Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kolektif terhadap efektivitas manajemen dan kepuasan karyawan di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode…
ode survei, melibatkan 31 responden yang terdiri dari karyawan pesantren. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert 1-5 dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolektif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan karyawan dengan kontribusi sebesar 69,6%. Efektivitas manajemen juga memberikan pengaruh signifikan yang lebih besar, yaitu sebesar 76,2%. Secara simultan, kedua variabel independen berkontribusi sebesar 76,9% terhadap kepuasan karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan kepemimpinan kolektif dan manajemen yang efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola pesantren untuk memperkuat kolaborasi dalam pengambilan keputusan dan mengoptimalkan sistem manajemen. Selain itu, penelitian ini membuka peluang untuk studi lanjutan mengenai faktor lain yang berpengaruh terhadap kepuasan karyawan di lembaga pendidikan Islam.
Abstract:Latar Belakang: : Kualitas tidur bayi sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. Masalah yang dialami ibu adalah bayi yang sulit sekali untuk tidur. Sehingga gangguan tidur yang terjadi pada bayi perlu mendapatkan…
ndapatkan perhatian yang serius. Berdasarkan data WHO (World Health Organization), lebih dari 33% Bayi mengalami gangguan tidur. Dalam penelitian yang dilakukan Hiscock di Melbourne, Australia, 32% ibu mengatakan sering mengalami kesulitan tidur pada anaknya. Penelitian ini menemukan bahwa bayi sering mengalami gangguan tidur, baik yang berkepanjangan maupun parah atau berulang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur bayi adalah dengan baby massage, membantu mengurangi ketegangan otot-otot bayi sehingga timbul perasaan nyaman dan rileks. Selain itu durasi tidur yang lebih lama dipicu oleh pelepasan oksitosin dan endorfin pada saat baby massage. Hormon oksitosin berfungsi untuk menurunkan kadar stress dalam otak sehingga bayi merasa lebih tenang dan nyaman bahkan kualitas tidurnya meningkat, sedangkan hormon endorfin adalah suatu hormon untuk meredakan nyeri dan menghilangkan rasa tidak nyaman Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan baby massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan. Metode: Pendekatan studi kasus ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan melihat kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan menggunakan lembar B-PSQI. Hasil: Hasil studi kasus menunjukkan perubahan skor dari 1 ke 3 setelah dilakukan baby massage. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pemberian baby massage terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur bayi
Abstract:Dalam era globalisasi saat ini pendidikan keagaaman sangat dibutuhkan untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki intelektual yang baik, tetapi memiliki jiwa yang religius. Hal ini diperlukan karena sudah banyak terjadi…
erjadi penyimpangan yang menimbulkan rusaknya moral dan mental individu. Oleh karena itu lembaga pendidikan saat ini tidak boleh tinggal diam terkait etika dan moral anak didiknya. Pada fase pondasi, lembaga pendidikan seperti PAUD, TK, KB dapat memberikan materi keagamaan dengan stimulasi yang tepat. Stimulasi yang dimaksud adalah rangsangan bagi anak yang dapat menumbuhkan jiwa religius tetapi menyenangkan. Karena fase pondasi memiliki gaya belajar yang di kenal dengan belajar sambil bermain. Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan jiwa religius dan moral yang baik bagi anak usia dini melalui story telling menggunakan media pop up book kisah teladan di TK Islam Terpadu Amanah Belilas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan anak dapat memahami dan menceritakan sejarah kisah nabi, perubahan perilaku seperti sikap sabar, tidak mencela teman, taat pada aturan kelas setelah melihat adegan hukuman rakyat nabi nuh. Hasil observasi menunjukkan anak senang dan responsif pada media pop up book dan termotivasi untuk mempelajari kisah teladan kenabian berikutnya. Dengan demikian, penggunaan media pop up book ini dapat menanamkan sikap religius dan taat beragama pada anak.
Abstract:This research addresses obstacles to effective English communication, focusing on essential language competencies—listening, speaking, reading, and writing—that are critical in global business. It explores which language…
uage skills are most important for international business communication and examines the impact of language proficiency on professional success. The goal of the study is to identify these key competencies for successful global business interactions and to provide insight into which skills professionals should focus on developing. To achieve this, a systematic literature review is conducted, establishing a structured theoretical framework by drawing on findings from previous research. The study concludes that essential language competencies for global business success include verbal communication, writing skills, cross-cultural understanding, listening, and negotiation abilities. Among these, verbal skills in English, as an international language, are especially crucial in settings such as presentations, meetings, and negotiations. Effective verbal communication requires not only mastery of grammar but also the ability to use non-verbal cues, like intonation and body language, to reinforce and clarify messages. These competencies are emphasized as crucial for professionals who wish to excel in the global business landscape, where effective communication can significantly influence outcomes. The findings suggest that developing both language and cultural understanding equips professionals to engage more effectively across linguistic and cultural boundaries, enhancing their ability to negotiate, collaborate, and succeed in diverse business environments.
