Abstract:Abstract: Tanggulangin Subdistrict in Sidoarjo Regency, East Java, is a well-known area as the center of the biggest bag and convection industry in East Java. One of them is Sartika Ratu, which has 10 employees and dozens…
s of partners with the Tanggulangin SMEs. Sartika Ratu has a long experience in supplying traveling equipment for Umrah and Hajj travel agencies. Due to the COVID-19 pandemic, this business has shifted its production to cloth masks to ensure its business continuity. However, the cloth mask business is now very competitive. Meanwhile, the Tanggulangin SMEs develop mask design in a sporadic way without a strong design concept. This community service program using counseling method to assist the Tanggulangin SMEs in order to produce mask designs that have fashion value so that they have differentiation that increases the selling value. The team provides various alternative mask designs for the Tanggulangin SMEs in the form of a design bank book. Next, selected designs were produced and tested for users. After user testing, the team identifies some critical points that determine the quality of fashion masks. The results of this evaluation become a guide for SMEs to produce better masks and have a high selling value.
Keywords: cloth mask; fashion; quality control
Abstrak: Kecamatan Tanggulangin di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan daerah yang terkenal sebagai sentra industri pengrajin tas dan konveksi terbesar di Jawa Timur. Salah satu di antaranya adalah Sartika Ratu, yang selama ini menjadi pemasok perlengkapan perjalanan umroh dan haji. Sehubungan dengan adanya pandemi COVID-19, UKM yang memiliki 10 karyawan dan belasan mitra di Tanggulangin ini mengalihkan produksinya pada masker kain agar kelangsungan bisnis tetap terjamin. Namun persaingan produk masker saat ini sangat kompetitif, sementara itu pengembangan produk masker yang dilakukan oleh UKM ini bersifat masih bersifat sporadis dan belum berkonsep. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendampingan UKM Tanggulangin agar dapat menghasilkan desain masker yang bernilai fashion sehingga memiliki diferensiasi yang meningkatkan nilai jual. Tim pengabdi memberikan berbagai alternatif desain masker kepada UKM dalam bentuk buku bank desain, yang dilanjutkan dengan pengujian terhadap beberapa desain terpilih. Setelah dilakukan pengujian produksi, diperoleh hasil evaluasi berupa identifikasi titik kritis yang menjadi penentu kualitas masker fashion. Hasil evaluasi ini menjadi pegangan bagi UKM untuk memproduksi masker yang lebih baik dan bernilai jual tinggi.
Kata kunci: fashion; kontrol kualitas; masker kain
Abstract:Abstract: Community service-themed events Applying Eco Print is Making Eco-Friendly Batik in the midst of the Dharma Wanita Persada (DWP) monthly routine activity of the PUPR Office of Asahan Regency. The monthly routine…
meetings that have been held by DWP members so far have been limited to routine activities. There has never been the empowerment of members through skill improvement to producing products that have economic value. This prompted the head of the DWP of the PUPR Service to decide to make activities that have more economic value in order to improve the welfare of DWP members. This activity lasts for one day using the community education method through lectures, discussions questions, and answers as well as the practice of making eco prints. Attended by as many as 25 participants Dharma Wanita and the STMIK Royal Lecturer Team. The purpose of this activity is to provide new knowledge and insights to participants on how to use simple materials that are environmentally friendly around us which can be used as creative endeavors during the pandemic. The implementation of the activity is divided into two sessions; The first is an exposure session about the meaning and benefits of eco print, the materials and tools used, and the techniques/methods for making eco prints. The second session is practice. Of the two methods of making eco prints, the steam/steam method was chosen to be practiced directly by the women of the DWP of the PUPR Office of Asahan Regency. This activity went well and got a good response from the participants, this can be seen from the activeness of the participants during the activity. The result is an increase in participants' knowledge and skills.
