Search Articles & Publications

Showing 1401 articles found for "Besar"

IMPLEMENTASI KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU DALAM PENDIDIKAN KELAS

Aurellia S AZ
Abstract: Kompetensi kepribadian guru merupakan aspek fundamental dalam pendidikan dasar karena berhubungan lamgsung dengan sikap, perilaku, dan keteladanan guru dalam proses pembelajaran. Pendidikan dasar membutuhkan figur guru yang… ang memiliki kepribadian stabil, dewasa, arif, dan berwibawa agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung perkembangan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kompetensi kepribadian guru dalam pendidikan dasar berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah artikel ilmiah nasional dan internasional yang terbit pada rentang tahun 2020–2026. Sumber data diperoleh melalui Google Scholar dan jurnal terindeks yang membahas kompetensi kepribadian guru, pendidikan dasar, dan karakter siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru yang mampu mengimplementasikan kompetensi kepribadian secara optimal dapat meningkatkan kedisiplinan, minat belajar, serta perilaku positif peserta didik. Temuan lain menunjukkan bahwa keteladanan guru berperan besar dalam pembentukan nilai moral dan sikap sosial siswa sekolah dasar. Implementasi kompetensi kepribadian juga dipengaruhi oleh faktor internal guru dan dukungan lingkungan sekolah. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa kompetensi kepribadian guru harus dikembangkan secara berkelanjutan melalui pelatihan dan kebijakan pendidikan yang terarah.

PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR IPS DI SEKOLAH DASAR

Sania Andriani, Sri Enggar Kencana Dewi, Khasanatul Khoiriya, Rica Amelia Riski, Siti Nurjanah
Abstract: Motivasi belajar merupakan unsur penting yang sangat memengaruhi keberhasilan pendidikan, terutama pada tingkat sekolah dasar. Pada jenjang ini, peserta didik berada pada fase perkembangan yang cepat dalam ranah kognitif,… , afektif, dan sosial. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), motivasi belajar memegang peran besar dalam mendorong keaktifan siswa dan membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam. Namun demikian, masih banyak siswa yang menganggap mata pelajaran IPS kurang menarik sehingga sering menurunkan minat belajar mereka. Tantangan ini menuntut guru untuk merancang pembelajaran yang mampu membangkitkan motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan menggambarkan secara menyeluruh bagaimana peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di sekolah dasar. Guru berfungsi sebagai fasilitator, motivator, sekaligus inspirator yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap semangat belajar siswa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi pembelajaran aktif, seperti diskusi, studi kasus, role play, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan kehidupan siswa. Pemberian apresiasi, baik secara verbal maupun simbolik, juga mampu menumbuhkan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan menyenangkan turut memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan minat belajar IPS. Guru yang dapat menjalin hubungan emosional positif dengan siswa mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan mendukung aktivitas belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sangat menentukan dalam membangun dan mempertahankan motivasi belajar siswa. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan dan penerapan strategi pembelajaran inovatif menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di sekolah dasar.

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DITINJAU DARI FAKTOR PSIKOLOGIS

Sri Handayani Hsb, Sarah Auliyah Nst, Akhiril Pane
Abstract: Kesulitan belajar merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami oleh siswa dalam proses pembelajaran dan berdampak pada pencapaian hasil belajar. Salah satu faktor internal yang berpengaruh besar terhadap munculnya… ya kesulitan belajar adalah faktor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa yang ditinjau dari faktor psikologis. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber pustaka berupa buku dan artikel jurnal yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai faktor psikologis yang memengaruhi kesulitan belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor psikologis seperti rendahnya motivasi belajar, kurangnya minat belajar, kecemasan, rendahnya kepercayaan diri, serta masalah emosional berkontribusi signifikan terhadap kesulitan belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dari guru dan pihak sekolah terhadap kondisi psikologis siswa melalui penerapan strategi pembelajaran yang mendukung, lingkungan belajar yang kondusif, serta pendekatan yang humanis agar kesulitan belajar siswa dapat diminimalkan.

INTEGRASI SAINS DAN ISLAM DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI

Anusirwan Hamidi Harahap, Kadar M. Yusuf
Abstract: Integrasi sains dan Islam dalam pembelajaran biologi merupakan upaya strategis untuk membangun pemahaman ilmu pengetahuan yang utuh serta menanamkan nilai-nilai keislaman pada peserta didik. Pembelajaran biologi tidak hanya… nya berorientasi pada penguasaan konsep dan keterampilan ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran akan kebesaran Allah Swt. melalui kajian terhadap fenomena alam dan makhluk hidup. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, bentuk, dan implementasi integrasi sains dan Islam dalam pelajaran biologi. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap sumber-sumber relevan berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi sains dan Islam dapat dilakukan melalui pengaitan materi biologi dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis, penguatan nilai tauhid, serta penanaman sikap ilmiah yang selaras dengan akhlak mulia. Integrasi ini berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman konsep biologi, penguatan karakter religius, serta pembentukan sikap spiritual peserta didik. Dengan demikian, pembelajaran biologi berbasis integrasi sains dan Islam diharapkan mampu mencetak generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia.

