Search Articles & Publications

Showing 96 articles found for "Fasilitasi"

PERAN KOMUNITAS KREATIF DALAM MENGEMBANGKAN EKOSISTEM EKONOMI KREATIF YANG BERKESINAMBUNGAN

Rachmawati, Meida
Abstract: Penelitian ini menganalisis peran komunitas kreatif dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang berkesinambungan di Indonesia. Studi dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap… p 45 responden dari berbagai komunitas kreatif di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan analisis dokumen selama periode Januari-Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas kreatif berperan sebagai katalisator dalam menciptakan jejaring kolaborasi, transfer pengetahuan, dan inkubasi talenta muda. Temuan mengungkapkan bahwa 78% komunitas kreatif yang diteliti berhasil meningkatkan pendapatan anggotanya sebesar 45-60% dalam kurun waktu dua tahun. Komunitas juga terbukti efektif dalam memfasilitasi akses terhadap sumber daya, teknologi, dan pasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunitas kreatif memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat melalui pengembangan kapasitas, penciptaan nilai bersama, dan pembentukan identitas kolektif.

PENDAMPINGAN CAREER READINESS MAHASISWA FTKI UNIVERSITAS NASIONAL MELALUI IMPLEMENTASI PROJECT-ORIENTED CAREER READINESS FRAMEWORK (PCRF)

Ayu, Virda Mega, Harianto, Harianto, Anam, Reza Irsyadul, Sadewa, Rizki, Dwi Yulianto, Lili, Sutikman, Sutikman, Winarsih, Winarsih
Abstract: Transformasi industri digital telah mengubah kebutuhan kompetensi lulusan perguruan tinggi sehingga mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kesiapan karier (career readiness) yang sesuai… dengan dinamika dunia kerja. Namun, berbagai program pendampingan karier di perguruan tinggi masih didominasi oleh penyampaian informasi yang bersifat umum dan belum terintegrasi dengan pengembangan pengalaman berbasis proyek. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan Project-Oriented Career Readiness Framework (PCRF) sebagai model pendampingan untuk meningkatkan kesiapan karier mahasiswa dalam menghadapi industri digital. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Mei 2026 di Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika (FTKI) Universitas Nasional dan diikuti oleh 156 mahasiswa peserta Yudisium Tahun Akademik 2025/2026. Metode yang digunakan berupa pendampingan partisipatif melalui lima tahapan PCRF, yaitu Industry Insight, Self and Skill Mapping, Career Planning, Project and Portfolio Development, serta Career Readiness Evaluation. Evaluasi kegiatan mengacu pada model Kirkpatrick pada aspek Reaction dan Learning melalui observasi partisipatif, diskusi interaktif, refleksi peserta, dokumentasi, dan umpan balik lisan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi PCRF mampu memfasilitasi mahasiswa dalam memahami perkembangan industri digital, mengidentifikasi kompetensi yang dimiliki, menyusun perencanaan karier, serta membangun portofolio profesional berbasis pengalaman proyek. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama kegiatan mengindikasikan bahwa pendekatan pendampingan berbasis proyek memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dibandingkan seminar karier konvensional. Dengan demikian, Project-Oriented Career Readiness Framework (PCRF) berpotensi menjadi model pendampingan kesiapan karier yang dapat direplikasi pada berbagai program pengembangan mahasiswa di perguruan tinggi untuk mendukung peningkatan daya saing lulusan menghadapi industri digital.

Efektivitas Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Abdomen Pada Anak Dengan Helminthiasis

Shofia Malika Irhaz, Triani Rahmadewi
Abstract: Helminthiasis merupakan penyakit infeksi yang masih banyak terjadi pada anak usia sekolah dan dapat menimbulkan nyeri perut, diare, mual, muntah, serta gangguan tidur dan makan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan efektivitas… ktivitas kompres hangat terhadap penurunan nyeri pada anak dengan helminthiasis di RSUD Wates. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada An. H usia 14 tahun dengan diagnosis keperawatan nyeri akut. Intervensi dilakukan selama 3×24 jam meliputi pengkajian nyeri, pemberian kompres hangat pada abdomen 3 kali sehari selama 10–15 menit, pengaturan lingkungan nyaman, memfasilitasi istirahat, pemberian edukasi pasien dan keluarga, serta kolaborasi pemberian paracetamol 450 mg setiap 8 jam. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan intensitas nyeri dari skala 6/10 menjadi 2/10, disertai berkurangnya keluhan nyeri perut, ekspresi wajah lebih rileks, peningkatan kualitas tidur, nafsu makan membaik, serta peristaltik usus kembali normal. Kesimpulan menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat yang dikombinasikan dengan intervensi komprehensif lainnya efektif dalam menurunkan nyeri akut pada anak dengan helminthiasis.

