Search Articles & Publications

Showing 993 articles found for "Beberapa"

DEVELOPING ANGLAIS POUR LE TOURISME ET L'HÔTELLERIE TEACHING MATERIALS THROUGH THE INTEGRATION OF NORTH SUMATRAN LOCAL CULTURE AND LUMI EDUCATION.

Tarigan, Fitri Ervina, Dewi, Resti Citra, Putra, Surya Kelana, Novianti, Lilis
Abstract: Abstract: Tourism and hospitality programs in North Sumatra face a persistent gap between generic, globally-oriented English for Specific Purposes (ESP) coursebooks and the region's multi-ethnic cultural assets (Toba Batak,… ak, Karo, Simalungun, Pakpak, Angkola, Mandailing, Nias, and Malay), while post-pandemic instruction increasingly demands interactive, self-paced digital delivery.This study aims to (1) analyze the target and learning needs of Anglais pour le Tourisme et l'Hôtellerie (ATH) learners and stakeholders, (2) describe the process of developing ATH teaching materials that embed North Sumatran local culture and are authored as interactive H5P content through Lumi Education, and (3) evaluate the validity and practicality of the resulting materials. This study used a Research and Development (R&D) design following the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data were collected through needs-analysis questionnaires, semi-structured interviews with students and tourism-industry practitioners, expert-validation instruments (content, language, media/design, and cultural-authenticity aspects), and a student practicality questionnaire, then analyzed using both descriptive-quantitative and thematic-qualitative techniques.  The needs analysis confirmed a strong demand for authentic, culturally contextualized speaking and listening materials; ten interactive units were designed and developed in Lumi Education (e.g., Course Presentation, Branching Scenario, Dialog Cards, Image Hotspot, and Interactive Video) around North Sumatran sites and traditions such as Tourist attartions and historical landmarks, traditional handwoven textiles and their symbolized, and Traditional hospitality customs. Expert validation placed the materials in the very valid category (overall mean 3.69 of 4, 92.2%), and classroom implementation showed a very practical student response (94.3%)  The integration of North Sumatran local culture with Lumi Education's H5P authoring environment produces ATH teaching materials that are valid, practical, and effective in improving learners' tourism-English performance, addressing a gap left by prior ESP-tourism and local-wisdom studies that treated these two dimensions separately; the main area flagged for further refinement is the audio clarity of listening-based activities. The findings imply that ESP materials developers and tourism-education policymakers can use locally-grounded, H5P-based interactive design as a replicable model for other regions seeking to align vocational English instruction with cultural preservation and digital-learning demands.  Keyword: Anglais pour le Tourisme et l'Hôtellerie (ATH) ; teaching materials development; local culture; North Sumatra; Lumi Education; H5P; ADDIE model   Abstrak: Program pariwisata dan perhotelan di Sumatera Utara menghadapi kesenjangan yang terus-menerus antara buku teks Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP) yang bersifat umum dan berorientasi global dengan kekayaan budaya multietnis di wilayah tersebut (Batak Toba, Karo, Simalungun, Pakpak, Angkola, Mandailing, Nias, dan Melayu), sementara pembelajaran pasca-pandemi semakin menuntut penyampaian materi secara digital yang interaktif dan dapat disesuaikan dengan kecepatan belajar masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis sasaran dan kebutuhan belajar peserta didik serta pemangku kepentingan Anglais pour le Tourisme et l'Hôtellerie (ATH), (2) mendeskripsikan proses pengembangan bahan ajar ATH yang mengintegrasikan budaya lokal Sumatera Utara dan disusun sebagai konten interaktif H5P melalui Lumi Education, serta (3) mengevaluasi validitas dan kepraktisan bahan ajar yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang mengikuti model ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, Evaluasi). Data dikumpulkan melalui kuesioner analisis kebutuhan, wawancara semi-terstruktur dengan mahasiswa dan praktisi industri pariwisata, instrumen validasi ahli (aspek isi, bahasa, media/desain, dan keaslian budaya), serta kuesioner praktisitas bagi mahasiswa, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-kuantitatif dan tematik-kualitatif. Analisis kebutuhan menegaskan adanya permintaan yang kuat akan materi berbicara dan mendengarkan yang otentik serta kontekstual secara budaya; sepuluh unit interaktif dirancang dan dikembangkan di Lumi Education (misalnya, Presentasi Kursus, Skenario Bercabang, Kartu Dialog, Titik Aktif Gambar, dan Video Interaktif) yang berpusat pada lokasi dan tradisi di Sumatera Utara, seperti objek wisata dan landmark bersejarah, tenun tradisional dan simbol-simbolnya, serta adat istiadat keramahan tradisional. Validasi oleh para ahli menempatkan materi-materi tersebut dalam kategori sangat valid (rata-rata keseluruhan 3,69 dari 4, 92,2%), dan implementasi di kelas menunjukkan respons siswa yang sangat positif (94,3%). Para validator dan siswa juga mencatat bahwa kualitas audio pada beberapa segmen mendengarkan/video interaktif perlu ditingkatkan. Integrasi budaya lokal Sumatera Utara dengan lingkungan pengembangan H5P dari Lumi Education menghasilkan bahan ajar ATH yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kinerja bahasa Inggris pariwisata peserta didik, sekaligus mengatasi kesenjangan yang ditinggalkan oleh studi ESP-pariwisata dan kebijaksanaan lokal sebelumnya yang memperlakukan kedua dimensi tersebut secara terpisah; area utama yang perlu diperbaiki lebih lanjut adalah kejernihan audio pada aktivitas berbasis mendengarkan. Temuan ini menyiratkan bahwa pengembang materi ESP dan pembuat kebijakan pendidikan pariwisata dapat menggunakan desain interaktif berbasis H5P yang berakar pada konteks lokal sebagai model yang dapat direplikasi bagi wilayah lain yang berupaya menyelaraskan pengajaran bahasa Inggris kejuruan dengan pelestarian budaya dan tuntutan pembelajaran digital. Kata kunci: Anglais pour le Tourisme et l'Hôtellerie (ATH); pengembangan bahan ajar; budaya lokal; Sumatera Utara; Lumi Education; H5P; model ADDIE  

