusulkan kerangka deteksi anomali hybrid yang mengintegrasikan Long Short-Term Memory (LSTM), Shannon entropy, dan autoencoder reconstruction error. Shannon entropy digunakan sebagai fitur tambahan, sedangkan LSTM dan autoencoder menangkap karakteristik temporal dan deviasi rekonstruksi. Representasi hybrid yang dihasilkan kemudian diproses melalui mekanisme constraint-based threshold selection dengan batas FPR . Hasil pengujian pada dataset TON-IoT dan Edge-IIoTset menghasilkan F1-score rata-rata sebesar 0,9250 dan 0,9934, dengan FPR rata-rata sebesar 0,0091 dan 0,0714. Perbedaan nilai entropy yang konsisten antara trafik normal dan anomali pada kedua dataset menunjukkan bahwa Shannon entropy menyediakan informasi diskriminatif untuk deteksi anomali. Hasil tersebut menunjukkan performa deteksi yang kuat dengan false alarm yang terkendali, sementara studi ablasi mengonfirmasi kontribusi signifikan Shannon entropy terhadap performa model.
Kata kunci: deteksi anomali jaringan; false positive rate; hybrid deep learning; Internet of Things; Shannon entropy
Abstract:Abstract: Student graduation is an urgent matter that is an indicator of the success of a university in producing its learning output. Several factors influence student graduation such as GPA, attendance, late taking credits,…
dits, and lack of student involvement in academic activities. The urgency of this research, universities need a method that is able to predict student graduation early so that it can provide academic intervention to students who have the potential to experience delays or fail to graduate. However, limited access to real academic data is often an obstacle in the development of predictive models, Therefore, this study aims to implement the XGBoost algorithm to predict student graduation based on several academic variables, namely the Cumulative Grade Point Average (GPA), the number of credits taken, the percentage of attendance, and the average grade of students. Model training using the XGBoost algorithm using a simulation dataset of 500 students who are labeled as graduating into two classes, namely passed and failed. The results of the study showed that the classification performance was very good with an accuracy value of 99.6%, Precision 99.7%, recall 99.4%.
Keywords: xgboost algorithm; data mining; student graduation
Abstrak: Kelulusan mahasiswa merupakan hal urgensi yang menjadi indikator keberhasilan sebuah perguruan tinggi dalam menghasilkan output pembelajarannya. Beberapa Faktor yang mempengaruhi kelulusan mahasiswa seperti IPK, kehadiran, keterlambatan pengambilan SKS, serta kurangnya keterlibatan mahasiswa dalam aktifitas akademik. Yang menjadi urgensi penelitian ini, Perguruan tinggi memerlukan suatu metode yang mampu memprediksi kelulusan mahasiswa secara dini sehingga dapat memberikan intervensi akademik kepada mahasiswa yang berpotensi mengalami keterlambatan atau tidak lulus. Namun, keterbatasan akses terhadap data akademik riil sering menjadi kendala dalam pengembangan model prediksi, Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengimplementasikan algoritma XGBoost untuk memprediksi kelulusan mahasiswa berdasarkan beberapa variabel akademik, yaitu Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), jumlah SKS yang ditempuh, persentase kehadiran, dan nilai rata-rata mahasiswa. Pelatihan model menggunakan algoritma XGBoost dengan menggunakan dataset simulasi 500 mahasiswa yang diberi label kelulusan menjadi dua kelas yaitu lulus dan tidak lulus. Hasil penelitian menunjukan bahwa performance klasifikasi yang sangat baik dengan nilai accurasi sebesar 99,6%, Precision 99,7%, recall 99,4%.
Kata kunci: algoritma xgbosst; kelulusan mahasiswa; penambangan data