Abstract:Kelainan refraksi adalah kondisi yang disebabkan oleh kelainan dalam panjang sumbu (axial length) atau kelainan daya refraksi media. Kelainan refraksi yang tidak terkoreksi adalah salah satu penyebab yang paling umum dari…
i gangguan penglihatan. Astigmatisme (mata silinder) adalah kondisi di mana kekuatan refraksi kornea atau lensa bervariasi karena perubahan bentuk permukaan sehingga cahaya jatuh di dua titik di depan retina. Kondisi ini menyebabkan penderita harus memutar mata sehingga efek lubang jarum dapat dilihat. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara faktor genetik dan penggunaan gadget terhadap kejadian astigmatisme di Optik Reka Jaya Palembang Tahun 2024. Metode Penelitian : Dalam Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional dimana variabel independen yaitu faktor genetik dan penggunaan gadget dan variabel dependen yaitu astigmatisme. Hasil Penelitian : Dari data bivariat diperoleh dari 48 responden terdapat 33 responden (68,8%) mengalami astigmatisme dan 15 responden (31,3%) tidak mengalami astigmatisme. Diperoleh 31 responden (64,6%) mengalami astigmatisme berdasarkan faktor genetik sedangkan 17 responden (35,4%) bukan berdasarkan faktor genetik. Diperoleh 32 responden (66,7%) mengalami astigmatisme berdasarkan penggunaan gadget yang buruk sedangkan 16 responden (33,3%) penggunaan gadget yang baik. Kesimpulan : Berdasarkan Analisa data yang dilakukan diperoleh Kesimpulan bahwa ada hubungan yang bermakna antara faktor genetik dan penggunaan gadget secara simultan dengan kejadian astigmatisme. Hasil uji statistik chi-square tentang hubungan faktor genetik dengan kejadian astigmatisme didapatkan nilai p-value 0,006 dan Hasil uji statistik chi-square tentang hubungan penggunaan gadget dengan kejadian astigmatisme didapatkan nilai p-value 0,021.
Abstract:Di dunia yang sempurna, anestesi umum akan memberikan sejumlah manfaat, termasuk induksi yang tenang, hilangnya kesadaran yang diperkirakan, keadaan intraoperatif yang stabil, efek samping yang sedikit, serta pemulihan refleks…
efleks dan keterampilan motorik yang cepat dan tanpa rasa sakit. Sejak diperkenalkan pada praktik klinis, anestesi umum telah berevolusi dan berubah secara signifikan, bersama dengan anestesi intravena total (TIVA), kami menetapkan untuk membandingkan Mean Arterial Pressure (MAP) anestesi spinal dengan TIVA anestesi umum. Sebuah studi kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif adalah teknik analisis yang dipilih. Empat puluh orang berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai bagian dari metode total sampling. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa 28 pasien, atau 70% dari total pasien, termasuk dalam kelompok usia 19-45 tahun. Mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 27 (67,5%) pasien. Berdasarkan jenis pembedahan mayorits bedah umum sebanyak 22 (55%) pasien. Bredasarkan durasi pemebedahan mayoritas < 1 jam sebesar 22 (55%) pasien. Dan berdasarkan status fisik ASA mayoritas 24 (60%) pasien semua dari jumlah responden 40 pasien.Berdasarkan tingkat MAP dapat diketahui bahwa mayoritas pasien pada general anestesi TIVA mengalami tingkat MAP mayoritas nilai maximum 120 terdapat responden 8 (20%) repondendengan persentase sebesar 100%. Berdasarkan spinal anestesi tingkat MAP mayoritas nilai rata-rata 85,83 terdapat responden 15 (37,5%) dengan menunjukkan bahwa mayoritas pasien dengan pembiusan general anestesi dan spinal anestesi tidak mengalami perubahan MAP atau perubahan hemodinamik yang segnifikan di rumah sakit dedy jaya. Tingkat Mean Arterial Pressure (MAP) berdasarkan sebelum dilakukan pembiusan dan sesuadah pembiusan Sebelum dilakukan pembiusan Variabel MAP dari reponden 40 didapatkan nilai standar deviasi 13,190 lebih kecil dari pada mean yaitu 87.65 artinya sebaran data semakin mendekatin nilai mean. Nilai maksimum dan minimum dari variabel ini adalah 48 dan 108.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan CPPT elektronik yang dilihat dari 4 aspek yaitu, Identifikasi, Autentifikasi, Pelaporan, pencatatan yang benar. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan…
ngan pendekatan deskriptif, Hasil dari penelitian ini yaitu hasil analisis dari kunjungan pasien pada bulan Januari – Februari dan Maret 2024 didapatkan sempel sebanyak 356 kunjungan, penulis mendapatkan hasil sebagai berikut diantaranya, data identifikasi dari ccpt instalasi gawat darurat di peroleh informasi bahwa kelengkapan Nama, Jenis kelamin, dan No Rekam medis 100 % lengkap (356) responden, pada autentifikasi analisis data identifikasi dari ccpt instalasi gawat darurat di peroleh informasi bahwa dari 356 responden yang digunakan, menunjukan hasil bahwa kelengkapan tertinggi dengan jumlah bahwa yang lengkap sebanyak 320 dengan persentase 89.9% dan yang tidak lengkap sebanyak 36 dengan persentase 10.1%. Laporan Penting tentang catatan perkembangan pasien terintegrasi instalasi gawat darurat di RSU Dharma Yadnya, menunjukan hasil bahwa kelengkapan tertinggi dengan jumlah 314 catatan perkembangan pasien terintegrasi pasien, dengan jumlah persentase 88.4 %, ketidaklengkapan tertinggi sebanyak 42 dengan persentase 13.2%. Pencatatan yang benar pada catatan perkembangan pasien terintegrasi instalasi gawat darurat di RSU Dharma Yadnya, diperoleh bahwa kelengkapan keterbacaan tulisan, pembetulan 100% lengkap, namun masih terdapat bagian yang kosong dalam pencatatan yaitu 19.1% atau 68 responden keterbatasan penulis dari penelitian ini yaitu Penelitian dari keterbatasan pelaksanaannya, keterbatasan dalam penelitian terkait sistem yang mengakses CCPT rekam medis elektronik. Adapun saran yang dapat penulis sampaikan yaitu sebaiknya dilakukan sosialisasi mengenai kelengkapan dan ketepatan waktu pengisian CPPT kepada seluruh petugas medis yang bertanggung jawab dalam pengisian cppt.
