Search Articles & Publications

Showing 2560 articles found for "Dekat"

PREDIKSI KELANCARAN PEMBAYARAN CICILAN CALON DEBITUR DENGAN METODE K-NEAREST NEIGHBOR

Rizky, Sri Ayu, Yesputra, Rolly, Santoso, Santoso
Abstract: Abstract: In this research, a prediction system has been successfully developed to predict whether or not a prospective money borrower will run smoothly. Prospective borrowers who will borrow, some of the data that meet… the criteria will be inputted by the office clerk into a prediction application system interface to be processed using the Data Mining method, namely the K-Nearest Neighbor Algorithm with the Codeigniter programming language 3. The results of the Euclidean calculation process are based on predetermined criteria Between training data (training) to testing data (test) will be displayed with a table that has been sorted from smallest to largest containing 9 closest neighbors according to the K value that has been determined, namely 9. The nine neighbors will be taken the dominant category. This dominant category can be used as a guideline that makes it easier for the leader to make a decision on the next borrower.             Keywords: Data Mining; Euclidean; K-Nearest Neighbor; Prospective Borrowers;     Abstrak: Dalam penelitian ini telah berhasil dibuat sebuah sistem prediksi untuk memprediksi lancar atau tidak lancarnya seorang calon peminjam uang. Calon peminjam uang yang akan meminjam, sebagian datanya yang memenuhi kriteria akan diinputkan petugas kantor ke dalam sebuah interface sistem aplikasi prediksi untuk diolah menggunakan metode Data Mining yaitu Algoritma K-Nearest Neighbor dengan bahasa pemrograman Codeigniter 3. Hasil proses perhitungan Euclidean berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan antara data training (latih) ke data testing (uji) tersebut akan ditampilkan dengan sebuah tabel yang sudah diurutkan dari yang terkecil ke terbesar berisi 9 tetangga terdekat sesuai dengan nilai K yang sudah ditentukan yaitu 9.  Sembilan tetangga tersebut akan diambil kategori yang dominan. Kategori yang dominan tersebut bisa dijadikan suatu pedoman yang memudahkan pimpinan dalam mengambil sebuah keputusan kepada calon peminjam selanjutnya.   Kata kunci: Debitur; Data Mining; Euclidean; K-Nearest Neighbor

RISK MANAGEMENT ANALYSIS OF BUS TRANSPORTATION APPLICATION USING COBIT 4.1

Setyadi, Resad, Prabowo, Handy Nur
Abstract: Abstract: The role of information technology in transportation increases, namely in enjoying transportation services. One way to provide the best service for a transportation company to customers is to provide a bus booking… ing application service. One of the companies that offer service applications is a bus transportation application located in Yogyakarta. Because the application system is considered necessary, stakeholders need IT risk management for the bus booking application. The purpose of this research is to analyze the risk management of the bus transportation application. In measuring IT risk management, the author uses the Control Objective for information and Related Technology (COBIT) 4.1 domain Plan and Organize (PO) framework, especially PO9 (Assess and Manage IT risk). The analysis results show that if the bus transportation application is at level 2 in maturity level. It means that the company knows that there are problems that need resolving. Standard risk management in bus transportation applications tends to provide failed access in the progress of its service. The problem is solving individually and not yet at the integrated completion stage. In general, the application management approach needs to improve better management in the field of information technology.             Keywords: COBIT; plan and organize; risk management     Abstrak: Peran teknologi informasi dalam meningkatnya angkutan yaitu dalam menikmati layanan angkutan. Salah satu cara untuk memberikan layanan terbaik bagi perusahaan angkutan kepada pelanggan adalah dengan menyediakan layanan aplikasi pemesanan bus. Salah satu perusahaan yang menawarkan aplikasi jasa adalah aplikasi angkutan bus yang berlokasi di Yogyakarta. Karena sistem aplikasi dirasa perlu, maka stakeholders membutuhkan manajemen risiko TI untuk aplikasi pemesanan bus tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis manajemen risiko pada aplikasi angkutan bus. Dalam mengukur manajemen risiko TI, penulis menggunakan framework Control Objective for Information and Related Technology (COBIT) 4.1 domain Plan and Organize (PO), khususnya PO9 (Assessment and Manage IT risk). Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan angkutan bus berada pada level 2 pada tingkat kematangan. Artinya perusahaan mengetahui bahwa ada masalah yang perlu diselesaikan. Manajemen resiko standar dalam aplikasi transportasi bus cenderung memberikan akses yang gagal dalam kemajuan layanannya. Masalahnya diselesaikan secara individu dan belum pada tahap penyelesaian terintegrasi. Secara umum, pendekatan manajemen aplikasi perlu meningkatkan manajemen yang lebih baik di bidang teknologi informasi.   Kata kunci: COBIT; plan and organize; risk management

