Abstract:Abstract: Gender classification is one of the most important tasks of video analysis. A machine learning-based approach was presented to identify male and female facial images with a data set of 2000 images taken from kaggles. …
ggles. This method plays a role in finding the weight value that gives the best output value. This study uses the most appropriate learning rate of each optimization method as a criterion for stopping training. The results showed that the Artificial Neural Network with Adam optimization produced the highest accuracy, which was 91.5% compared to the SGD and ADADELTA optimization methods. Deep Learning techniques that are applied extensively to image recognition used utilize Adam's optimizer method.
Keywords: artificial neural networks; adadelta; adam; gender; sgm;
Abstrak: Klasifikasi gender adalah salah satu tugas analisis video yang paling penting. Pendekatan berbasis machine learning disajikan untuk mengidentifikasi gambar wajah Pria dan Wanita dengan kumpulan data sebanyak 2000 gambar yang diambil dari kaggle. Metode ini berperan dalam menemukan nilai bobot yang memberikan nilai keluaran terbaik. Penelitian ini menggunakan learning rate yang paling sesuai dari masing-masing metode optimasi sebagai kriteria pemberhentian pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan Jaringan Saraf Tiruan dengan optimasi Adam menghasilkan akurasi tertinggi yaitu 91,5 % dibandingkan dengan dengan metode optimasi SGD dan ADADELTA. Teknik Deep Learning yang diterapkan secara ekstensif pada pengenalan gambar yang digunakan memanfaatkan metode optimizer Adam.
Kata kunci: Adadelta; Adam; Jaringan Syaraf; Gender; Tiruan; SGM;
Abstract:Abstract: Marriage is a husband and wife relationship between a man and a woman to form a family. There are several conditions in marriage that must be fulfilled both religiously and legally in force in Indonesia. To carry…
ry out the marriage, the prospective bride and groom must register at the nearest Religious Affairs Office (KUA), KUA is an institution established by the government to handle marriage matters. At marriages, various age groups are often found registering at the KUA. This research was conducted using the Data Mining technique through the K-Means Clustering Model to determine the age grouping of marriage which aims to make it easier for the Office of Religious Affairs in educating the prospective bride and groom from a future perspective and an economic perspective in terms of having a child. The research dataset is data on prospective wedding brides at KUA Rawang Lama, Panca Arga in 2022 with a total of 102 samples, by forming 3 clusters, namely: the Ideal cluster of 76 prospective wedding brides (age 19-30 based on husband's age and age 18-25 based on age wife), a good cluster of 20 prospective marriage brides (age 28-44 based on husband's age and age 24-37 based on wife's age), and a risky cluster of 6 prospective marriage brides (age 49-72 based on husband's age and age 39-58 based on wife's age), and produces a Silhouette Score of 0.57.
Keywords: clustering; data mining; k-means; marriage
Abstrak: Pernikahan merupakan hubungan sebagai suami dan istri antara seorang laki-laki dan perempuan untuk membentuk sebuah keluarga. Terdapat beberapa syarat dalam pernikahan yang wajib dipenuhi baik secara agama maupun secara hukum yang berlaku di Indonesia. Untuk melakukan pernikahan, calon kedua mempelai harus mendaftarkan diri pada Kantor Urusan Agama (KUA) terdekat, KUA merupakan lembaga yang dibentuk oleh pemerintah untuk menangani masalah pernikahan. Pada pernikahan sering ditemukan berbagai kalangan umur yang mendaftarkan diri di KUA. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Data Mining melalui Model K-Means Clustering untuk menentukan pengelompokkan umur pernikahan yang bertujuan untuk mempermudah pihak KUA dalam mengedukasi calon mempelai pernikahan dalam sudut pandang masa depan dan sudut pandang ekonomi dalam hal memiliki seorang anak. Dataset penelitian ini adalah data calon mempelai pernikahan pada KUA Rawang Lama, Panca Arga pada tahun 2022 sebanyak 102 sampel, dengan membentuk 3 klaster yaitu : cluster Ideal sebanyak 76 calon mempelai pernikahan (usia 19-30 berdasarkan umur suami dan usia 18-25 berdasarkan umur istri), cluster baik sebanyak 20 calon mempelai pernikahan (usia 28-44 berdasarkan umur suami dan usia 24-37 berdasarkan umur istri), dan cluster beresiko sebanyak 6 calon mempelai pernikahan (usia 49-72 berdasarkan umur suami dan usia 39-58 berdasarkan umur istri), dan menghasilkan Silhouette Score 0.57.