Abstract:Penyalahgunaan narkoba di kalangan merupakan masalah sosial yang kompleks dan memerlukan intervensi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penyuluhan anti-narkoba terhadap perubahan pengetahuan,…
n, sikap, dan perilaku remaja di Kepenghuluan Rantau Panjang Kanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatfi. Penyuluhan dilakukan selama sehari dengan materi yang mencakup bahaya narkoba, cara pencegahan, dan pengenalan layanan rehabilitasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan sikap positif terhadap bahaya narkoba setelah mengikuti penyuluhan. Selain itu, terdapat perubahan perilaku yang lebih baik dalam hal penghindaran terhadap risiko penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyuluhan anti-narkoba memiliki efek positif dalam meningkatkan kesadaran dan mengurangi niat penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Oleh karena itu, program penyuluhan yang berkesinambungan dan melibatkan berbagai pihak perlu terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di daerah pedesaan.
Abstract:This study looked into Sarah Sechan's use of Indonesian-English code-switching on the private-run Net TV talk show host. The study looked at the different kinds of code-switching, its purposes, and the social encouragement…
nt provided by code-switching that took place during the conversation. After obtaining the data from the downloaded videos, the theories of Poplack (1980), Gumperz (1982), and Myers-Scotton (1998) were used to analyze the data. The discoveries uncovered that the three sorts of code-switching, the intra-sentential code-switching, the between sentential code-switching and the extra-sentential code-switching existed. The intra-sentential code-switching, which is thought to be the more complex of the three, was used the most frequently in verbal communication. Quote marking, addressee specification, interjections, reiteration, message qualification, personalization versus objectivization, topic switch, affective function, expressive, phatic, metalinguist, and directive were also identified as twelve functions of code-switching. Predominant was the reiteration function. In the meantime, the social triggers of code-switching were identified as the sequence unmarked choice maxim and the deference choice maxim.
Abstract:Gangguan jiwa merupakan sindrom yang secara klinis dapat terjadi pada seseorang dan ditambah dengan beragam stres disertai peningkatan risiko kematian, nyeri, dan disabilitas. Menurut WHO (World Health Organization) pada…
2019 terdapat 264 kasus depresi dimana sebanyak 20 juta kasus merupakan kasus skizofrenia diseluruh dunia. Di Indonesia pada tahun 2018 sebanyak 31,5% penduduknya mengalami gangguan psikosis. Di Jawa Tengah khususnya RSUD Banyumas pada tahun 2021 sebanyak 2.130 pasien mengalami skizofrenia dimana sebanyak 1.477 pasien mengalami halusinasi. Halusinasi merupakan gejala yang dialami oleh setiap individu yang mengalami gangguan pada persepsi sensorik dimana seseorang mendengar, mencium, mengecap dan melihat hal-hal yang sebenarnya tidak ada yang hanya dirasakan oleh orang tersebut dalam waktu satu bulan atau lebih. Cara meminimalkan gejala halusinasi memerlukan penatalaksanaan salah satunya yaitu terapi dzikir.
Tujuan dari studi kasus ini yaitu menggambarkan penerapan terapi dzikir pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien yang mengalami halusinasi pendengaran dan pasien yang dapat membina hubungan saling percaya serta kooperatif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, studi dokumentasi dan demonstrasi. Hasil dari penelitian menunjukan adanya pengaruh terapi dzikir dalam mengontrol halusinasi pendengaran yang dibuktikan dengan adanya penurunan skor tingkat halusinasi dari 19 menjadi 10 dan pasien mampu mengontrol halusinasinya dengan berdzikir. Hasil penelitian ini dapat dijadikan terapi tambahan dalam mengontrol halusinasi pada pasien dengan halusinasi pendengaran.