Search Articles & Publications

Showing 770 articles found for "Empat"

AKULTURASI BUDAYA DAN SEJARAH MASJID MENARA LAYUR SEMARANG : JEJAK KOMUNITAS ARAB DI KOTA PESISIR

M. Azka Ulinnuha, Aulya Naysa Abila, Saskia Meilana Siswanto, Nasila Ayu Natasya, Faiz Irkham Maulana, M. Rikza Chamami
Abstract: Abstrak ini mengkaji akulturasi budaya dan sejarah Masjid Layur Menara yang terletak di Semarang, sebuah kota pesisir yang kaya akan keberagaman budaya.Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perpaduan budaya tercermin… ercermin dalam desain arsitektur dan fungsi dari masjid tersebut, yang juga menjadi saksi bisu kehadiran komunitas Arab di daerah ini. Melalui studi ini, diharapkan terungkap peran penting masjid dalam memperkuat identitas budaya lokal yang plural.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data meliputi observasi langsung ke lokasi, studi literatur terkait sejarah dan budaya setempat, serta wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pengurus masjid. Pendekatan ini membantu mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang nilai sejarah dan budaya yang melekat pada Masjid Layur Menara, sehingga analisis dapat dilakukan secara mendalam dan kontekstual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Layur menggabungkan elemen arsitektur dari budaya Arab, Melayu, dan Jawa.Salah satu ciri khasnya adalah menara masjid yang memiliki fungsi ganda, tidak hanya sebagai simbol keagamaan tetapi juga sebagai mercusuar yang berperan mengawasi lalu lintas kapal di sekitar pelabuhan.Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara fungsi sosial dan keagamaan yang melekat pada masjid dalam konteks kehidupan masyarakat pesisir Semarang.Penelitian ini menegaskan bahwa Masjid Layur Menara bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi simbol penting akulturasi budaya dan keberadaan komunitas Arab yang memberikan kontribusi pada kehidupan sosial dan budaya di Semarang.Masjid ini dapat dipandang sebagai warisan budaya yang memperkaya sejarah kota pesisir sekaligus membantu melestarikan identitas budaya yang beragam dan dinamis di wilayah tersebut.

PERANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI Z (Studi Kasus SMA Jawahirul Hikmah Tulungagung)

Mochammad Nurdin
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembentukan karakter Generasi Z di SMA Jawahirul Hikmah Tulungagung. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki kontribusi penting dalam pembentukan… bentukan karakter tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki moral dan spiritual yang kuat. Di tengah arus digitalisasi dan keterbukaan informasi yang tinggi, generasi Z menghadapi tantangan karakter yang kompleks, seperti menurunnya empati, sikap individualis, dan lemahnya kontrol diri. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendidikan yang tepat guna menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, koordinator pendidikan karakter, guru PAI, dan siswa SMA Jawahirul Hikmah Tulungagung. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah diperolehnya pemahaman mendalam tentang bagaimana peran guru PAI mampu berperan dalam pembentukan karakter siswa generasi Z melalui kegiatan keagamaan, keteladanan guru, serta dukungan lingkungan sekolah yang religius. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam dalam menjawab tantangan moral generasi masa kini.Kata Kunci: Akhlak, peserta didik, menuntut ilmu.

