Abstract:Latar belakang: Post partum atau masa nifas merupakan keadaan dimana masa pemulihan alat-alat reproduksi seperti sebelum hamil. Proses persalinan hampir 90% yang mengalami robekan perineum, baik dengan episiotomi atau tanpa…
npa episiotomi. Pada saat persalinan ibu bisa mengalami laserasi perineum yang terjadi pada waktu proses persalinan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh penerapan senam kegel terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu post partum. Metode: Metode pengumpulan data menggunakan observasi langsung dan studi kasus. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya penurunan skala REEDA dari skor 12 menjadi 2. Kesimpulan: Implementasi pemberian terapi nonfarmakologis berupa senam kegel dilakukan 2 kali sehari selama 7 hari 10-15 menit efektif untuk mempercepat penyembuhan luka perineum dengan hasil sebelum dilakukan skala REEDA skor 12 (luka buruk) menurun menjadi 2 dengan kategori luka sedang.
Abstract:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Guru Bermutu untuk Mendukung Visi Indonesia Maju dan implementasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif…
dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di SDN Semangat Dalam 3, yaitu: a) berusaha memahami dan mendengarkan kebutuhan dan keinginan warga sekolah, b) memberikan dukungan unutuk meningkatkan mutu guru dengan pendidikan, pelatihan dan pengembangan kemampuan, c) jika ada guru yang kesulitan maka kepala sekolah tidak segan untuk memberikan arahan, mentoring dan evaluasi yang disesuaikan dengan kemampuan guru dan d) kepala sekolah berusaha menciptakan suasana kebersamaan yang nyaman dan mendukung. Sedangkan, implementasi Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah di SDN Semangat Dalam 3, yaitu dengan: a) berpedoman dengan tujuan, visi dan misi yang ditetapkan, b) berusaha mendengarkan, mengakomodasi dan mengkomunikasi sesuai kebutuhan guru, dan c) kepala sekolah mendorong dalam peningkatan pendidikan, pelatihan dan kegiatan pertemuan dengan berkalaborasi.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran epistemologi Muhammad Abid al-Jabiri, khususnya mengenai tiga bentuk nalar yaitu nalar Bayani, Burhani, dan Irfani dalam konteks filsafat Islam. Al-Jabiri, seorang filsuf…
lsuf kontemporer asal Maroko dikenal dengan upayanya dalam mengembangkan pemikiran filsafat yang mengintegrasikan rasionalitas, otoritas, dan intuisi. Dalam pemikiran al-Jabiri, ketiga bentuk nalar ini tidak hanya dianggap sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai cara untuk memahami hubungan manusia dengan Tuhan, alam, dan diri sendiri. Nalar Bayani, yang berfokus pada teks otoritatif, digunakan untuk memahami wahyu dan ajaran agama, sedangkan nalar Burhani lebih menekankan pada penggunaan logika dan rasio dalam mencari kebenaran ilmiah yang universal. Di sisi lain, nalar Irfani menggali dimensi pengetahuan yang lebih dalam melalui pengalaman batin dan intuisi mistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks, menggali konsep-konsep yang dikemukakan al-Jabiri dalam karya-karyanya dan menghubungkannya dengan teori epistemologi dalam tradisi filsafat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Jabiri memandang ketiga bentuk nalar ini sebagai saling melengkapi, bukan saling bertentangan, untuk mencapai pemahaman yang lebih utuh dan holistik tentang realitas. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih dalam mengenai epistemologi Islam kontemporer dan relevansinya dalam menghadapi tantangan intelektual dunia modern.
Abstract:Sectio Caesarea (SC) yaitu proses yang dilakukan untuk mengeluarkan janin dengan melalui tindakan insisi pada dinding abdomen dan juga uterus. Nyeri hebat setelah operasi caesar adalah respon fisiologis yang kompleks di…
sebabkan oleh ketegangan lambung dan usus, kerusakan jaringan, dan kontraksi rahim. Nyeri yang dialami pasien setelah operasi caesar jelas akan menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri yang dialami pasien setelah operasi caesar juga akan menyebabkan masalah tambahan, seperti ketidaknyamanan saat bergerak karena intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh penerapan relaksasi Benson untuk mengurangi nyeri pada pasien Post Sectio Caesarea. Metode pengumpulan data menggunakan analisa deskriptif dan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukan adanya penerunan intensitas nyeri pada pasien Post Sectio Caesarea dari kategori sedang-berat menjadi ringan-sedang. Implementasi pemberian terapi nonfarmakologis berupa relaksasi Benson dilakukan selama 3 hari selama 10-15 menit efektif untuk menurunkan nyeri klien post sectio caesarea dengan hasil sebelum dilakukan relaksasi skala nyeri klien 6 (nyeri sedang) menurun menjadi 2 dengan kategori nyeri ringan.
