Abstract:Abstract: This research is a development of previous research, where the results of previous studies have only arrived at the application design stage. Jimmy Fish UMKM is a business that sells fish seeds, while the fish…
seeds that are sold are: catfish, tilapia, goldfish, mujaer fish, catfish, and carp. Jimmy Fish UMKM has several activities to support its business, one of which is determining how much stock of fish fry is needed for each period. Jimmy Fish SMEs have problems in determining the amount of fish seed stock, Jimmy Fish SMEs still use estimates without definite calculations to determine the number of fish seed stocks. As a result of this problem, when someone wants to buy fish seeds, the number of stocks is not fulfilled (less), the number of fish seeds is depleted, and there is even an excess stock of fish seeds (only a few sold), so that activities at Jimmy Fish SMEs become less effective. The solution to the existing problems is to build an e-forecasing application using the wieghted moving average (WMA) method. The e-forecasting application is very important because it can predict the number of fish seed stocks for the next period using calculations from previous data. The e-forecasting application also provides convenience, speed and as a support system for making decisions on how many fish seed stocks must be fulfilled for the next period.
Keywords: applications; e-forecasting; WMA
Abstrak: Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya, dimana hasil dari penelitian sebelumnya baru sampai pada tahap desain aplikasi. UMKM Jimmy Fish merupakan usaha yang menjual bibit ikan adapun bibit ikan yang dijual yaitu: ikan lele, ikan nila, ikan emas, ikan mujaer, ikan patin, dan ikan gurame. UMKM Jimmy Fish mempunyai beberapa aktifitas untuk mendukung usahanya salah satunya penentuan berapa jumlah stok bibik ikan yang diperlukan untuk setiap periodenya. UMKM Jimmy fish mempunyai permasalahan dalam menentukan jumlah stok bibit ikan, UMKM Jimmy Fish masih menggunakan perkiraan tanpa perhitungan yang pasti untuk menentukan jumlah stok bibit ikan. Akibat yang ditimbulkan dari permasalah tersebut, ketika ada yang ingin membeli bibit ikan jumlah stok tidak terpenuhi (kurang), jumlah stok bibit ikan habis, dan bahkan ada jumlah stok bibit ikan yang berlebih (hanya terjual sedikit), sehingga aktifitas pada UMKM Jimmy Fish menjadi kurang efektif. Solusi dari permasalah yang ada, dengan membangun aplikasi e-forecasing menggunakan metode wieghted moving average (WMA). Aplikasi e-forecasting sangat penting karena dapat prediksikan jumlah stok bibit ikan untuk periode selanjutnya menggunakan perhitungan dari data-data sebelumnya. Aplikasi e-forecasting juga memberikan kemudahan, kecepatan dan sebagai support system pengambilan keputusan berapa jumlah stok bibit ikan yang harus terpenuhi untuk periode selanjutnya.
Kata kunci: aplikasi; e-forecasting; WMA
Abstract:Abstract: Choosing the right foods for babies to eat is easy. Age 0 to 5 years is a golden period for babies in their growth and development, both physically and intellectually. Incorrectly choosing foods that do not meet…
t the needs can lead to the risk of obesity, while foods that do not meet the nutritional adequacy of infants can also cause stunting. An intelligent system taken from the knowledge of baby nutrition experts can be used as a solution to accompany parents in choosing the right food menu for babies during their growth and development. Fuzzy Tsukamoto can be used to group babies by age and weight, to decide which foods are suitable for consumption by the baby, based on the evaluation Images table compiled by the ministry of health as a guide for appropriate nutrition. This research resulted in a system that is able to assist parents in choosing the appropriate food menu for babies so as to prevent stunting.
Keywords: fuzzy tsukamoto; stunting; nutrition
Abstrak: Memilih makanan yang tepat untuk dikonsumsi oleh bayi bukanlah hal yang mudah. Usia 0 sampai 5 tahun merupakan masa-masa emas bagi bayi dalam tumbuh kembangnya, baik fisik maupun kecerdasan. Salah memilih makanan yang tidak sesuai kebutuhan dapat menyebabkan resiko obesitas, sedangkan makanan yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi bayi juga dapat menyebabkan stunting. Sistem cerdas yang diambil dari pengetahuan para pakar gizi bayi dapat dijadikan solusi pendamping orang tua dalam memilih menu makanan yang tepat bagi bayi di masa tumbuh kembangnya. Fuzzy Tsukamoto dapat digunakan untuk mengelompokkan bayi berdasarkan usia dan berat badan, untuk memutuskan makanan mana yang cocok dikonsumsi oleh bayi tersebut, berdasarkan tabel angka kecukupan gizi yang telah disusun oleh kementrian kesehatan sebagai panduan pemberian nutrisi yang sesuai. Dari penelitian ini dihasilkan sistem yang mampu membantu orang tua dalam memilih menu makanan yang sesuai bagi bayi sehingga dapat mencegah terjadinya stunting.