ANALISIS PENERAPAN KEPEMIMPINAN PROFETIK ERA SOCIETY 5.0 DI MADRASAH ALIYAH NEGERI PALOPO

Susiyanti, Alauddin, Tasdin Tahrim
Abstract: Skripsi ini membahas tentang penerapan kepemimpinan profetik era society 5.0 di MAN Palopo. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui penerapan kepemimpinan profetik di MAN Palopo, untuk mengetahui tantangan yang di hadapi… api kepala madrasah, guru dan siswa dalam menerapkan kepemimpinan profetik di MAN Palopo dan untuk mengetahui peran teknologi dalam mendukung penerapan kepemimpinan profetik dalam menghadapi tuntutan society 5.0 di MAN Palopo. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Adapun informan dalam penelitian ini yaitu kepala madrasah, guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dan pembahasan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan profetik di MAN Palopo diimplementasikan melalui empat dimensi utama: siddiq (kejujuran), amanah (dapat dipercaya), tabligh (komunikasi efektif), dan fathanah (kecerdasan) yang terintegrasi dalam manajemen sekolah dan kurikulum pembelajaran. Tantangan yang dihadapi meliputi kesenjangan digital di kalangan tenaga pendidik, keterbatasan infrastruktur teknologi, resistensi terhadap perubahan, serta kompleksitas dalam menyeimbangkan nilai-nilai keislaman dengan kemajuan teknologi. Sementara itu, teknologi berperan signifikan sebagai enabler dalam implementasi kepemimpinan profetik melalui pengembangan sistem informasi manajemen yang transparan, platform komunikasi digital, personalisasi pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model kepemimpinan pendidikan Islam kontemporer serta implikasi praktis bagi pengambil kebijakan dalam transformasi lembaga pendidikan Islam menghadapi era Society 5.0.

MENELISIK ADAB DALAM IBADAH: DIMENSI SPIRITUAL DAN ETIKA DALAM THAHARAH, SHALAT, ZAKAT, PUASA, DAN HAJI

Manzilah Syahidaturrahma, Amna Mauliza, Siti Masyithoh
Abstract: Worship in Islam is not merely the performance of rituals, but also reflects ethical and spiritual values embodied through etiquette. Without etiquette, worship can lose its inner meaning and fail to bring about spiritual… l and social transformation. Etiquette is a reflection of a deep understanding of the purpose of worship and a servant's closeness to his Lord. It balances the physical and spiritual dimensions, as well as the formal and substantial aspects of every religious practice. This article aims to examine in depth the role of etiquette in perfecting the performance of the five main acts of worship in Islam, namely thaharah, prayer, zakat, fasting, and hajj. This research uses a qualitative descriptive method based on literature review. Data sources include the Qur'an and Hadith of the Prophet SAW, classical literature such as Riyadhus Shalihin and Ihya Ulumuddin, as well as contemporary references such as Tafsir Al-Azhar and scientific studies published in 2020 and beyond. The findings reveal that etiquette plays a crucial role in all forms of worship: purity reinforces both physical and spiritual cleanliness, prayer cultivates spiritual devotion and discipline, zakat instills social awareness and empathy, fasting trains patience and self-control, while the pilgrimage teaches orderliness, humility, and tolerance within the framework of global Islamic interaction. Adab is not merely etiquette but the essence that gives worship meaning and broad impact. Adab also serves as a tool for self-transformation toward becoming an outstanding Muslim in moral, spiritual, and social aspects in the modern era.  

DIAM SEBAGAI TERAPI EMOSI DAN IMUNITAS: INTEGRASI PERSPEKTIF SAINS DAN AJARAN ISLAM

Isdianto, Andik, Al Indunissy, Nuruddin, Fitrianti, Novariza
Abstract:   Artikel ini menyoroti potensi diam yang disadari (mindful silence) sebagai terapi psikologis dan spiritual (psikospiritual) melalui integrasi perspektif Islam dan psikologi modern. Permasalahan yang dibahas adalah kurangnya… urangnya kesadaran akan manfaat diam sadar dalam mendukung kesehatan mental dan spiritual. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (kajian literatur) dengan analisis kualitatif-tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik diam sadar dapat menurunkan stres, meningkatkan fungsi sistem imun, dan menstabilkan emosi melalui mekanisme neuroimunologi. Dalam perspektif Islam, diam bernilai spiritual melalui praktik seperti dzikir dan tafakur yang merupakan bagian dari spiritualitas Islam. Pembahasan menggarisbawahi perbedaan antara diam konstruktif (berbasis kesadaran dan spiritualitas) dengan diam represif akibat tekanan atau ketakutan. Diam konstruktif bermanfaat bagi kesehatan psikologis dan fisiologis, sedangkan diam represif meningkatkan risiko gangguan psikosomatik. Ajaran Islam juga menekankan pentingnya pengendalian diri dalam berbicara sebagai bentuk ibadah, bukan represi emosional. Kesimpulannya, diam sadar merupakan praktik holistik yang mengintegrasikan kedalaman spiritual Islam dengan temuan psikologi modern untuk mendukung kesejahteraan mental dan fisik. Implikasi praktisnya adalah perlunya dukungan sosial yang empatik dan peningkatan literasi emosi dalam komunitas Muslim untuk memfasilitasi ruang diam reflektif yang menyembuhkan.

