Abstract:Kolam pancing milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Putat Lor, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, secara fisik telah tersedia namun belum beroperasi secara optimal karena ketiadaan strategi pemasaran dan media promosi…
digital, sementara lingkungan PAUD SPS setempat masih memerlukan penataan dari sisi kebersihan, keteraturan, dan penghijauan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendorong operasionalisasi aset ekonomi desa melalui digitalisasi promosi serta memperbaiki kualitas lingkungan belajar anak usia dini melalui pendekatan partisipatif berbasis kolaborasi multipihak. Metode pelaksanaan mencakup observasi dan asesmen kebutuhan, sosialisasi dan penyusunan rencana bersama mitra, pelaksanaan intervensi secara bertahap selama empat minggu, pendampingan operasional, serta evaluasi dan perencanaan keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolam pancing BUMDes telah beroperasi dengan jadwal dan tarif yang disepakati, didukung akun media sosial resmi, konten foto dan video promosi, banner di lokasi strategis, serta pendaftaran titik lokasi pada peta digital. Di sisi lain, lingkungan PAUD SPS menjadi lebih bersih, tertata, dan hijau melalui kegiatan gotong royong, pengecatan sarana bermain, dan penanaman tanaman hias. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes, dan satuan pendidikan anak usia dini mampu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan pendidikan, dengan syarat keberlanjutan dijaga melalui pendampingan pengelolaan pascaprogram.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif di Desa Tanjung Besar Kecamatan Mekakau Ilir Kabupaten Ogan Komering…
Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ilmu pemerintahan (Pendekatan Pembangun), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemerintah desa, LPM, kepala dusun, masyarakat, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran LPM telah berjalan, ditinjau dari indikator harapan sebagai penghubung antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendorong partisipasi, indikator norma yang didasarkan pada aturan yang berlaku meskipun penerapannya masih fleksibel, serta indikator wujud perilaku yang terlihat dalam keterlibatan LPM pada musyawarah, pembangunan, dan gotong royong. Namun, pelaksanaan peran tersebut belum optimal karena belum merata di seluruh wilayah desa. Pada indikator penilaian dan sanksi, evaluasi telah dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat, tetapi sanksi masih bersifat informal. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran LPM perlu ditingkatkan agar partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan desa dapat berjalan lebih optimal dan merata.
Abstract:Pembangunan fasilitas desa tidak hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat…
yarakat Desa Rakut Besi Kecamatan Silimahuta dalam pembangunan gapura desa melalui pendekatan partisipatif, pendampingan arsitektur, dan pemanfaatan material lokal. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi lokasi, diskusi bersama masyarakat, penyusunan desain sederhana, persiapan bahan, pembangunan secara gotong royong, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pembangunan gapura tidak hanya menghasilkan fasilitas fisik sebagai penanda wilayah, tetapi juga memperkuat identitas desa, rasa memiliki, dan kerja sama masyarakat. Pendekatan partisipatif menjadikan masyarakat terlibat dalam proses perencanaan hingga pemeliharaan fasilitas sehingga hasil pembangunan memiliki keberlanjutan.
Abstract:Keterbatasan pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Kubu I yang didominasi kawasan kelapa sawit mendorong dilaksanakannya program pengabdian masyarakat berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program ini bertujuan mengoptimalkan…
alkan potensi pekarangan produktif sebagai sarana edukasi kesehatan dan pemenuhan kebutuhan obat tradisional keluarga. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) melalui survei potensi, konsolidasi bibit warga secara swadaya, gotong royong pembersihan lahan, hingga sosialisasi interaktif berbasis experiential learning di SDN 004 Desa Kubu I. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan pembangunan Taman Apotek Hidup Percontohan sebagai laboratorium hidup yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan praktik langsung. Keberadaan kebun contoh ini terbukti meningkatkan pengetahuan siswa dan warga sekolah mengenai pemanfaatan tanaman herbal, sekaligus memicu antusiasme masyarakat untuk mereplikasi gerakan penanaman TOGA di pekarangan rumah masing-masing. Kesimpulannya, sinergi partisipatif ini secara efektif mewujudkan kemandirian kesehatan berbasis kearifan lokal serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3, 15, dan 17 secara berkelanjutan.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara nilai-nilai Al-Qur'an dan peningkatan Quality of Life (QoL) di Kelurahan Serua melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Studi ini menggunakan metode studi kasus…
kualitatif dengan analisis data yang bersumber dari laporan tahunan Kelurahan Serua tahun 2022–2023 dan teori WHOQOL sebagai kerangka analisis. Latar belakang penelitian ditinjau dari disegernya kondisi sosial-ekonomi di Kelurahan Serua yang membutuhkan revitalisasi nilai spiritual dan sosial guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Metode pengumpulan data melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi berupa laporan resmi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Al-Qur'an seperti keadilan, kasih sayang, dan gotong-royong berperan penting dalam peningkatan kualitas hidup, baik dari aspek kesehatan, lingkungan sosial, maupun kesejahteraan psikologis. Implikasi kebijakan yang dihasilkan memberikan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah untuk mengintegrasikan pendekatan spiritual dalam program pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menyarankan agar kolaborasi antara aparat pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat diwujudkan secara berkelanjutan guna mencapai dampak yang terukur dalam perbaikan kualitas hidup. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat berbasis Al-Qur'an tidak hanya meningkatkan kesejahteraan material tetapi juga memperkokoh harmoni sosial dan spiritualitas masyarakat.
