Search Articles & Publications

Showing 350 articles found for "Spirit"

PERAN TAUHID DALAM MENGURANGI PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA

Sholikha, Maulida Mar’atus, Al-Arif, Muhammad Asrori, Chamami, M. Rikza
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam peran Tauhid dalam mengurangi perilaku konsumtif mahasiswa. Di era modern, mahasiswa sering terpengaruh tren media sosial, tekanan teman sebaya, dan dorongan menjaga gengsi,… si, sehingga banyak yang membeli barang bukan karena kebutuhan, melainkan tuntutan gaya hidup. Perilaku seperti ini jelas bertentangan dengan nilai Tauhid yang menekankan kesederhanaan, pengendalian diri, dan orientasi hidup kepada Allah. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman nyata mahasiswa dalam menghadapi dorongan konsumtif, pemaknaan mereka terhadap Tauhid, serta strategi spiritual yang dipakai untuk menahan perilaku berlebihan. Wawancara dilakukan dengan tiga mahasiswa. Dari pengalaman mereka terlihat bahwa Tauhid bukan hanya konsep teologis, tetapi juga pedoman praktis yang membentuk kesadaran, mendorong sikap moderat, dan menumbuhkan gaya hidup sederhana yang berorientasi pada ibadah. Penelitian ini menunjukkan bahwa Tauhid dapat menjadi landasan spiritual bagi mahasiswa dalam menghadapi budaya konsumtif yang semakin kuat di kalangan generasi muda. Dengan mengintegrasikan nilai Tauhid dalam kehidupan sehari-hari, mahasiswa diharapkan mampu membangun ketahanan terhadap tekanan materialistik sekaligus menumbuhkan sikap rendah hati, tanggung jawab, dan pengabdian kepada Allah.

INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DAN SAINS DALAM PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA

Rifki, Ahmad Rifki Pratama, Hafiz, Vijra Islamul, Syafriwal, Rizki, Novita, Liana, M, Amril
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Islam dan sains dalam pembelajaran guna meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kemampuan siswa… iswa dalam memahami konsep secara mendalam serta adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sains dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) yang melibatkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman konseptual, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan sains memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan pemahaman konseptual siswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Integrasi ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar, sikap religius, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna karena siswa dapat mengaitkan konsep sains dengan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan integratif dapat menjadi alternatif solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai spiritual siswa. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran yang holistik dan integratif di lingkungan pendidikan.

PERAN GURU AL QUR'AN DALAM MENINGKATKAN KWALITAS KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR'AN SANTRI DI RUMAH QUR'AN DAARUSSUNNAH TAMBUN BEKASI

Khotami, Ahmad, Samsudin, Samsudin, Choeroni, Choeroni
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Al-Qur’an dalam meningkatkan kemampuan membaca santri di Rumah Qur’an Daarussunnah Tambun Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi… studi kasus. Subjek penelitian meliputi penanggung jawab lembaga, guru Al-Qur’an, dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai pembimbing, motivator, fasilitator, dan evaluator. Penerapan metode talaqqi dan tikrar terbukti efektif dalam membantu santri memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid, makhraj, dan sifat huruf, serta didukung oleh koreksi langsung. Faktor pendukung meliputi lingkungan religius yang kondusif, intensitas latihan, dan praktik spiritual seperti mujahadah yang memperkuat motivasi belajar. Adapun kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan media pembelajaran makhraj dan perbedaan kemampuan santri. Dampak pembelajaran terlihat pada peningkatan kelancaran membaca, ketepatan tajwid, serta pemahaman hukum bacaan, bahkan sebagian santri mencapai hafalan yang signifikan. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran membaca Al-Qur’an sangat dipengaruhi oleh kualitas guru, efektivitas metode pembelajaran, serta dukungan lingkungan belajar yang kondusif dan religius.