Kata kunci: Fuzzy Tsukamoto; stunting; nutrisi
Abstract:Abstract: The technique of multiclass classification based on SVMs has been widely used. SVM optimization will be accomplished by examining the extraction features of Principal Component Analysis (PCA), Box-Cox Transformation,…
ation, and Recursive Feature Elimination (RFE). The dataset contains 13,611 rows and 17 variables, generated from the UCI repository's multiclass dry bean data. Barbunya, Bombay, Cal, Dermas, Horoz, Seker, and Sira are just a few of the dry bean kinds available. The dataset was tested using SVM Linear kernel and SVM Radial Basis.According to the results, the combination of scale-center-BoxCox-SVM Radial extraction achieves the maximum accuracy of 93.16 percent and the shortest processing time of 6.10 minutes. 96.00 percent, 100 percent, 96.71 percent, 95.16 percent, 97.60 percent, 97.74 percent, and 91.95 percent, according to bean class.RFE-SVM Radial has a 91.18 percent accuracy and a processing time of 6.55 minutes. BoxCox outperforms conventional techniques in terms of prediction accuracy while requiring less training time.
Keywords: Bean, PCA, BoxCox, SVM, RFE
Abstrak: Klasifikasi Multikelas menggunakan SVM telah banyak digunakan. Pada penelitian ini akan diuji fitur ekstraksi Principal Component Analysis, Box Cox Transformation dan fitur eliminisi Recursive Feature Elimination untuk mendapatkan optimasi SVM. Dataset berasal dari data multikelas kacang kering UCI repository dengan jumlah 13.611 baris dan 17 variabel. Kelas kacang kering yakni : Barbunya, Bombay, Cal, Dermas, Horoz, Seker dan Sira. Dataset diuji menggunakan kernel SVM Linier dan SVM Radial Basis. Didapatkan hasil, bahwa kombinasi fitur ekstraksi : scale-center-BoxCox-SVM Radial memiliki akurasi terbaik yakni 93,16% dan waktu proses 6,10 menit. Klasifikasi berdasarkan kelas kacang berturut-turut 96,00%,100%, 96,71%, 95,16%, 97,60%, 97,74% dan 91,95%. RFE- SVM Radial hanya memberikan akurasi sebesar 91,18 % dengan waktu proses sebesar 6.55 menit. Penggunaan BoxCox dibandingkan dengan lainnya, memberikan hasil prediksi lebih baik dan namun tidak mempercepat waktu pelatihan.
Kata kunci: BoxCox; Kacang; PCA; RFE; SVM
Abstract:Abstract: Garden lighting from a sun source utilizes a series of joule thieves so that the lighting of the garden lights at night is bright. This research method uses a quantitative method because it must be tested on each…
ch module so that it finds that there are three types of module systems to be combined, the booster or joule electronic thief module, the supply media solar module circuit, and finally, the control system with the Arduino nano board. The solar module used is a 1-watt solar module with 1n4004 diodes, which will convert the heat of sunlight into voltage. The voltage will be sent via the IC TP4056 input, the output from the IC TP4056 will charge the 18650 battery, which aims to ignite the booster circuit on the 12 W lamp, or the 3.7VDC input from the 18650 battery capable of turning on the 12W/220VAC led light. While the controller is connected to the LDR sensor and relay when the user makes the command, LDR > 800 of the provisions, the relay position from NC becomes open, or during the day, the relay will be in the NC position and turn off the 12W light in the booster circuit, while at night the relay will remain in the no position, so that it will connect the booster circuit voltage and turn on the 12W lamp (LDR < 800).