Kata kunci: clustering; data mining; k-means; pernikahan
Abstract:Abstract: Since the Covid-19 virus, there has been a decrease in the mobility of citizens in traditional markets, and many are affected by the termination of employment. In Batam, especially the Tiban area, most of the people…
eople are workers, with their busyness from morning to evening and often even late at night, giving people little time to shop for their daily needs in the market. E-groceries are starting to become more popular now, allowing people to shop online for their daily needs. E-grocery provides a variety of services, delivery services, and ease of use of applications to users. The design of the E-Grocery system significantly provides several operational advantages such as making data processing easier to trace and building personal relationships with customers and couriers so that they become closer. This is the company's competitiveness in selling their daily needs. This research aims to provide benefits to the community, sellers, and couriers to make it easier to shop for daily necessities such as fruits, vegetables, and other necessities, and also to help reduce the unemployment rate of the community by becoming a courier for delivery orders. The design of the E-Grocery system uses the agile method, with the software modeling language using UML. The result of this research is the E-grocery application, an android-based mobile application. With the e-grocery application, sales have been digitized to facilitate the distribution of daily goods to busy working people.
Keywords: delivery services; e-grocery; mobile application; system information; uml
Abstrak : Sejak Virus Covid-19 melanda telah terjadi penurunan mobilitas masyarakat di pasar tradisional Kota Batam, banyak yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (Phk). Kota Batam sendiri, khususnya daerah Tiban, mayoritas masyarakatnya adalah pekerja, dengan kesibukan dari pagi sampai sore bahkan tak jarang hingga malam hari, membuat masyarakat memiliki sedikit waktu untuk berbelanja kebutuhan sehari – hari ke pasar. Saat ini, E-grocery mulai banyak bermunculan memungkinkan orang-orang untuk berbelanja kebutuhan sehari-sehari secara online. E-grocery menyediakan berbagai macam pelayanan, layanan pesan antar, kemudahan penggunaan aplikasi kepada pengguna. Perancangan sistem E-Grocery secara signifikan memberikan sejumlah kelebihan operasional seperti pemrosesan data menjadi lebih mudah ditelusuri, dapat membangun hubungan personal dengan pelanggan dan kurir sehingga menjadi lebih dekat. Hal ini merupakan daya saing perusahaan dalam menjual kebutuhan sehari – hari mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah memberi kemanfaatan kepada masyarakat, penjual dan kurir untuk mempermudah dalam berbelanja kebutuhan sehari - hari seperti buah - buahan, sayur mayur, serta kebutuhan lainnya, juga membantu mengurangi tingkat pengangguran masyarakat dengan menjadi kurir pengantaran pesanan. Perancangan sistem E-Grocery menggunakan metode agile, dengan bahasa pemodelan perangkat lunak menggunakan UML. Hasil dari penelitian ini adalah Aplikasi E-grocery yang merupakan Aplikasi mobile berbasis android. Dengan adanya aplikasi E-grocery maka penjualan sudah digitalisasi sehingga memperlancar pendistribusian produk harian kepada masyarakat yang sibuk bekerja.