KESENJANGAN UPAH DAN KEPUTUSAN WANITA UNTUK BEKERJA DI INDONESIA(ANALISIS DATA INDONESIAN FAMILY LIFE SURVEY 2015)

Susanti, Silviana Ika, Atmanti, Hastarini Dwi
Abstract: Abstract: This research analyzes the income disparity between men and women and identifies key factors determining wages in Indonesia. A quantitative approach is employed, utilizing secondary data from the 2015 wave of the… he IFLS. Income level is identified as the dependent variable, influenced by job-related aspects—such as employment duration—and individual characteristics, including gender, age, education, marital status, and the number of children. The test results reveal that gender plays a significant role in determining salary levels, with men earning more than their female counterparts. A positive correlation was observed regarding work time allocation, marital status, and the presence of children, whereas age and years of education played a negative role. It should be noted that while these factors collectively influence wages, the model lacks strong predictive power, as it captures only a small fraction of the underlying dynamics. This indicates that gender-based wage inequality in Indonesia stems from structural factors within the workforce.   Keyword: Gender, Wages, Employment   Abstrak: Riset ini menganalisis perbedaan pendapatan antara pria dan wanita sekaligus mengidentifikasi beberapa faktor kunci yang menentukan upah di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan data sekunder dari gelombang tahun 2015 dari IFLS. Tingkat pendapatan diidentifikasi sebagai variabel terikat yang dipengaruhi oleh aspek-aspek pekerjaan seperti jangka waktu pekerjaan serta karakteristik individu seperti jenis kelamin,usia,pendidikan,status perkawinan dan jumlah anak. Dari hasil pengujian tersebut kita belajar bahwa memang jenis kelamin memainkan peran penting dalam menentukan jumlah gaji dimana pria lebih dibayar daripada rekan-rekan perempuannya.Ada korelasi positif yang diamati dalam alokasi waktu kerja,status perkawinan dan keberadaan anak-anak berbeda dengan usia dan tahun pendidikan yang memainkan peran negatif.Perlu dicatat bahwa meskipun semua faktor tersebut berdampak secara bersamaan terhadap upah namun model tersebut kurang memiliki kemampuan prediktif karena hanya bisa menangkap sebagian kecil dari dinamika tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ketidaksetaraan jenis kelamin dalam hal upah di Indonesia ada karena faktor struktural dalam tenaga kerja.   Kata kunci: Gender, Upah, dan Pekerjaan