Kata kunci: Nyeri; Relaksasi Benson; Sectio Caesarea (SC)
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi ekonomi terhadap perilaku konsumtif karyawan SPBU Shell PD Tri Mutiara Kirana di wilayah Jakarta Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan SPBU Shell…
hell PD Tri Mutiara Kirana di wilayah Jakarta Selatan yang berjumlah 71 karyawan. Karena populasinya kurang dari 100, maka teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh, sampel dalam penelitian ini adalah semua anggota populasi yang berjumlah 71 karyawan. Teknik pengumpulan data berupa angket literasi ekonomi dan angket perilaku konsumtif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif , metode penelitian in menggunakan metodologi asosisi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisi regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang signifikan antara literasi ekonomi terhadap perilaku konsumtif karyawan SPBU Shell PD Tri Mutiara Kirana di wilayah Jakarta Selatan dengan thitung sebesar sebesar 4,025 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, ttabel sebesar 1.997 dan koefisien regresi (b1) sebesar - 0,528. Karena nilai signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05) dan nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (4,025 > 1,997) maka dapat disimpulkan H1 ditolak dan H0 diterima. (2) Hasil dari analisis regresi linier sederhana diperoleh persamaan regresi Y = 83,231 – 0,528X. Nilai koefisien variabel literasi ekonomi (X) bernilai negatif yaitu sebesar - 0,528. Arah regresi negatif berarti terjadi pengaruh negatif variabel literasi ekonomi terhadap perilaku konsumtif. Dimana setiap kenaikan 1 (satu) point pada nilai X (Literasi Ekonomi) nilai Y (Perilaku Konsumtif) akan menurun sebesar 0,528. (3) Nilai R2 sebesar 0,190 hal ini memberikan pengertian bahwa 19 % perilaku konsumtif karyawan ditentukan oleh literasi ekonomi sedangkan sisanya 81 % merupakan kontribusi dari variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti.
Abstract:Latar Belakang: : Kualitas tidur bayi sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. Masalah yang dialami ibu adalah bayi yang sulit sekali untuk tidur. Sehingga gangguan tidur yang terjadi pada bayi perlu mendapatkan…
ndapatkan perhatian yang serius. Berdasarkan data WHO (World Health Organization), lebih dari 33% Bayi mengalami gangguan tidur. Dalam penelitian yang dilakukan Hiscock di Melbourne, Australia, 32% ibu mengatakan sering mengalami kesulitan tidur pada anaknya. Penelitian ini menemukan bahwa bayi sering mengalami gangguan tidur, baik yang berkepanjangan maupun parah atau berulang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur bayi adalah dengan baby massage, membantu mengurangi ketegangan otot-otot bayi sehingga timbul perasaan nyaman dan rileks. Selain itu durasi tidur yang lebih lama dipicu oleh pelepasan oksitosin dan endorfin pada saat baby massage. Hormon oksitosin berfungsi untuk menurunkan kadar stress dalam otak sehingga bayi merasa lebih tenang dan nyaman bahkan kualitas tidurnya meningkat, sedangkan hormon endorfin adalah suatu hormon untuk meredakan nyeri dan menghilangkan rasa tidak nyaman Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan baby massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan. Metode: Pendekatan studi kasus ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan melihat kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan menggunakan lembar B-PSQI. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan perubahan skor dari 1 ke 3 setelah dilakukan baby massage. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pemberian baby massage terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur bayi
Abstract:Kelainan refraksi adalah kondisi yang disebabkan oleh kelainan dalam panjang sumbu (axial length) atau kelainan daya refraksi media. Kelainan refraksi yang tidak terkoreksi adalah salah satu penyebab yang paling umum dari…
i gangguan penglihatan. Astigmatisme (mata silinder) adalah kondisi di mana kekuatan refraksi kornea atau lensa bervariasi karena perubahan bentuk permukaan sehingga cahaya jatuh di dua titik di depan retina. Kondisi ini menyebabkan penderita harus memutar mata sehingga efek lubang jarum dapat dilihat. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara faktor genetik dan penggunaan gadget terhadap kejadian astigmatisme di Optik Reka Jaya Palembang Tahun 2024. Metode Penelitian : Dalam Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional dimana variabel independen yaitu faktor genetik dan penggunaan gadget dan variabel dependen yaitu astigmatisme. Hasil Penelitian : Dari data bivariat diperoleh dari 48 responden terdapat 33 responden (68,8%) mengalami astigmatisme dan 15 responden (31,3%) tidak mengalami astigmatisme. Diperoleh 31 responden (64,6%) mengalami astigmatisme berdasarkan faktor genetik sedangkan 17 responden (35,4%) bukan berdasarkan faktor genetik. Diperoleh 32 responden (66,7%) mengalami astigmatisme berdasarkan penggunaan gadget yang buruk sedangkan 16 responden (33,3%) penggunaan gadget yang baik. Kesimpulan : Berdasarkan Analisa data yang dilakukan diperoleh Kesimpulan bahwa ada hubungan yang bermakna antara faktor genetik dan penggunaan gadget secara simultan dengan kejadian astigmatisme. Hasil uji statistik chi-square tentang hubungan faktor genetik dengan kejadian astigmatisme didapatkan nilai p-value 0,006 dan Hasil uji statistik chi-square tentang hubungan penggunaan gadget dengan kejadian astigmatisme didapatkan nilai p-value 0,021.