Kata kunci: aplikasi mobile; delivery services; e-grocery; sistem informasi; uml
Abstract:Abstract: Distribution is an important the business sector, the agricultural sector for distributing seeds to ensure the location of customers selling seeds. Problems that are often encountered seed distribution process…
are the efficiency of the time and distance distribution. Re search will build software entering initial location data and several dynamically added consumer agents. The distance parameter uses latitude-longitude integrated on google maps and detects varying store locations, the generation of chromosomes or the best distribution path with the minimum distance route. The heuristic approach using the Genetic Algorithm imitates the concept of biological evolution of random exchange structure series. This study is to distribute 3 types of seeds with a choice of weights that have been divided into 3 areas located on the map of Indonesia using land routes. The results of the test of the population of the average fitness value tend to remain from the previous value of 1-10 the fitness value and the optimum iteration with 9-12 with an average fitness value of 44.2. Optimal results are obtained when Mr is higher than the Cr values. Thus, the Genetic Algorithm can be used for TSP seed distribution paths. 1:2 fitness evaluation compared with the usual estimates used .
Keywords: Genetic Algorithm; Route Optimization; Seed Distribution; TSP
Abstrak: Distribusi menjadi hal penting berwirausaha, salah satunya pada bidang pertanian untuk pendistribusian benih sampai lokasi tujuan. Permasalahan sering ditemui dalam proses pendistribusian adalah efektifan, efisiensi waktu dan jarak tempuh. Sehingga penelitian akan membangun perangkat lunak dengan memasukan data titik lokasi awal dan beberapa lokasi tujuan agen konsumen ditambahkan secara dinamis. Parameter jarak menggunakan latitude-longitude terintegrasi pada google maps yang mendeteksi keberadaan lokasi, selanjutnya diketahui generasi kromosom atau jalur distribusi terbaik dengan rute minimum. Pendekatan Heuristic menggunakan Algoritma Genetika meniru konsep evolusi biologis deretan struktur pertukaran informasi secara acak. Tujuan dalam penelitian ini dapat mendistribusikan jenis benih dengan pilihan bobot yang telah terbagi dalam wilayah lokasi. Satu wilayah lokasi terdapat beberapa lokasi toko ditambahkan secara dinamis, dengan proses yang sudah ditentukan titik awal keberangkatan. Penelitian ini menekankan pada proses penentuan rute lokasi saja. Hasil pengujian jumlah populasi rata-rata nilai fitness cenderung bersifat tetap dari nilai sebelumnya selisih 1-10 nilai fitness dan iterasi optimum dengan 9-12 dengan rata-rata nilai fitness 44,2. Hasil optimum didapatkan ketika Mutation rate (Mr) lebih tinggi dibanding nilai Crossover rate (Cr). Maka, Algoritma Genetika bisa digunakan untuk TSP jalur distribusi benih pengujian menghasilkan evaluasi fitnes 1:2 untuk Algoritma Genetika dibandingkan dengan estimasi jarak biasa digunakan.
Kata kunci: Algoritma Genetika; Distribusi Benih; Optimalisasi Rute; TSP
Abstract:Abstract: Flood disasters often occur in areas with certain geographical conditions, such as proximity to rivers, high rainfall especially during the wetseason and soil types that contain clay so that they are not good enough…
nough to absorb water. One of the cities in Indonesia whichhas frequent floods. The planned mitigation strategy must be more targeted so that it is more effective in tackling flood disasters. Therefore, mapping with Geographic Information Systems can be used to map areas that are prone to flooding specifically by combining spatial data on each predetermined parameter. Not only that, the integration of Geographic Information Systems and forecasting with multiple linear regression methods can predict the level of flood vulnerability based on the parameters determined in the following year. Based on the analysis that has been done, the areas in Pontianak City that are prone to flood disasters are spread over several sub-districts, namely East Pontianak District, Pontianak City District and parts of North Pontianak District.