PENGARUH PARTISIPASI MAHASISWA DALAM PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) TERHADAP TINGKAT KESIAPAN KERJA MAHASISWA

Cyndi Togi Marito Sitorus, Etalia Asso, Yola Amanda, Otang Kurniaman, Ningrum Melihayatri
Abstract:   Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas dan relevan bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan… ikan pengaruh partisipasi mahasiswa dalam program MBKM terhadap tingkat kesiapan kerja mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 24 mahasiswa Universitas Riau yang telah mengikuti kegiatan MBKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi mahasiswa berada pada kategori tinggi, ditandai dengan keterlibatan aktif, kontribusi terhadap ide dan solusi, serta komunikasi efektif dengan dosen pembimbing dan mentor lapangan dengan persentase 60–80%. Pada aspek kesiapan kerja, sebagian besar indikator juga berada pada kategori tinggi, terutama kemampuan bekerjasama, beradaptasi, dan menghadapi tekanan, meskipun beberapa indikator seperti pengelolaan waktu dan sikap profesional memperoleh persentase lebih rendah (60%). Temuan ini menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program MBKM berkontribusi positif terhadap peningkatan kesiapan kerja, sehingga optimalisasi pendampingan dan fasilitasi diperlukan untuk memaksimalkan perkembangan kompetensi mahasiswa.

PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS CODING ETNOMATEMATIKA MELAYU PADA MATERI GEOMETRI KELAS 2 SD NEGERI 192 PEKANBARU

Zofia Maharani, Dendi Arjuna, Jesi Alexander Alim, Cici Oktaviani
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan coding blok visual dengan konteks etnomatematika Melayu Riau pada materi geometri bangun datar siswa kelas&#8230; kelas 2 SD Negeri 192 Pekanbaru. Latar belakang didorong oleh rendahnya relevansi pembelajaran matematika dan kebutuhan mendesak untuk mengembangkan Berpikir Komputasional (Computational Thinking/CT) (Astuti et al., 2023). Konteks etnomatematika Melayu, seperti motif Songket atau bentuk Tabak, digunakan sebagai dasar penyusunan algoritma coding (Ain et al., 2025). Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain Non-equivalent Control Group Design, membandingkan kelompok eksperimen (perlakuan gabungan) dan kelompok kontrol (konvensional). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep yang signifikan pada kelompok eksperimen (p < 0,05), yang dibuktikan dengan nilai N-gain yang lebih tinggi. Integrasi budaya lokal dalam coding terbukti berhasil meningkatkan motivasi belajar sekaligus memfasilitasi visualisasi konsep geometri secara kontekstual dan algoritmik.

PELATIHAN PENGGUNAAN PLATFORM DIGITAL "WAYGROUND" DALAM MENINGKATKAN EVALUASI PEMBELAJARAN INOVATIF BAGI GURU MA TERPADU AL HIDAYAH SUMENEP

Yusroni Farlan, Sri Hatiningsih, Masduki
Abstract: Pelatihan pengabdian masyarakat ini dimotivasi oleh kebutuhan untuk mendukung guru dalam melakukan evaluasi pembelajaran yang tidak hanya efektif tetapi juga menyenangkan dan dapat meningkatkan motivasi siswa. Studi menunjukkan&#8230; njukkan bahwa platform pembelajaran berbasis game seperti Wayground dapat menjadi solusi karena dianggap bermanfaat, menghibur, dan menarik bagi siswa. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru di MA Terpadu Al Hidayah Sumenep dalam memanfaatkan Wayground secara optimal, tidak hanya sebagai game, tetapi sebagai media evaluasi pembelajaran yang formal dan terstruktur. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai lokakarya pelatihan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi demonstrasi langsung penggunaan fitur-fitur utama Wayground (seperti pembuatan dan penilaian kuis), praktik mandiri, diskusi, dan sesi mentoring untuk merancang evaluasi yang terintegrasi dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pendekatan ini dirancang untuk mengantisipasi kendala teknis dan memastikan implementasi yang direncanakan. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru. Peserta berhasil membuat dan menerapkan kuis evaluatif menggunakan Wayground di kelas mereka. Implementasi ini dilaporkan meningkatkan keterlibatan dan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran. Guru juga mencatat bahwa Wayground memfasilitasi proses penilaian yang lebih detail dan objektif.