AKIDAH AKHLAK DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: KAJIAN TERHADAP PERAN MORAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PELAJAR

Jusmaliah, Jusmaliah, Risnawati Hannang, Nurul Ilma
Abstract: Islamic Religious Education (PAI) plays a critical role in shaping both the intellectual and moral character of students. It emphasizes the importance of akidah (faith) and akhlak (ethics) as the core elements of Islamic… teachings. Akidah involves a profound belief in the One and Only God, Allah SWT, while akhlak reflects a person’s behavior towards God and fellow human beings. Education focused on these aspects helps create well-rounded students who possess not only intellectual capabilities but also strong moral values, empathy, and the ability to contribute positively to society. However, the rise of globalization and technological advancements, particularly through social media, presents challenges in preserving Islamic values in education. These external influences can expose students to ideologies and behaviors that conflict with Islamic principles. Historical Islamic figures, including the Prophets, have exemplified the correct practice of akidah and akhlak, setting an example for current generations. The Quran and Hadith emphasize the importance of adhering to moral values and avoiding negative behaviors. As such, integrating akidah and akhlak in the PAI curriculum is vital for developing students' character and integrity. This study aims to explore how moral education can shape the character of students by focusing on akidah and akhlak, and how this integration can create a generation that is responsible, principled, and capable of thriving in a complex and diverse world. By enhancing akidah and akhlak education, this study seeks to contribute to the improvement of educational policies and the development of morally grounded individuals in Indonesian society.    

SHALAT DAN KESEHATAN MENTAL: TINJAUAN PSIKOSPIRITUAL TERHADAP PENGURANGAN STRES DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Isdianto, Andik, Al Indunissy, Nuruddin, Fitrianti, Novariza
Abstract: Shalat sebagai ibadah utama dalam Islam tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga manfaat psikologis yang signifikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas shalat dalam mengurangi stres dan mendukung kesehatan… hatan mental melalui pendekatan studi literatur. Kajian terhadap berbagai publikasi ilmiah menunjukkan bahwa praktik shalat memengaruhi aktivitas otak, meningkatkan kadar hormon serotonin dan dopamin, serta memperkuat regulasi emosi dan ketahanan psikologis. Aktivasi area otak seperti medial prefrontal cortex dan precuneus selama shalat mengindikasikan keterlibatan fungsi kognitif, empati, dan refleksi diri. Aspek sosial dari shalat berjamaah turut membentuk dukungan emosional dan rasa keterhubungan, yang berkontribusi pada kesejahteraan mental. Hasil kajian ini mengonfirmasi bahwa keteraturan dan kekhusyukan dalam shalat berdampak positif terhadap kondisi psikologis individu, menjadikannya sebagai praktik terapi psikospiritual yang potensial dalam manajemen stres. Dengan demikian, praktik shalat layak dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari intervensi kesehatan mental modern, terutama dalam konteks masyarakat Muslim yang menjunjung tinggi nilai spiritual. Temuan ini menguatkan urgensi integrasi spiritualitas Islam ke dalam praktik kesehatan mental modern guna membangun pendekatan yang lebih holistik, kontekstual, dan sesuai dengan keyakinan masyarakat Muslim

