Abstract:Research is the systematic and planned process of collecting, processing, and analyzing data in accordance with scientific principles to seek truth, solve problems, or discover new knowledge. Conducting research often serves…
rves as a final project for undergraduate students to complete their studies; for Educational Technology undergraduates, in particular, development research is highly recommended. Development research—or Research and Development (R&D)—is a scientific method used to create new products or improve existing ones, as well as to test their effectiveness. These products may take the form of media, models, modules, or tools. Specifically for Educational Technology undergraduates, this type of research involves a scientific approach to designing, producing, and testing the feasibility of instructional products—such as interactive media, learning models, or digital modules—to address learning challenges. The primary objective of R&D for Educational Technology undergraduates is to produce instructional products that are valid, practical, and effective in solving learning problems and enhancing the quality of the learning process and performance. The benefits of such research include improved skills in creating instructional products, the ability to solve real-world learning problems, and the development of a professional portfolio.
Abstract:Wakaf merupakan salah satu instrumen penting dalam filantropi Islam yang berperan besar dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat. Wakaf tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga berkembang…
ang sebagai sistem pendanaan publik yang menopang keberlangsungan berbagai lembaga pendidikan serta pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran wakaf sebagai instrumen pengembangan pendidikan pada masa peradaban Islam, khususnya pada era Kekhalifahan Abbasiyah dan Andalusia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu melalui pengumpulan dan analisis berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang berkaitan dengan wakaf, sejarah pendidikan Islam, serta perkembangan peradaban Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wakaf memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan pendidikan dengan menyediakan sumber pendanaan yang berkelanjutan bagi lembaga pendidikan, perpustakaan, pusat penelitian, serta kesejahteraan para pendidik dan peserta didik. Pada masa Dinasti Abbasiyah, wakaf berperan penting dalam mendukung berkembangnya pusat-pusat intelektual seperti Baghdad melalui pendanaan pendirian lembaga pendidikan dan penelitian. Sementara itu, di Andalusia, wakaf berperan dalam memperkuat sistem pendidikan yang memadukan ilmu-ilmu keagamaan dengan ilmu-ilmu rasional, sehingga melahirkan banyak cendekiawan yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia. nalisis menunjukkan bahwa keberhasilan sistem wakaf di kedua peradaban tersebut dipengaruhi oleh pengelolaan aset yang produktif, tata kelola yang baik, serta tingginya kesadaran masyarakat terhadap konsep sedekah jariyah. Dengan demikian, wakaf dapat dipandang sebagai instrumen pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada manfaat spiritual, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan peradaban.
Abstract:Maraknya kasus pelanggaran etika bisnis seperti korupsi, manipulasi laporan keuangan, dan penyalahgunaan jabatan saat ini mengancam keberlangsungan usaha jangka panjang dan merusak kepercayaan publik. Penerapan Good Corporate…
orate Governance (GCG) umumnya diadopsi oleh perusahaan sebagai sistem untuk menciptakan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab. Namun, implementasi GCG di lapangan sering kali menghadapi kendala seperti lemahnya komitmen manajemen dan benturan kepentingan, sehingga diperlukan analisis komprehensif mengenai strategi internalisasi etika yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip GCG—yakni transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, dan kewajaran—dalam meminimalisir praktik menyimpang serta merumuskan solusi atas kendala penerapannya. Studi ini menggunakan metode literatur kualitatif dengan pendekatan deskriptif (library research). Hasil analisis menyimpulkan bahwa penguatan instrumen GCG yang diimbangi dengan keteladanan pimpinan dan budaya kerja etis terbukti secara signifikan mampu menekan angka kecurangan, menjaga keandalan operasional, serta mengamankan reputasi perusahaan dalam jangka panjang.
