Abstract:Kelurahan Mojoroto di Kediri menyediakan berbagai layanan online melalui website, namun belum dilakukan evaluasi untuk menilai tingkat penerimaan terhadap website tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi…
si dengan menggunakan metode Technology Acceptance Model (TAM). Metode tersebut memiliki fokus untuk mengukur persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use) dan persepsi kegunaan (Perceived Usefulness), serta dampaknya terhadap niat penggunaan (Behavioral Intention to Use) dan penggunaan aktual (Actual Usage) website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perhitungan validitas di nyatakan valid dan perhitungan reliabilitas dinyatakan Reliabel karena semua konstruk memiliki nilai di atas 0.7. Perhitungan R-Square menunjukkan hasil variabel AU 0,488 sehingga disimpulkan lemah dan pada variabel BI bernilai 0,538 sehingga dinyatakan moderat. Perhitungan F-Square menunjukkan hasil 0,952 sehingga BI berpengaruh sangat besar terhadap AU. Hasil perhitungan PEU terhadap BI bernilai 0,068 sehingga PEU memiliki pengaruh yang kecil terhadap BI. Perhitungan PU terhadap BI sebesar 0,340 menunjukkan bahwa PU berpengaruh besar terhadap BI. Hasil nilai pada Q-Square sebesar 0,285 menunjukkan bahwa AU memiliki validitas rediktif yang baik dan hasil yang di temukan pada perhitungan Paired Sample T-test. hasil output bootstrapping menggunakan SmartPLS 3, hasil tersebut menunjukkan hipotesis pada penelitian ini diterima atau ditolak.
Abstract:Perkembangan digitalisasi perpajakan di Indonesia mendorong hadirnya sistem administrasi Coretax sebagai upaya pembaharuan layanan perpajakan yang terintegrasi. Penelitian ini dilakukan untuk menggali ketaatan wajib pajak…
k dalam implementasi Coretax dengan menekankan pada peran persepsi kemudahan penggunaan sistem dan pengaruh sanksi perpajakan. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif menggunakan teknik wawancara mendalam kepada wajib pajak orang pribadi karyawan yang memanfaatkan sistem Coretax dalam melaporkan SPT Tahunan. Temuan pada penelitian ini membuktikan bahwa mayoritas wajib pajak masih menghadapi kendala pada tahap awal penggunaan sistem, khususnya dalam memahami fitur-fitur yang tersedia serta alur pelaporan pajak. Namun, setelah memperoleh pendampingan dan pengalaman penggunaan, wajib pajak mulai merasakan kemudahan dari layanan yang terintegrasi dalam satu platform. Selain itu, sanksi perpajakan dan tuntutan administratif dari lingkungan kerja juga menjadi faktor yang mendorong kepatuhan wajib pajak dalam pelaporan pajak. Penelitian ini menunjukkan bahwa kepatuhan wajib pajak dalam implementasi Coretax dipengaruhi oleh interaksi antara penerimaan teknologi dan faktor perilaku.
The development of tax digitalization in Indonesia has encouraged the implementation of the Coretax administrative system as an effort to modernize and integrate tax services. This study aims to examine taxpayer compliance in the implementation of Coretax by emphasizing the role of perceived ease of use of the system and the influence of tax sanctions. The research employed a descriptive qualitative approach using in-depth interviews with individual employee taxpayers who utilized the Coretax system to file their Annual Tax Returns. The findings reveal that the majority of taxpayers still encountered difficulties during the initial stage of system usage, particularly in understanding the available features and the tax reporting procedures. However, after receiving assistance and gaining experience in using the system, taxpayers began to perceive the convenience offered by the integrated services within a single platform. In addition, tax sanctions and administrative demands from the workplace environment were also identified as factors encouraging taxpayer compliance in tax reporting. This study indicates that taxpayer compliance in the implementation of Coretax is influenced by the interaction between technology acceptance and behavioral factors..