MANAJEMEN SDM DI PUSKESMAS KECAMATAN TAMBELANG DALAM MEMENUHI PELAYANAN PUBLIK DI BIDANG KESEHATAN

Safira, Adelia, Azijah, Dewi Noor, Rahman, Rahman
Abstract: Abstract: This study aims to analyze human resource management at the Tambelang District Community Health Center (Puskesmas) in the context of delivering public health services. A qualitative approach with a case study design… esign was employed. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, involving nine informants: seven from the health center and two from the community/patient group. The analysis utilized Hasibuan’s (2016) Human Resource Management theory, covering planning, organizing, directing, controlling, and human resource development. The results indicate that HR management at the Tambelang District Health Center has been implemented through workforce planning based on workload, population size, service coverage area, and the specific needs of each unit. Organizing is carried out through task allocation and staff placement based on competence and areas of expertise, accompanied by inter-unit coordination during service delivery. Direction is provided routinely through morning assemblies, briefings, coordination meetings, guidance, and staff motivation. Control is exercised through monitoring task execution and discipline, as well as evaluating service quality. Meanwhile, HR development is conducted through training and guidance activities organized by both the health center and the Health Office. Although various HR management functions are operational, several challenges persist—particularly the limited number and types of specific health personnel, as well as increased workloads during surges in patient numbers or when staff conduct outreach activities outside the facility. These conditions can affect service efficiency, specifically patient waiting times. Therefore, strengthening workforce provision and workload management remains necessary to ensure that HR management can more optimally support public health service delivery. Keywords: Human Resource Management, Community Health Center (Puskesmas), Public Service, Health Service.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sumber daya manusia di Puskesmas Kecamatan Tambelang dalam memenuhi pelayanan publik di bidang kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan sembilan informan yang terdiri atas tujuh informan dari pihak Puskesmas dan dua informan dari masyarakat/pasien. Analisis dilakukan menggunakan teori Manajemen Sumber Daya Manusia menurut Hasibuan (2016) yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan pengembangan sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen SDM di Puskesmas Kecamatan Tambelang telah dilaksanakan melalui perencanaan kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja, jumlah penduduk, cakupan wilayah pelayanan, serta kebutuhan masing-masing unit. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas dan penempatan pegawai berdasarkan kompetensi dan bidang keahlian, disertai koordinasi antarunit dalam pelaksanaan pelayanan. Pengarahan dilakukan secara rutin melalui apel pagi, briefing, rapat koordinasi, pembinaan, dan pemberian motivasi kepada pegawai. Pengawasan dilakukan melalui pemantauan terhadap pelaksanaan tugas, kedisiplinan, serta evaluasi pelayanan. Sementara itu, pengembangan SDM dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pembinaan yang diselenggarakan oleh Puskesmas maupun Dinas Kesehatan. Meskipun berbagai fungsi manajemen SDM telah berjalan, masih terdapat beberapa kendala, terutama keterbatasan jumlah dan jenis tenaga kesehatan tertentu serta beban kerja yang meningkat ketika jumlah pasien bertambah atau tenaga kesehatan melaksanakan kegiatan di luar gedung. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kelancaran pelayanan, khususnya waktu tunggu pasien. Dengan demikian, penguatan pemenuhan kebutuhan tenaga dan pengelolaan beban kerja masih diperlukan agar manajemen SDM dapat mendukung pelayanan publik di bidang kesehatan secara lebih optimal. Kata kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Puskesmas, Pelayanan Publik, Pelayanan Kesehatan.