Keywords: eco print; pounding; steaming
Abstrak: Ditengah kegiatan rutin bulanan Darmawanita Persada (DWP) Dinas PUPR kabupaten Asahan yang telah dilakukan anggota DWP selama ini hanya terbatas pada kegiatan yang bersifat rutinitas biasa dan pengajian. Belum pernah dilakukan pemberdayaan anggota melalui peningkatan ketrampilan untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. Hal ini yang mendorong ketua DWP Dinas PUPR memutuskan untuk membuat kegiatan yang lebih bernilai ekonomis guna meningkatkan kesejahteraan anggota DWP. Metode dalam kegiatan ini yaitu pendidikan masyarakat melalui kegiatan ceramah, diskusi dan tanya jawab serta praktek pembuatan eco print. peserta dalam kegiatan ini adalahan ibu-ibu darmawanita yang dihadiri sebanyak 25 orang dan Tim dosen STMIK Royal. Tujuan dari kegiatan ini memberikan pengetahuan dan wawasan baru kepada peserta bagaimana memanfaatkan bahan-bahan yang sederhana ramah lingkungan disekitar kita yang bisa dijadikan sebagai usaha kreatif dimasa pandemi. Pelaksanaan kegaiatan terbagi dalam dua sesi; pertama sesi paparan tentang pengertian, dan manfaat dari eco print, bahan dan alat yang digunakan serta tehnik/metode pembuatan eco print. Sesi kedua adalah praktek pembuatan eco print. Kegiatan ini berjalan baik dan mendapatkan respon yang baik dari peserta, hal ini dilihat dari keaktifan peserta selama berlangsungnya kegiatan. Hasilnya adalah peningkatan pengetahuan dan keahlian peserta.
Kata kunci: eco print; pounding; steaming
Abstract:Abstract: During the current pandemic, small businesses are the things that affect the economy the most and are the center of attention from the local government, coconut shell processing businesses, and Palembang cake-making…
making businesses, the government through banks and social services provides assistance to support small business letter requirements and business prospects. which is judged by profits and losses, especially during the pandemic, that we from the Indo Global Mandiri University are training small entrepreneurs and small businesses to be able to see business prospects and calculate business profit and loss to apply for business assistance to children who have been appointed by the government or other social services, Prospects business is assessed from sales turnover, costs, and profit and loss obtained by a business in terms of supporting and supporting the progress of small businesses Uigm community service Training in calculating operating profits, transactions, and existing business expenses so that business development and the amount of assistance and loans can be proposed n by business actors, this activity went smoothly and business actors were enthusiastic in participating in the training in the hope that they could apply for assistance or credit for business development
Keywords: business profit and loss; kenten village; umkm
Abstract: Pada masa pandemi saat ini usaha kecil menjadi hal yang paling mempengaruhi perekonomian dan menjadi pusat perhatian dari pemerintah sekitar, usaha kecil dikeluarahan kenten meliputi usaha makanan, usaha pengolahan batok kelapa, dan usaha pembuatan kue kue palembang, pemerintah melalui perbankan dan dinas sosial memberikan bantuan demi menopang usaha kecil dan menegah dengan persyaratan surat keterangan usaha dan prospek usaha yang dinilai dari laba dan rugi usaha terutama dimasa pandemi untuk itu kami dari universitas indo global mandiri mengadakan pelatihan untuk pengusaha kecil di sekirar keluarahan kenten untuk dapat melihat prosepek usaha dan menghitung laba rugi usaha untuk mengajukan bantuan usaha padaank yang telah ditunjuk oleh pemerintah maupun dinas sosial lainya, Prospek usaha dinilai dari Omset penjualan, biaya, dan laba rugi yang diperoleh suatu usaha dalam hal menunjang serta menopang kemajuan usaha kecil tim pengabdian masyakat Uigm memberikan Pelatihan dalm hal menghitung laba usaha, transaksi dan beban usaha yang ada sehingga prospek perkembangan usaha dan jumlah bantuan maupun pinjaman dapat diajukan oleh para pelaku usaha, Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan para pelaku usaha antusias dalam mengikuti pelatihan denga harapan dapat mengajukan bantuan maupun pinjaman untuk perkembangan usahanya .