Keywords: Flood vulnerability; Geographic Information System; Multiple Linear Regression
Abstrak: Bencana banjir seringkali terjadi di wilayah dengan kondisi geografis tertentu sepertijaraknya yang dekat dengan sungai, curah hujan cukup tinggi khususnya pada musim hujan hingga mayoritas jenis tanah yang memiliki kandungan lempung sehingga tidak cukup baikdalam menyerap air. Kota Pontianak merupakan satu diantara kota di Indonesia yang sering dilanda bencana banjir. Oleh karena itu, pemetaan dengan Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk memetakan wilayah-wilayah yang rawan bencana banjir secara spesifik dengan menggabungkan data spasial pada setiap parameter yang sudah ditentukan. Tidak hanya itu, integrasi sistem informasi geografis dan peramalan dengan metoderegresi linier berganda dapatmemprediksi tingkat kerawanan banjir berdasarkan parameter yang ditentukan pada tahun berikutnya. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, daerah di Kota Pontianak yang rawan bencanabanjir tersebar di beberapa kecamatan yaitu Kecamatan Pontianak Timur, Kecamatan Pontianak Kota dan sebagianKecamatan Pontianak Utara.
Kata kunci: Kerawanan Banjir; Regresi Linier Berganda; Sistem Informasi Geografis
Abstract:Abstract: In its implementation, fiber optic is a cable that has fiber material that uses light as a transmission medium in sending data. The speed in data management becomes faster; there is the easy maintenance of tools.…
s. Handling this fiber optic disturbance, the company has complex data in big data wherein its management good processing is needed so that data redundancy does not occur. Still, accuracy and speed in data management are very important in big data management. Quality improvement for the company is the most important thing; even to achieve good quality, the company will do things that can support that quality; with the quality of the company being able to have long sustainability, a six sigma approach is carried out so that it can support quality improvements that the company can make.
Keywords: Big Data; Fiber Optic; Six Sigma
Abstrak : implementasinya fiber optic merupakan kabel yang memiliki bahan serat yang menggunakan cahaya sebagai media transmisi dalam mengikirimkan data sehingga kecepatan dalam pengelolaan data menjadi lebih cepat, terdapat kemudahan perawatan tools. Penanganan terhadap gangguan fiber optic ini perusahaan memiliki data yang kompleks dalam suatu bigdata dimana dalam pengelolaannya dibutuhkan suatu pengolahan yang baik agar tidak terjadi redudansi data, akan tetapi ketepatan dan kecepatan dalam pengelolaan data menjadi hal yang sangat penting dalam pengelolaan big data. Peningkatan kualitas bagi perusahaan menjadi hal yang paling penting, bahkan untuk mencapai kualitas yang baik perusahaan akan melakukan hal yang dapat menunjang kepada kualitas tersebut, dengan kualitas perusahaan dapat memiliki sustainable yang lama maka dilakukan pendekatan six sigma sehingga dapat mengdukung perbaikan kualitas yang dapat dilakukan oleh perusahaan.
Kata kunci : Big data; Fiber Optik; six Sigma
Abstract:Abstract: Netflix's success cannot be separated from its investment in building a strong digital industry in its business, including in creating relationships with its customers through social media. Netflix is here and…
becomes a good listener to understand the prevailing pop culture with a variety of interesting content that has been adapted to the data they have regarding the behaviour of their subscribers so that it can be well received by the wider community. This article is explained further in the form of a descriptive analysis of how Netflix, a company that undergoes many transformations, ultimately utilizes social media to build relationships with its customers. It begins with collecting various data relevant to the topic and research title to be presented in a complete presentation through literature studies referred to as sequence data. In the end, it was concluded that Netflix is one of the companies that are indeed successful in using social media as one of their strategies to form a good close relationship with its users, Netflix also maximizes the user data they have such as what customers like and what they don't. which helps Netflix understand each user's behaviour.
