Search Articles & Publications

Showing 2 articles found for "Antologi"

Analisis Hermeneutik Dilthey Pada Antologi Puisi Deru Campur DebuKarya Chairil Anwar Dan Pemanfaatanya Sebagai Bahan Ajar UnsurEkstrinsik Puisi Kelas X

Asyifah, Ahmad Maskur Subaweh, Khoirul Fajri
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan makna puisi-puisi dalam antologi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar dengan pendekatan hermeneutik Wilhelm Dilthey. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji nilai-nilai yang terkandung… rkandung dalam beberapa puisi, khususnya nilai religius, moral, dan sosial. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan fokus utama pada interpretasi makna serta penggalian nilai-nilai tersebut dalam kumpulan puisi Deru Campur Debu. Sumber data yang digunakan dari tujuh puisi, yaitu: (1) Aku, (2) Selamat Tinggal, (3) Doa, (4) Sajak Putih, (5) Sebuah Kamar, (6) Senja di Pelabuhan Kecil, dan (7) Catetan Th. 1946. Penelitian ini menggunakan pendekatan hermeneutik dari Wilhelm Dilthey yang mengacu pada tiga konsep utama, yaitu Erlebnis (pengalaman hidup), Ausdruck (ungkapan), dan Verstehen (pemahaman). Teknik analisis data berpusat pada penerapan metode hermeneutik dalam menginterpretasikan makna puisi, yang mencakup proses identifikasi, klasifikasi, dan deskripsi. Data dianalisis melalui beberapa tahapan, seperti analisis larik dalam bait, analisis kata dalam larik, interpretasi makna, serta penyampaian pesan atau amanat dari puisi tersebut. Hasil penelitian ini dengan menggunakan Hermeneutik milik Wilhem Dilthey menunjukan (1) konsep Erlebnis meliputi: (a) pengalaman hidup Chairil Anwar. (2) konsep Ausdruck ini yaitu mendeskripsikan tentang bahasa kiasan, diiksi dan makna yang terdapat pada puisi. (3) konsep Verstehen meliputi: pemahaman tentang puisi karya Chairil Anwar menunjukkan bahwa tema religius berisi imajinasi penyair tentang kejujuran, taubat, dan kepasrahan kepada Allah swt. Unsur imajinatif dalam puisi yang berhubungan dengan nilai-nilai moral memperlihatkan gambaran perilaku menyimpang, seperti kerakusan, kekuasaan yang dijalankan secara otoriter, penolakan terhadap kebenaran, penyebaran kebohongan, serta kemerosotan nilai-nilai etika dalam masyarakat. Dari perspektif sosial, puisi juga menyoroti realitas kehidupan rakyat yang masih dirundung kesengsaraan dan terbelit kemiskinan. Mereka mengalami kelaparan, kekurangan finansial, tidak memiliki tempat tinggal yang layak, dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok lainnya. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa karya-karya Chairil Anwar merefleksikan beragam sisi kehidupan manusia secara mendalam dan luas.. Gaya penyampaian penyair yang menggunakan bahasa kiasan mampu membangkitkan emosi dan menyentuh hati pembaca, menjadikan puisinya mudah diterima dan dipahami secara mendalam.

Analisis Majas Dalam 5 Puisi Pada Antologi  Kiat-Kiat Menyembuhkan Lara Karya Niskala Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Sastra Di SMA

Muhammad Arief Rahman. A, Ahmad Maskur Subaweh, Muji Zain Naufal
Abstract: Karya sastra puisi ialah suatu karya yang disuguhkan dengan kalimat yang menarik dan tentunya memiliki makna yang padat didalamnya, biasanya puisi dibuat bermula dari latar belakang penulis, pengalaman dan juga dari lingkungan… kungan penulis tersebut sehingga menimbulkan puisi yang memiliki ciri tersendiri. Penggunaan gaya bahasa/majas pada puisi sangat perlu digunakan penulis selain untuk mempercantik kalimatnya gaya bahasa juga bisa digunakan sebagai cara khusus sebagai identitas penulis dalam pendirian puisi. Tujuan dari Peneliti ini tentang analisis majas pada 5 puisi dalam Antologi “kiat-kiat Menyembuhkan Lara” karya Niskala yang berjudul “Temu, Bagian yang Menyenangkan dari Jatuh Cinta, Kesaksian Luka, Aku Di Dirimu, Kiat-kiat Menyembuhkan Lara”. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mengetahui kandungan majas didalam puisi tersebut dengan kajian Stilistika dan Pemanfaatnya sebagai buku modul pembelajaran analisis gaya bahasa untuk SMA kelas X. Hasil temuan yang didapatkan pada puisi “Temu” 1 Majas Simile, 3 Hiperbola, 1 Sinedoks, 1 Personifikasi. Puisi “Bagian yang Menyenangkan dari jatuh cinta” memiliki 1 Majas Simile, 3 Majas Alegoria, 1 Majas Paronomasia, 1 Personifikasi. Puisi “kesaksian luka” memiliki 1 majas alegoria dan 4 majas Hiperbola. Puisi “Aku di dirimu” memiliki 5 majas Hiperbola, 1 majas simile, 1 majas Metafora. Puisi “Kiat-kiat Menyembuhkan Lara” memiliki 2 Majas alegoria, 3 Majas Hiperbola, 1 Majas Metafora, 1 Majas Perumpamaan. Bahan ajar tersebut berupa modul pembelajaran gaya bahasa pada puisi untuk siswa kelas X dengan 4 ahli yaitu 2 dosen, 1 guru Bahasa Indonesia di SMA, 1 guru Bahasa Indonesia di SMK.