PENGARUH ORMAS DAN PREMAN DALAM PENGELOLAAN PARKIR LIAR MILIK USAHA PERSEORANGAN YANG BERPENGARUH NEGATIF PADA OPRASIONAL USAHA DITINJAU BERDASARKAN PERDA DKI JAKARTA NO 5 TAHUN 2012 DAN PERGUB DKI JAKARTA NO 31 TAHUN 2017

Dharmawan, Hari
Abstract: Abstrak: Pengelolaan parkir merupakan salah satu aspek penunjang terpenting pada suatu usaha/bisnis perseorangan. Karena dengan pengelolaan parkir yang tepat maka dapat memberikan pengalaman berbelanja yang aman dan kenyamanan… amanan terhadap para konsumen yang datang ke usaha/bisnis perseorangan tersebut. Namun dengan adanya kelompok organisasi masyarakat (ormas) dan preman yang berusaha untuk menguasai serta mengelola lokasi parkir yang dimiliki oleh tempat usaha/bisnis perseorangan menimbulkan beberapa permasalahan yang berimbas terhadap pemilik usaha/bisnis serta konsumen itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode statute approach dan case approach dalam menganalisa setiap permasalahan yang ada. Dengan dilakukannya penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengelolaan parkir oleh sekelompok organisasi masyarakat (ormas) dan preman ini dapat dikatakan sebagai kegiatan parkir liar. Dampak negatif yang dirasakan oleh pelaku usaha/bisnis antara lain adalah penambahan beban pengeluaran, intervensi terhadap kebijakan internal usaha dan pengaruh terhadap operasional usaha, sedangkan permasalahan yang dirasakan oleh konsumen antara lain adalah ketidakpastian hukum, pemerasan dan resiko keamanan pada kendaraan.

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MARKET PLACE PRODUK MAGGOT BERBASIS WEB

Gultom, Bunga Apriana, Matondang, Zekson Arizona, Sitorus, Lamhot, Pakpahan, Sorang
Abstract: Abstrak: Perkembangan di bidang pemasaran digital memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha maggot untuk memperluas cakupan pasar serta meningkatkan kelancaran proses transaksi. Namun, pemasaran produk maggot masih menghadapi… nghadapi beberapa hambatan, seperti keterbatasan jangkauan pasar, kesulitan dalam menyampaikan informasi mengenai produk, serta tantangan dalam mengintegrasikan proses transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan Sistem Informasi Marketplace Produk Maggot berbasis web yang mendukung berbagai kegiatan seperti pemasaran, penyediaan informasi terkait produk maggot, proses transaksi, serta penyampaian edukasi mengenai manfaat maggot dan cara pengelolaan sampah organik. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan penyusunan dokumentasi.Sementara itu, pengembangan sistem dilakukan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) yang terdiri dari empat fase, yaitu Requirements Planning, User Design, Construction, dan Cutover. Sistem ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL, serta memiliki tiga peran pengguna yang berbeda, yaitu Admin, Petani Maggot, dan Masyarakat. Hasil penelitian berupa sistem yang memiliki fitur untuk mengelola produk, melakukan pembelian produk, melakukan transaksi sampah organik, memberikan edukasi, serta menghasilkan laporan. Uji coba dengan metode Black-Box Testing menunjukkan bahwa semua fungsi yang diuji berjalan sesuai dengan kebutuhan yang ditetapkan. Sistem yang dibuat bisa digunakan   sebagai   sarana   terpadu   untuk   membantu  promosi dan pembelian produk maggot, serta mengelola informasi mengenai maggot dan limbah organik.

