Abstract:Abstrak Penelitian ini menganalisis kepemimpinan transformasional Fadly Amran dalam pengambilan keputusan penataan Kota Padang modern. Latar belakang penelitian ini adalah semakin intensifnya tekanan perubahan global dan…
bal dan tuntutan demokratisasi lokal yang mendorong transformasi mendasar dalam paradigma kepemimpinan pemerintahan daerah di Indonesia, khususnya dalam konteks pembangunan perkotaan berbasis smart city. Tujuan umum penelitian ini adalah menganalisis dimensi kepemimpinan transformasional Fadly Amran dan pola pengambilan keputusan dalam modernisasi Kota Padang. Kerangka teori yang digunakan meliputi teori kepemimpinan transformasional berdasarkan dimensi Four I's Bass dan Avolio (idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration), teori pengambilan keputusan bounded rationality, serta konsep tata kelola perkotaan modern dengan pendekatan smart city. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review sistematis terhadap literatur nasional dan internasional periode 2022–2026, dengan teknik pengumpulan data melalui proses identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis artikel dari jurnal bereputasi yang diperoleh dari basis data Google Scholar, Garuda, dan Semantic Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional Fadly Amran berpengaruh terhadap efektivitas pengambilan keputusan pembangunan kota melalui kemampuannya membangun visi strategis, mendorong inovasi tata kelola, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan meningkatkan responsivitas pelayanan publik berbasis teknologi. Program Padang Melayani, Padang Amanah, Padang Rancak, dan Jelajah Padang menunjukkan integrasi modernisasi kota dengan kearifan lokal Minangkabau.
Abstract:Pengembangan desa wisata telah menjadi prioritas penting pemerintah Indonesia untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah melalui bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun, wilayah pedesaan kerap menghadapi hambatan struktural…
ktural seperti keterbatasan kapasitas sumber daya manusia dan cara pengelolaan yang masih tradisional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami sejauh mana gaya kepemimpinan transformasional Sandiaga Uno berpengaruh dalam menyusun kebijakan kreatif, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi kondisi perekonomian di desa. Penelitian ini menggunakan landasan Teori Kepemimpinan Transformasional yang dikemukakan oleh Bass dan Avolio (1994). Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumenter (documentary analysis) dengan menghimpun informasi dari berbagai sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku, kebijakan resmi, serta data sekunder yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model kepemimpinan transformasional, Sandiaga Uno berhasil mempromosikan wisata desa secara luas, membuka peluang usaha baru untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menciptakan lapangan kerja lokal, serta memperkuat sistem ekonomi kreatif di pedesaan. Kesimpulannya, kepemimpinan yang mampu beradaptasi, kreatif, dan kolaboratif menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan desa wisata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan secara berkelanjutan.
Abstract:This study aims to examine the effect of implementing the Sam'iyah Syafawiyah method based on a communicative approach on students' self-confidence in speaking Arabic through a library research approach. The study employs…
s a qualitative method with a systematic literature review, analyzing and synthesizing scientific sources including books, international and national journals, articles, proceedings, and relevant research findings. Data sources were obtained from scientific databases such as Google Scholar, JSTOR, ScienceDirect, ERIC, and national digital repositories. The findings consistently demonstrate that the Sam'iyah Syafawiyah method integrated with the communicative approach has a positive and significant influence on students' self-confidence in speaking Arabic. This effect operates through four main mechanisms: (1) repetitive drilling builds mastery experience; (2) native speaker audio models provide vicarious experience; (3) the communicative approach reduces affective filters; and (4) intensive practice promotes automaticity in Arabic speech production. This study concludes that the integration of both methods constitutes an effective and recommended pedagogical strategy for improving self-confidence in Arabic speaking.