Keywords: kelurahan kenten; laba rugi usaha; umkm
Abstract:Abstract: Eggplant is one of the most widely cultivated food commodities in Indonesia. One of them was carried out by "Dawuhan Jaya", the eggplant farmer group in Dawuhan Village, Tenggarang District, Bondowoso Regency,…
in which the majority of its members cultivated purple eggplant varieties. All the time, eggplant peel is usually thrown away when the vegetable is consumed. It only becomes unutilized waste. However, it is known that purple eggplant peel has many health benefits, including antibacterial and antioxidant. Therefore, in this service activity, product diversification of eggplant peel was carried out to process it into dish soap, a product that is widely used in households. The method used in the implementation of the activity was the participatory rural appraisal. The service activity aimed to empower the community, especially eggplant farmer group partners. The stages of activities carried out included counseling and training to increase the partner’s knowledge and skills regarding processing purple eggplant peel into high-value products. The next stage was mentoring carried out to determine and ensure the partner’s ability in production and marketing activities independently. This program was expected to be able to utilize purple eggplant by-products and increase people's income.
Keywords: dish soap; product diversification; purple eggplant peel
Abstrak: Terong merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Salah satunya dilakukan oleh kelompok petani terong “Dawuhan Jaya†di desa Dawuhan, kecamatan Tenggarang, kabupaten Bondowoso yang mayoritas anggotanya membudidayakan varietas terong ungu. Selama ini biasanya kulit terong selalu dibuang bila akan dikonsumsi, sehingga hanya menjadi sampah yang tak termanfaatkan. Namun, diketahui bahwa kulit terong ungu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya sebagai antibakteri dan antioksidan. Oleh karena itu, dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan upaya diversifikasi produk kulit terong menjadi produk yang banyak digunakan dalam rumah tangga, seperti sabun cuci piring. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah participatory rural appraisal. Tahapan kegiatan yang dilakukan mencakup penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra mengenai pengolahan kulit terong ungu menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Tahapan selanjutnya adalah pendampingan yang dilaksanakan untuk mengetahui dan memastikan kemampuan mitra dalam kegiatan produksi dan pemasaran secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya mitra kelompok petani terong. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memanfaatkan produk sampingan terong ungu sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kata kunci: diversifikasi produk; kulit terong ungu; sabun cuci piring
Abstract:Abstract: Reforestation is reforestation of forests that have been barren or barren with the aim of improving the quality of the environment. This reforestation was carried out in the Mud Volcano area, Gunung Anyar village,…
ge, Surabaya. This study aims to describe community participation in the implementation of the Green Open Space Reforestation (RTH) program in Gunung Anyar, Gunung Anyar Village, Surabaya City and the obstacles faced. This study uses a descriptive method with a qualitative approach where data collection is done by observation, in-depth interviews with informants, and documentation studies. The results of this study indicate that there is a community called Griyo Maos. Griyo Maos is a community that is active in social activities such as establishing a free reading park and contributing to the maintenance of Green Open Space in the Gunung Mud Volcano area in Gunung Anyar, Surabaya. The Griyo Maos community has made a major contribution to caring for and protecting the environment in the Gunung Anyar mud volcano area. In this study, there were 3 stages that were passed, namely the preparation, implementation, and evaluation stages. Based on these 3 stages, the participation of the community represented by Griyo Maos is considered to have contributed optimally to the implementation of the Green Open Space Reforestation program, while the surrounding community is still less contributing to these activities.
