Search Articles & Publications

Showing 350 articles found for "Spirit"

DIALOG ANTARA SPIRITUALITAS HENDRIKUS LEVEN DAN SPIRITUALITAS KEHIDUPAN: PERSPEKTIF TEOLOGIS

Fravita Harati Leton, Apolonaris BataTeron, Nelci Halla
Abstract: Artikel ini menganalisis dialog antara spiritualitas Hendrikus Leven dan spiritualitas kehidupan dalam konteks teologi Katolik. Hendrikus Leven, seorang imam Katolik Belanda (192-2000), dikenal karena pendekatannya yang… mengintegrasi iman dengan kenyataan sehari-hari. Spiritualitas kehidupan, di sisi lain, merujuk pada praktik spiritual yang menekankan pengalaman hidup manusia sebagai sarana pertemuan dengan Tuhan. Melalui perspektif teologis Katolik, artikel ini mengeksplorasi kesamaan, perbedaan, dan sinergi keduanya, dengan dukungan dari ajaran Gereja seperti Katekismus Gereja Katolik dan ensiklik kepausan. Temuan menunjukan bahwa dialog ini memperkuat integrasi antara kontemplasi pribadi dan aksi duniawi, mendorong spiritualitas yang holistik dan relevan dengan tantangan modern.

MENCIPTAKAN KEHIDUPAN SEIMBANG DENGAN SPIRITUALITAS LEVEN

Niswah Eka, Maria Yuni Ayu Welo, Elisabeth Putri Sogen, Agnes Widyatriz Barek Badin
Abstract: :  Keseimbangan hidup merupakan kondisi ideal yang diupayakan banyak individu di tengah dinamika modern yang penuh tekanan, tuntutan sosial, serta perubahan nilai yang cepat. Artikel ini mengkaji konsep Spiritualitas Leven… ven sebagai pendekatan komprehensif dalam menciptakan kehidupan yang seimbang secara fisik, emosional, mental, sosial, dan spiritual. Spiritualitas Leven dipahami sebagai kesadaran mendalam akan makna hidup, hubungan harmonis dengan diri sendiri, sesama, alam, serta dimensi transenden yang diyakini sebagai sumber nilai dan kedamaian batin. Melalui pembahasan teoritis dan refleksi praktis, artikel ini menyoroti bagaimana integrasi spiritualitas dalam rutinitas harian dapat meningkatkan kualitas kesadaran diri, ketenangan batin, kecerdasan emosional, serta kemampuan adaptasi terhadap tantangan hidup. Berbagai prinsip kunci seperti penerimaan diri, rasa syukur, mindfulness, kepedulian, dan pencarian makna dibahas sebagai fondasi untuk membangun keseimbangan hidup yang berkelanjutan. Selain itu, artikel ini menelusuri peran komunitas, budaya, dan lingkungan dalam mendukung pertumbuhan spiritual seseorang. Dengan menggabungkan perspektif psikologi positif, etika, dan nilai-nilai spiritual. Spiritualitas Leven menawarkan jalan bagi individu untuk menemukan harmoni antara pencapaian material dan kedamaian batin. Pada akhirnya, artikel ini menegaskan bahwa penguatan spiritualitas bukan hanya kebutuhan personal, tetapi juga kontribusi kolektif dalam membangun masyarakat yang lebih humanis, berempati, dan berkesadaran tinggi. Dengan demikian, penerapan Spiritualitas Leven Diharapkan dapat menjadi strategi transformatif untuk menciptakan kehidupan yang lebih bermakna, seimbang, dan penuh keberkahan.

PERJALANAN SPIRITUALITAS HENRICUS LEVEN DAN SPIRITUAL KEHIDUPAN MANUSIA

Donatus Daga, Adrianus Tolan Kayan, Nelci Halla
Abstract: Artikel ini mengangkat dan mengkaji secara mendalam perjalanan spiritualitas Henricus Leven, seorang tokoh yang dikenal memiliki kedalaman refleksi batin, ketekunan dalam pencarian makna hidup, serta kemampuan untuk memadukan… dukan pengalaman spiritual dengan tantangan realitas modern.Spiritualitas dalam pandangan Henricus Leven tidak hanya berkaitan dengan ritual keagamaan atau praktik ibadah, tetapi juga mencakup seluruh aspek kehidupan manusia: hubungan dengan Tuhan, sesama, alam, serta kehidupan batin yang paling personal. Leven melihat spiritualitas sebagai sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan proses pengenalan diri, pergulatan, keheningan, kesadaran, dan transformasi. Ia memandang bahwa setiap manusia memiliki panggilan untuk menemukan Tuhan dalam pengalaman sehari-hari, baik melalui keberhasilan maupun kegagalan, melalui kebahagiaan maupun penderitaan. Pemahaman ini membuat spiritualitas menjadi sesuatu yang dekat, membumi, dan dapat dialami oleh siapa pun.Dalam artikel ini, dilakukan kajian mendalam mengenai bagaimana perjalanan spiritualitas dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Spiritualitas tidak hanya memperkaya kehidupan religius seseorang tetapi juga membentuk karakter, etika, pola pikir, dan cara manusia memaknai hidup. Spiritualitas berperan sebagai fondasi moral dan emosional yang menguatkan manusia ketika menghadapi kesulitan, tekanan hidup, kekecewaan, serta perubahan zaman. Selain itu, artikel ini juga mengangkat pandangan para ahli tentang definisi spiritualitas yang semakin berkembang seiring perubahan paradigma ilmu pengetahuan modern. Para ahli melihat spiritualitas sebagai pencarian makna, hubungan pribadi dengan yang transenden, dimensi terdalam manusia, serta kesadaran akan tujuan hidup.