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan metode Sam'iyah Syafawiyah berbasis pendekatan komunikatif terhadap kepercayaan diri peserta didik dalam berbicara bahasa Arab melalui pendekatan library research (studi kepustakaan). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan kajian literatur sistematis, yakni menganalisis dan mensintesis berbagai sumber ilmiah berupa buku, jurnal nasional dan internasional, artikel, prosiding, dan hasil penelitian yang relevan. Sumber data diperoleh dari berbagai basis data ilmiah seperti Google Scholar, JSTOR, ScienceDirect, ERIC, dan repositori digital nasional. Hasil kajian secara konsisten menunjukkan bahwa metode Sam'iyah Syafawiyah yang diintegrasikan dengan pendekatan komunikatif memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan diri peserta didik dalam berbicara bahasa Arab. Pengaruh ini bekerja melalui empat mekanisme utama: (1) latihan drill berulang membangun mastery experience; (2) model audio native speaker memberikan vicarious experience; (3) pendekatan komunikatif menurunkan filter afektif; dan (4) latihan intensif mendorong otomatisasi produksi ujaran bahasa Arab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kedua metode tersebut merupakan strategi pedagogis yang efektif dan direkomendasikan untuk meningkatkan kepercayaan diri berbicara bahasa Arab.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas kinerja pemerintah dalam pengelolaan APBDes di Desa Pontolo Atas Kabupaten Gorontalo Utara dengan menggunakan teori efektivitas kinerja pemerintah Ravich dan Riggan…
an (2017) yang meliputi efektivitas kinerja pemrintah,evaluasi, motivasi, pembinaan, dan pengawasan dalam pengelolaan APBDes. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala desa, perangkat desa,serta masyarakat Desa Pontolo Atas. Hasil penelitian bahwa:1) efektivitas kinerja pemerintah dalam pengelolaan APBDes di Desa Pontolo Atas sudah berjalan cukup baik, namun belum optimal.2) evaluasi, pemerintah desa telah melakukan evaluasi terhadap program dan kegiatan APBDes, tetapi pelaksanaannya belum maksimal karena masih terbatas pada pembahasan umum dan belum menyentuh seluruh aspek teknis pengelolaan keuangan desa.3) motivasi ini menunjukan bahwa belum terdapat sistem penghargaan dan sanksi yang berjalan efektif sehingga semangat kerja aparatur desa dalam pengelolaan APBDes belum optimal.4) pembinaan ini menunjukan bahwa pemerintah desa telah melaksanakan pembinaan kepada aparatur desa, namun masih terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya pemahaman teknis mengenai pengelolaan APBDes.5) pengawasan ini menunjukan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan APBDes telah dilakukan, tetapi belum berjalan secara intensif dan menyeluruh sehingga masih ditemukan keterlambatan dan kurang optimalnya pelaksanaan beberapa program pembangunan desa.
Abstract:Kemajuan teknologi kecerdasan buatan yang berlangsung dengan sangat cepat mendorong pengakuan global terhadap berpikir komputasional sebagai kecakapan strategis yang melintas batas disiplin ilmu. Meski demikian, di Indonesia…
esia persepsi mengenai logika komputasional kerap terjebak pada pemaknaan yang terlalu sempit, yakni sekadar aktivitas menulis kode program, terutama di kalangan mahasiswa yang menempuh studi di luar rumpun teknologi informasi. Artikel ini mengemban tiga misi: pertama, menelaah landasan konseptual logika komputasional beserta empat elemen pembangunnya, yaitu dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma; kedua, mengupas urgensinya dalam konteks perkembangan AI generatif pada tahun 2026; dan ketiga, menyusun rekomendasi berbasis temuan teoritis bagi pembaruan desain kurikulum dan strategi pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia. Kajian ini memanfaatkan metode tinjauan pustaka sistematis yang berorientasi analisis konseptual. Temuan menunjukkan bahwa logika komputasional melampaui fungsinya sebagai bekal teknis pemrograman; ia merupakan paradigma berpikir mendasar yang mengokohkan daya nalar individu dari beragam bidang profesi dalam mengurai kerumitan masalah kontemporer. Dalam lanskap pendidikan tinggi Indonesia, menyelipkan kompetensi ini ke dalam kurikulum berbagai program studi termasuk matematika, ilmu kesehatan, dan ilmu-ilmu sosial bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan mendesak. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual terpadu sebagai landasan strategis pengembangan kurikulum berbasis computational thinking yang responsif terhadap tantangan era kecerdasan buatan.
