Abstract:Konsep manajemen pengorganisasian dalam pendidikan Islam memiliki signifikansi fundamental dalam mengembangkan sistem pendidikan yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep manajemen pengorganisasian…
ngorganisasian pendidikan Islam melalui analisis komprehensif hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research (penelitian kepustakaan) dan content analysis. Sumber data primer adalah kitab-kitab hadis standar seperti Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abu Dawud, dan kitab hadis mu'tabar lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, klasifikasi, dan analisis hadis-hadis yang berkaitan dengan manajemen pengorganisasian pendidikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis Nabi Muhammad SAW mengandung prinsip-prinsip manajemen pengorganisasian yang komprehensif, meliputi aspek kepemimpinan, pembagian tugas, koordinasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa konsep manajemen dalam hadis menekankan profesionalisme, transparansi, musyawarah, dan pengembangan potensi individual dalam kerangka organisasi pendidikan Islam.Kontribusi penelitian ini memberikan perspektif baru dalam memahami konsep manajemen pendidikan Islam berdasarkan sumber normatif hadis, sekaligus menawarkan model pengorganisasian yang berbasis pada nilai-nilai profetik. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan manajemen pendidikan Islam dan memberikan landasan konseptual bagi praktisi pendidikan dalam mengembangkan sistem manajemen yang efektif dan berkarakter.
Abstract:This study examines strategies for integrating spiritual values and character education based on local wisdom in East Nusa Tenggara (NTT), Indonesia. NTT has a unique socio-cultural characteristic in which Christian and…
Catholic values have been deeply inculturated into indigenous traditions and customary practices. This qualitative research aims to formulate a model of character education that remains firmly rooted in local cultural foundations (indigenous knowledge) rather than being detached from them. The findings indicate that local concepts such as Moat Gede (Sikka), Suu/Woe (Ngada/Ende), and Loke Nggerang (Manggarai) can function as effective instruments for cultivating noble moral character. The study concludes that the formation of youth character in NTT will achieve optimal outcomes when educational institutions are able to carry out a meaningful “reconciliation” between religious dogma, the formal curriculum, and customary ethical values.
Abstract:Penelitian ini menyoroti krisis integritas kepemimpinan yang melanda Indonesia dan gereja, yang kerap dipengaruhi oleh adopsi model kepemimpinan sekuler yang pragmatis serta mengabaikan spiritualitas Alkitabiah. Walaupun…
keteladanan Yesus menjadi acuan utama, kajian teologis khusus tentang integritas spiritual kepemimpinan-Nya dalam Injil Matius masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis integritas spiritual Yesus dalam Injil Matius serta menggali implikasinya bagi kepemimpinan Kristen di Indonesia, khususnya bagi guru Pendidikan Agama Kristen dan pemimpin gereja. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi literatur serta eksegesis historis-gramatikal dan teologis terhadap Injil Matius. Hasil penelitian mendefinisikan integritas secara holistik sebagai kesatuan identitas diri, keaslian hidup, keberanian moral, kedekatan dengan Allah, dan kompetensi praktis. Integritas ini berakar pada relasi dengan Allah dan menuntut keselarasan antara perkataan, tindakan, serta kehendak-Nya. Kepemimpinan Kristen dipahami bukan sekadar kapasitas manusiawi atau posisi, melainkan panggilan ilahi yang menuntut visi rohani, integritas, dan pelayanan kasih. Empat kualifikasi integritas kepemimpinan Yesus yang ditemukan adalah: (1) Kepemimpinan melalui kehidupan doa yang tekun sebagai dasar ketergantungan total pada Allah dan ketaatan kepada kehendak-Nya; (2) Kepemimpinan sesuai tuntunan Roh Kudus sebagai sumber wibawa dan kuasa yang bersumber dari pengurapan ilahi; (3) kepemimpinan berdasarkan kebenaran firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi, sumber kebenaran, inspirasi, hikmat, dan pendoman kehidpan; dan (4) kepemimpinan berkarakter ilahi yang nyata melalui kasih agape, kerendahan hati, belas kasihan, kejujuran, ketulusan, serta penolakan terhadap kemunafikan. Kesimpulannya, integritas kerohanian merupakan pilar fundamental yang menyatukan kedalaman spiritualitas dengan kredibilitas praktis, sekaligus memberikan kerangka teologis yang kokoh untuk membangun kepemimpinan Kristen yang otentik dan transformatif di tengah krisis integritas.