Keywords: Green Open Space; Reforestation; Mud Volcano
Abstrak: Reboisasi yaitu penghijauan kembali hutan yang sudah gundul atau tandus yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Reboisasi ini dilaksanakan pada wilayah Mud Volcano kelurahan Gunung Anyar Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program Reboisasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Gunung Anyar, Kelurahan Gunung Anyar, Kota Surabaya dan kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dengan informan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat sebuah komunitas yang bernama Griyo Maos. Griyo Maos merupakan suatu komunitas yang aktif dalam kegiatan sosial seperti mendirikan taman baca secara gratis dan berkontribusi dalam pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau di kawasan Gunung Mud Volcano yang berada di Gunung Anyar, Surabaya. Komunitas Griyo Maos ini memiliki kontribusi besar untuk merawat dan menjaga lingkungan di kawasan mud volcano Gunung Anyar tersebut. Dalam penelitian ini terdapat 3 tahapan yang dilalui yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan juga evaluasi. Berdasarkan 3 tahapan tersebut maka partisipasi masyarakat yang di representasikan oleh Griyo Maos dinilai telah berkontribusi secara optimal dalam pelaksanaan program Reboisasi Ruang Terbuka Hijau, sementara itu masyarakat sekitar masih kurang berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
Kata kunci: Gunung Lumpur; Reboisasi; Ruang Terbuka Hijau
Abstract:Abstract: Public speaking is an important skill for every person and organization to have. In doing public speaking, it takes careful practice to get used to convey a topic in front of many people. However, in reality, many…
any people and youth have low public speaking skills, which makes it difficult for them to express their opinions in front of many people, so a public speaking training for youth groups is held so that participants who take part in the training understand the importance of having public speaking skills and how to improve these skills. . In addition, this public speaking training is needed in youth organizations so that in internal and external communication there is no miscommunication and expressing opinions. The method used in this activity is a participatory act review. This activity received a positive response from the participants, as seen from the enthusiasm of the participants and active in asking, discussing, and answering questions posed by the presenters. In addition, based on the Pre-Test and Post-Test questionnaires that have been given to 22 training participants, the results are very good. Where based on the post-test filled by 22 people, there are 17 people who get good results with a vulnerable value of 76-100, only 5 people with a value (56-75) this shows much improvement from the results of the previous pre-test, which only 5 people get good grades
Keywords: public speaking; training; youth organization.
Abstrak: Public speaking merupakan skill yang penting untuk dimiliki oleh setiap orang maupun organisasi. Dalam melakukan public speaking dibutuhkan latihan yang matang agar terbiasa dalam menyampaikan suatu topik di depan banyak orang. Namun kenyataannya, banyak masyarakat maupun pemuda yang memiliki kemampuan public speaking rendah, yang menyebabkan mereka sulit menyampaikan pendapat di depan banyak orang, maka diadakanlah pelatihan public speaking bagi karang taruna ini agar peserta yang mengikuti pelatihan memahami pentingnya mempunyai keterampilan public speaking dan bagaimana meningkatkan keterampilan tersebut. Selain itu, pelatihan public speaking ini diperlukan dalam organisasi karang taruna agar dalam komunikasi internal maupun eksternal tidak terjadinya miscommunication dan menyampaikan pendapat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kaji tindak partisipati. Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari peserta, yang dilihat dari antusiasme para peserta dan aktif dalam bertanya, berdiskusi, dan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pemateri. Selain itu, berdasarkan angket pengisian Pre-Test dan Post Test yang sudah diberikan kepada 22 peserta pelatihan menunjukan hasil yang sangat baik. Dimana berdasarkan post-test yang diisi oleh 22 orang terdapat 17 orang yang mendapatkan hasil baik dengan rentan nilai 76-100, cukup 5 orang dengan nilai (56-75) hal ini jauh menunjukan peningkatan dari hasil pre-test sebelumnya, yang hanya 5 orang mendapat nilai baik
Kata kunci: karang taruna; pelatihan; public speaking.
Abstract:Abstract: Tosari District, Pasuruan Regency is one of the access areas to the tourist area of Mount Bromo. One of the local products in this area is potatoes. However, potatoes are only sold as raw products and have not…
been widely used as a processed food product. The aim of this community service is to improve skills related to the diversification of processed potato products and knowledge of types of food packaging. This community service method includes counseling regarding the packaging of souvenir products, demonstrations on making potato ronde, potato brownies and potato galantine as well as several participants who practice directly making these products. This activity took place at the Tosari village hall, Tosari District, Pasuruan Regency. The community service participants totaled 30 pokdarwis members from all over Pasuruan Regency. Participants were enthusiastic and active during the community service activities. The participants asked many questions to the speakers and were active in direct practice of making potato-based products. Pokdarwis members in Pasuruan Regency have skills in making various kinds of potato-based processed products such as potato brownies, potato galantine and potato ronde and they have knowledge about food packaging that can increase the economic value and the shelf life of product.
