Search Articles & Publications

Showing 503 articles found for "Keterampilan"

Pelatihan Pembuatan Sosis Daging Rusa Sebagai Produk Unggulan Masyarakat Papua Selatan

Siamsa, Simon, Maulana, Irfan, Aprilius, Adrianus
Abstract: Pelatihan pembuatan sosis daging rusa merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, dengan tujuan memberdayakan pelaku UMKM lokal dalam mengolah sumber daya alam khas… s menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Permasalahan yang diangkat dalam kegiatan ini adalah rendahnya keterampilan teknis pelaku UMKM dalam pengolahan daging rusa serta belum adanya inovasi produk olahan yang berorientasi pada pasar. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan langsung, praktik mandiri, serta monitoring dan evaluasi pascapelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 68% berdasarkan hasil pre-test dan post-test, serta munculnya lima kelompok usaha kecil yang mulai memproduksi sosis secara mandiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis kearifan lokal dapat mendorong transformasi sosial ekonomi masyarakat secara nyata. Oleh karena itu, kegiatan ini memiliki potensi untuk direplikasi di wilayah lain yang memiliki sumber daya lokal serupa.

Pelatihan Sistem Informasi Manajemen Kependudukan

Urat, Abdul Usman
Abstract: Administrasi kependudukan yang efisien dan akurat merupakan elemen penting dalam tata kelola pemerintahan desa. Namun, Kampung Seed Agung, Distrik Muting, Kabupaten Merauke masih menghadapi kendala dalam pengelolaan data… kependudukan yang dilakukan secara manual, sehingga rawan kesalahan dan keterlambatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Kependudukan (SIMK) berbasis web guna meningkatkan efisiensi administrasi kependudukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi identifikasi kebutuhan, pengembangan aplikasi SIMK berbasis web, serta pelatihan bagi aparat kampung dalam mengoperasikan sistem tersebut. Keberhasilan program ini diukur berdasarkan perubahan cara kerja dari pencatatan manual menjadi digital, peningkatan keterampilan aparat kampung, serta kemudahan akses dan pengelolaan data kependudukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan SIMK berhasil meningkatkan kemampuan aparat kampung dalam mengelola data secara digital. Para peserta mampu menginput, memperbarui, dan mengakses data kependudukan dengan lebih cepat dan akurat. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur internet dan masih perlunya pendampingan dalam penggunaan perangkat keras dan lunak. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan dalam bentuk peningkatan infrastruktur dan pelatihan lanjutan sangat diperlukan agar implementasi SIMK dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Penerapan Penggunaan Garam Mineral Blok Sebagai Suplemen Pakan Ternak Ruminansia

Puspitasari , Cristina Dinda, Baru , Stevanus
Abstract: Peternak di kampung Seead Agung, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke masih menjalankan usaha ternak secara tradisional. Rata-rata peternak di wilayah ini tidak memiliki pemahaman dan keterampilan khusus dalam bidang peternakan,… nakan, melainkan mengandalkan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun, baik dalam penyediaan pakan maupun pengobatan hewan. Sebagai respons terhadap permasalahan ini, dilakukan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peternak mengenai gejala kekurangan mineral pada ternak sapi melalui pembuatan Garam Mineral Blok. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah pendekatan partisipatif yang memungkinkan para peternak untuk melibatkan diri secara aktif dan menerapkan instruksi yang diberikan. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat peternak, yang tidak hanya berpartisipasi aktif selama pelatihan tetapi juga mengharapkan diadakannya kegiatan serupa, seperti pelatihan pembuatan pakan, untuk mengembangkan usaha peternakan mereka ke skala yang lebih besar.

Sistem Penjaminan Mutu SMK pada Program Keahlian MPLB dalam Mencapai Penguasaan Keterampilan Abad 21

Riana Isti Muslikhah, Siti Umi Khayatun Mardiyah, Arwan Nur Ramadhan, Muhyadi, Annisa Harimukti Dian Kurniasari, Dwi Wulandari, Dewi Ayu Ningtyas, Lisa Nuraini, Linta Rosyada, Fitri Nur Handayani
Abstract: The advancement of digital technology and the transformation of the labor market require vocational high schools (SMKs) to produce graduates who are not only technically competent but also proficient in twenty-first-century… ury skills. The Office Management and Business Services (MPLB) program requires a quality assurance system capable of supporting the development of critical thinking, creativity, communication, and collaboration skills. This study aims to analyze the implementation of the quality assurance system in SMKs within the MPLB program, examine efforts to strengthen twenty-first-century skills, and identify challenges encountered in its implementation. A descriptive qualitative approach was employed in four public vocational high schools in the Special Region of Yogyakarta through interviews and document analysis. The findings reveal that the quality assurance system is implemented through the evaluation of educational report cards, program monitoring, curriculum alignment with business and industrial partners (DUDIKA), and the strengthening of a school quality culture. The development of twenty-first-century skills is promoted through active and industry-based learning approaches, including Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Teaching Factory, and student-centered learning. However, implementation continues to face challenges, including suboptimal coordination, limited teacher competencies, inadequate technological facilities, and insufficient industrial and financial support. The novelty of this study lies in integrating the quality assurance system with the development of twenty-first-century skills specifically within the MPLB program, positioning educational quality not merely toward compliance with standards but also toward the formation of adaptive and work-ready graduates.

