Search Articles & Publications

Showing 7 articles found for "Fotografi"

PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK UMKM MELALUI PELATIHAN FOTOGRAFI PRODUK UNTUK STRATEGI MARKETING KREATIF

Muhammad Rijal Alim Rahmat, Anang Setiawan, A. Reski Almaida Dg Macenning
Abstract: This community service activity aimed to enhance the competitiveness of SME products through product photography training as part of a creative marketing strategy. The training was conducted during the 63rd Anniversary Education… ducation Exhibition of Universitas Negeri Makassar, involving six types of SME products: iced coffee, creative bags, accessories, packaged food, passion fruit drinks, and grilled bread. Participants were equipped with basic photography techniques and hands-on practice. Survey results showed a significant increase in photography skills and participants’ understanding of the importance of visual presentation in digital promotion. The training proved effective in improving SMEs’ promotional capabilities and product appeal in the digital era.

PENINGKATAN TEKNOLOGI DIGITALISASI UMKM MELALUI PELATIHAN DIGITAL MARKETING : SHOPEE

Bashiroh, Ainin, Sholikhah, Faizatus, Fitriyanti Ulul Azmi, Ade
Abstract: Pelatihan digital marketing melalui pemanfaatan platform Shopee telah dilakukan untuk meningkatkan kemampuan teknologi digitalisasi pada UMKM di Kabupaten Mojokerto yang difasilitasi oleh Balai Latihan Kerja Komunitas Al… Muaawanah Mojokerto. Program ini mencakup serangkaian tahap pelatihan, mulai dari pengambilan foto dan video produk, pengenalan dan pembuatan akun shopee, pemanfaatan fitur promosi dan analitik penjualan dan monitoring serta pendampingan peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan peserta dalam menghasilkan foto dan video berkualitas untuk pemasaran produk. Sebanyak 85% peserta berhasil memahami teknik dasar fotografi dan videografi produk. Selain itu, pelatihan pemanfaatan fitur analitik penjualan Shopee memungkinkan peserta memahami perilaku konsumen, waktu pembelian optimal, dan strategi promosi berbasis data, yang dampaknya meningkatkan performa toko. Program ini berhasil memberikan dampak langsung terhadap daya saing UMKM, termasuk peningkatan kepercayaan konsumen dan penjualan produk. Kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan peralatan dan pemahaman teknis, diatasi dengan pendekatan kreatif dan pendampingan langsung. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana dan fitur digital yang disediakan Shopee, pelatihan ini membuktikan bahwa transformasi digital dapat dilakukan secara praktis dan efisien. Pelatihan ini menjadi model efektif bagi pengembangan kompetensi digital UMKM di era ekonomi digital.  

Product Catalog Creation as Visual Identity for Woro Srikandi Batik Pacitan

Achmad, Zainal Abidin, Arifianto, Pungky Febi
Abstract: Abstract: Batik Woro Srikandi, a traditional batik producer in Arjowinangun, Pacitan, faces significant challenges in digital marketing. This issue stems from a lack of professional promotional media and an underdeveloped… d visual identity, hindering the product's ability to compete in an increasingly competitive market. To address these constraints, the community service team designed an initiative comprising several methodological stages: (1) conducting a needs analysis of the partner through observation and interviews; (2) implementing training sessions on product photography and design; and (3) facilitating participatory mentorship for the local artisans in catalog production and visual identity development. The primary outcome of this project was the successful creation of a professional product catalog that features a consistent brand visual identity. This catalog is designed to strengthen brand identity, expand market reach, and provide a competitive advantage for Batik Woro Srikandi. It is anticipated that this catalog will not only enhance customer engagement and sales but also contribute to the long-term sustainability of Pacitan's traditional batik art. Keywords: traditional batik; visual identity; product catalog; woro srikandi batik; digital branding   Abstrak: Batik Woro Srikandi sebagai produsen batik tradisional di Arjowinangun, Pacitan, menghadapi kendala dalam pemasaran digital karena kurangnya media promosi yang profesional dan identitas visual yang kuat, sehingga menyulitkan produknya bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Untuk mengatasi hal ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dengan tahapan metode yang terdiri dari: (1) Analisis kebutuhan mitra melalui observasi dan wawancara; (2) Pelaksanaan pelatihan fotografi produk dan desain; serta (3) Pendampingan dalam pembuatan katalog dan pengembangan identitas visual yang dilakukan secara partisipatif bersama perajin. Capaian utama dari kegiatan ini adalah terwujudnya sebuah katalog produk profesional yang memuat identitas visual merek yang konsisten. Tujuannya adalah untuk memperkuat brand identity, memperluas jangkauan pasar, dan memberikan keunggulan kompetitif bagi Batik Woro Srikandi. Diharapkan, katalog ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan pelanggan dan penjualan, tetapi juga mendukung keberlanjutan seni batik tradisional Pacitan dalam jangka panjang.          Kata kunci: batik tradisional; identitas visual; katalog produk; batik woro srikandi; branding digital

Penggunaan Teknologi E-Commerce Dan Pelatihan Fotografi Untuk Meningkatkan Pemasaran Produk Kelompok Mama Romi