Keywords: brownies; galantine; packaging; potatoes
Abstrak: Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo. Hasil bumi di daerah ini yaitu kentang. Namun kentang hanya sebatas dijual sebagai produk mentah dan belum banyak dimanfaatkan sebagai olahan produk jadi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan ketrampilan terkait diversifikasi produk olahan kentang dan pengetahuan jenis pengemas makanan. Metode pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan terkait pengemasan produk oleh-oleh, demonstrasi tentang pembuatan ronde kentang, brownies kentang dan galantin kentang serta beberapa pe-serta praktik langsung membuat produk tersebut. Kegiatan ini berlangsung di balai desa Tosari, kecamatan Tosari, kabupaten Pasuruan. Peserta pengabdian masyarakat ini berjumlah 30 orang anggota pokdarwis se-kabupaten Pasuruan. Peserta antusias dan aktif selama kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung. Peserta banyak mengajukan pertanyaan kepada nara-sumber dan aktif dalam praktik langsung pembuatan produk berbasis kentang. Anggota pokdarwis se-Kabupaten Pasuruan telah memiliki ketrampilan dalam membuat berbagai macam produk olahan berbasis kentang seperti brownies kentang, galantine kentang dan ronde kentang serta anggota pokdarwis tersebut telah memiliki pengetahuan tentang pengemas makanan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi produk dan mendukung umur simpan produk.
Kata kunci: brownies; galantine; kentang; ronde; pengemasan
Abstract:Abstract: The wide area of the community's cassava garden in Pattalasang village, Pattalasang district, Gowa regency resulted in an abundance of community cassava yields, but on the other hand these results are not managed…
ed properly, the community only sells to traditional markets and collectors while demand for cassava is very limited, as a result, a lot of cassava is damaged (rot). This condition is the reason for adding the economic value of the people's crops. Efforts are made for this purpose, namely by increasing the use of cassava through the manufacture of chips to minimize cassava that is not absorbed by the market and collectors so as to increase the economic income of the community. This method of community service begins with observations and interviews then continues with socialization to explain to farmers that cassava can be processed into a high economic value product, demonstrations by involving the community (farmers) so that they can make crispy and savory cassava chips. The results of this community service in collaboration with SMEs as partners with this activity have an impact on the emergence of new knowledge and skills and their application in utilizing and developing cassava products by adding value and usefulness.
Keywords: cassava chips; pattallassang village; tubers
Abstrak: Luasnya area kebun singkong masyarakat Desa Pattalasang Kecamatan Pattalasang Kabupaten Gowa mengakibatkan melimpahnya hasil panen singkong masyarakat, namun pada sisi lain hasil tersebut tidak dikelola dengan baik, masyarakat hanya menjual ke pasar tradisional dan pengumpul sementara permintaan terhadap singkong sangat terbatas, akibatnya banyak singkong yang rusak (membusuk). Kondisi ini menjadi alasan dilakukannya penambahan nilai ekonomis dari hasil panenan masyarakat. Upaya yang dilakukan untuk maksud tersebut, yaitu dengan cara menambah daya guna singkong melalui pembuatan keripik untuk meminimalisir singkong yang tidak terserap oleh pasar dan pengumpul sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Metode yang dilakukan pada pengabdian masyarakat ini diawali dengan observasi dan wawancara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi untuk menjelaskan kepada petani bahwa singkong dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis tinggi, demonstrasi dengan melibatkan masyarakat agar mereka dapat membuat keripik singkong yang renyah dan gurih. Hasil pengabdian masyarakat ini berkolaborasi dengan UKM sebagai mitra yang dengan kegiatan ini berdampak pada munculnya pengetahuan dan ketarampilan baru serta mengaplikasikannya dalam memanfaatkan dan mengembangkan produk singkong dengan menambah nilai dan kegunaannya.
Kata kunci: keripik singkong; pattallassang; umbi
Abstract:Abstract: Pandemic Covid-19 has had a direct impact on the world of education. The limitation of the crowd in community activities in public places causes the world of education to maximize the use of information and communication…
munication technology as a medium for distance learning or online. This encourages educators/ teachers to formulate alternatives for distance learning media by adapting them according to the conditions of available facilities and infrastructure, and mastering the use of a number of digital platforms that can be used as alternative learning media. This digital-based learning innovation training activity aims to introduce and assist the use of several digital learning media in one of the schools, namely SMK Lingua Prima Indralaya. Assessment of the success of the training held was carried out through a pretest and post-test. Assistance is carried out so that teachers understand and gain insight in formulating innovative learning methods in the implementation of the distance or online teaching and learning process. In this training, introduction and assistance were carried out related to the use of audio podcasts, maximizing the function of social media and also designing materials with attractive and innovative PowerPoint templates.