VALIDASI BISNIS ARSITEKTUR MODEL MENGGUNAKAN METODE FORMAL (STUDI KASUS: MANUFAKTURING)

Annastasia, Syifa, Nur Fajrilah, Asti Amalia, Izzati, Berlian Maulidya
Abstract: Abstract: Roeleven and Broer reveal that more than 66% of EA programs do not live up to expectations due to a failure to demonstrate sufficient value for the business. Business architecture has an important role to help… companies achieve the desired business values. An organization also depends on how well the information provided on each artifact especially in the architectural business phase. That way, failure in business modeling can also have an impact on EA implementationw. Modeling artifacts in a good architectural business phase can help to avoid mistakes from the start, because the quality of the business modeling model will have an impact on the quality of information system design. Therefore, it need to test the quality of the model on every artifact in the architectural business, because many business models are not always of high quality. To have a high quality EA, one of them is by identifying a conceptual quality framework approach. There are six principles that must be considered when assessing the quality of a company model, in this study using the quality of the business architecture validity model with six attributes using the formal Petri net method.             Keywords: Enterprise Architecture; Business Architecture; Business Process; Validity, Attribute Quality     Abstrak: Roeleven dan Broer mengungkapkan bahwa lebih dari 66% program EA tidak memenuhi harapan karena kegagalan untuk menunjukkan nilai yang cukup untuk bisnis. Arsitektur bisnis memiliki peran penting untuk membantu perusahaan mencapai nilai bisnis yang diinginkan. Sebuah organisasi juga bergantung pada seberapa baiknya informasi yang diberikan pada setiap artefak terutama pada fase bisnis arsitektur. Dengan begitu kegagalan pemodelan bisnis juga dapat berdampak pada implementasi EA. Memodelkan artefak pada fase bisnis arsitektur yang baik dapat membantu untuk menghindari kesalahan sejak awal karena kualitas model pemodelan bisnis akan berdampak pada kualitas desain sistem informasi. Maka dari itu, kualitas dari pemodelan bisnis model telah diakui sebagai faktor penting untuk pemodelan sukses di perusahaan, serta perlunya untuk melakukan pengujian kualitas model pada setiap artefak pada bisnis arsitektur, karena banyak model bisnis yang tidak selalu berkualitas tinggi. Untuk memiliki EA yang berkualitas tinggi salah satunya dengan mengidentifikasi pendekatan kerangka kualitas konseptual. Terdapat enam prinsip yang harus dipertimbangkan ketika menilai kualitas model perusahaan, dalam kajian ini menggunakan kualitas model validity arsitektur bisnis dengan enam atribut menggunakan metode formal Petri net.   Kata kunci: Arsitektur Perusahaan; Bisnis Arsitektur; Proses Bisnis; Validitas; Kualitas Atribut    

KERANGKA KERJA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK AUDIT MUTU INTERNAL BERBASIS IAPS 4.0 DENGAN ACTOR NETWORK THEORY

Widiantoro, Suryo, Yodi, Yodi
Abstract: Abstract: Higher education is an institution engaged in services that provides services to internal and external consumers consisting of students, stakeholders and alumni both academically and non academically. The services… ces provided determine the satisfaction of consumers. Higher education values are manifested in the form of accreditation. The value of accreditation is expected to be in accordance with the quality culture that runs in universities. To ensure customer satisfaction, universities must always evaluate the service policies provided based on established university standards. Evaluation is done by conducting an internal university quality audit. In the future, this activity will be routinely carried out to ensure that activities in higher education are in accordance with the standards set as a process for implementing a higher education quality culture. This is expected to be able to encourage the superior value of higher education accreditation by conducting analysis, costs and providing advice to support decisions by the highest leadership. The application of this framework analysis uses the Actor Network Theory approach to see the relationship between actors in the application of information technology so that the resulting information system is acceptable and in accordance with existing business processes at universal universities. The results of this study are a framework for making information systems based on the results of web-based ANT analysis.             Keywords: actor network theory; audit; iaps 4.0; it framework; internal quality of PT     Abstrak: Perguruan tinggi merupakan suatu lembaga yang bergerak dibidang jasa yang memberikan pelayanan kepada para konsumen internal dan eksternal yang terdiri dari mahasiswa, stakeholder dan alumni baik secara akademik dan non akademik. Pelayanan yang diberkan menentukan kepuasan para kosumen. Nilai perguruan tinggi diwujudkan dalam bentuk akreditasi. Nilai akreditasi diharapkan sesuai dengan budaya mutu yang berjalan didalam pergurua tinggi. Untuk menjamin kepuasan konsumen maka, perguruan tinggi harus selalu melakukan evaluasi terhadap kebijakan pelayanan yang diberikan berdasarkan standar perguruan tinggi yang ditetapkan. Evaluasi dilakukan dengan cara melakukan kegiatan audit mutu internal perguruan tinggi. Kegiatan ini kedepannya secara rutin dilakukan untuk memastikan aktivitas didalam perguruan tinggi sesuai dengan standar yang ditetapkan sebagai proses untuk menerapkan budaya mutu perguruan tinggi. Hal ini diharapkan mampu mendorong nilai unggul akreditasi perguruan tinggi dengan melakukan analisis, penilaian dan pemberian saran sebagai pendukung pengambilan keputusan oleh pimpinan tertinggi.  Penerapan analisis kerangka kerja ini menggunakan pendekatan Actor Network Theory untuk melihat hubungan antara actor dalam penerapan teknologi informasi sehingga system informasi yang dihasilkan dapat diterima dan sesuai dengan bisnis proses yang ada pada universitas universal. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah kerangka pikir untuk pembuatan system informasi berdasarkan hasil analisis ANT berbasis web.   Kata kunci: actor network theory; audit; iaps 4.0; kerangka kerja ti; mutu internal PT