Abstract:Perkembangan pembelajaran bahasa Arab pada era kontemporer menuntut sistem pengukuran kemampuan berbahasa yang tidak hanya berorientasi pada aspek linguistik, tetapi juga pada kompetensi komunikatif, performatif, dan pemanfaatan…
anfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara teoretis konsep, prinsip, dimensi, serta pendekatan pengukuran maharah lughawiyah dalam pembelajaran bahasa Arab kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi buku, artikel jurnal, dokumen kurikulum, serta hasil penelitian terdahulu. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi, membandingkan, dan mensintesis berbagai konsep pengukuran keterampilan berbahasa Arab. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengukuran dalam pembelajaran bahasa Arab mengalami pergeseran dari paradigma konvensional yang berfokus pada penguasaan unsur kebahasaan menuju paradigma multidimensional yang mengintegrasikan kompetensi linguistik, komunikatif, kognitif, dan performatif. Pengukuran maharah istima’, kalam, qira’ah, dan kitabah menuntut penggunaan asesmen autentik yang mampu merepresentasikan kemampuan peserta didik dalam konteks komunikasi nyata. Selain itu, perkembangan teknologi digital memberikan peluang sekaligus tantangan dalam menjamin validitas, reliabilitas, dan autentisitas proses pengukuran. Kajian ini menegaskan bahwa pengembangan sistem evaluasi bahasa Arab perlu mengombinasikan prinsip-prinsip psikometrik, asesmen autentik, dan teknologi pendidikan secara terpadu. Dengan demikian, pengukuran maharah lughawiyah dapat menghasilkan informasi yang lebih komprehensif, akurat, dan relevan terhadap tuntutan pembelajaran abad ke-21.
Abstract:Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Perang Ahzab berdasarkan kitab Fikih Sirah karya Zaid Az-Zaid serta menjelaskan relevansinya terhadap pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) di…
era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa kitab Fikih Sirah, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur akhlak Islam, Sirah Nabawiyah, dan penelitian pendidikan Islam yang relevan. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis) dengan tahapan pengodean, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan makna pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zaid Az-Zaid mengonstruksi enam belas nilai pendidikan akhlak dari peristiwa Perang Ahzab, yaitu tawakal, syaja’ah, optimisme, musyawarah, tawadhu’, penghargaan terhadap pendapat, kontribusi sosial, keterbukaan berpikir, keteladanan, integritas, ta‘awun, tabayyun, menjaga lisan, husnuzan kepada Allah, ketenangan batin, dan keteladanan sahabiyah. Nilai-nilai tersebut selanjutnya dikelompokkan ke dalam empat tipologi utama, yaitu akhlak spiritual, akhlak sosial, akhlak intelektual, serta akhlak kepemimpinan dan keteladanan. Penelitian ini juga menemukan bahwa nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat bagi pembelajaran PAI kontemporer, terutama dalam penguatan karakter, resiliensi spiritual, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi sosial, serta pengembangan kepemimpinan peserta didik. Dengan demikian, Perang Ahzab dapat diposisikan sebagai sumber pendidikan akhlak yang kontekstual dan relevan bagi pengembangan pendidikan Islam masa kini.
Abstract:Kemampuan membaca Al-Qur'an dengan benar sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf merupakan kompetensi mendasar yang wajib dimiliki oleh setiap muslim, namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik…
idik yang mengalami kesulitan dalam pelafalan huruf hijaiyah, penerapan hukum tajwid, serta kelancaran membaca Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran program tahsin Al-Qur'an dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an secara benar, mengidentifikasi metode-metode tahsin yang efektif, serta mengungkap faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi kepustakaan (library research) yang didukung oleh data dari berbagai hasil penelitian terdahulu. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen, jurnal ilmiah, dan laporan penelitian yang relevan dengan tema tahsin Al-Qur'an pada kurun lima tahun terakhir, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program tahsin Al-Qur'an yang dilaksanakan secara terstruktur, konsisten, dan menggunakan metode yang tepat seperti talaqqi, tikrar, dan pendekatan berbasis makharijul huruf, terbukti efektif meningkatkan kefasihan, ketepatan bacaan, dan kepercayaan diri peserta didik dalam membaca Al-Qur'an. Faktor pendukung utama meliputi kompetensi pengajar, intensitas latihan, dan motivasi peserta didik, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan waktu, latar belakang kemampuan peserta didik yang heterogen, dan minimnya tenaga pengajar yang berkompeten. Penelitian ini merekomendasikan agar lembaga pendidikan formal maupun nonformal mengintegrasikan program tahsin secara berkelanjutan dengan evaluasi berkala guna menjamin mutu bacaan Al-Qur'an generasi muslim.