INTEGRASI SAINS DAN ISLAM DIMULAI DARI INTEGRASI PEMIKIRAN (Peran Manusia, Kehidupan Sementara, dan Alam sebagai Objek Kajian)

Firdaus Jimmy Pasaribu, Kadar M. Yusuf
Abstract: Perkembangan sains dan teknologi memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan peradaban manusia, namun sering kali berjalan terpisah dari nilai-nilai agama dan moral. Dalam perspektif Islam, sains dan agama bukanlah dua… entitas yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi dan terintegrasi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji integrasi sains dan Islam dengan menitikberatkan pada integrasi pemikiran serta rumusan masalah yang mencakup peran manusia, hakikat kehidupan yang bersifat sementara dan harus dipertanggungjawabkan, serta hubungan manusia dengan alam sebagai objek kajian ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan dengan tema integrasi ilmu dan agama. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam memandang manusia sebagai khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab moral dalam mengembangkan dan memanfaatkan sains. Kesadaran akan kehidupan dunia yang sementara mendorong sikap ilmiah yang etis dan bertanggung jawab, sementara alam dipahami sebagai ayat-ayat kauniyah yang harus dikaji dan dijaga keseimbangannya. Dengan demikian, integrasi sains dan Islam berperan penting dalam membangun peradaban yang maju, beretika, dan berkelanjutan.

PENERAPAN STRATEGI SCAFFOLDING DALAM ZPD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS DI KELAS IV SDN SUMBERSARI 01

Mufidatur Rizqiya Permana, Irfan Maulana, Indah Ayu Rahmawati, Trapsilo Prihandono
Abstract: Pendidikan merdeka menurut Ki Hadjar Dewantara merupakan usaha untuk menuntun peserta didik berkembang sesuai dengan kodratnya sehingga menjadi pribadi yang mandiri dan mampu hidup bermasyarakat. Perwujudan pendidikan merdeka… rdeka dalam pembelajaran ialah dengan menerapkan strategi scaffolding sesuai tingkat zone of proximal development (ZPD) peserta didik. Zone of proximal development (ZPD) peserta didik dalam penelitian terbagi menjadi 3 tingkat capaian belajar diantaranya sangat mahir, cukup mahir, dan perlu bimbingan, ditujukan untuk mempermudah pemberian scaffolding sesuai kapasistas yang dibutuhkan peserta didik. Implementasi strategi scaffolding pada ZPD peserta dididk salah satunya ialah pada mata pelajaran IPAS dengan materi BAB 6 Indonesiaku Kaya Budaya kelas IVA di SDN Sumbersari 01. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan batasan 3 siklus yang terdiri dari 6 pertemuan pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis pada Siklus I diperoleh presentase 64,29% kriteria hasil belajar Baik dan 28,57% Sangat Baik oleh 13 peserta didik. Siklus II memperoleh hasil 42,86% kriteria hasil belajar Sangat Baik dan 53,57% kriteria Baik oleh 20 peserta didik. Perolehan presentase pada siklus III oleh 27 peserta didik menunjukkan besaran presentase 64,29% kriteria Sangat Baik dan 35,71% kriteria Baik.

PEMAHAMAN SISWA TERHADAP HUBUNGAN JARAK DAN WAKTU DALAM PENGUKURAN KECEPATAN: SEBUAH STUDI KUALITATIF

Nurhudayah M, Adilah Hidayah Harahap, Chelsy Sipayung, Intan Arnianda, Salwa Mawla
Abstract: Pemahaman konsep jarak, waktu, dan kecepatan merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam melihat hubungan… ubungan fungsional antarbesaran tersebut, sehingga pemahaman yang terbentuk bersifat parsial dan cenderung berbasis hafalan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pemahaman siswa serta miskonsepsi yang muncul terkait hubungan jarak dan waktu dalam pengukuran kecepatan. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang relevan mengenai konsep dasar kecepatan, representasi matematis, dan kesalahan umum siswa dalam menyelesaikan soal berbasis hubungan jarak–waktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelemahan utama siswa terletak pada kemampuan translasi informasi, interpretasi grafik, dan pemahaman rasio, yang berdampak pada munculnya miskonsepsi seperti membaca grafik sebagai lintasan atau menganggap kecepatan sebagai angka terbesar tanpa mempertimbangkan waktu. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembelajaran yang mengintegrasikan representasi multipel dan pengalaman konkret agar siswa mampu membangun pemahaman konseptual yang utuh. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam materi pengukuran kecepatan di sekolah dasar.