PENERAPAN PHBS PADA KOMUNITAS DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DBD DI PUSKESMAS KOTA PALEMBANG

Alkhusari, Dani Prasetyo, Cici Nabila
Abstract: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut yang bersifat endemik, namun pada periode tertentu dapat menimbulkan kejadian luar biasa hingga epidemi.. MMD dihadiri oleh 15 orang yang terdiri dari masyarakat,&#8230; petugas kesehatan dan dosen beserta mahasiswa dalam diskusi, peserta memberikan masukan terkait upaya pencegahan penyakit menular, terutama DBD yang sudah pernah dialami oleh beberapa warga. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan pada hari sabtu di Puskesmas pada saat posyandu Kegiatan ini dilakukan oleh kelompok mahasiswa pada pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh masyarakat, petugas kesehatan, mahasiswa dan dosen. MMD dihadiri oleh 15 orang yang terdiri dari masyarakat, petugas kesehatan dan dosen beserta mahasiswa dalam diskusi, peserta memberikan masukan terkait upaya pencegahan penyakit menular, terutama DBD yang sudah pernah dialami oleh beberapa warga. Kader kesehatan akan melakukan kunjungan rumah secara berkala untuk memberikan edukasi mengenai kebersihan rumah dan lingkungan, serta memfasilitasi pemanfaatan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan posyandu

POSTER HALALAN THAYYIBAN: EDUKASI RINGKAS UNTUK MAHASISWA DI WARUNG BU DESI

Azharina Fauziah, Himmatul Aliyah, Resa Wulan Sari, Laily Ramadhani N.R, Najkha Alfan A.S, M. Rikza Chamami
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman mahasiswa terhadap konsep halalan thayyiban, menilai efektivitas poster sebagai media edukasi ringkas, dan mengeksplorasi penerapan prinsip Falsafah Kesatuan Ilmu di&#8230; warung Bu Desi. Penelitian menggunakan metode kualitatif lapangan dengan wawancara, observasi, dan analisis poster sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap halalan thayyiban lebih menekankan pada kualitas, kebersihan, dan kesegaran makanan. Poster edukasi efektif meningkatkan kesadaran mahasiswa dan memfasilitasi komunikasi antara pemilik warung dan konsumen. Penerapan Falsafah Kesatuan Ilmu terlihat dari integrasi nilai agama, etika, dan praktik sosial dalam pengelolaan warung, yang juga menjadi sarana pembelajaran informal bagi mahasiswa. Kesimpulannya, kombinasi pengalaman konsumsi langsung, poster edukasi, dan praktik etis memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap makanan halal dan thayyib, serta dapat menjadi model edukasi konsumsi yang efektif.

KERUKUNAN SOSIAL DAN HARMONI MULTI ETNIS DI DESA SIKALANG: MEMUPUK PERSATUAN MELALUI BAHASA TANSI DAN BUDAYA GOTONG ROYONG

Linda Marni, Hani Febrianti, Mardatillah Maulina, Rika Yani, Dwi Olivia Saphira, Angie Syah Putri
Abstract: Artikel ini membahas pentingnya kerukunan sosial dan keragaman etnis di Desa Sikalang, Indonesia, dengan menyoroti bagaimana pendekatan kultural lokal dapat memupuk persatuan di tengah keragaman. Dalam konteks globalisasi&#8230; i yang semakin pesat, Indonesia menghadapi tantangan dalam menjaga persatuan di antara kelompok etnis yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis peran bahasa Tansidan budaya gotong royong dalam mempromosikan kohesi sosial. Temuan menunjukkan bahwa bahasa Tansiberfungsi sebagai alat komunikasi yang menyatukan dan memperkuat identitas kolektif serta ikatan emosional antarwarga. Selain itu, budaya gotong royong memfasilitasi integrasi sosial yang inklusif dengan melibatkan semua kelompok etnis dalam kegiatan kolektif, sehingga meningkatkan rasa saling percaya dan menghargai. Keberhasilan Desa Sikalang dalam mencapai kerukunan sosial menjadi model bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa, menekankan pentingnya kearifan lokal dan pendekatan partisipatif dalam mengelola keragaman.

E-COMMERCE DAN TRANSFORMASI EKONOMI DIGITAL: KONSEP DASAR, JENIS, DAN PEMANFAATAN DALAM KEHIDUPAN KESEHARIAN

Ferbian, Fandre, Aurani, Nayla Siti, Hidayah, Anina Nur, Afandi, Airlangga Althaf, Widyaningrum, Gita Nasywa, Altaf, Tubagus Ghaizan, Turnip, Ferdinand Natahanel S, Widagdo, Arif
Abstract: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong transformasi sistem perdagangan dari konvensional menuju perdagangan elektronik (e-commerce). E-commerce merupakan sistem perdagangan yang memanfaatkan jaringan&#8230; ngan internet dan teknologi digital untuk memfasilitasi berbagai aktivitas bisnis secara elektronik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar e-commerce, mengidentifikasi jenis-jenisnya berdasarkan pelaku transaksi, serta menganalisis pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-commerce memiliki lima konsep dasar, yaitu komputerisasi, integrasi, publikasi, komunikasi, dan perdagangan elektronik, serta karakteristik utama berupa ubiquity, global reach, interactivity, information density, dan personalization. Berdasarkan pelaku transaksinya, e-commerce terbagi menjadi B2C, B2B, C2C, dan C2B. Adapun pemanfaatannya meliputi peningkatan penjualan UMKM, kemudahan transaksi konsumen, strategi digital marketing, pertumbuhan ekonomi digital, dan perubahan perilaku konsumen.