Abstract:Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Keberhasilan pengembangan pariwisata…
riwisata tidak hanya bergantung pada peran pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat sebagai salah satu pemangku kepentingan utama dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi publik dalam pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah, yang meliputi partisipasi pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, serta bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan pariwisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 informan yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, pengelola objek wisata, dan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa partisipasi publik dalam pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Banggai Laut telah berjalan cukup baik. Pada tahap perencanaan, masyarakat berpartisipasi melalui penyampaian saran, usulan, dan aspirasi terkait pengembangan destinasi wisata. Pada tahap pelaksanaan, masyarakat terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan fasilitas, serta mendukung promosi destinasi wisata. Pada tahap pengawasan, masyarakat berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengawasi pemanfaatan fasilitas wisata agar tetap berfungsi dengan baik. Sementara itu, pada tahap evaluasi, masyarakat memberikan masukan terhadap pelaksanaan program pengembangan pariwisata sebagai bahan perbaikan kebijakan di masa mendatang. Bentuk partisipasi masyarakat diwujudkan melalui kontribusi tenaga, pemikiran, serta keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan pengembangan objek wisata.Penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipasi publik memiliki peran yang penting dalam mendukung pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Banggai Laut. Kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, pengelola wisata, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mewujudkan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing destinasi, serta memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat setempat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa di Desa Huntu Barat Kecamatan Bulango Selatan Kabupaten Bone Bolango. Fokus penelitian ini menggunakan teori partisipasi…
si masyarakat menurut Cohen dan Uphoff yang meliputi empat tahapan partisipasi, yaitu partisipasi dalam pengambilan keputusan, partisipasi dalam pelaksanaan, partisipasi dalam pemanfaatan hasil, dan partisipasi dalam evaluasi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan desa sebagai wujud pembangunan partisipatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa di Desa Huntu Barat secara umum belum sepenuhnya optimal. Kondisi ini terutama terlihat pada aspek pengambilan keputusan, dimana masih terdapat sebagian masyarakat yang kurang aktif menghadiri musyawarah desa maupun menyampaikan pendapat secara langsung, sehingga keterlibatan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan belum sepenuhnya merata. Sementara itu, pada aspek pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi pembangunan, partisipasi masyarakat telah berjalan cukup baik. Masyarakat turut berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan sesuai kemampuan masing-masing, memanfaatkan hasil pembangunan yang dilaksanakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, serta diberikan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan dan masukan terhadap program pembangunan desa. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa di Desa Huntu Barat masih perlu ditingkatkan, terutama pada aspek pengambilan keputusan, agar keterlibatan masyarakat dapat lebih aktif, merata, dan optimal dalam setiap tahapan pembangunan desa.
Abstract:Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah komponen penting dalam administrasi layanan publik dan pemerintahan. Kehadiran ASN sangat penting dalam pencapaian tujuan pembangunan nasional dan jaminan pelaksanaan pemerintahan yang…
berorientasi pada masyarakat, efektif, dan efisien. Keberhasilan organisasi pemerintah dalam memenuhi tanggung jawab dan fungsinya, termasuk pelaksanaan kebijakan publik, layanan publik, dan administrasi pemerintahan, diukur oleh kinerja ASN. Oleh karena itu, peningkatan kinerja ASN merupakan kebutuhan mendasar yang harus terus diupayakan oleh setiap instansi pemerintah. Motivasi kerja merupakan salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan hasil kerja pegawai. Hasil penelitian (Hanasi et al., 2024) menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan publik. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa pegawai yang memiliki motivasi kerja tinggi cenderung mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik dibandingkan pegawai yang memiliki motivasi kerja rendah.