Abstract: Proses menua merupakan proses alami kehidupan manusia serta penurunan kondisi fisik, psikologis, dan interaksi terhadap sesama. Masalah kesehatan pada lansia umumnya seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung, diabetes…
betes mellitus, dan lain-lain. Lansia dengan Diabetes Mellitus lebih cenderung mengalami masalah psikologis seperti kecemasan. Dalam menangani masalah psikososial seperti kecemasan pada lansia dengan diabetes mellitus dapat diberikan intervensi teknik relaksasi dan distraksi yaitu terapi hipnosis 5 jari.
Tujuan dari pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan diabetes mellitus, serta melatih keterampilan untuk menurunkan kecemasan lansia. Kegiatan ini dilakukan selama 2 kali pertemuan dan diikuti oleh 24 lansia. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan ceramah dan video demonstrasi. Evaluasi peningkatan pengetahuan dan tingkat kecemasan menggunakan kuesioner pre test dan post test, sedangkan evaluasi keterampilan hipnosis 5 jari dengan cara observasi demonstrasi gerakan. Hasil dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan tinggi 20 lansia (83,3%) dan tingkat kecemasan berat 1 lansia (4,2 %). Kesimpulan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan dengan pendidikan kesehatan dan penurunan tingkat kecemasan dengan keterampilan terapi hipnosis 5 jari.
Abstract:Dalam kegiatan akademik perguruan tinggi saat ini, salah satu kewajiban bagi mahasiswa yang ingin menyelesaikan studinya adalah dengan dapat menulis atau membuat karya tulis ilmiah yang dimuat dalam jurnal bereputasi. Kegiatan…
giatan pengabdian ini dilakukan sebagai respons atas kebijakan-kebijakan pemerintah yang dikolaborasikan dengan sistem akademik perguruan tinggi terhadap perlunya peningkatan kualitas desain penelitian terutama dalam hal menulis jurnal bereputasi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Universitas Pendidikan Indonesia berkolaborasi dengan mahasiswa program Doktoral dan beberapa Dosen dan Guru Besar Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Tahap pelaksanaan melibatkan kegiatan FGD (Focus Group Discussion), diseminasi hasil penelitian, dan juga sesi tanya jawab. Tujuan kegiatan ini dibagi kedalam tiga fase, fase pertama adalah perencanaan. Fase kedua adalah tahapan pelaksanaan dimana kegiatan dilaksanakan. Sedangkan, fase ketiga adalah rencana tindak lanjut dengan adanya hasil karya tulis mahasiswa yang dapat terpublikasi pada jurnal bereputasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mahasiswa terkait penulisan artikel ilmiah yang ditunjukkan adanya kenaikan signifikan sebesar 38,89%, 2) pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman literasi penulisa artikel ilmiah (p < 0,05) dengan kategori pengaruh yang besar (r = 0,9915), dan 3) implementasi pelatihan dengan tingkat efektivitas yang tinggi (n-gain score 100%).
Abstract:Penyakit diare tetap menjadi masalah kesehatan global, terutama di negara-negara berkembang. Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan sering kali berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai…
kematian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei yang fokus pada pengaruh sanitasi lingkungan keluarga (WC) dan kebersihan pribadi terhadap morbiditas diare pada anak di TK Dharma Wanita Cluring Banyuwangi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2024 dengan subjek anak TK Dharma Wanita Cluring Banyuwangi yang berusia 5-6 tahun, berjumlah 47 anak. Uji bivariat dilakukan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan memiliki pengaruh signifikan terhadap kejadian diare pada balita di TK Dharma Wanita Cluring Banyuwangi. Dari 47 responden, 21 balita (44,7%) mengalami diare. Anak-anak yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi baik lebih sedikit mengalami diare (36,6%) dibandingkan dengan yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang baik (7,4%). Sebanyak 56% balita yang tidak mengalami diare tinggal di lingkungan dengan sanitasi baik, sedangkan semua balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang baik mengalami diare. Uji statistik menunjukkan nilai P sebesar 0,023 dan OR sebesar 9,316, yang mengindikasikan bahwa balita yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang baik memiliki risiko 9,316 kali lebih besar untuk mengalami diare dibandingkan dengan yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi baik. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan sanitasi lingkungan untuk mencegah diare pada balita.