KORELASI TIME TO LIVE TERHADAP QUERY TIDAK NORMAL PADA DNS MENGGUNAKAN BINARY LOGISTIC REGRESSION

Aminudin, Aminudin, Cahyono, Eko Budi
Abstract: Abstract: DNS plays a vital role in the operation of services on the internet. Almost all services on the internet are under DNS control, such as email, FTP, web apps, etc. So, it is not surprising that various malicious… activities involve DNS services such as financial fraud, phishing, malware, and malicious activity, etc. Fortunately, in DNS there is a record with the name time to live which can be used to detect a query or the address accessed from the user is a normal query or an abnormal query. Therefore, the purpose of this study is to determine the correlation value between time to live and abnormal queries on passive DNS data using the Binary Logistic Regression model. The results showed that the Binary Logistic Regression method could model the correlation between TTL, elapsed, and bytes which have an optimal model F1 Score of 0.9997 and also have a condition close to the ideal state by using the Precision-Recall Curve (PRC) graph plot.             Keywords: Binary Logistic Regression; DNS Passive; Precision-Recall Curve (PRC); Query Abnormal     Abstrak: DNS memegang peranan yang vital di dalam berjalanya service di internet. Hampir seluruh layanan di internet berada di bawah kendali DNS seperti email, ftp, app web dll. Jadi, tidak mengherankan bahwa berbagai kegiatan jahat melibatkan layanan DNS seperti financial fraud, phising, malware dan aktivitas malicious dll. Untungnya, di dalam DNS tersimpan sebuah record dengan nama time to live yang dapat digunakan untuk mendeteksi sebuah query atau alamat yang diakses dari user tersebut bersifat query normal atau query tidak normal. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai korelasi antara time to live dengan query tidak normal pada data passive DNS dengan menggunakan model Binary Logistic Regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Binary Logistic Regression dapat memodelkan korelasi antara TTL, elapsed dan bytes yang memiliki model optimal F1 Score sebesar 0.9997 dan juga memiliki kondisi hampir mendekati keadaan ideal dengan menggunakan plot grafik Precision Recall Curve (PRC).   Kata kunci: Binary Logistic Regression; DNS Passive; Precision-Recall Curve (PRC); Query Abnormal  