ESTETIKA DAN ETIKA DALAM DONGENG ANAK ISLAMI

Septiaji, Aji, Kusmana, Suherli, Syarifah, Eva Fitriani
Abstract: This study aims to examine the integration of aesthetic and ethical elements in Islamic children's stories as part of children's literature that promotes Islamic religious values. Islamic children's stories serve not only… y as a medium of entertainment but also as a means of instilling character and spirituality from an early age. This study uses a qualitative descriptive approach with content analysis of selected stories texts, namely 9 out of 30 Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Muslim (Bedtime Stories for Muslim Children) by Kidh Hidayat and MB. Rahimsyah. The analysis focuses on aesthetic aspects such as narrative structure and style of language as well as Islamic ethical aspects such as moral values of honesty, empathy, and responsibility. The results of the study indicate that the stories present an aesthetically pleasing narrative with communicative language, effectively capturing children's attention while facilitating understanding of the moral messages. Islamic ethical values are implicitly embedded in the plot and characters, making them an effective medium for character education. This study recommends the utilization of Islamic stories as religious literacy materials to support values-based learning in elementary schools.

KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN RASULULLAH SAW

Aditya Syahputra, Akhmad Kastalani, Ahmadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kepemimpinan Rasulullah SAW sebagai model kepemimpinan ideal dalam Islam dan relevansinya dalam konteks modern. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian… an ini mengkaji sumber-sumber otentik seperti Al-Qur'an, hadis, dan literatur sejarah Islam untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip fundamental kepemimpinan Rasulullah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Rasulullah SAW berlandaskan pada tujuh karakteristik utama: Sidq (kejujuran dan integritas), Amanah (tanggung jawab dan kredibilitas), Fathanah (kecerdasan dan kebijaksanaan), Tabligh (komunikasi efektif dan transparan), keadilan, kesabaran, serta kasih sayang dan empati. Prinsip-prinsip ini tidak hanya menjadi landasan dalam membangun masyarakat Islam pada masa Rasulullah, tetapi juga memiliki relevansi yang signifikan dalam konteks kepemimpinan modern di berbagai bidang. Implementasi nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah dalam era globalisasi memiliki potensi untuk menciptakan pemimpin yang berintegritas, bertanggung jawab, dan efektif dalam membangun organisasi dan masyarakat yang harmonis. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tokoh kontemporer yang telah menerapkan prinsip-prinsip tersebut serta strategi praktis untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

THE RELATIONSHIP BETWEEN EMOTIONAL INTELLIGENCE AND NURSING WORK EFFICIENCY AT KING FAHAD SPECIALIST HOSPITAL – QASSIM CLUSTER 2026

A, Hanan Saad, Alayed, Alayed, Hasan, Hafizah Che
Abstract: Improving the quality of modern healthcare services largely depends on the effectiveness and efficiency of nursing personnel as the frontline providers of patient care. The complex and high-pressure work environment of specialized&#8230; pecialized hospitals requires nurses to cope with emotional demands, heavy workloads, and rapid decision-making in critical situations. These conditions make emotional intelligence one of the important psychological factors influencing nursing performance quality. This study aimed to analyze the relationship between emotional intelligence and nursing work efficiency at King Fahad Specialist Hospital – Qassim Cluster, Saudi Arabia, in 2026. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population consisted of all active nurses working at King Fahad Specialist Hospital, Qassim Health Cluster. A total of 312 nurses were selected using stratified random sampling. Data were collected using the Emotional Intelligence Scale and Nursing Work Efficiency Scale, both of which had been tested for validity and reliability. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS 4 software. The results revealed that emotional intelligence had a positive and significant effect on nursing work efficiency, with a path coefficient of 0.642, t-statistics of 9.871, and p-value < 0.001. The R-square value of 0.58 indicated that emotional intelligence explained 58% of the variance in nursing work efficiency. Emotional regulation and empathy emerged as the dominant indicators contributing to improved communication quality, clinical decision-making, and patient care effectiveness. This study concludes that emotional intelligence is an important psychological resource in improving nursing work efficiency in specialized hospitals. The findings strengthen the Job Demands–Resources (JD-R) Theory and Emotional Intelligence Theory in explaining the relationship between psychological resources and nursing performance. This study is expected to provide theoretical contributions to the development of nursing management literature and practical contributions for hospitals in designing healthcare human resource development strategies based on psychological well-being.