DIMENSI SPIRITUALITAS MENURUT HENRICUS LEVEN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM KEHIDUPAN MODEREN

Fransiskus Bloko Maran, Karolus Keu Narek, Laurensius Igo Molan
Abstract: Spiritualitas merupakan Dimensi Terdalam Dari kehidupan Manusia yang member makna,arah,Dan nilai Eksistensinnya dalam konteks Duinia modern yang serba cepat dan meateristik,Manusia sering kehilangan batin dan arah hidup.Hendricus… Hendricus Leven Seorang teolog dan pemikir sepiritualitas,menekankan bhawa sepiritualitas adalh cara hidup yang menyentuseluruh dimensi manusia,bukan hannya aspek keagamaan atau moral.(Leven,1998,p.27).Artikel ini menguraikan dimensi spiritualitas menurut Hedicus Leven,dan Di implementasikan dalam kehidupan Moderen.kajian ini juga menggunakan pendekatan deskriptif-analisis Berdasarkan kariya karya leven dan para pemikir Spiritualitas.Hasil analisis ini menunjukan bhawa Spiritualitas leven dapat menjadi sumber serta nilai orentasi manusia dalam kehidupan modern.           

ENERGI KEHIDUPAN PRAKTIK SPIRITUAL HENRIKUS LEVEN DALAM RUTINITAS SEHARI-HARI

Nelci Halla, Gamaliel Jiran .T. Koten, Elisabeth Prada Wato, Petronela Irene Letor
Abstract: Artikel ini membahas makna energi kehidupan dalam praktik spiritual Henriks Leven dan bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan dalam rutinitas sehari-hari. Energi kehidupan dipahami sebagai kekuatan batin yang membantu… seseorang mencapai ketenangan, kesadaran, dan keseimbangan dalam menjalani aktivitas harian. Henriks Leven menekankan bahwa spiritualitas tidak harus diwujudkan melalui ritual formal, tetapi dapat hidup melalui tindakan sederhana seperti bernafas sadar, bekerja dengan fokus, menjaga hubungan yang harmonis, dan merawat diri secara penuh kesadaran. Dengan mengintegrasikan praktik-praktik ini ke dalam kegiatan sehari-hari, seseorang dapat membangun kualitas hidup yang lebih bermakna, damai, dan selaras dengan lingkungan sekitarnya. Artikel ini menguraikan bagaimana pemahaman spiritualitas menurut Leven dapat membantu individu memperkuat ketenangan batin serta membentuk rutinitas yang sehat, positif, dan penuh kesadaran.

LEADERSHIP TRANSFORMATIONAL AND SERVANT LEADERSHIP: A THEORETICAL STUDY ON QUALITY MANAGEMENT IN ISLAMIC EDUCATION INSTITUTIONS

Salamah, Wichda Ainis, Sukarman
Abstract: This research aims to conduct a theoretical comparative analysis between Transformational Leadership and Servant Leadership models in the context of quality improvement in Islamic educational institutions. As a library research,… esearch, this article synthesizes various contemporary management literatures and Islamic leadership treasures to find the most effective leadership model for educational institution development. The results show that transformational leadership is crucial in accelerating vision, innovation, and organizational culture change oriented towards quality (itqan). On the other hand, servant leadership provides a foundation for strengthening teamwork through a service-oriented approach (khidmah) and empathy, which is aligned with prophetic values. The conclusion of this study emphasizes that the synergy between transformational vision and a service-oriented spirit is the key to building a sustainable quality culture in Islamic educational institutions, where leaders are able to encourage organizational achievement while maintaining internal team harmony through the spirit of ukhuwah and ta’awun.