PENGEMBANGAN PROTOTIPE TOMBOL DARURAT PERUMAHAN BERBASIS WEBSITE

Nuryasin, Ilyas
Abstract: Abstract: Environmental safety is a shared responsibility between the community and the officers who are specially authorized to secure an area. For this reason, the role of the community in informing actions that interfere… fere with safety is important. This study aims to develop a prototype of an environmental safety system using an emergency button application to inform certain safety conditions. This research is developed by conducting a Research and Development model through requirement analysis, system design, implementation, and functional testing. This prototype offers a basic function of the security system at a residence, such as a button for hazard emergency, stranger alert, notification when out of town, and needing assistance. This prototype is connected to the account of each resident with the security officer at the post guard. This prototype has been tested and works well as expected.             Keywords: emergency button; security; residence;      Abstrak: Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan petugas yang diberi wewenang secara khusus menjaga keamanan sebuah wilayah. Untuk itu, peranan masyarakat dalam menginformasikan tindakan-tindakan yang mengganggu keselamatan  menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe sistem keamanan lingkungan menggunakan aplikasi tombol darurat bagi masyarakat untuk menginformasikan kondisi keamanan tertentu. Penelitian ini dikembangkan dengan pendekatan model Research and Development dengan melakukan analisis kebutuhan selanjutnya dirancang dan diimplementasikan dalam bentuk situs web yang selanjutnya diuji coba fungsionalitasnya. Fungsi yang ditawarkan dalam model ini meliputi tombol darurat bahaya, waspada orang asing, keluar kota dan bantuan. Sistem terhubung pada akun masing-masing warga dengan petugas keamanan di pos keamanan. Prototipe telah diuji fungsionalitasnya dan bekerja baik sesuai dengan fungsinya.     Kata kunci: keamanan; perumahan; tombol darurat

PENGAMANAN DATABASE MENGGUNAKAN KOMBINASI ALGORITMA (CEST CRYPTOGRAPHY) DAN ALGORiTMA BASE64

Wadisman, Cendra, Nozomi, Irohito, Rahmawati, Sri
Abstract: Abstract: Combined algorithm (Cest Cryptography) is a combination of 3 algorithms such as Merklee-Hellman, Discrete Logarithm and ASCII Modification, using Base64 to hide 2 public keys and 2 private keys. Combination algorithms… orithms are used because of the increasing number of techniques in cryptography, making it easier to combine each other algorithms in order to get more complicated encryption that won't even be cracked in the near future. On large sites there has been database theft, if the stolen database has been encrypted it will be difficult for data thieves to take advantage of it, but if it is not encrypted it is very easy to use the data so that it creates huge losses, especially user trust from the site.             Keywords: algorithm combination; ascii modification; base64; merklee-hellman; discrete logarithm     Abstrak: Kombinasi algoritma (Cest Cryptography) merupakan kombinasi 3 algoritma seperti Merklee-Hellman, Logaritma Diskrit dan Modifikasi ASCII, menggunakan Base64 untuk menyembunyikan 2 kunci public dan 2 kunci private.. Kombinasi algoritma digunakan karena semakin banyaknya teknik-teknik dalam kriptografi sehingga mempermudah untuk saling mengkombinasikan algoritma agar mendapatkan enkripsi yang lebih rumit dan bahkan tidak bisa dipecahkan dalam jangka waktu dekat. Pada situs-situs besar telah terjadi pencurian database, jika database yang dicuri telah terenkripsi maka akan mempersulit pencuri data untuk memanfaatkannya tetapi jika tidak terenkripsi maka sangat mudah data tersebut di manfaatkannya sehingga membuat kerugian yang sangat besar terutama kepercayaan pengguna dari situs tersebut.   Kata kunci: kombinasi algoritma; modifikasi ascii; base64; merklee-hellman;logaritma diskrit

IMPLEMENTASI CERTAINTY FACTOR DALAM MENGATASI KETIDAKPASTIAN PADA SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KUDA LAUT

Borman, Rohmat Indra, Napianto, Riduwan, Nurlandari, Putri, Abidin, Zaenal
Abstract: Abstract: In analyzing information, it is possible for experts to disclose information with uncertain recognition. For example, with the use of consent, the use is large and almost certain. In overcoming uncertainty in the… he system, experts can use the certainty factor (CF) method. This method can overcome reality with a level of certainty based on facts so that it can explain the confidence of an expert. CF can be applied in an expert system to build a program that can diagnose a set of rules. In this study CF was implemented in an expert system diagnosing seahorse disease. Sea horses have a high trading value, both in living and dead conditions. Therefore, sea horses, including animals that are protected by population. In this study, developing an expert system application that can diagnose seahorse disease can help determine the level of trust of experts and users who use related cases. Based on the test results, it shows that CF is able to cope well and has a high level of accuracy.             Keywords: certainty factor;  expert system; seahorses.     Abstrak: Informasi yang dihasilkan dalam diagnosa dimungkinkan  menggunakan ungkapan ketidakpastian. Misalkan dengan penggunaan pernyataan mungkin (maybe), kemungkinan besar (probably not), hampir pasti (almost certainty) dan pernyataan tidak pasti lainya.  Untuk mengatasi ketidak pastian pada sistem pakar dapat menerapkan pendekatan certainty factor (CF). Metode ini mampu mengatasi ketidakpastian dengan mendefinisikan tingkat kepastian berdasarkan fakta sehingga dapat memaparkan keyakinan seorang pakar. CF dapat diterapkan dalam sistem pakar untuk membangun suatu program yang dapat mendiagnosa berdasarkan suatu set aturan. Pada penelitian ini CF diimplementasikan pada sistem pakar diagnose penyakit kuda laut. Kuda laut memiliki nilai jual perdagangan yang tinggi, baik dalam keadaan hidup maupun mati. Oleh sebab itu kuda laut termasuk hewan yang dilindungi populasinya. Penelitian yang dilakukan menghasilkan sistem pakar yang mampu mendiagnosis serta memberikan solusi untuk penyakit kuda laut dengan menggunakan pendekatan CF dalam penanganan ketidakpastian. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan CF mampu mengatasi ketidakpastian dengan baik dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi.   Kata kunci: certainty factor; sistem pakar; kuda laut