Keberhasilan penerapan e-governance tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia dan dukungan organisasi. (Hulopi et al., 2025) menjelaskan bahwa pelayanan digital yang efektif memerlukan integrasi antara teknologi informasi, kompetensi aparatur, serta komitmen organisasi dalam mendukung transformasi digital.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan kausal antar variaberl pernerlitian serrta merlakukan perngujian hipotersis. Moderl statistik yang digunakan untuk mernguji hipotersis dalam pernerlitian ini adalah analisis rergrersi linierr berrganda, yang digunakan untuk merngertahui perngaruh motivasi kerrja dan pernerrapan er-goverrnancer terrhadap kinerrja Aparatur Sipil Nergara (ASN) di Badan Kerpergawaian Perndidikan dan Perlatihan Kota Gorontalo.
Motivasi kerrja dan Pernerrapan ER-Goverrnancer sercara simurltan berrperngarurh signifikan terrhadap kinerrja aparaturr sipil nergara (ASN) di Badan Kerpergawaian dan Perngermbangan Surmberr Daya Manursia Kota Gorontalo derngan nilai derterrminan serbersar 73,00%, serdangkan sisanya serbersar 27,00% dapat diperngarurhi olerh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil ini bermakna bahwa kombinasi antara motivasi kerja dan penerapan E-Governance mampu meningkatkan kinerja ASN di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya Batak dalam pembelajaran matematika sebagai upaya meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai…
gai artikel ilmiah yang relevan mengenai etnomatematika budaya Batak dalam pembelajaran matematika. Data diperoleh melalui proses identifikasi, seleksi, pengkajian, dan sintesis terhadap sumber-sumber pustaka yang membahas pemanfaatan rumah adat Batak, motif ulos, ornamen tradisional, serta media dan model pembelajaran berbasis budaya Batak. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi untuk menemukan tema-tema utama dan kontribusi masing-masing penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya Batak mengandung berbagai konsep matematika, khususnya geometri, seperti bangun datar, bangun ruang, transformasi geometri, simetri, pola, dan numerasi. Integrasi budaya Batak dalam pembelajaran matematika terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep geometri, kemampuan visualisasi, penalaran geometris, motivasi belajar, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, pemanfaatan media pembelajaran berbasis budaya Batak, seperti komik matematika dan aplikasi GeoGebra, memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran matematika berbasis budaya Batak dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran geometri sekaligus melestarikan budaya lokal.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh PT Rajawali Berdikari Indonesia serta merumuskan strategi pemasaran yang sebaiknya diterapkan dalam upaya meningkatkan daya saing perusahaan…
haan jasa outsourcing. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap dokumen perusahaan, company profile, media promosi, website, media sosial, serta materi internal yang berkaitan dengan aktivitas pemasaran. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, pengkodean, kategorisasi, interpretasi, serta analisis strategis menggunakan STP, Marketing Mix 7P, SWOT, IFAS, dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran PT Rajawali Berdikari Indonesia diterapkan melalui segmentasi pasar berdasarkan jenis industri, wilayah layanan, kebutuhan tenaga kerja, dan karakter organisasi klien. Target utama perusahaan meliputi sektor financial services, e-commerce, teknologi digital, logistik, serta industri yang membutuhkan pengelolaan sumber daya manusia dalam jumlah besar. Positioning yang dibangun perusahaan menekankan citra sebagai perusahaan outsourcing yang profesional, terpercaya, responsif, patuh regulasi, fleksibel, dan berkualitas. Hasil analisis IFAS menunjukkan total skor strength sebesar 3,75 dan total skor weakness sebesar 1,85. Hasil analisis EFAS menunjukkan total skor opportunity sebesar 3,60 dan total skor threat sebesar 1,60. Berdasarkan koordinat SWOT, perusahaan berada pada Kuadran I, yaitu posisi growth-oriented strategy. Strategi yang direkomendasikan adalah pertumbuhan agresif tetapi terukur melalui penguatan positioning, digital marketing terintegrasi, account-based marketing, referral, networking, testimoni digital, serta diferensiasi layanan berbasis people plus technology.