THE LIVING TRADITION: MENELUSURI WARISAN INTELEKTUAL ISLAM DALAM KURIKULUM PESANTREN AL-ITQON, JAWA TENGAH

Muhammad Asrori, Maizza Hilda, Aatinaa Rohmah, Salma Salsabiila Ash-Shawwamah, M. Rikza Chammami
Abstract: Sebagai lembaga Pendidikan Islam tradisional pesantren terus berupaya menjaga kekayaan intelektual Islam sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan pendidkan masa kini, analisis ini mendalami kurikulum pesantren Al-Itqon Bugen… gen Jawa Tengah, dengan pendalaman metode untuk memertahankan tradisi intelektual Islam mekanisme pewarisan dan aspek yang memengaruhi proses integrasinya dengan sistem Pendidikan. Hasil penelitian menampilkan bahwa struktur kurikulum yang terdiri dari 40% kajian kitab kuning dan 60% kurikulum nasional , proses pewarisnya dibuat melalui bandongan sorogan dan halaqah yang digabungkan dengan metode terbaru dan diskusi tematik seperti proyek kolaboratif kepemimpinan kyai yang progresif keterlibatan masyarakat dan kapisitas manajemen pesantren ialah sejumlah faktor tradisi mendorong integrasi. Keterbatasan tenaga Pendidik dalam berbagai aspek ketentuan akreditasi adalah rintangan utamanya berdasarkan penelitian ini. Pondok Al-Itqon berhasil mendirikan tradisi yang hidup dengan memakai model integrasi yang adaptif antara warisan intelektual Islam dan Pendidikan modern. Konsep tradisi berguna sebagai landasan untuk menjaga dan memperluas warisan intelektual Islam, peran penting pendidkan pesantren dalam ilmu klasik yang berdiri mepertahankan pola pembelajaran yang tersusun dan budaya religius yang kuat. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengenali betapa tradisi hidup, Pendidikan pesantren kyai, dan karakter guru dalam mempertahankan pewaris ilmu-ilmu Islam. Untuk menghidupkan Kembali ilmu tradisional di dunia modern menyatukan Pendidikan spiritual dan karakteristik dan spiritual formal, literatur klasik di awasi dengan menyeluruh. Hasil penelitian memberitahukan bahwa pesantren Al-Itqon berhasil mempertahankan kedudukan tradisional dan prinsip Islam klasik sementara tetap relevan dengan perkembangan Pendidikan modern dan melestarikan warisan keilmuan islam secara berkelanjutan.

KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN SPIRITUAL ANAK

Jalal, Novita Maulidya
Abstract: This study aims to analyze parental involvement in children's spiritual education as a key factor in their holistic development. Employing a library research method, the researcher explores various literatures on the concepts… cepts and practices of parental spiritual education. The findings indicate that active parental involvement, through the application of moral values, behavioral modeling, and open communication, significantly contributes to children's emotional, social, and academic development. The research reveals that children receiving adequate spiritual education are likely to possess better psychological resilience and more mature interpersonal skills. Although challenges such as economic pressures and time constraints hinder spiritual education at home, support from educational institutions and collaboration with the community can enhance its efficacy. The implications of this research highlight the importance of strengthening parental roles in spiritual education to shape children's character and moral identity, as well as to prepare them for future challenges. These findings provide valuable insights for the development of educational policies that emphasize parental involvement in supporting children's spiritual education. Keywords: parental involvement, spiritual education, children.

RESILIENSI AKADEMIK SISWA PONDOK PESANTREN

Jalal, Novita Maulidya
Abstract: This study aims to examine the academic resilience of Islamic boarding school students through a library research approach by reviewing national and international literature related to personal, social, spiritual, and pedagogical… dagogical factors that shape students’ academic endurance. Findings indicate that academic resilience among santri develops through the interaction of self-efficacy, intrinsic motivation, self-regulation skills, and social support from peers, teachers, and dormitory caregivers. The disciplined, communal, and religious environment of pesantren strengthens adaptive coping mechanisms, particularly in managing academic pressure, demanding study schedules, and religious obligations. International literature highlights that interpersonal support and religious culture enhance students’ psychological resilience and academic engagement. Moreover, spiritual routines such as prayer and scriptural study function as emotional regulation tools that promote mental stability. The review also reveals that pesantren’s intensive instructional methods foster long-term academic perseverance, although they may increase stress when not accompanied by adequate social support. Overall, this study underscores that academic resilience among santri is a product of the holistic ecology of Islamic boarding school education. Therefore, strengthening resilience requires integrated strategies that simultaneously develop psychological, social, and spiritual capacities.   Keywords : Academic Resilience, Islamic Boarding School,Students

NEGOTIATING REPRODUCTIVE AGENCY: SOCIAL REGULATION AND EMBODIED KNOWLEDGE IN BUGIS-MAKASSAR WOMEN’S RESPONSES TO PREGNANCY RISK

Cindy Israeni Ansar
Abstract: This study explores how Bugis-Makassar women construct and navigate plural reproductive knowledge in response to abortus imminens (threatened miscarriage), drawing on Talcott Parsons’ AGIL framework to analyze the sociocultural… ocultural functions of care practices. Based on ethnographic fieldwork in Makassar, Indonesia, including interviews and participant observation with ten pregnant women, the study reveals that reproductive behavior is shaped by adaptive strategies (A), collective goals (G), moral integration (I), and intergenerational transmission of norms (L). Rather than following a singular medical logic, women mobilize syncretic forms of care that blend biomedical treatment, spiritual rituals, and ancestral taboos. These plural responses reflect not only epistemic hybridity but also reproductive governance enacted through kinship, religious authority, and clinical institutions. Women's agency is expressed not through open resistance, but through strategic moral navigation and embodied alignment with normative expectations—a form of what Mahmood terms the ethics of self-formation. The findings challenge biomedical-centric approaches to maternal health and highlight the need for culturally responsive interventions that respect local logics of risk, protection, and care. This study contributes to sociological debates on medical pluralism, moral regulation, and the reproduction of gendered knowledge in the Global South.