Keywords: booster circuit; campus park lighting; solar panels
Abstrak: Penerangan taman dari sumber matahari memanfaatkan rangkaian joule thief agar penerangan lampu taman pada malam hari terang. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dikarenakan harus diuji coba pada tiap modul, sehingga mendapati ada tiga jenis sistem modul yang akan digabungkan, modul elektronika rangkaian booster atau joule thief, rangkaian modul surya media pensuplly, dan terakhir sistem controller dengan board arduino nano. Modul surya yang digunakan modul surya 1 watt dengan dioda 1n4004, akan mengubah panas cahaya matahari menjadi tegangan . Tegangan akan dikirimkan melalui input IC TP4056, output dari IC TP4056 akan mengisi baterai 18650 yang bertujuan sebagai penyala rangkaian booster pada lampu 12 W, atau input 3.7VDC dari baterai 18650 mampu menyalakan lampu led 12W/220VAC. Sementara controller terhubung kesensor ldr dan relay, ketika perintah yang dibuat oleh user, ldr > 800 dari ketentuan, posisi relay dari nc menjadi open, atau siang hari, relay akan diposisi nc dan mematikan lampu 12W pada rangkaian booster, sementara jika malam hari relay akan diposisi no, sehingga akan menghubungkan tegangan rangkaian booster dan menyalakan lampu 12W (ldr < 800).
Kata kunci : panel surya, penerangan taman, rangkaian booster.
Abstract:Abstract: During the COVID-19 pandemic, educational institutions were not allowed to carry out the face-to-face teaching and learning process as usual but were replaced with an online learning system. The offline learning…
g system (outside the network) is very different from the online learning system whose effectiveness is not yet known. Meanwhile, effective learning is very important in the world of education. Effective learning provides maximum learning outcomes in accordance with the achievement plan. Certainty Factor is an expert system method that adopts expert knowledge that can be used to measure the effectiveness of online learning during the COVID-19 pandemic. This study aims to help parents and schools measure the level of effectiveness of online learning during the COVID-19 pandemic so that evaluations can be carried out for the development of more appropriate and better educational methods.
Keywords: Certainty Factor; Effectiveness Online Learning; Expert System
Abstrak: Di masa pandemic covid-19, lembaga pendidikan tidak diperbolehkan melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka seperti biasanya namun digantikan dengan sistem pembelajaran online. Sistem belajar secara luring (luar jaringan) sangat berbeda dengan sistem belajar online yang belum diketahui efektivitasnya. Sementara itu, pembelajaran yang efektif sangat penting dalam dunia pendidikan. Pembelajaran yang efektif memberikan hasil pembelajaran yang maksimal sesuai dengan rencana pencapaian. Certainty Factor merupakan salah satu metode sistem pakar yang mengadopsi pengetahuan pakar yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat efektivitas pembelajaran online dimasa pandemic covid-19. penelitian ini bertujuan membantu orang tua siswa dan pihak sekolah dalam mengukur tingkat efektivitas pembelajaran online selama masa pandemic covid-19 sehingga dapat dilakukan evaluasi untuk pengembangan metodependidikan yang lebih tepat dan baik.
Kata kunci: Certainty Factor; Efektivitas Pembelajaran Online; Sistem Pakar;
Abstract:Abstract: The number of applicants for scholarship recipients is many, so in the registration process, the scholarship provider provides several requirements that students must meet, and these requirements have criteria…
with different weight values. The number of applicants for the scholarship recipients is enormous; a Decision Support System (DSS) is needed to help the selection process be more accessible and faster and reduce errors in determining scholarship recipients. The data collection method uses interviews, observations, and literature with the waterfall's system development method. The calculation of the criteria used in developing this system is the Simple Additive Weighting (SAW) method. Comparing the final results between manual and system analyses shows that the equation is close to 100%. Still, the final results may be different because manual calculations use raw values, while system calculations use the Simple Additive Weighting (SAW) method, which compares alternatives.
.
Keywords: decision support system; scholarship; simple additive weighting
Abstrak: Pendaftar calon penerima beasiswa tidak sedikit jumlahnya, sehingga pada proses pendaftaran pihak pemberi beasiswa memberikan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh siswa, dan persyaratan tersebut memiliki kriteria dengan nilai bobot yang berbeda-beda. Jumlah siswa yang mengajukan beasiswa sangat banyak, dan memerlukan sistem pendukung keputusan untuk mempermudah dan mempercepat proses seleksi serta mengurangi kesalahan dalam menentukan penerima beasiswa. Metode dalam mengumpulkan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan literatur dengan metode pengembangan sistem menggunakan waterfall. perhitungan kriteria yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah metode SAW (Simple Additive Weighting). Perbandingan hasil akhir antara perhitungan manual dan sistem menunjukkan persamaan mendekati 100%, namun hasil akhir bisa saja berbeda karena perhitungan manual menggunakan nilai mentah, sedangkan perhitungan sistem menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting) yang perhitungan dengan cara membandingkan alternatif.