Abstract:The purpose of this study is to examine the development of education in Indonesia from the colonial era through the reform period, analyzed within the framework of legal foundations. The method employed in this article is…
s library research, which serves to elaborate on the discussion of Indonesian education during the colonial period and the post-independence era up to the reform era, viewed from a legal perspective. The findings indicate that education in the colonial period was politically driven, primarily serving Dutch interests in exploiting Indonesia’s natural resources and economy. In contrast, during the post-independence period through the reform era, education was implemented in a structured manner and underwent several refinements, beginning with the 1947 curriculum and continuing through 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2013, and culminating in the Merdeka Curriculum. In the post-independence era, education was oriented toward shaping individuals based on the principles of Pancasila and the 1945 Constitution.
Abstract:Traditional performing arts along the northern coast of Java often place female performers at the complex intersection of spiritual sacredness, patriarchal control, and modern economic commodification. This study aims to…
analyze the social realities, gender power dynamics, and cultural transformations represented in Ahmad Tohari's novel Ronggeng Dukuh Paruk (RDP) in direct comparison with the empirical practices of Donbret and Sintren arts in Eretan, Indramayu. Utilizing a sociology of literature framework combined with feminist culture and political economy theories, this research investigates the persistence of animistic beliefs, mechanisms of patriarchal hegemony, and the erosion of sacredness due to commercialization. Data were collected through textual hermeneutics, in-depth ethnographic field observations, interviews with local cultural custodians, and socio-structural analytical methods. The findings reveal that while both the literary text and the living traditions share an ancestral lineage in animistic rituals where the female body functions as a sacred medium for ancestral spirits (indang), contemporary socio-economic pressures have significantly altered these structures. The sacred status of female performers is systematically degraded into an object of eroticism, saweran transactions, and male control. This paper emphasizes the vulnerability of traditional female-centered performing arts amidst societal transformation and commercialization.
Abstract:Digitalization has become a key strategy for enhancing the competitiveness of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) amidst advances in information technology and changes in consumer behavior. The use of various digital…
gital platforms, such as social media, marketplaces, digital payment applications, and technology-based financial recording systems, is expected to improve operational efficiency and expand marketing reach. However, the level of digital technology utilization by 3 Kg LPG distribution outlets remains varied, necessitating a more in-depth study of the impact of digitalization on business performance. This study aims to analyze the impact of digitalization on MSME performance based on interviews with owners and managers of 3 Kg LPG distribution outlets under PT Pinang Baris Langit Biru. The study employed a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation of 3 Kg LPG distribution outlets that have implemented digitalization in their business activities. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results indicate that the implementation of digitalization has a positive impact on MSME performance, particularly at 3 Kg LPG distribution outlets, including increasing sales, expanding market share, accelerating transaction processes, improving promotional effectiveness, and simplifying business administration and financial management. However, several obstacles remain, such as low digital literacy, limited human resources, and limited access to technology. Therefore, support in the form of training, mentoring, and government policies is needed to improve digital capabilities at 3 Kg LPG distribution outlets so that digital transformation can proceed optimally.
Abstract:This study aims to analyze and formulate appropriate marketing strategies for PT Serena Indopangan using a SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats) analysis approach. The research employs a descriptive qualitative…
itative method, with data collected through observations, interviews, and documentation. The results indicate that the company’s strengths lie in its product quality and extensive distribution network, while its weaknesses include limited digital marketing activities and lack of product innovation. On the external side, growing market demand and changes in consumer lifestyles present significant opportunities, whereas intense competition and fluctuating raw material prices pose major threats. Based on the SWOT analysis, the most suitable strategy for PT Serena Indopangan is the SO (Strengths-Opportunities) strategy, which focus on leveraging internal strengths to capitalize on external opportunities. The study recommends enhancing digital marketing efforts and strengthening brand positioning to improve the company’s competitiveness.