SISTEM PAKAR DIAGNOSA KERUSAKAN PADA ALAT BERAT MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

Christy, Tika, Syafrinal, Ilwan
Abstract: Abstrack:  The ability of computers to remember and store information properly can be utilized without having to depend on deficiencies that humans have, such as hunger, thirst and emotions that can be felt at any time as… as humans. Except for electrical energy, all human weaknesses in remembering something can be done by a computer without obstacles. This forward tracking is a data-driven approach. In this approach tracking starts with input information, and then tries to draw conclusions. The basic concept of an expert system where the user submits information or facts to the expert system then the user receives a solution or answer from the expert system. Expert System Application to Detect Heavy Equipment Damage at PT.Tamako Raya Perdana was made so that it can help Heavy Equipment Operators (Excavators) or Companies, and may be able to help Mechanics if they forget the mechanism of action on Heavy Equipment (Excavators). So they no longer need to bother to get the information they need in handling problems in the Excavator.   Keyword: expert system, forward chaining, heavy equipment   Abstrak: Kemampuan Komputer untuk mengingat dan menyimpan informasi dengan baik dapat dimanfaatkan tanpa harus bergantung kepada kekurangan-kekurangan yang dimiliki manusia, seperti lapar, haus dan emosi yang sewaktu-waktu bisa dirasakan seperti pada manusia. Kecuali karena energy listrik, semua kelemahan manusia dalam mengingat sesuatu bisa dilakukan oleh komputer tanpa kendala. Pelacakan kedepan atau runut maju ini adalah pendekatan yang dimotori data (data-driven). Dalam pendekatan ini pelacakan dimulai dari informasi masukan, dan selanjutnya mencoba menggambarkan kesimpulan. Konsep dasar sistem pakar dimana pengguna menyampaikan informasi atau fakta untuk sistem pakar kemudian pengguna menerima solusi atau jawaban dari sistem pakar. Aplikasi Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Kerusakan Alat Berat  Pada PT.Tamako Raya Perdana ini dibuat agar dapat membantu para Operator Alat Berat (Excavator) atau Perusahaan, dan mungkin dapat membantu Mekanik bila lupa akan mekanisme kerja pada Alat Berat (Excavator). Sehingga mereka tidak perlu lagi bersusah payah untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dalam menangani masalah-masalah pada Excavator tersebut.   Kata kunci : sistem pakar, runut maju, alat berat

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN LOKASI PERUMAHAN MENGGUNAKAN METODE PROFILE MATCHING

Efendi, Zulfan
Abstract: Abstract: In the business of property developers choosing a location to be an important decision for developers as a factor of attractiveness in housing marketing, if lack of observance in choosing the location of the location… cation will result in slow sales, so that the company's profits become not optimal. For this reason, a decision support system is needed that can help developers in recommending housing locations that are in accordance with the wishes of the developer. The profile matching method is chosen because it can provide the closest value recommendation, so if there is no land the exact location in accordance with the wishes of the developer but the profile maching is able to provide the selection of the location with the closest profile value to the developer desired.                                                                   Keywords: Decision support system, Developer, Property, Location Land, Profile matching.     Abstrak: Lokasi merupakan faktor terpenting dalam usaha developer property, karena mempengaruhi tingkat pemasaran perumahan. Pemilihan lokasi menjadi keputusan penting, sehingga dibutuhkan suatu sistem pendukung keputusan yang tepat. Metode profile matching merupakan pilihan yang dapat memberikan rekomendasi. Hasil dari penelitian ini adalah memberikan rekomendasi dengan nilai terdekat, jadi walaupun tidak ada lahan lokasi yang sesuai persis keinginan developer tapi profile matching akan memberikan rekomendasi pemilihan lahan lokasi dengan profil yang terdekat sesuai harapan developer. Maka, dapat disimpulkan profile matching merupakan pilihan tepat dalam penentuan keputusan lokasi perumahan.