Abstract:Interaksi kelas adalah kerangka kerja metodologis holistik yang mengintegrasikan pembelajaran bahasa secara verbal dan non-verbal dalam proses belajar mengajar. Dalam konteks penggunaan bahasa di bidang pendidikan saat ini,…
ni, khususnya di ruang kelas, para guru perlu memahami bagaimana guru dapat menggunakan metode pengajaran yang seimbang di ruang kelas, hal ini juga berkaitan dengan pola penggunaan bahasa, dan interaksi terdepan dalam pembuatan makna. Analisis wacana kelas memfasilitasi pengguna bahasa untuk menciptakan iklim yang positif dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menyelidiki model pola dan interaksi multimodal dalam wacana kelas dengan membandingkan dua strategi yang digunakan oleh guru pemula dan guru yang sudah berpengalaman. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja wacana kelas yang diusulkan oleh Walsh (2011) dan interaksi multimodal (SF-MDA) oleh Norris (2004, 2019) di dua kelas dengan dua guru yang berbeda. Hasilnya, analisis interaksi multimodal menyatakan bahwa guru pemula dan guru berpengalaman memiliki dimensi interaksi yang berbeda dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar bahasa terutama bahasa inggris sebagai bahasa asing berdasarkan kesalahan dalam pemerolehan bahasa. Selain itu, guru juga meningkatkan fokus siswa pada pola pembelajaran yang benar dengan meningkatkan proses interaksi didalam kelas. Dengan demikian, guru pemula dan guru yang sudah berpengalaman sama-sama menggunakan pola wacana kelas berdasarkan teori Analisis Wacana Kelas. Wacana menjadi pendekatan metodologis yang merupakan analisis berlapis-lapis di balik komunikasi verbal atau lisan untuk mengidentifikasi sumber daya interaksi yang digunakan. Implikasi dari penelitian ini yaitu Analisis Wacana Kelas dengan Model IRF meningkatkan kepercayaan diri, kefasihan siswa, dan kemampuan siswa dalam belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing.
Abstract:Penelitian ini membahas seni budaya Melayu Riau dengan fokus pada kerajinan tangan dan pantang larang. Kerajinan tangan, seperti tenun, ukiran kayu, dan anyaman, berfungsi sebagai simbol identitas dan kebanggaan masyarakat,…
at, serta mencerminkan kearifan lokal. Sementara itu, pantang larang berperan sebagai pedoman moral yang menjaga keharmonisan sosial. Penelitian ini juga mengidentifikasi upaya pelestarian budaya melalui pendidikan dan festival, serta tantangan yang dihadapi, seperti globalisasi dan kurangnya minat generasi muda. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan seni budaya Melayu Riau di era modern.
Abstract:Skizofrenia adalah gangguan mental dengan ciri-ciri perilaku dan percakapan yang tidak biasa, pikiran yang tak teratur, keyakinan yang keliru, dan pengalaman halusinasi. Salah satu masalah utama bagi individu dengan skizofrenia…
ofrenia adalah risiko perilaku kekerasan. Risiko perilaku kekerasan adalah perilaku yang menunjukkan kemungkinan untuk mengancam keselamatan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan, baik secara fisik, emosional, seksual, maupun verbal. Salah satu strategi yang diajarkan adalah terapi spiritual dzikir, di mana individu mendekatkan diri pada keyakinan yang diyakini. Penelitian terkait terapi spiritual dzikir menunjukkan bahwa penggunaannya dapat mengurangi gejala dan tanda risiko perilaku kekerasan, sambil meningkatkan kemampuan kognitif pasien. Penelitian ini bertujuen untuk mendapatkan gambaran nyata tentang skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan yang berfokus pada tindakan dzikir di ruang flamboyan Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Klaten. Menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan. Setelah dilakukan tindakan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan menurun setelah dilakukan dzikir berupa Astaghfirullah 33 kali, Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali yang dilakukan pada waktu pagi hari (08.00) dan siang hari (12.30) selama 3 hari dalam waktu 30 menit. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu asuhan keperawatan pada Tn. S skizofrenia risiko perilaku kekerasan selama tiga hari dengan fokus tindakan dzikir terdapat penurunan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan.
Kata kunci: Skizofrenia, Risiko perilaku kekerasan, Dzikir
Abstract:Adat istiadat budaya Melayu Riau merupakan bagian integral dari identitas budaya masyarakat di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai aspek adat istiadat budaya Melayu Riau, termasuk pakaian adat,…
dat, tarian tradisional, seni ukir, dan anyaman. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakaian adat Melayu Riau, seperti baju kurung dan baju melayu, memiliki makna simbolis yang mendalam dan mencerminkan identitas budaya serta status sosial. Tarian tradisional, seperti tari zapin dan tari lancang, berperan penting dalam menjaga nilai-nilai moral dan etika dalam masyarakat. Seni ukir dan anyaman mencerminkan kreativitas dan keterampilan masyarakat Melayu Riau, serta memiliki nilai estetika dan budaya yang tinggi. Sistem kekerabatan dan pola sosial masyarakat Melayu Riau didasarkan pada nilai-nilai kebersamaan, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adat istiadat budaya Melayu Riau memainkan peran yang signifikan dalam mempertahankan dan memperkuat identitas budaya masyarakat, serta pemeliharaan dan pelestarian budaya ini sangat penting untuk memastikan keberlangsungannya di masa depan.