Keywords: digital; netflix; social media
Abstrak: Kesuksesan Netflix tidak dapat dilepaskan dari investasi mereka dalam membangun industri digital yang kokoh dalam bisnisnya termasuk dalam menciptakan hubungan dengan para pelanggannya melalui sosial media. Netflix hadir dan menjadi pendengar yang baik untuk memahami kultur pop yang berlaku dengan berbagai konten menarik yang telah disesuaikan dengan data yang mereka miliki terkait perilaku pelanggannya sehingga dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas. Dalam artikel ini, dijelaskan lebih lanjut dalam bentuk analisis deskriptif bagaimana Netflix sebagai sebuah perusahaan yang banyak melakukan transformasi yang pada akhirnya memanfaatkan sosial media untuk menjalin hubungan dengan para pelanggannya. Diawali dengan melakukan pengumpulan berbagai data yang relevan dengan topik dan judul penelitian untuk disajikan menjadi sebuah pemaparan yang utuh melalui kajian-kajian pustaka yang disebut sebagai data sequence. Pada akhirnya, didapatkan kesimpulan bahwa Netflix merupakan salah satu perusahaan yang memang berhasil dalam menggunakan sosial media sebagai salah satu strategi mereka untuk membentuk hubungan kedekatan yang baik dengan para penggunanya, Netflix juga memaksimalkan data pengguna yang mereka miliki seperti apa yang pelanggan sukai dan apa yang tidak pelanggan sukai, yang menunjang Netflix dalam memahami perilaku masing-masing pengguna.
Kata kunci: digital; media sosial; netflix
Abstract:Abstract:†Cryptography is one of the important subjects to learn because the content of the discussion discusses data security. Data security has a very important role considering that most transaction activities are…
are carried out on the internet. Many platforms offer virtual transactions, such as motorcycle taxis, online marketplaces, and banking. For transacting on the internet, reliable data security is needed to maintain the security of user data from internet crimes (cybercrime). For cryptography learning to produce students who understand cryptography in-depth, this learning is carried out independently. One of the lessons to improve independent skills is a project approach. With project-based learning, students will be actively involved in completing projects given by the lecturer. To facilitate interaction and monitor projects completed by students, an LMS (Learning Management System) was created. The lecturer will later upload the student projects through the LMS, and if the student wants to work on the project, they can download it from the LMS.
Keywords: Cryptography; LMS; Online transactions
Abstrak:†Kriptografi merupakan salah satu mata pelajaran yang penting untuk dipelajari karena isi bahasannya membahas tentang pengamanan data. Saat ini, keamanan data memiliki peran yang sangat penting, mengingat sebagian besar aktivitas transaksi dilakukan di internet. Banyak platform yang menawarkan transaksi virtual, seperti ojek online, pasar online dan perbankan. Dalam bertransaksi di internet dibutuhkan keamanan data yang handal untuk menjaga keamanan data pengguna dari kejahatan internet (cyber crime). Agar pembelajaran kriptografi menghasilkan mahasiswa yang memahami kriptografi secara mendalam, maka pembelajaran ini dilakukan secara mandiri. Salah satu pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mandiri adalah dengan pendekatan project. Dengan pembelajaran berbasis project, mahasiswa akan terlibat aktif menyelesaikan project yang diberikan dosen. Untuk memudahkan interaksi dan monitor project yang diselesaikan mahasiswa, maka dibuat LMS (Learning Manajement System). Setiap project mahasiswa nantinya akan di unggah oleh dosen melalui LMS dan mahasiswa bisa mengunguh project di LMS
Dengan menambahkan LMS dan pembelajaran yang berbasis project pada pembelajaran kriptografi menunjukkan hasil belajar yang lebih baik. Hal ini dapat dilihat pada hasil tinjauan dilangan dengan penyelesaian sebuah soal dan hasil ujian akhir mahasiswa.
Kata kunci: Kriptografi; LMS; Transaksi Online,
Abstract:Abstract: The number of applicants for scholarship recipients is many, so in the registration process, the scholarship provider provides several requirements that students must meet, and these requirements have criteria…
with different weight values. The number of applicants for the scholarship recipients is enormous; a Decision Support System (DSS) is needed to help the selection process be more accessible and faster and reduce errors in determining scholarship recipients. The data collection method uses interviews, observations, and literature with the waterfall's system development method. The calculation of the criteria used in developing this system is the Simple Additive Weighting (SAW) method. Comparing the final results between manual and system analyses shows that the equation is close to 100%. Still, the final results may be different because manual calculations use raw values, while system calculations use the Simple Additive Weighting (SAW) method, which compares alternatives.