Tamtelahitu, Trientje Marlein, Sirait, Jimmy Purwata Mangasi, Tomasila, Golda
Abstract: The narrow marketing reach of organic vegetable products produced by the Mama Romi group is a problem in itself for the Mama Romi group because the vegetables they obtain are traditionally traded to the surrounding community… nity and local traders who come to the location. It is known that the Mama Romi group is still limited in terms of digital marketing knowledge and product photography training, and also limited knowledge and skills in the field of ICT, namely the use of web-based e-commerce applications and WhatsApp e-commerce as a direct communication medium with potential buyers. The method for implementing Community Service activities through the Community Partnership Program (PKM) is carried out in 4 stages, namely (1) Preparation Stage; (2) Implementation Stage; (3) Evaluation; (4) Sustainability Program. This PKM activity can help independent partners in the process of developing ICT-based product promotions to the wider community, thereby creating new benefits that have an impact on increasing income. Keywords: organic vegetables; web e-commerce; whatsapp e-commerce

STEREOTYPE GENDER FOTOGRAFER PEREMPUAN DI MASYARAKAT YOGYAKARTA PADA KOMUNITAS JWP OFFICIAL

Olva Routania Fransiska, Nadias Sholikha
Abstract: Fotografi dalam perspektif komunikasi ialah media untuk penyampaian pesan melalui gambar yang mengandung banyak makna. Laki-laki serta perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi fotografer. Dari era dulu hingga… a kini, perempuan selalu berada pada posisi inferior dalam masyarakat. Perempuan kerap kali dianggap sebagai "orang lain", dan di dalam status menjalani hubungan selalu menanti untuk didefinisikan dan dijelaskan. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk memahami fenomena apa yang dialami oleh subjek penelitian, sedangkan sumber data penelitian yang digunakan adalah metode observasi, dan wawancara. Dari hasil analisa setiap individu memiliki pandangan terhadap perempuan yang bekerja sebagai fotografer tentunya memiliki pendapat yang berbeda-beda setiap individu. Namun justru semakin membuktikan bahwa perempuan dapat bekerja sama seperti laki-laki, bahkan mereka dapat bersaing

Peningkatan Kapasitas UMKM “Sedekat Kopi” melalui Pelatihan Pembuatan Konten Iklan Media Sosial di Kabupaten Jember

Deddy Suprapto, Mustika Ningrum, Rara, Rania Nur Latifa, Yesita Mandasari
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM “Sedekat Kopi” di Kabupaten Jember melalui pelatihan pembuatan konten iklan media sosial. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan literasi… literasi digital, kurangnya keterampilan produksi konten kreatif, serta belum optimalnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui pelatihan dan pendampingan praktik langsung meliputi fotografi produk, pembuatan video promosi, serta penulisan caption persuasif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi mitra dalam perencanaan konten, teknik fotografi, produksi video pendek, serta penyusunan pesan promosi yang lebih komunikatif. Selain peningkatan keterampilan teknis, kegiatan ini juga meningkatkan kepercayaan diri mitra dalam memproduksi konten iklan secara mandiri. Program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas promosi digital UMKM sektor kuliner berbasis kopi dan berpotensi direplikasi pada UMKM sejenis.

TINJAUAN YURIDIS HAK MORAL DAN HAK EKONOMI PENCIPTA KARYA FOTOGRAFI

Brian J. Adam, Yoan Barbara Runtunuwu, Arthur Novy Tuwaidan
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hukum hak moral dan hak ekonomi pencipta karya fotografi di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan untuk mengetahui penegakan hukum… kum terhadap pelanggaran hak moral dan hak ekonomi pencipta karya fotografi di Indonesia. Tipe Penelitian Tesis ini adalah Penelitian Hukum (legal research) dengan menggunakan metode yang sesuai dengan karakteristik keilmuan dari Ilmu Hukum (jurisprudence) yaitu metode penelitian hukum normatif. Hasil penelitian tesis ini Pertama, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta telah memberikan perlindungan hukum yang komprehensif terhadap karya fotografi, baik dari aspek hak moral maupun hak ekonomi. Hak moral meliputi hak untuk mencantumkan nama, hak untuk mengubah ciptaan, dan hak untuk mengubah judul ciptaan, yang bersifat melekat dan tidak dapat dialihkan selama pencipta hidup. Sementara hak ekonomi mencakup berbagai hak eksploitasi komersial yang dapat dialihkan kepada pihak lain. Kedua, penegakan hukum masih menghadapi berbagai kendala seperti rendahnya kesadaran hukum masyarakat, kesulitan pembuktian di era digital, keterbatasan sumber daya penegak hukum, proses hukum yang panjang dan mahal, serta tantangan pelanggaran lintas batas negara. Untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum, diperlukan upaya komprehensif meliputi peningkatan edukasi, penguatan kelembagaan, pengembangan teknologi perlindungan, penguatan kerja sama internasional, peningkatan aksesibilitas keadilan, pemberdayaan komunitas fotografer, dan penyempurnaan regulasi.