Search Articles & Publications

Showing 3 articles found for "Mengasihi"

PESAN SPIRITUALITAS DALAM KEPEMIMPINAN HENRICUS LEVEN

Arias Yulianus, Jovianus Ama Bani
Abstract: Penelitian ini membahas tentang makna spiritualitas yang tercermin dalam kemampuan kepemimpinan dan pelayanan misioner Mgr. Henricus Leven, SVD, seorang tokoh penting dalam sejarah misi Katolik di Flores Timur, Nusa Tenggara… gara Timur. Fokus utama tulisan ini adalah bagaimana nilai-nilai spiritual seperti kesederhanaan, kasih terhadap sesama, dan semangat pelayanan kepada kaum kecil menjadi dasar kemampuan dan karya-karya beliau. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan analisis isi terhadap berbagai sumber sekunder berupa berita daring, tulisan biografis, dan refleksi sejarah karya Leven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas bukan hanya menjadi unsur batin, tetapi menjadi fondasi yang mengarahkan kemampuan seseorang dalam pelayanan dan kepemimpinan. Melalui integrasi iman dan tindakan nyata, Henricus Leven menunjukkan bahwa spiritualitas sejati selalu menuntun manusia untuk melayani, membangun, dan mengasihi tanpa batas.

Kearifan Lokal Tentang Komitmen untuk Mengasihi dan Melayani Tuhan

Kilian Sirait
Abstract: Local wisdom refers to the cultural values ​​and norms that regulate people's daily lives. These values ​​and norms, which are ingrained and considered correct, guide the behavior of the local community. God's servants are… rvants are individuals chosen and appointed by God to serve His people. Willingness to serve, loyalty in carrying out service, and no discrimination in serving others are manifestations of the commitment and motivation that exist within the servant. The aim of this research is to provide an overview of local wisdom related to commitment to love and devotion to God. To achieve this goal, a qualitative descriptive approach was used, which includes describing a commitment to love God, understanding God's work throughout history, and exploring its practical applications. The research methodology includes a thorough review of relevant literature and Biblical texts to gather comprehensive information. The findings of this research reveal that commitment to God is a fundamental aspect of local wisdom. By continuing to obey His commandments, Christians can protect themselves from the effects of their current circumstances. Therefore, the findings of this research emphasize the need for unwavering faith and obedience in upholding our devotion as a community in worship.

Nilai-Nilai Pendidikan Sosial dalam Ritual Shalat Berjamaah

Ma’muroh, Toto Edidarmo
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai pendidikan sosial dalam ritual shalat berjamaah. Shalat berjamaah adalah amal yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) di dalam ajaran Islam tetapi sering dianggap… kurang berdampak pada perubahan sosial. Padahal, masa awal Islam, Nabi Muhammad Saw. memosisikan shalat berjamaah sebagai kunci mobilitas sosial untuk membangun kekuatan ekonomi dan politik. Banyak lembaga pendidikan (dan keagamaan) dewasa ini memprogramkan penguatan pendidikan karakter melalui shalat berjamaah yang disinergikan dengan gerakan kepedulian sosial atau pemberdayaan ekonomi. Ditinjau dari sosiologi pendidikan, shalat berjamaah berfungsi sebagai pembinaan anggota masyarakat dalam menyintas problem kehidupan, seperti krisis ekonomi, penyimpangan norma sosial dan nilai budaya, hingga ancaman keamanan dan instabilitas politik. Shalat berjamaah pun penting untuk dikelola berbasis kebutuhan sosial. Melalui pendekatan kualitatif yang berfokus pada kajian literatur dan analisis isi teks, penulis menemukan bahwa ritual shalat berjamaah mencerminkan nilai-nilai pendidikan sosial. Penulis menyimpulkan, ritual shalat berjamaah yang dikemas dalam program kajian keagamaan atau kecakapan hidup (life skills) dapat meningkatkan 8 (delapan) sikap berkarakter sosial, yaitu: saling mengasihi (tarāhum), menjaga silaturahmi (shilarrahim), kepedulian (ihtimām), kedamaian (salām), toleransi (tasāmuh), persaudaraan (ukhuwwah), tolong-menolong (ta‘āwun), dan menanggung beban (takāful). Inilah inti sari pesan QS al-Ankabut: 45 bahwa shalat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar, atau berdampak pada perubahan sosial.