Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi dan respon masyarakat terhadap media audiovisual berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai promosi kesehatan mengenai hubungan kesehatan mulut dengan Infeksi Saluran…
Pernapasan Atas (ISPA). Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan pretest-posttest pada 50 pengguna media sosial di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Data literasi diperoleh melalui kuesioner sebelum dan sesudah menonton video audiovisual yang disebarkan melalui Instagram dan YouTube. Respon masyarakat diukur melalui indikator jumlah like, share, komentar positif, dan durasi tontonan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan literasi yang signifikan setelah menonton video audiovisual. Sebelum intervensi, responden dengan kategori literasi rendah sebesar 46%, kategori sedang 46%, dan kategori tinggi 8%. Setelah intervensi, kategori literasi tinggi meningkat menjadi 86%, sedangkan kategori rendah menurun menjadi 2%. Rata-rata skor literasi meningkat dari 55,6% menjadi 92,6%. Respon masyarakat terhadap media audiovisual menunjukkan hasil positif dengan jumlah like 100%, share 66%, dan komentar positif 78%. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan media audiovisual berbasis AI sebagai sarana promosi kesehatan mulut yang dikaitkan dengan ISPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media audiovisual berbasis AI berpotensi menjadi strategi efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat secara digital.
Abstract:The phenomenon of escalating anime consumption as a form of entertainment among junior high school students (Sekolah Menengah Pertama, SMP) generates an imperative to comprehend its psychological and educational ramifications,…
tions, particularly concerning learning motivation. This study employs a systematic literature review methodology to analyze the correlation between anime exposure and the learning motivation levels of SMP students, with a particular focus on both intrinsic and extrinsic motivational dimensions. The synthesized literature reveals that anime, through its narrative complexity, visual quality, and motivational character portrayal, functions as a stimulus capable of enhancing intrinsic motivation by instilling ethical values and achievement-oriented zeal, as well as facilitating extrinsic motivation via social recognition incentives and identity aspirations. This augmentation in motivation contributes positively to increased concentration, active participation, and learning perseverance. Nonetheless, findings also indicate potential risks of diminished learning efficacy attributable to disproportionate time allocation towards excessive anime viewing, which may adversely impact academic performance. The contribution of this research lies in the integration of motivational theory (intrinsic and extrinsic) with media effects theory within the context of anime genres—particularly the action genre—to explicate the dynamics of media influence on cognitive, affective, and behavioral learning facets. Overall, the study concludes that the influence of anime consumption on junior high school students’ learning motivation is dualistic in nature; anime can serve as a facilitative medium for learning motivation when consumed in a controlled manner. Therefore, time management and content comprehension emerge as critical factors in optimizing the educational benefits of anime consumption without eliciting detrimental consequences on academic achievement.
Abstract:Abstract: one component important in the learning process is the medium. The position of learning media right now is not only just a tool to help to teach but also is a method for motivating and communicating with students…
ts more effective. The science of recitation is one part of the branch of Qur’an science that is very important for every Muslim to learn. A teacher tries to develop and advance education, especially at MIS Al-Mahdy. Efficient and students are less active due to the provision of material that is still watching causes students be passive; therefore, to avoid this, the teaching and learning process applies the CAI method. CAI ( Computer Assisted Instruction ) is a learning media through a computer system built as a complement and support learning techniques that can be packaged in an attractive and interactive multimedia form to increase student interest in learning. Therefore, the learning media with the CAI method can be a learning resource that can help achieve the goals of learning Islamic religious education and can also increase students' learning motivation in the teaching and learning process of Islamic religious education, especially the science of recitation.
Keywords: Application; Computer Assisted Instruction; Instructional Media; Tajwid
Abstrak :Salah satu komponen penting dalam proses belajar adalah media. Kedudukan media pembelajaran saat ini tidak hanya sekedar alat bantu untuk mengajar, tetapi juga merupakan cara untuk memotivasi dan berkomunikasi dengan pelajar agar lebih efektif. Ilmu tajwid merupakan salah satu bagian dari cabang ilmu alquran yang amat penting untuk dipelajari setiap muslim, untuk itu seorang guru berusaha mengembangkan dan memaj ukan pendidikan khususnya di MIS Al-mahdy permasalahan yang dihadapi khususnya dalam pengajaran quran hadist menganai ilmu tajwid seorang guru tersebut dalam melaksanakan pengajaran kurang efisien dan siswa kurang aktif disebabkan pemberian materi yang masih menonton menyebabkan siswa/i pasif maka dari itu untuk menghindari hal tersebut proses belajar mengajar menerapkan metode CAI. CAI (Computer Assisted Instruction) merupakan media pembelajaran melalui sistem komputer yang dibangun sebagai pelengkap dan pendukung dalam metode pembelajaran yang dapat dikemas dalam bentuk multimedia yang menarik dan interaktif sehingga dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar. Oleh karena itu media pembelajaran dengan metode CAI dapat dikatakan sebagai sumber belajar yang dapat membantu mencapai tujuan dari pembelajaran pendidikan agama islam dan juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar pendidikan agama islam khususnya ilmu tajwid.
Keywords: Aplikasi; Computer Assisted Instruction; Ilmu Tajwid; Media Pembelajaran;
Abstract:Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif, dan teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, pengamatan dan menonton secara berulang pada film yang akan dikaji. Mencari informasi terkait dengan masalah-masalah…
alah penelitian baik dari buku, internet, jurnal, skripsi, artikel, film, dan sumber data lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film Merindu Cahaya De Amstel diambil dari novel karya Arumi Ekowati terinspirasi dari kisah nyata, mengisahkan seorang gadis Belanda yang memeluk agama Islam. Selain itu menyoroti kisah cinta Khadija dan Nico karena perbedaan agama, sehingga daya tarik film ini terletak pada pengambaran perjuangan cinta dan pesan toleransi. Alur cerita film Merindu Cahaya De Amstel mengisahkan perjalanan seorang gadis di Negeri Belanda bernama Marien Veenhoven yang memutuskan untuk memeluk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Khadija Veenhoven. Di sisi lain kisah Nico yang memilih memeluk agama Islam. Pesan-pesan dakwah yang terdapat dalam film Merindu Cahaya De Amstel ada tiga, yaitu pesan dakwah aqidah di antaranya; Taubat, mempelajari Islam, merasa diawasi, dan percaya dengan ketentuan Allah Swt. Pesan dakwah syariah di antaranya; shalat, mengenakan jilbab dan tidak bersentuhan dengan lawan jenis, dan pesan dakwah akhlak di antaranya; saling memafkan, taa’wun (saling tolong menolong), mengucap serta menjawab salam, dan tersenyum.
Abstract:Saat ini, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan dalam pemasaran dan promosi bisnis mereka. Di sisi lain saat ini konsumen modern lebih cenderung untuk mengkonsumsi konten…
visual, seperti video, daripada teks atau gambar. Mereka lebih suka menonton video singkat daripada membaca teks panjang. Oleh karena itu, UMKM yang hanya mengandalkan teks dan gambar dalam upaya pemasaran mereka mungkin kehilangan pangsa pasar yang besar. Dengan mengadakan pelatihan pembuatan video branding menggunakan Filmora X ini merupakan solusi yang ideal untuk UMKM yang ingin mengatasi berbagai permasalahan pemasaran dan memanfaatkan potensi video branding. Dengan alat pengeditan yang intuitif, berbagai fitur, dan fleksibilitas yang ditawarkan oleh Filmora X, UMKM dapat menciptakan video branding yang efektif, memperkuat merek mereka, dan mencapai kesuksesan yang lebih besar dalam lingkungan bisnis yang kompetitif saat ini.