.
Keywords: decision support system; scholarship; simple additive weighting
Abstrak: Pendaftar calon penerima beasiswa tidak sedikit jumlahnya, sehingga pada proses pendaftaran pihak pemberi beasiswa memberikan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh siswa, dan persyaratan tersebut memiliki kriteria dengan nilai bobot yang berbeda-beda. Jumlah siswa yang mengajukan beasiswa sangat banyak, dan memerlukan sistem pendukung keputusan untuk mempermudah dan mempercepat proses seleksi serta mengurangi kesalahan dalam menentukan penerima beasiswa. Metode dalam mengumpulkan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan literatur dengan metode pengembangan sistem menggunakan waterfall. perhitungan kriteria yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah metode SAW (Simple Additive Weighting). Perbandingan hasil akhir antara perhitungan manual dan sistem menunjukkan persamaan mendekati 100%, namun hasil akhir bisa saja berbeda karena perhitungan manual menggunakan nilai mentah, sedangkan perhitungan sistem menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting) yang perhitungan dengan cara membandingkan alternatif.
Kata kunci: beasiswa; simple additive weighting; sistem pendukung keputusan
Abstract:Abstract: Question classification is a computer science system, which aims to analyze questions and can label each question based on existing categories. Questions can be collected from several materials or topics that are…
re many and different. Therefore, the researcher intends to create a classification system for quiz questions Data Warehouse and Business Intelligence which can be grouped into topics Data Warehouse, Business Intelligence, Data Analytics, and Performance Measurement. One way to solve this problem is by approach machine learning. In this study, researchers used a comparison of machine learning algorithms, namely the algorithm NaïveBayes and SupportVectorMachine using SMOTE and methods Cross-Validation The results of this study show the best accuracy results and are very helpful. The results obtained in the method cross-validation before SMOTE resulted in an accuracy rate of 82.02% for the results after going through the SMOTE stage of 94.79% on the algorithm Naïve Bayes, while the algorithm SupportVectorMachine get accuracy of 81.39% in the process before SMOTE for the results after going through SMOTE of 96.52%.
Keywords: Cross-Validation; Machine Learning; Naive Bayes; Support Vector Machine; Question Classification
Abstrak: Klasifikasi pertanyaan merupakan sebuah sistem ilmu komputer, yang bertujuan untuk menganalisis pertanyaan serta dapat memberi label pada setiap pertanyaan berdasarkan kategori yang ada. Pertanyaan soal dapat dikumpulkan dari beberapa materi atau topik yang banyak dan berbeda. Oleh karena itu, bermaksud untuk membuat sistem klasifikasi pertanyaan soal kuis Data Warehouse dan Business Intelligence yang dapat dikelompokkan menjadi topik Data Warehouse, Business Intelligence, Data Analitik, dan Pengukuran Kinerja. Cara yang dapat dilakukan untuk permasalahan ini dengan menggunakan pendekatan MachineLearning. Pada penelitian kali ini menggunakan perbandingan algoritma MachineLearning yaitu algoritma NaïveBayes dan SupportVectorMachine menggunakan metode SMOTE dan Cross-Validation. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil akurasi yang terbaik dan sangat membantu. Hasil yang diperoleh pada metode cross-validation sebelum SMOTE menghasilkan tingkat akurasi sebesar 82.02% untuk hasil sesudah melalui tahap SMOTE sebesar 94.79 % pada algoritma Naïve Bayes, sedangkan pada algoritma Support Vector Machine menghasilkan akurasi sebesar pada proses sebelum SMOTE 81.39% untuk hasil sesudah melalui SMOTE sebesar 96.52%.
Kata kunci: Klasifikasi Pertanyaan; Pembelajaran Mesin; Naive Bayes; Support Vector Machine; Cross-Validation