Abstract:Penelitian ini membahas implementasi Green Dakwah berbasis Asset-Based Community Development (ABCD) dalam pengembangan bank sampah sebagai media pendidikan lingkungan di Desa Pammesakang. Pendekatan ABCD digunakan untuk…
menggali potensi lokal masyarakat, termasuk modal sosial, budaya gotong royong, dan nilai-nilai keagamaan yang menjadi dasar gerakan dakwah ekologis. Melalui metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa bank sampah tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengelolaan limbah, tetapi juga sebagai ruang edukasi lingkungan yang mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup berkelanjutan. Program Green Dakwah terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran ekologis melalui integrasi nilai-nilai Islam, seperti amanah, kebersihan, dan tanggung jawab sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara tokoh agama, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat mampu memperkuat keberlanjutan bank sampah dan menjadikannya model pemberdayaan berbasis aset lokal. Dengan demikian, pendekatan ABCD dalam Green Dakwah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan sekaligus membangun kemandirian masyarakat Desa Pammesakang.
Abstract:Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Palopo dengan tema Moderasi Beragama dan Harmonisasi Sosial di desa Makkuaseng, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara, bertujuan untuk memperkuat nilai toleransi serta menjaga…
kerukunan dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan Participatory Action Research (PAR), program ini dilaksanakan melalui dialog antar umat, pendidikan moderasi beragama di sekolah, penyusunan buku saku, kampanye daring, dan pendampingan pembacaan Al-Qur’an untuk generasi muda. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan efek positif yang ditandai dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai kehidupan rukun di tengah keragaman, tumbuhnya semangat gotong royong dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial serta keagamaan. Kehadiran mahasiswa KKN disambut dengan baik dan dianggap memberikan manfaat yang nyata serta kontribusi berkelanjutan sebagai contoh peningkatan budaya damai di lingkungan masyarakat.
Abstract:Artikel ini membahas hasil kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 94 Universitas Islam Negeri Palopo di Dusun Manganan, Desa Rinding Allo, Kecamatan Rongkong. Tujuannya untuk mengeksplorasi potensi wisata edukatif dan…
n dakwah kultural dengan menggabungkan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal. Pendekatan penelitian menggunakan Asset-Based Community Development (ABCD), yang berorientasi pada pengembangan potensi dan kekuatan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program kerja seperti pembuatan plang selamat datang, plang wilayah, renovasi pos covid, pembuatan pot bunga gantung dari botol plastik bekas, dan pembangunan dekker mampu memperkuat kesadaran religius, kepedulian lingkungan, serta semangat gotong royong masyarakat. Sinergi nilai Islam dan kearifan lokal menjadi fondasi kuat dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Abstract:Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Ponggi, Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara, dengan tujuan untuk mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Anak melalui penerapan pendekatan partisipatif…
f berbasis komunitas. Desa Ponggi dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensisosial dan semangat gotong royong yang tinggi, namun masih menghadapi berbagai persoalan seperti kurangnya kesadaran terhadap perlindungan anak, rendahnya partisipasi perempuan dalam kegiatan publik, serta minimnya kegiatan edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat dan aman. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Program utama yang dilaksanakan meliputi pembenahan taman kanak-kanak (TK), Festival Anak Ceria, senam sehat mingguan, penyuluhan anti-bullying dan KDRT, serta kampanye kesehatan reproduksi yang seluruhnya dilaksanakan secara kolaboratif dengan perangkat desa, guru, dan ibu-ibu PKK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran sosial masyarakat terhadapi superlindungan anak dan kesetaraan gender. Ibu-ibu mulai aktif berpartisipasi dalam kegiatan publik, anak-anak menjadi lebih percaya diri dan peka terhadap empati sosial, serta lingkungan belajar menjadi lebih bersih dan nyaman. Pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam memperkuat kohesisosial, menumbuhkan rasa memiliki terhadap program, serta menciptakan keberlanjutan kegiatan setelah PKM berakhir. Dengan demikian, kegiatan ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi mampu menjadi strategi efektif dalam mewujudkan desa yang inklusif, aman, dan ramah bagi perempuan dan anak.
Abstract:Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Sarambu, Kecamatan Porehu, Kabupaten Kolaka Utara, dengan tujuan untuk mengembangkan wisata edukatif dan dakwah kultural berbasis potensi lokal masyarakat.…
kat. Desa Sarambu memiliki kekayaan alam, sosial, dan religius yang besar, namun potensi tersebut belum dikelola secara optimal sebagai sarana edukasi dan dakwah berbasis komunitas. Kegiatan ini menggunakan pendekatan ABCD (Asset-Based Community Development) yang berorientasi pada pengembangan aset dan kekuatan lokal masyarakat sebagai modal utama dalam pemberdayaan. Program utama yang dilaksanakan meliputi pembuatan tugu pembatas desa, video profil desa, pemasangan papan petunjuk wisata, penyusunan buku TPA, pelatihan pengurusan jenazah, serta gerakan kebersihan dan edukasi lingkungan. Semua kegiatan dirancang secara partisipatif melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran religius, partisipasi sosial, serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan potensi wisata lokal. Masyarakat yang sebelumnya pasif kini mampu berperan aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, serta mulai mengelola potensi wisata secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berhasil memperkuat nilai-nilai Islam, budaya lokal, dan semangat gotong royong masyarakat melalui pengembangan wisata edukatif yang berkelanjutan. Pendekatan berbasis potensi lokal terbukti efektif dalam menciptakan masyarakat yang religius, mandiri, dan berdaya sosial.