Abstract:Salah satu aspek hak yang penting dilindungi oleh pemerintah adalah hak anak untuk mendapatkan perlindungan dari berbagai ancaman tindakan diskriminatif, ancaman kekerasan mental, fisik dan seksual dan berbagai bentuk ancaman…
caman lainya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tanjungpinang dalam pendampingan korban pelecehan seksual pada anak, dalam penelitian ini menggunakan teori Soerjono Soekanto (2002) dengan teori peran yaitu dilihat dari peran normatif, peran ideal dan peran faktual. Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dimana dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi.
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tanjungpinang berperan dalam pendampingan korban pelecehan seksual pada anak dimana saat ini UPT PPA melakukan pendampingan rohani, psikologis, mendampingi proses hukum hingga visum. Berdasarkan hasil temuan ada beberapa SOP dalam pelaksanaanya belum sesuai seperti waktu dan prosedur pendampingan yang harus menyesuaikan keadaan di lapangan dan akhirnya diberikan tidak tepat sesuai SOP kemudian belum terpenuhinya beberapa fasilitas, salah satunya adalah jalur disabilitas dan Pusat Pembelajaran Keluarga. Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) diharapkan yang menjadi garda terdepan dalam pendampingan masalah kesehatan mental bagi anak dan orang tua.
Abstract:Pembuktian suatu tindak pidana salah satunya dapat melalui bukti alat elektronik. Suatu peraturan yang mengatur alat bukti yang digunakan masih berlaku dalam hal pembuktian kejahatan apapun yang membutuhkan bukti secara…
digital. Pada perkembangannya alat bukti elektronik diatur dalam Pasal 5 ayat (1) UU ITE bahwa Informasi Eletkronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah. Namun, terkait perluasan jenis alat bukti elektronik tidak dijelaskan secara rinci termasuk alat bukti hasil penyadapan masih samar, sebab penyadapan sendiri lebih dianggap sebagai tindakan kriminal yang merugikan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dikumpulkan dari berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan tema penelitian. Penelitian ini memiliki pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan posisi alat bukti elektronik dalam kerangka hukum pidana di Indonesia. Penelitian ini meneliti aspek keabsahan dan kekuatan pembuktian menggunakan alat bukti elektronik yang sah menurut hukum. Data dikumpulkan dari berbagai literatur yang relevan dengan penelitian ini.
Abstract:Penerapan Sistem Informasi Manajemen Pertanian (FMIS) dalam konteks pertanian padi di Jepang. Penelitian ini meneliti dampak penggunaan FMIS pada tingkat individu dan organisasi, serta bagaimana informasi yang diperolehkan…
hkan dan diproses melalui FMIS memengaruhi perilaku informasi anggota petani. Beberapa topik yang dibahas meliputi perubahan dalam cara memperoleh informasi sebelum dan setelah adopsi FMIS, profil peserta dalam studi kasus, pengelolaan air dan pertumbuhan tanaman, serta efek FMIS terhadap efisiensi tugas dan pembelajaran individu. Dengan demikian, jurnal ini memberikan wawasan tentang bagaimana FMIS dapat memengaruhi praktik pertanian dan perilaku informasi dalam konteks pertanian padi di Jepang. metodologi penelitian yang digunakan untuk menginvestigasi penggunaan Sistem Informasi Manajemen Pertanian (FMIS) dalam konteks pertanian padi di Jepang Dengan demikian, metodologi penelitian yang digunakan dalam jurnal tersebut memberikan kerangka kerja yang kuat untuk menginvestigasi penggunaan FMIS dalam pertanian padi di Jepang, serta dampaknya pada individu dan organisasi dalam praktik pertanian. Permasalahan lain yang dibahas adalah dampak individu dan organisasi dari perilaku informasi menggunakan FMIS. Meskipun penggunaan informasi yang didukung FMIS dapat meningkatkan efisiensi tugas, dukungan pemrosesan informasi, dan pembelajaran, namun ketidakcocokan data dan format informasi dapat memberikan karyawan tugas tambahan dalam mengelola informasi mengenai penggunaan Sistem Informasi Manajemen Pertanian (FMIS) dalam operasi pertanian, dapat disimpulkan bahwa integrasi informasi, kualitas sistem, dan manajemen informasi yang efektif memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi tugas, koordinasi, dan pengambilan keputusan dalam konteks pertanian. Temuan tersebut memberikan wawasan bernilai tentang bagaimana perbedaan penggunaan informasi antara manajer dan karyawan, kualitas sistem dan informasi FMIS, serta dampak individu dan organisasi dari penggunaan informasi dapat memengaruhi kinerja dan efektivitas operasi pertanian.