KEARIFAN LOKAL DAN PRAKTIK PEMBACAAN SURAH YASIN MALAM JUM’AT DI KALANGAN ETNIK MADURA SUNGAI BAKAU BESAR DARAT

Abdullah, Saifuddin Herlambang, Luqman Abdul Jabbar
Abstract:                                    Penelitian ini mengkaji kearifan lokal dan praktik pembacaan Surah Yasin malam Jumat di kalangan etnik Madura Sungai Bakau Besar Darat dalam perspektif Living Qur’an. Tujuan penelitian… Living Qur’an. Tujuan penelitian adalah menganalisis makna sosial-religius tradisi Yasinan, relasinya dengan nilai kearifan lokal, serta proses transformasi teks Al-Qur’an menjadi tradisi hidup dalam masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi agama melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan masyarakat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yasinan berfungsi sebagai media penguatan iman, sarana integrasi sosial, peneguh identitas keislaman etnik Madura, dan ruang negosiasi antara teks suci dan budaya lokal. Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, spiritualitas, penghormatan kepada leluhur dan orang tua, serta pendidikan keagamaan antar generasi. Dalam perspektif Living Qur’an, Surah Yasin tampil sebagai teks hidup yang tidak hanya dibaca, tetapi dihidupi melalui ritual, simbol, dan relasi sosial, sehingga menjadi sumber harapan, doa, dan keselamatan kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa kearifan lokal tidak bertentangan dengan Al-Qur’an, melainkan menjadi medium kontekstualisasi nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sosial masyarakat. Implikasi penelitian ini bersifat teoretis dalam penguatan kajian Living Qur’an dan praktis bagi pengembangan pendidikan, dakwah kultural, serta pelestarian tradisi Islam lokal.

MANUSIA DAN KEHIDUPAN DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Siti Nasim Jf, Aulia ‘Aisyah, Rita Sriayu
Abstract: Manusia dalam perspektif Islam dipandang sebagai makhluk ciptaan Allah SWT yang memiliki keistimewaan berupa akal, hati, dan potensi spiritual yang membedakannya dari makhluk lain. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep… nsep manusia dan kehidupan dalam perspektif Pendidikan Agama Islam serta relevansi peran pendidikan agama dalam membentuk manusia yang beriman dan berakhlak di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa jurnal dan literatur akademik yang relevan dengan tema kajian. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Islam memandang manusia sebagai makhluk spiritual, sosial, dan intelektual yang harus dikembangkan secara seimbang melalui Pendidikan Agama Islam. Pendidikan Agama Islam berperan strategis dalam membimbing manusia memahami tujuan hidup sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi, serta menginternalisasikan nilai iman, akhlak, dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan nyata. Temuan ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki relevansi yang kuat sebagai fondasi pembentukan manusia seutuhnya (insan kamil) yang mampu menghadapi tantangan kehidupan modern tanpa kehilangan identitas moral dan spiritualnya.