Hubungan Keterampilan Proses Sains dengan Keterampilan Berpikir Kritis pada Siswa SMPN Tindaret

Bansalina Salomina Rumbarak, Nancy Susianna, Nerru Pranuta Murnaka
Abstract: Twenty-first-century education requires students to possess critical thinking abilities and science process skills in order to respond to the advancement of science and technology and to solve problems scientifically and… systematically. Empirical conditions in schools indicate that junior high school students’ critical thinking skills remain relatively low because science learning is still predominantly teacher-centered and insufficiently engages students in scientific investigation activities. This study aimed to determine the relationship between science process skills and the critical thinking skills of eighth-grade students at SMP Negeri Tindaret on the topic of the human excretory system. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research sample consisted of 25 students selected through purposive sampling techniques. Data were collected using a critical thinking skills test and an observation sheet assessing science process skills. Data analysis was conducted using descriptive statistics and the Pearson Product-Moment correlation test. The findings revealed that students’ critical thinking skills obtained a mean score of 75.80, while science process skills achieved a mean score of 73.00, both categorized as fairly good to high. The correlation analysis produced a coefficient value of 0.732 with a significance level of 0.000, indicating a strong and significant positive relationship between science process skills and students’ critical thinking skills. The findings further demonstrated that students who actively engaged in observation, experimentation, data processing, and scientific communication exhibited better analytical abilities and conclusion-drawing skills. The novelty of this study lies in revealing the empirical relationship between science process skills and critical thinking skills specifically in the topic of the human excretory system at SMP Negeri Tindaret, as well as in providing recommendations for science learning based on scientific investigation to strengthen students’ higher-order thinking skills in the twenty-first century.

Dampak Project-Based Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA: Meta-Analisis dalam Konteks Pembelajaran Biologi di Indonesia

Harmoko, Nur Hayati
Abstract: This study is motivated by the low level of senior high school students’ critical thinking skills in Biology learning in Indonesia and the urgent need for instructional innovations that effectively foster higher-order thinking… thinking skills. The primary research problem lies in the inconsistency of findings from previous studies regarding the effectiveness of Project-Based Learning, thus necessitating a comprehensive analysis to obtain more robust and integrated conclusions. The study aims to examine the effect of Project-Based Learning on students’ critical thinking skills and to identify moderating factors influencing this effect through a meta-analysis of 27 relevant studies. The results indicate that Project-Based Learning has a significant impact, with a cumulative effect size of 0.98, categorized as large and consistent, supported by low heterogeneity (I² = 18.70%) and strong resistance to publication bias. The findings further reveal that critical thinking indicators serve as the most dominant moderating factor, while sample size and additional variables do not show significant influence, and the standalone model demonstrates slightly higher effectiveness than combined approaches. The conclusion affirms that Project-Based Learning is effective in enhancing critical thinking skills through contextual, active, and student-centered learning. The novelty of this study lies in the systematic integration of multiple studies through meta-analysis, producing strong empirical evidence, as well as the comprehensive identification of moderating factors that have been rarely explored, thereby contributing both theoretically and practically to evidence-based Biology education development.

Pengaruh Pembelajaran Taktikal Permainan Bola Voli terhadap Peningkatan Keterampilan Gerak Dasar Siswa SMP Negeri 2 Makassar

Sahabuddin
Abstract: This study aims to evaluate the effectiveness of volleyball game–based tactical learning in improving the fundamental movement skills of students at SMP Negeri 2 Makassar. The research employed a quasi-experimental method… hod with a non-equivalent control group design, involving 40 seventh-grade students divided into an experimental group (n=20) and a control group (n=20). The experimental group received tactical game–based learning focused on understanding game situations, decision-making, and applying tactical concepts within the context of play. In contrast, the control group followed conventional technique-based instruction emphasizing repetition of basic movements. Measurement of fundamental movement skills, particularly manipulative skills in volleyball, was conducted using the Fundamental Movement Skills (FMS) test during the pretest and posttest stages. Data analysis was carried out descriptively and inferentially using paired-sample t-tests to identify changes within each group, as well as independent-sample t-tests to examine differences in improvement between groups at a significance level of 0.05. The results showed that both groups experienced significant improvement in fundamental movement skills. However, the improvement in the experimental group was statistically more pronounced than in the control group, accompanied by a large effect size indicating a strong impact of the treatment. These findings confirm that volleyball game–based tactical learning provides a more effective contribution to developing students’ fundamental movement skills compared to conventional instruction. Theoretically and practically, this study recommends the implementation of tactic-based approaches as more relevant, authentic, and competency-oriented learning strategies in physical education.