Kata kunci: beasiswa; simple additive weighting; sistem pendukung keputusan
Abstract:Abstract: The reporting system for the use of Information and Communication Technology (ICT) facilities in the Labuhanbatu University Campus still uses a simple method. As a result, the Head of the Communication Center,…
Technicians and Users of ICT facilities have difficulty in dealing with problems that arise. The purpose of this research is to build a more effective and efficient problem reporting system. The system built is a Web-based IT-Helpdesk Information System by implementing a Ticketing System. The method used in developing this system is the System Development Life Cycle with the Waterfall model. While the modeling language used in the design is Unified Modeling Language (UML). System testing is done by applying the Blackbox Testing method. After going through the implementation and testing stages, the IT-Helpdesk system can work more effectively and efficiently in responding to problem reports sent by users. With the IT-Helpdesk, Admins and Users can track the process of working on the problem until it is finished. Admin is also facilitated in documenting reports, both in the form of a diagram display, or in the form of a document file that can be downloaded.
Keywords: blackbox testing; IT-helpdesk; information system; ticketing system; UML
Abstrak: Sistem pelaporan masalah penggunaan fasilitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Lingkungan Kampus Universitas Labuhanbatu masih menggunakan cara sederhana. Akibatnya, Kepala Puskom, Teknisi dan Pengguna fasilitias TIK mengalami kesulitan dalam menangani masalah yang muncul. Tujuan dari penelitian ini untuk membangun sebuah sistem pelaporan masalah yang lebih efektif dan efisien. Sistem yang dibangun adalah Sistem Informasi IT-Helpdesk berbasis Web dengan menerapkan Ticketing System. Metode yang digunakan dalam mengembangkan sistem ini adalah System Development Life Cycle dengan model Waterfall. Sedangkan bahasa pemodelan yang digunakan pada perancangan adalah Unified Modeling Language (UML). Pengujian sistem dilakukan dengan menerapkan metode Blackbox Testing. Setelah melalui tahapan implementasi dan pengujian, sistem IT-Helpdesk dapat bekerja lebih efektif dan efisien dalam merespons laporan masalah yang dikirim oleh User. Dengan adanya IT-Helpdesk, Admin dan User dapat melakukan tracking terhadap proses pengerjaan masalah sampai selesai. Admin juga dimudahkan dalam mendokumentasikan laporan, baik dalam bentuk tampilan diagram, maupun dalam bentuk file dokumen yang dapat diunduh.
Kata kunci: blackbox testing; IT-helpdesk; sistem informasi; ticketing system; UML
Abstract:Abstract: Question classification is a computer science system, which aims to analyze questions and can label each question based on existing categories. Questions can be collected from several materials or topics that are…
re many and different. Therefore, the researcher intends to create a classification system for quiz questions Data Warehouse and Business Intelligence which can be grouped into topics Data Warehouse, Business Intelligence, Data Analytics, and Performance Measurement. One way to solve this problem is by approach machine learning. In this study, researchers used a comparison of machine learning algorithms, namely the algorithm NaïveBayes and SupportVectorMachine using SMOTE and methods Cross-Validation The results of this study show the best accuracy results and are very helpful. The results obtained in the method cross-validation before SMOTE resulted in an accuracy rate of 82.02% for the results after going through the SMOTE stage of 94.79% on the algorithm Naïve Bayes, while the algorithm SupportVectorMachine get accuracy of 81.39% in the process before SMOTE for the results after going through SMOTE of 96.52%.