PENGARUH KOMUNIKASI, MOTIVASI, DAN KOMITMEN KERJA TERHADAP PROFESIONALISME GURU DI SD SCB

Prastiwi, Cicilia Agustia, Handoko, Yunus, Kusdyah R., Ike
Abstract: Fenomena pendidikan di Indonesia menunjukkan bahwa profesionalisme guru masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya inovasi pembelajaran, kurang optimalnya pemanfaatan teknologi digital, lemahnya komunikasi organisasi,… ganisasi, menurunnya motivasi, serta kurangnya komitmen terhadap visi sekolah. Kondisi tersebut juga terlihat di SD SCB, di mana masih ditemukan metode pembelajaran yang digunakan konvensional seperti ceramah dan hafalan masih diterapkan dibeberapa sekolah. dan belum memanfaatkan media digital seperti LCD, aplikasi pembelajaran, video edukasi dan platform online. Perbedaan ini mempengaruhi minat belajar dan kemampuan siswa dalam mengikuti perkembangan zaman. Perbedaaan pendekatan guru terhadap siswa juga cenderung satu arah sehingga siswa cenderung menjadi pasif. Dengan meningkatkan profesionalisme guru terutama dalam hal mengajar salah satunya mampu menerapkan pendekaran komunkatif dan memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya serta berpendapat, selain itu juga pengelolaan kelas yang kondusif dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman dan efektif. Oleh karena itu Profesionalisme guru sangat diperlukan agar guru mampu memilih dan menerapkan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa dan perkembangan pendidikan saat ini. Metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif, teknik analisis statistik yang digunakan adalah regresi linear berganda, dengan bantuan software SPSS 26. Metode pengambilan sampel adalah metode sampling jenuh dengan teknik pengumpulan data dengan kuesioner online, dimana keseluruhan 54 guru di SD SCB (SD SKS, SD SN dan SD SC), dijadikan sampel pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketiga variabel komunikasi, Motivasi, Komitment Kerja berpengaruh secara parsial terhadap profesionalisme guru di SD SCB. Hasil simultan menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara variabel Komunikasi (X1), Motivasi (X2), dan Komitmen Kerja (X3) terhadap Profesionalisme Guru di SD SCB.

PENERAPAN METODE FUZZY MAMDANI DALAM MENENTUKAN PEMILIHAN KANDIDAT FREELANCER TERBAIK

Damanik, Sarli Marlina, Saleh, Khairul
Abstract: Proses pemilihan kandidat freelancer terbaik selama ini masih menghadapi beberapa kendala. Prosedur yang digunakan cenderung dilakukan secara manual dan belum memiliki sistem pendukung keputusan yang terstandar. Perekrutan… an biasanya dilakukan dengan memeriksa berkas administrasi, portofolio, dan hasil wawancara kandidat. Metode tersebut sering menimbulkan sejumlah permasalahan seperti dalam menentukan kandidat freelancer terbaik, terdapat beberapa faktor penting yang harus dipertimbangkan, seperti tingkat pendidikan, pengalaman kerja, kemampuan komunikasi, dan waktu penyelesaian proyek. Kompleksitas ini membuat proses seleksi menjadi rumit dan memakan waktu dan proses manual menyebabkan lamanya waktu yang dibutuhkan dalam menentukan freelancer terbaik dan sering kali menimbulkan hasil yang kurang akurat. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang dan membuat aplikasi pemilihan kandidat freelancer terbaik dengan metode fuzzy mamdani. Metode Fuzzy Mamdani dapat diterapkan untuk menentukan kandidat freelancer terbaik di Dinas PU Kabupaten Batu Bara dengan menggunakan empat variabel input yaitu tingkat pendidikan, pengalaman kerja, kemampuan komunikasi, dan waktu penyelesaian proyek, serta satu variabel output berupa nilai kelayakan. Proses perhitungan dilakukan melalui empat tahapan utama yaitu fuzzifikasi, evaluasi rule base menggunakan operator MIN, komposisi aturan menggunakan operator MAX, dan defuzzifikasi menggunakan metode Centroid. Dengan 81 aturan IF-THEN yang telah disusun, sistem mampu menghasilkan nilai crisp yang mencerminkan tingkat kelayakan setiap kandidat secara objektif dan terukur.

ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LAYANAN GRAB DALAM JASA ANTAR JEMPUT DI KOTA TEBING TINGGI

Fitrianingsih, Fitrianingsih, Sinaga, Eka Mayastika, Audia, Riska, Wardani, Puji
Abstract: Abstract: This study aims to analyze customer satisfaction with the quality of Grab's ride-hailing services in Tebing Tinggi City. The study is motivated by the increasing use of app-based transportation services, which… requires service providers to deliver fast, safe, comfortable, affordable, and responsive services that meet customer needs. This research employed a quantitative approach, with data collected through questionnaires distributed to Grab users in Tebing Tinggi City. The analysis was conducted by examining customers' perceptions of the ease of using the application, pickup punctuality, drivers' attitude and professionalism, safety, comfort, price fairness, and responsiveness in handling customer complaints. The findings indicate that customer satisfaction is influenced by a combination of digital service quality and the quality of direct interactions between customers and drivers. The ease of booking through the application, transparent fare information, travel comfort, drivers' courteous behavior, and customers' perceptions of affordable pricing are the main factors contributing positively to customer satisfaction. However, several aspects still require improvement, particularly the consistency of pickup punctuality, safety standards, application stability, and the speed of complaint handling. The study concludes that improving customer satisfaction with Grab services in Tebing Tinggi City requires an integrated service approach that emphasizes technological innovation, human resource quality, safety, pricing transparency, and an effective customer feedback and evaluation mechanism. Keywords: Customer Satisfaction, Grab Services, Online Transportation.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pelanggan terhadap kualitas layanan Grab dalam jasa antar-jemput di Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya penggunaan layanan transportasi berbasis aplikasi yang menuntut perusahaan untuk memberikan pelayanan yang cepat, aman, nyaman, terjangkau, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada pengguna layanan Grab di Kota Tebing Tinggi. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi persepsi pelanggan terhadap kemudahan penggunaan aplikasi, ketepatan waktu penjemputan, sikap dan profesionalisme pengemudi, keamanan, kenyamanan, kesesuaian harga, serta respons terhadap keluhan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh kombinasi kualitas layanan digital dan kualitas interaksi langsung antara pelanggan dengan pengemudi. Kemudahan pemesanan melalui aplikasi, informasi tarif, kenyamanan perjalanan, sikap pengemudi, dan persepsi harga yang terjangkau menjadi aspek yang memberikan kontribusi positif terhadap kepuasan pelanggan. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama konsistensi ketepatan waktu penjemputan, standar keselamatan, kestabilan layanan aplikasi, serta kecepatan penanganan keluhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kepuasan pelanggan Grab di Kota Tebing Tinggi memerlukan pendekatan pelayanan yang terpadu dengan memperhatikan aspek teknologi, kualitas sumber daya manusia, keamanan, transparansi harga, dan mekanisme evaluasi pelanggan. Kata kunci: Kepuasan Pelanggan, Layanan Grab, Transportasi Online.

SISTEM PENDETEKSI PENYAKIT GAGAL GINJAL MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING DENGAN METODE REGRESI LOGISTIK

Hasugian, Asfazura, Fachrurrazi, Sayed, Saptari, Mochammad Ari
Abstract: Abstract: Chronic Kidney Disease (CKD) is a disease characterized by a gradual decline in kidney function and can cause serious complications if not detected early. The disease detection process generally requires an examination… mination of several clinical parameters so that a system is needed that can help the detection process in a faster and more structured manner. This study aims to design and build a website-based kidney failure disease detection system using  the logistic regression machine learning method. The data used came from the Cut Meutia Hospital in North Aceh with eight medical parameters, namely age, blood pressure, hemoglobin, leukocytes, erythrocytes, urea, creatinine, and random blood glucose. The research stages include data collection, preprocessing, model training, evaluation using confusion matrix, and implementation of models into website-based systems using Python and Flask. The results of the study showed that the system built was able to detect kidney failure disease with  an accuracy value of 95.6%, precision of 98.7%, recall of 95.1%, and F1-score of 96.9%. The results of the evaluation showed that the model had a good ability to classify patient data into CKD and normal categories with a high level of accuracy and detection ability. The system built is expected to be used as an early detection tool for kidney failure to support the initial screening process and provide information on detection results in a faster and more structured manner.   Keywords: Chronic Kidney Failure, Machine Learning, Logistic Regression, Early Detection, Website.   Abstrak: Penyakit Gagal Ginjal Kronis (Chronic Kidney Disease/CKD) merupakan penyakit yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara bertahap dan dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak terdeteksi sejak dini. Proses deteksi penyakit umumnya memerlukan pemeriksaan beberapa parameter klinis sehingga diperlukan suatu sistem yang dapat membantu proses deteksi secara lebih cepat dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem deteksi penyakit gagal ginjal berbasis website menggunakan machine learning metode regresi logistik. Data yang digunakan berasal dari RSU Cut Meutia Aceh Utara dengan delapan parameter medis, yaitu umur, tekanan darah, hemoglobin, leukosit, eritrosit, ureum, kreatinin, dan glukosa darah acak. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data, preprocessing, pelatihan model, evaluasi menggunakan confusion matrix, serta implementasi model ke dalam sistem berbasis website menggunakan Python dan Flask. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dibangun mampu melakukan deteksi penyakit gagal ginjal dengan nilai accuracy sebesar 95,6%, precision sebesar 98,7%, recall sebesar 95,1%, dan F1-score sebesar 96,9%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan yang baik dalam mengklasifikasikan data pasien ke dalam kategori CKD dan normal dengan tingkat ketepatan serta kemampuan deteksi yang tinggi. Sistem yang dibangun diharapkan dapat digunakan sebagai alat bantu deteksi dini penyakit gagal ginjal untuk mendukung proses skrining awal serta memberikan informasi hasil deteksi secara lebih cepat dan terstruktur.   Kata Kunci: Penyakit Gagal Ginjal Kronis, Machine Learning, Regresi Logistik, Deteksi Dini, Website.

