Search Articles & Publications

Showing 3 articles found for "Mabna"

AL-MABĀNI WA AL-MA‘ĀNI: RELASI ANTARA BENTUK ṢARFIYYAH DAN MAKNA SEMANTIS DALAM BAHASA ARAB

Muhammad Rahmat Alimin, Nizar, Hamzah
Abstract: Kajian relasi antara bentuk (al-mabāni) dan makna (al-ma‘āni) merupakan aspek fundamental dalam linguistik Arab yang menegaskan keterpaduan antara sistem morfologi (al-ṣarf) dan semantik (al-dalālah). Dalam bahasa Arab,… Arab, setiap perubahan bentuk kata tidak hanya merepresentasikan variasi gramatikal, tetapi juga mengandung implikasi makna yang sistematis dan bermakna. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif hubungan antara bentuk ṣarfiyyah dan makna semantis melalui pendekatan morfosintaksis, dengan menelaah keterkaitan antara struktur morfologis dan fungsi sintaktis dalam pembentukan makna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif–kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan mengkaji karya-karya linguistik klasik, seperti Al-Kitāb karya Sibawaih dan Al-Khaṣā’iṣ karya Ibn Jinnī, serta membandingkannya dengan perspektif linguistik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam bahasa Arab, bentuk berfungsi sebagai wadah makna (al-mabnā qālib al-ma‘nā), di mana perubahan huruf, pola wazan, dan struktur derivatif senantiasa membawa konsekuensi semantis yang jelas dan teratur. Relasi antara bentuk dan makna bersifat non-arbitrer serta mengikuti kaidah linguistik yang logis. Dengan demikian, pemahaman terhadap konsep al-mabāni wa al-ma‘āni menjadi landasan penting dalam studi morfosintaksis Arab dan memiliki relevansi aplikatif dalam pembelajaran bahasa Arab modern, khususnya dalam penguatan analisis gramatikal dan semantik..

Tantangan Dan Strategi Musyrif-Musyrifah Mabna Arrazi Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Shobahul-lughoh

Ahmad Fauzi, Nisa Ulfi Jannah, Slamet Daroini
Abstract: Penelitian ini mengkaji tantangan dan strategi yang dihadapi oleh musyrif-musyrifah Mabna Arrazi dalam pelaksanaan Shobahul-Lughoh di Ma’had Sunan Ampel Al-‘Aly, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Shobahul-Lughoh, sebagai… agai program unggulan yang berbasis pesantren, bertujuan untuk menciptakan generasi mahasantri yang unggul dalam penguasaan bahasa Arab dan Inggris serta memiliki karakter religius yang kuat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, penelitian ini mengidentifikasi tantangan utama, seperti keterbatasan jumlah tenaga musyrif-musyrifah, minimnya fasilitas pendukung, dan adanya kesenjangan kurikulum bagi mahasantri baru tahun 2024. Pengembangan bahan ajar berbasis interaksi telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan motivasi dalam pembelajaran bahasa. Meskipun demikian, strategi kreatif seperti pengelompokan belajar berdasarkan tingkat kemampuan dan pendampingan intensif oleh musyrif-musyrifah terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan mahasantri. Penelitian ini tidak hanya memperkaya wacana mengenai pembelajaran berbasis pesantren, tetapi juga menawarkan pendekatan strategis untuk mengoptimalkan pembelajaran di lingkungan asrama. Dengan fokus pada solusi, studi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan sistem pembelajaran yang sesuai dengan tantangan di era globalisasi.

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TA’LIM AFKAR DI MABNA UMMU SALAMAH

My Love Faizah Putri, Moh. Rifqi Falah Al Farabi, Slamet Daroini
Abstract: Penelitian ini membahas tentang implementasi pembelajaran ta’lim afkar di mabna Ummu Salamah kelas Asasi E. tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana proses pelaksanaan  pembelajaran ta’lim afkar di kelas… di kelas Asasi E mabna Ummu Salamah beserta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembelajaran ta’lim afkar di kelas Asasi E. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yakni model Miles, Huberman, dan saldana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran ta’lim afkar berlangsung pukul 19.30 – 21.00 WIB di aula mabna. Pembelajaran yang berlangsung menggunakan metode pembelajaran bandongan. faktor pendukung yakni; 1) Tempat/kelas yang memadai, 2) Mu’allim yang kompeten, 3) Kitab yang relevan dengan tujuan pembelajaran. Yang menjadi faktor penghambat yakni; 1) Metode pembelajaran yang monoton. 2) Mu’allim yang terlalu serius sehingga membuat suasana kelas menjadi tegang dan minim komunikasi atau interaksi dengan mahasantri. 3) Tidak semua mahasantri berasal dari pondok pesantren, yang menyebabkan adanya kesulitan mahasantri dalam menerjemahkan kitab arab dengan terjemah pegon berbahasa Indonesia, apalagi kitab yang digunakan kitab gundul.