Keywords: Cross-Validation; Machine Learning; Naive Bayes; Support Vector Machine; Question Classification
Abstrak: Klasifikasi pertanyaan merupakan sebuah sistem ilmu komputer, yang bertujuan untuk menganalisis pertanyaan serta dapat memberi label pada setiap pertanyaan berdasarkan kategori yang ada. Pertanyaan soal dapat dikumpulkan dari beberapa materi atau topik yang banyak dan berbeda. Oleh karena itu, bermaksud untuk membuat sistem klasifikasi pertanyaan soal kuis Data Warehouse dan Business Intelligence yang dapat dikelompokkan menjadi topik Data Warehouse, Business Intelligence, Data Analitik, dan Pengukuran Kinerja. Cara yang dapat dilakukan untuk permasalahan ini dengan menggunakan pendekatan MachineLearning. Pada penelitian kali ini menggunakan perbandingan algoritma MachineLearning yaitu algoritma NaïveBayes dan SupportVectorMachine menggunakan metode SMOTE dan Cross-Validation. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil akurasi yang terbaik dan sangat membantu. Hasil yang diperoleh pada metode cross-validation sebelum SMOTE menghasilkan tingkat akurasi sebesar 82.02% untuk hasil sesudah melalui tahap SMOTE sebesar 94.79 % pada algoritma Naïve Bayes, sedangkan pada algoritma Support Vector Machine menghasilkan akurasi sebesar pada proses sebelum SMOTE 81.39% untuk hasil sesudah melalui SMOTE sebesar 96.52%.
Kata kunci: Klasifikasi Pertanyaan; Pembelajaran Mesin; Naive Bayes; Support Vector Machine; Cross-Validation
Abstract:Abstract : ODP can be a distribution tools for IT infrastructure development. So that ODP can reach the customer, there must be a telecommunications operator that has the ability to connect production equipment to the area.…
ea. ODP infrastructure development using the network method is CPM method. CPM method has no execution time tolerance. In financing ODP development can be done by two method is normal method and fast method. Normal method means all operation performed normally while the fast financing method means that the cost is more expensive because it requires more labor.
Kata Kunci : CPM; fast cost; normal cost; ODP
Abstrak : ODP dapat menjadi alat pendistribusi pembangunan dalam infrastuktur IT. Agar ODP dapat sampai ke pelanggan harus terdapat operator telekomunikasi yang memiliki kemampuan untuk menghubungkan alat produksi ke daerah tersebut. Pembangunan infrastuktur ODP menggunakan metode jaringan kerja yaitu metode CPM. Metode CPM tidak memiliki toleransi waktu pelaksanaan. Dalam pembiayaan pembangunan ODP dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembiayaan metode normal dan pembiayaan metode dipercepat, pembiayaan metode normal artinya semua operasi yang dilakukan secara normal sedangkan metode pembiayaan dipercepat artinya biaya lebih mahal karena membutuhkan tenaga kerja lebih banyak.
Kata Kunci : biaya normal; biaya dipercepat; CPM; ODP
Abstract:Abstract: In this study, one of the 4.0 industrial technologies was used to monitor the parameters of the localizer using an android based internet of things application to simplify and shorten the time for monitoring instrument…
strument landing system (ILS) equipment. Technicians, management of the Public Company (Perum) Indonesian Aviation Navigation Service Organizing Agency, and the Navigation Inspector do not have to go the runway to check the performance of the landing system instrument, simply use the android application to monitor the parameters of the localizer instrument. In the experiment, measuring the input voltage to the Arduino pin with a negative ground position and positive in the A9 pin position with the playing condition o Tx1 in the on position using a multimeter, the voltage value is 2.99 volt, while the main position on Tx1 is in the off condition, the voltage value is obtained 4.88 volts.
Keywords: instrument landing system; internet of things
Abstrak: Pada penelitian ini digunakan salah satu teknologi industri 4.0 untuk memonitoring parameter dari Localizer menggunakan aplikasi android berbasis Internet of Things (IoT) untuk mempermudah dan mempersingkat waktu dalam monitoring peralatan instrument landing system (ILS). Teknisi, manajemen Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia LPPNPI dan Inspektur Navigasi tidak harus ke landasan pacu untuk mengecek kinerja instrument landing system cukup menggunakan aplikasi android untuk memonitoring parameter Localizer instrument landing system (ILS). Pada percobaan pengukuran tegangan input ke pin arduino dengan negatif pada posisi ground dan positif berada pada posisi pin A9 dengan kondisi main di TX1 pada posisi on dengan menggunakan multimeter didapat nilai tegangan 2,99 Volt, sedangkan posisi main di TX1 pada kondisi off didapat nilai tegangan 4,88 Volt.
Kata kunci: instrument landing system; internet of things