PENGARUH PARTISIPASI MAHASISWA DALAM PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) TERHADAP TINGKAT KESIAPAN KERJA MAHASISWA

Cyndi Togi Marito Sitorus, Etalia Asso, Yola Amanda, Otang Kurniaman, Ningrum Melihayatri
Abstract:   Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas dan relevan bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan… ikan pengaruh partisipasi mahasiswa dalam program MBKM terhadap tingkat kesiapan kerja mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 24 mahasiswa Universitas Riau yang telah mengikuti kegiatan MBKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi mahasiswa berada pada kategori tinggi, ditandai dengan keterlibatan aktif, kontribusi terhadap ide dan solusi, serta komunikasi efektif dengan dosen pembimbing dan mentor lapangan dengan persentase 60–80%. Pada aspek kesiapan kerja, sebagian besar indikator juga berada pada kategori tinggi, terutama kemampuan bekerjasama, beradaptasi, dan menghadapi tekanan, meskipun beberapa indikator seperti pengelolaan waktu dan sikap profesional memperoleh persentase lebih rendah (60%). Temuan ini menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program MBKM berkontribusi positif terhadap peningkatan kesiapan kerja, sehingga optimalisasi pendampingan dan fasilitasi diperlukan untuk memaksimalkan perkembangan kompetensi mahasiswa.

MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MENGGUNAKAN LKPD ETNOMATEMATIKA MELAYU RIAU BERBASIS CODING PADA MATERI BENTUK GEOMETRI KELAS II SEKOLAH DASAR

Dhiva Meisa Aryenda, Dhiya Sutrina, Jesi Alexander Alim, Cici Oktaviani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar siswa dalam menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika Melayu Riau yang terintegrasi dengan unsur coding pada materi bentuk geometri di… i kelas II SD Negeri 192 Pekanbaru. Permasalahan pembelajaran geometri pada jenjang sekolah dasar umumnya berkaitan dengan sifat materi yang abstrak dan kurangnya media pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan siswa. Penerapan etnomatematika melalui konteks makanan tradisional Melayu, seperti kue talam, kue lupis, kue lapis, dan lemang, diharapkan mampu membantu siswa memahami bentuk geometri secara konkret sekaligus meningkatkan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 10 siswa. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar menggunakan skala Likert 4 poin. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis etnomatematika berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata persentase 96,5%. Aspek minat dan ketertarikan memperoleh persentase 96%, semangat dan ketekunan 96%, motivasi intrinsik dan kepuasan diri 99%, serta pengaruh media dan teknologi sebesar 95%. Temuan ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis etnomatematika Melayu Riau dengan integrasi coding mampu meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan, menjadikan pembelajaran geometri lebih menarik, bermakna, dan kontekstual. Media ini juga berpotensi memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mengenalkan unsur teknologi secara sederhana dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.

PERSEPSI SISWA KELAS I TERHADAP PENGGUNAAN LKPD BERBASIS ETNOMATEMATIKA PERMAINAN TRADISIONAL MELAYU PADA MATERI GEOMETRI DI SD NEGERI 192 PEKANBARU

Mutiara Putri, Putri Handayani, Wulandari, Jesi Alexander Alim, Cici Oktaviani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas I SD Negeri 192 Pekanbaru terhadap penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika permainan tradisional Melayu pada materi geometri. Penelitian… nelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 10 siswa. Instrumen penelitian berupa angket persepsi dengan 12 pernyataan yang mencakup empat aspek, yaitu aspek kognitif, afektif, konatif, dan praktis. Data dianalisis menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keseluruhan persepsi siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis etnomatematika berada pada kategori sangat baik, dengan persentase aspek kognitif sebesar 92,5%, aspek afektif 93,3%, aspek konatif 89,3%, dan aspek praktis 97,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis etnomatematika permainan tradisional Melayu memberikan pengalaman belajar yang menarik, mudah dipahami, serta mampu memotivasi siswa dalam mempelajari konsep geometri. Dengan demikian, LKPD berbasis etnomatematika layak digunakan sebagai alternatif bahan ajar dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar karena dinilai mampu mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal secara kontekstual dan bermakna.