Search Articles & Publications

Showing 702 articles found for "Sedang"

Perancangan Sistem Informasi Pengolahan Dan Pelayanan Pelanggan Di PT.PLN (Persero) ULP Sumba Barat

Selvianus Imanuel Dappa Ole, Adelbertus Umbu Janga, Titus Kurra
Abstract: Sistem Informasi (SI) telah menjadi komponen integral dalam berbagai organisasi dan bisnis modern. Perkembangan teknologi informasi telah memperluas cakupan dan kompleksitas sistem informasi, memungkinkan organisasi untuk… k mengelola data dengan lebih efisien dan memperbaiki proses bisnis mereka. Sebagai hasilnya, pentingnya studi tentang sistem informasi dalam konteks berbagai disiplin ilmu seperti manajemen, teknologi, dan ekonomi semakin ditekankan. Sistem informasi adalah suatu sistem yang terdiri dari kumpulan komponen sistem ,yaitu software,hardware dan brainware yang memproses informasi menjadi sebuah output yang berguna untuk mencapai suatu tujuan tertentu dalam suatu organisasi. Solusi yang ditawarkan adalah sebuah sistem informasi berbasis web yang mengotomatisasi proses pengelolaan data Untuk meningkatkan pelayanan di PT.PLN (Persero) ULP Sumba Barat, sangat diperlukan informasi yang cepat dan akurat. Proses pengembangan sistem diawali dengan tahap analisis kemudian dilakukan perancangan, meliputi perancangan proses dan perancangan basis data. Proses perancangan dilakukan dengan menggunakan Use Case Diagram. Dari use case tersebut kemudian ditransformasikan menjadi modul-modul program untuk diimplementasikan. Sedangkan perancangan basis data dilakukan dengan metode pemodelan Entity Relationship Diagram (ERDiagram). Implementasi pengembangan sistem informasi ini menggunakan Dreamweaver MX, PHP sebagai interface sistem dan menggunakan MySQL sebagai database. Web server yang digunakan adalah Apache dan browser menggunakan Mozilla Firefox untuk aplikasi web. Metodologi pengembangan sistem menggunakan pendekatan Waterfall yang meliputi tahap analisis, desain, implementasi, dan pengujian.

Penentuan Kelayakan Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Menggunakan Metode AHP

Dari, Wulan, Afrisawati, Afrisawati, Dristyan, Febri
Abstract: Abstract: Sipaku Area Village currently has a population of 1963 family cards with a density of 7423 people divided into 8 hamlets. Villages can still register people who do not have an Indonesia Smart Card with the concerned… erned office by recording the data on the people who have KPS, PKH or SKTM, to get the Indonesia Smart Card (KIP) program, because many people submit applications and there are many criteria that must be taken into account. faced by the Sipaku Area Village Head Office in determining the priority of potential KIP recipients is very difficult, not transparent and inefficient. Therefore, to overcome this problem, it is necessary to have a system for determining the priority of potential KIP recipients by adding some more basic criteria. In this study a decision support system was designed using the AHP (Analitycal Hierarchy Process) method. The results of calculations using the pairwise comparison matrix for the use of criteria show that the most important priority is shown in the status of an active applicant of 0.391, the second priority is the completeness of the files of 0.406, the third priority is the orphanage of 0.095, the fourth priority is parental income of 0.066, and the priority the fifth is a dependent of 0.041. Meanwhile, for alternative use, the data obtained is that the highest value weight determines the recipient of Smart Indonesia Card Assistance (KIP), namely Rizky Amelia Ritonga with a value of 0.171, the second alternative is Rangga Pranata with a value of 0.141 and the third alternative is Elva Radis with a value of 0.124. Keywords: Smart Indonesian Card Recipients (KIP), AHP Method, PHP and MySQL.   Abstrak: Desa Sipaku Area yang sekarang ini mempunyai jumlah penduduk 1963 kartu keluarga dengan kepadatan 7423 jiwa yang terbagi dalam 8 Dusun. Desa tetap bisa mendaftarkan masyarakat yang tidak memiliki Kartu Indonesia Pintar ke Dinas yang bersangkutan dengan mendata masyarakatnya yang memiliki KPS, PKH atau SKTM, untuk mendapat program Kartu Indonesia Pintar (KIP), karena banyaknya masyarakat mengajukan permohonan dan banyak kriteria yang harus diperhitungkan, sehingga Kendala yang dihadapi oleh pihak Kantor Kepala Desa Sipaku Area dalam menentukan prioritas calon penerima KIP sangat sulit, tidak transparan dan tidak efesien. Oleh Karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya sistem dalam menentukan prioritas calon penerima KIP dengan menambahkan beberapa kriteria yang lebih mendasar. Pada penelitian ini dirancang sistem pendukung keputusan menggunakan metode AHP (Analitycal Hierarchy Process). Hasil perhitungan menggunakan matrik perbandingan berpasangan untuk penggunaan kriteria menunjukkan bahwa prioritas yang paling utama ditunjukkan pada status Pemohon aktif sebesar 0.391, prioritas kedua yaitu Kelengkanpan Berkas sebesar 0.406, prioritas ketiga yaitu kondisi yatim piatu sebesar 0.095, prioritas keempat yaitu penghasilan orangtua sebesar 0.066, dan prioritas kelima yaitu tanggungan sebesar 0.041 Sedangkan untuk penggunaan alternatif diperoleh data yaitu bobot nilai paling tinggi menentukan Penerima Bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yaitu Rizky Amelia Ritonga dengan nilai 0.171, alternatif kedua Rangga Pranata dengan nilai 0.141 dan alternatif ketiga Elva Radis dengan nilai 0.124.   Kata kunci : Penerima Bantuan PIP, Metode AHP, PHP dan MySQL.