HAKIKAT IBADAH DALAM ISLAM: ANTARA RITUAL DAN SPIRITUAL

Azka Rafi Pasha, Ziska Tsaniawika Farrasi, Muhammad Daffa Rindra Putra, Andriyani, Ayunda Larasati Sekarputri, Wahdi Sayuti
Abstract: Ibadah dalam islam memiliki makna yang sangat luas dan mendalam, tidak hanya terbatas pada pelaksanaan ritual formal seperti shalat, zakat dan haji, tetapi yang mencakup dimensi spiritual yang menghubungkan manusia secara… a langsung dengan Allah SWT. Ibadah yang sejati bukan sekadar gerakan fisik atau bacaan lisan, melainkan bentuk penghambaan total yang menuntut keikhlasan, kekhusyukan, dan kesadaran batin. Penelitian ini bertujuan untuk menggali hakikat ibadah secara menyeluruh melalui Metode pendekatan kajian pustaka terhadap berbagai sumber ilmiah dan tafsir keagamaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi pustaka dalam pengumpulan dan analisis data. Pendeketan desain studi ini dipilih untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang hakikat ibadah dalam Islam yang mencakup ritual dan spiritualitas. Sumber data dalam penelitian ini bersumber dari literatur primer seperti Al-Qur’an dan hadits. Sedangkan sumber dari literatur sekunder mencakup buku-buku tentang hakikat ibadah, jurnal akademik/ilmiah, dan artikel ilmiah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa derajat penghambaan yang sempurna. Ibadah yang dilandasi keikhlasan dan pemahaman mendalam akan melahirkan ketenangan jiwa, memperkokoh iman, serta mendorong manusia untuk berbuat kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ibadah menjadi sarana penyucian diri sekaligus jalan menuju kebahagiaan hakiki dunia dan akhirat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ibadah dalam Islam mencakup aspek ritual dan spiritual yang menuntut keikhlasan serta kesadaran batin. Melalui kajian pustaka, ditemukan bahwa ibadah yang dipahami dan diamalkan secara mendalam mampu menumbuhkan ketenangan jiwa, memperkuat iman, serta menjadi sarana penyucian diri menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

KINERJA EPISTEMOLOGI ISLAM KETERJALINAN NALAR BAYANI, BURHANI, IRFANI MUHAMMAD ABID AL JABARI

Lisa Amelia, Sri Murhayati
Abstract: Nalar bayani, irfani, dan burhani merupakan tiga kerangka epistemologis utama dalam tradisi keilmuan Islam yang berperan penting dalam proses pembentukan, pengembangan, dan validasi pengetahuan. Ketiga nalar ini tidak berdiri… rdiri secara terpisah, melainkan saling melengkapi dalam membangun pemahaman manusia terhadap realitas, baik yang bersumber dari wahyu, akal, maupun pengalaman spiritual. Nalar bayani bertumpu pada teks-teks otoritatif, khususnya Al-Qur’an dan Hadis, dengan penekanan pada pemahaman kebahasaan, penafsiran, dan penalaran normatif. Melalui pendekatan ini, kebenaran ilmu ditentukan berdasarkan kesesuaian makna dengan teks dan otoritas keagamaan, sehingga nalar bayani berperan besar dalam pengembangan ilmu-ilmu keislaman seperti fikih, tafsir, dan ushul fikih. Sementara itu, nalar irfani menekankan dimensi batin dan pengalaman spiritual sebagai sumber pengetahuan. Nalar ini berangkat dari keyakinan bahwa kebenaran tidak hanya dapat dicapai melalui teks dan rasio, tetapi juga melalui penyucian jiwa, intuisi, dan pengalaman langsung dengan realitas transenden. Pengetahuan dalam nalar irfani bersifat subjektif namun mendalam, karena diperoleh melalui proses kontemplasi, riyadhah, dan kedekatan spiritual kepada Tuhan. Oleh karena itu, nalar irfani banyak berkembang dalam tradisi tasawuf dan filsafat spiritual Islam, dengan tujuan mencapai pemahaman hakikat yang melampaui makna lahiriah. Adapun nalar burhani berpijak pada rasio dan logika demonstratif sebagai sarana utama dalam memperoleh kebenaran. Nalar ini menekankan argumentasi rasional, kausalitas, dan pembuktian sistematis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dalam tradisi Islam, nalar burhani banyak digunakan dalam filsafat, ilmu kalam rasional, serta pengembangan ilmu pengetahuan yang bersifat empiris dan analitis. Kebenaran dalam nalar burhani diukur melalui konsistensi logis dan kesesuaian antara teori dan realitas.