TRANSFORMASI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS KOMPETENSI DAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA BERKELANJUTAN

Kartika, Ika, Dinda, Dinda, Alfattah, Rafly Agis, Sunaryo, Sunaryo
Abstract: Abstract: Human Resource Management (HRM) is a key element playing a vital role in enhancing productivity, work effectiveness, and organizational sustainability in the era of globalization and digital transformation. The… increasing complexity of the modern workplace compels organizations to manage human resources that are innovative, adaptive, and focused on competency development. This article aims to analyze the transformation of modern HRM through a competency-based approach, HR management strategies, organizational culture, and the utilization of digital technology to foster sustainable organizational performance. The study employs a literature review method with a qualitative-descriptive approach, examining various scientific articles and academic sources related to human resource management. The findings indicate that HRM strategies encompass workforce planning, recruitment and selection processes, training and skill development programs, and performance management; furthermore, compensation systems significantly influence employee productivity. Additionally, a competency-based approach enables organizations to align personnel with their specific abilities and skills, thereby enhancing work effectiveness and efficiency. A strong and adaptive organizational culture also plays a crucial role in boosting employee motivation, loyalty, and commitment to the organization. Meanwhile, advancements in digital technology drive organizations to implement technology-based HR management systems to improve administrative efficiency and support continuous employee competency development. Thus, the integration of HRM strategies, competencies, organizational culture, and digital transformation serves as a critical factor in shaping efficient, resilient, and sustainable organizations in the contemporary landscape.   Keywords: Human Resource Management, Competency, Organizational Culture, Productivity, Digital Transformation, Sustainable Performance   Abstrak: Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah salah satu satu elemen kunci yang memiliki peran penting dalam memperbaiki produktivitas, efektivitas kerja, serta keberlanjutan instansi di era globalisasi dan transformasi digital. Perkembangan dunia kerja yang semakin rumit mendorong organisasi untuk dapat mengatur sumber daya manusia yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis transformasi MSDM modern melalui pendekatan berbasis kompetensi, strategi pengelolaan SDM, budaya organisasi, serta pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan kinerja organisasi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pengamatan terhadap berbagai artikel ilmiah serta sumber-sumber akademik yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi MSDM mencakup beberapa hal seperti perencanaan tenaga kerja dan proses merekrut dan memilih karyawan, program pelatihan serta pengembangan keterampilan, dan pengelolaan kinerja pegawai. serta sistem kompensasi memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan. Selain itu, pendekatan berbasis kompetensi mampu membantu organisasi menempatkan tenaga kerja sesuai kemampuan dan keterampilannya sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja. Budaya organisasi yang kuat dan adaptif juga berperan penting dalam meningkatkan motivasi, loyalitas, dan komitmen karyawan terhadap organisasi. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital mendorong organisasi untuk menerapkan sistem pengelolaan SDM berbasis teknologi guna meningkatkan efisiensi administrasi dan mendukung pengembangan kompetensi karyawan secara berkelanjutan. Dengan demikian, integrasi antara strategi MSDM, kompetensi, budaya organisasi, dan transformasi digital menjadi faktor penting dalam membentuk organisasi yang efisien, tangguh, dan berkelanjutan di masa kini.   Kata Kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Kompetensi, Budaya Organisasi, Produktivitas, Transformasi Digital, Kinerja Berkelanjutan