Keywords: digital based learning; effective learning; pandemic period
Abstrak: Pandemi Covid-19 telah berdampak secara langsung terhadap dunia pendidikan. Dibatasinya kerumunan dalam aktivitas masyarakat ditempat umum menyebabkan dunia pendidikan harus memaksimalkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai media pembelajaran jarak jauh atau daring. Hal ini mendorong tenaga pendidik / guru harus merumuskan alternatif-alternatif media pembelajaran jarak jauh dengan cara mengadaptasinya sesuai dengan kondisi sarana dan prasarana yang tersedia, serta menguasai penggunaan sejumlah platform digital yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran alternatif. Kegiatan pelatihan inovasi belajar berbasis digital ini bertujuan untuk melakukan pengenalan dan pendampingan penggunaan beberapa media pembelajaran digital di salah satu sekolah, yakni SMK Lingua Prima Indralaya. Penilaian terhadap keberhasilan pelatihan yang diselenggarakan ini dilakukan melalui pretest dan post-test. Pendampingan dilakukan agar para guru memahami dan menambah wawasan dalam merumuskan metode pembelajaran yang inovatif dalam pelaksanaan proses belajar mengajar jarak jauh atau daring. Pada pelatihan ini dilakukan pengenalan dan pendampingan terkait penggunaan podcast audio, memaksimalkan fungsi media sosial dan juga merancang materi dengan template powerpoint yang menarik dan inovatif.
Kata Kunci: masa pandemi; pembelajaran berbasis digital; pembelajaran efektif
Abstract:Abstract: Spelling Bee is a word spelling game which assessed the accuracy of words and the pronunciation of the letters in English. MTSN 7 Bungus, Padang was chosen as PKM partners due to the students’ low English language…
h language skills and interest. Therefore, through the Spelling Bee competition, the team tried to improve the students’ skills and interest in learning English language, especially their ability to write and spell words correctly. In this competition, there were 280 students previously trained before join the competition. This competition is divided into three rounds, namely the preliminary round, the semi-final round and the final round. In addition, the English teachers also helped to coordinate the competition. During the activity, students were also given lessons on writing and spelling correctly. As a result, students’ enthusiasm in participating in competition can be one of the factors that triggers the enthusiasm and interests in learning so that they get more satisfying learning outcomes. During the competition, students were guided by the English teachers and given clear instructions. After participating in Spelling Bee competition, the students were not only given rewards but also some improvement in their English writing and spelling skills.
Key Words: Spelling Bee, writing, spelling.
Abstrak : Spelling Bee merupakan permainan mengeja kata dengan menilai keakuratan kata dan ketepatan pengucapan huruf yang disebutkan dalam Bahasa Inggris. MTSN 7 Bungus, Padang dipilih sebagai mitra PKM karena kemampuan dan minat Bahasa Inggris siswanya yang sangat rendah. Oleh karena itu, lewat kompetisi Spelling Bee, Tim PKM berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan minat siswa terhadap Bahasa Inggris terutama pada kemampuan menulis dan mengeja kata. Dalam Kegiatan Spelling Bee ini, sebanyak 280 siswa dilatih sebelum mengikuti kompetisi Spelling Bee yang terbagi atas tiga babak, yaitu preliminary Round, Semi Final Round dan yang terakhir Final round. Selain itu, guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut turut membantu demi kelancaran kegiatan kompetisi ini. Siswa diberikan pelajaran tentang menulis dan mengeja bahasa Inggris dengan benar. Antusias siswa dalam mengikuti kompetisi dapat merupakan salah satu faktor yang memicu semangat dan daya tarik siswa dalam belajar sehingga memperoleh hasil belajar yang jauh lebih memuaskan. Selama kompetisi, siswa dipandu oleh guru bahasa Inggrisnya dan diberikan instruksi yang jelas. Setelah mengikuti kompetisi Spelling Bee ini, siswa siswi MTSN 7 Bungus tidak hanya diberikan reward namun juga dapat meningkatkan kemampuan menulis dan mengeja Bahasa Inggrisnya.
Kata Kunci: spelling bee; writing; spelling.