AKSIOLOGI ISLAM Fungsi dan Tujuan Ilmu Serta Keterjalinan Nilai Metakosmos,Makrokosmos dan Mikrokosmos

Puaddi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tripatrik dalam aksiologi Islam,yang membagi realitas menjadi tiga dimensi utama :metakosmos,makrokosmos dan mikrokosmos.ketiga unsur ini tidak dipandang sebagai entitas yang… g terpisah,tetapi sebagai sistem yang saling terhubung dan mencerminkan keesaan tuhan dalam struktur kosmo.studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kepustakaan,dengan menelaah literatur klasik dan kontemporer terkait filsafat islam,sains,dan tasawuf.hasil analisis ini menunjukkan bahwa metakosmos merepresentasikan realitas ilahiah sebagai sumber nilai dan makna,makrokosmos sebagai alam semesta yang dapat diobservasi,dan mikrokosmos sebagai manusia yang memiliki unsur jasmani dan rohan,relasi antara ketiga lapisan ini menjadi dasar dalam membangun epistemology sain islam yang integrative,menggabungkan aspek rasional,etis,dan spiritua. Pendekattan inin jga menjawab tantangan dualisme antara ilmu dan agama dalam pendidikandan pengembangan ilmu pengetahuan kontenporer.penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi tripatrik kosmos dapat menjadi landasan dalam merancang system pendiikan dan pengembangan sains yang holistik dan beroreitasi pada keberlanjutan moral dan spiritual umat manusia.                                                                                                                                           

EPISTEMOLOGI ISLAM (Akal, Indra, Hati Dalam Kesatuan Pengetahuan Dan Implementasi Dalam Pemahaman Dan Pengetahuan Ilmu Di Madrasah Ibtidaiyah)

Firdaus Jimmy Pasaribu, Sri Murhayati
Abstract: Epistemologi Islam memiliki karakteristik khas yang membedakannya dari epistemologi Barat karena menempatkan akal, indra, dan hati (qalb) sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi dalam memperoleh pengetahuan, dengan… wahyu sebagai landasan utamanya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep epistemologi Islam melalui integrasi akal, indra, dan hati serta menganalisis implementasinya dalam pemahaman dan pengajaran ilmu di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap sumber-sumber klasik dan kontemporer yang relevan dengan epistemologi Islam dan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa akal berperan dalam proses berpikir rasional dan analitis, indra berfungsi sebagai sarana empiris dalam memahami realitas, sementara hati menjadi pusat kesadaran spiritual dan moral. Integrasi ketiga instrumen pengetahuan tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam pendidikan Madrasah Ibtidaiyah guna membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki keimanan, kepekaan spiritual, dan akhlak mulia. Dengan demikian, epistemologi Islam dapat menjadi landasan filosofis dalam pengembangan pembelajaran yang holistik dan berorientasi pada pembentukan insan berilmu dan berkarakter.

ART IN ISLAM: BEAUTY AS INVITATION – A PHILOSOPHICAL AND SOCIOLOGICAL STUDY OF ISLAMIC ART AS A FORM OF DA ‘WAH IN CONTEMPORARY SOCIETY

Dheen Muhammedh
Abstract: Attraction to the beauty, pattern and symbolism of Islamic Art can draw observers to considerations of the divine. Beauty can serve to reflect the communication of Islam. This study explores the philosophical concepts of… tawḥīd, or iḥsān and fiṭrah and the sociological concepts of reception and Cultural Translation to posit Islamic Art as the Islamic pedagogy of moral philosophy of art, a pedagogy of Islamic artistic inter-religious dialogue. Using Islamic calligraphy, mosque architecture and digital art as evidencebased qualitative research, the study documents the fit of the proposition and the aesthetic joys of art in beauty as a lingua franca of faith inter-culture. The study documents the experience of the ethics of Islamic Art as compassion in voiceless daʿwah. The aesthetic of Islamic Art becomes the moral pedagogy of spiritual compassion and the daʿwah aesthetic of work converted to the experience of beauty. The study proposes the lived experience of sincerity as beauty, unrivaled, is one of the most persuasive communications of Islam in the modern world in the compassionate and loving distance of the ethical.