Strategi Pembelajaran Efektif Melalui Permainan: Pengaruh Permainan Lego Dalam Meningkatkan Kreativitas Dan Kepandaian Pada Anak-Anak

Sinaga, Janes, Sinambela, Juita
Abstract: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendalami dan memahami dampak strategi pembelajaran melalui permainan, khususnya pengaruh permainan Lego, terhadap peningkatan kreativitas dan kepandaian pada anak-anak. Studi literatur… ini menyelidiki strategi pembelajaran efektif melalui permainan dengan fokus pada pengaruh permainan Lego terhadap peningkatan kreativitas dan kepandaian pada anak-anak. Analisis literatur menyajikan temuan yang menggambarkan bahwa permainan Lego memiliki dampak positif yang signifikan dalam pengembangan kreativitas, berpikir kritis, dan keterampilan motorik anak-anak. Dengan melibatkan anak-anak dalam pembelajaran interaktif dan menyenangkan, permainan Lego dapat memotivasi mereka untuk belajar dengan lebih efektif. Meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendukung temuan ini secara empiris, kajian literatur ini memberikan landasan yang kuat untuk pemahaman terhadap peran berharga permainan Lego dalam konteks pendidikan anak-anak. Implikasi praktis dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik bagi pendidik dan orang tua, mendukung pertumbuhan holistik anak-anak di bidang kreativitas dan kepandaian.

Peran Lapas Dalam Membina Wargabinaan Sebagai Upaya Pencegahan Pengulangan Tindak Pidana

Ardiana, Anisa Nur, Fitrayadi, Dinar Sugiana
Abstract: Lembaga Pemasyarakatan Cilegon merupakan lembaga pelatihan penjara sekaligus sarana pelatihan yang melakukan pengawasan terhadap narapidana  dengan membekali mereka dengan keterampilan untuk kehidupan di masa depan setelah… lah menjalani hukuman penjara. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana program Lapas memberikan kegiatan orientasi kepada narapidana, (2) Faktor-faktor apa saja yang menghambat dan mendukung Lapas dalam memberikan orientasi kepada narapidana, (3) Solusi apa yang diterapkan Lapas untuk mengatasi kendala dalam melakukan orientasi terhadap narapidana? proses perkembangan narapidana? Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan wawancara  tidak terstruktur dan wawancara tatap muka dengan  petugas  dan narapidana atau mantan narapidana Lapas Cilegon. Tujuan peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur, terutama untuk mengenal sumber informasi. Kesimpulan  penelitian ini adalah pelaksanaan pelatihan di Lapas Cilegon sudah sesuai dengan UU No. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pelayanan Pemasyarakatan merupakan peraturan perundang-undangan yang  positif dan harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan pemasyarakatan. Faktor pendukung upaya Lembaga Pemasyarakatan Cilegon dalam mengembangkan keterampilan narapidana antara lain kondisi penjara yang baik, pelatihan narapidana yang bersifat bottom-up, sarana dan prasarana yang memadai, serta pelatihan berbasis keluarga dan pemberian gaji. . Faktor-faktor yang menghambat upaya Lembaga Pemasyarakatan Cilegon untuk mengembangkan keterampilan narapidana antara lain kurangnya keterampilan penjaga penjara, terbatasnya pemasaran produk keterampilan dan populasi penjara yang kelebihan kapasitas.

Studi Kualitatif terkait Perbedaan Pertumbuhan Diri pada Individu dengan Latar Belakang Pendidikan yang Sama

Rohmatul Hannani
Abstract: Seiring berjalannya waktu, individu bertumbuh melalui fase penyelesaian tantangan hidup dan pembentukan jati dirinya. Proses ini disebut dengan pertumbuhan pribadi (personal growth). Pertumbuhan pribadi mengacu pada keterampilan… rampilan seseorang secara aktif untuk terlibat dalam proses perubahan kognitif, afektif, maupun perilaku. Pertumbuhan pribadi salah satunya dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan individu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah individu dengan latar belakang yang sama melalui proses pertumbuhan diri yang sama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap individu memiliki karakteristik masing-masing dalam bertumbuh namun dapat ditinjau dari aspek yang sama. Hal ini dikarenakan perbedaan latar belakang budaya dan rentang kehidupan (usia) masing-masing individu. Aspek pertumbuhan personal antara lain: 1) pengenalan terhadap diri sendiri (intrapersonal); 2) sosialisasi dengan orang lain (interpersonal); dan 3) pembentukan prioritas. Ketiga aspek ini memiliki indikator masing-masing yang dapat meninjau proses pertumbuhan pribadi seorang individu. Individu yang bertumbuh dengan baik dan positif akan memfasilitasi pencapaian kesejahteraan psikologis.