Search Articles & Publications

Showing 2 articles found for "Archie"

PEMASARAN INFLUENCER DAN IDENTITAS DIGITAL: EKSPLORASI ANTROPOLOGIS BUDAYA KONSUMEN ONLINE

Djufri, Djufri
Abstract: This study explores how influencer marketing shapes digital identity and spatial relations in Makassar, Indonesia, through a spatially grounded urban ethnography approach. This framework enables a deep reading of how urban… an residents engage with digital practices to navigate symbolic and spatial exclusion generated by influencer content. Through social media observation, narrative interviews, and the tracing of urban locations featured in visual representation, the study finds that influencer marketing does not merely sell products—it also reproduces social hierarchies through aesthetic spatiality and the logic of visibility. Yet, amid such exclusions, marginalized communities deploy diverse tactics of resistance, including visual reengineering, the use of alternative locations, and digital irony that disrupt dominant narratives. These findings suggest that digital identity is not passively consumed but actively negotiated through concrete and often unexpected spatial relations. Drawing on Lefebvre’s theory of the production of space, Urry’s concept of digital mobilities, and Gandy’s politics of infrastructure, the study shows how cities and digital spaces co-constitute a contested symbolic terrain. The article’s main contribution lies in advancing a Global South perspective, where digital technologies and aesthetics are practiced contextually and do not always conform to the logics of global capitalism. This research underscores that urban—and digital—space is not solely produced from above, but also from below, through the everyday agency of ordinary citizens.

Paradigma Sains dalam Perspektif yang Berbeda: Analisis Ziauddin Sardar dan Archie John Bahm

Ayu Rahma Fitri Prameswari Zain, Waridatul Maulida Rumdina, Muhammad Abi Hamzah, Helmi Syaifuddin, Imam Muslimin
Abstract: Paradigma sains seperti yang diartikulasikan oleh Ziauddin Sardar dan Archie J. Bahm, menekankan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dan etis untuk penyelidikan ilmiah. Perspektif Sardar menganjurkan ilmu yang mencerminkan… minkan pandangan dunia yang beragam dan mempromosikan dialog antar budaya, terutama antara dunia Islam dan Barat. Kedua pemikir menyoroti perlunya mengintegrasikan pertimbangan etis ke dalam praktik ilmiah, dengan alasan bahwa pengetahuan harus melayani umat manusia dan berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis komparatif terhadap pemikiran Sardar dan Bahm terkait paradigma sains alternatif yang mereka usulkan. Artikel ini juga membahas konsep “Ilmu Postnormal” yang diperkenalkan oleh Sardar, yang mengakui kompleksitas dan ketidakpastian isu-isu kontemporer, menyerukan pendekatan pluralistik yang mengakomodasi berbagai perspektif budaya dan etika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-interpretatif, Secara keseluruhan, pekerjaan ini menggaris bawahi kebutuhan mendesak untuk pergeseran paradigma dalam sains yang memprioritaskan inklusivitas, tanggung jawab, dan kesejahteraan semua makhluk hidup, bergerak melampaui kerangka tradisional yang sering mengabaikan implikasi sosial dari kemajuan ilmiah.