Search Articles & Publications

Showing 33 articles found for "Motorik"

FAKTOR PENGHAMBAT DALAM PEMBELAJARAN MOTORIK DASAR OLEH GURU PJOK DI SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH DI MI BAITUL HUDA SEMARANG

Shofa, Fasya Zahira, Amalia, Dwi, Pathurrohman, Pathurrohman
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dalam pembelajaran motorik dasar yang dihadapi oleh guru PJOK pada jenjang sekolah dasar kelas rendah di MI Baitul Huda Semarang.… Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur dengan guru dan siswa, observasi lapangan yang sistematis, serta dokumentasi kurikulum. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan terpenting dalam penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran berlangsung aktif dan berbasis permainan, terdapat hambatan struktural berupa keterbatasan sarana-prasarana serta hambatan pedagogis terkait heterogenitas kemampuan siswa yang sulit dikondisikan. Lebih lanjut, ditemukan adanya kesenjangan antara aktivitas fisik yang tinggi dengan pemahaman konseptual siswa yang masih rendah, di mana pembelajaran cenderung bersifat intuitif-pragmatis namun belum berbasis pada asesmen diagnostik yang sistematis. Refleksi atas temuan ini mengungkap bahwa ketergantungan pada teacher agency atau kreativitas individu guru dalam memodifikasi alat belum cukup untuk mengatasi persoalan tanpa dukungan kebijakan institusional. Sebagai kontribusi, penelitian ini memberikan peta jalan bagi pengembangan model pembelajaran PJOK yang lebih holistik, yang tidak hanya menekankan pada keaktifan fisik, tetapi juga mengintegrasikan penguatan konsep dan diferensiasi instruksional yang responsif terhadap tahap perkembangan anak. Hasil studi ini diharapkan menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dalam merancang program pendampingan guru dan penataan alokasi sumber daya yang lebih tepat sasaran guna menjamin optimalisasi kompetensi motorik dasar pada fase kritis perkembangan anak.

IMPLEMENTASI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MELALUI EDUKASI PRAKTIK CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA KOMUNITAS ANAK DI BTN AL KELURAHAN ENTROP DISTRIK JAYAPURA SELATAN

Pasaribu, Meilinda Handayani, Mangonto, Yunita I., Kogoya, Alua, Baransano, Ironimus, Nabyal, Feri, Petoni, Yance S.
Abstract: Edukasi PHBS melalui praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) berperan penting dalam membentuk kebiasaan higienis anak sejak dini. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi CTPS terhadap pemahaman dan perilaku… u motorik anak di BTN AL Kelurahan Entrop. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, demonstrasi, dan observasi praktik mandiri. Hasil menunjukkan tingkat partisipasi peserta mencapai 95%, dengan 17 anak (85%) mampu mempraktikkan 6 langkah CTPS secara mandiri sesuai standar kesehatan. Penggunaan media lagu "Naik Becak" yang dimodifikasi efektif meningkatkan antusiasme dan memori anak dalam memperagakan gerakan. Selain itu, keterlibatan orang tua memperkuat keberlanjutan perilaku sehat di keluarga. Kesimpulannya, intervensi edukatif yang terstruktur dan partisipatif terbukti efektif membentuk kebiasaan CTPS pada anak-anak.

PELATIHAN INOVATIF TEKNIK MEWARNAI GRADIASI BAGI GURU PAUD DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK

Fatmawati, Nia, Sofia, Ari, Nawangsasi, Devi, Ulpa, Eska Prawisudawati
Abstract: This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of early childhood education (PAUD) teachers in applying gradient coloring techniques as a strategy to support children's fine motor development. The… he training was conducted through three main stages: delivery of material on the importance of fine motor stimulation through art activities, participatory discussions, and hands-on practice in gradient coloring techniques. Evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments to measure the improvement in participants’ competencies. The results showed a significant increase in understanding and skill levels. The percentage of participants classified as "excellent" increased from 0% to 40%, those in the "good" category rose from 34% to 40%, and 20% were categorized as "sufficient". No participants were classified as "poor" or "very poor". These findings indicate that training in gradient coloring techniques is effective in enhancing the capacity of ECE teachers to provide creative and enjoyable fine motor stimulation for young children.

STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KENDALA PEMBELAJARAN PJOK DI SEKOLAH DASAR DENGAN KETERBATASAN FASILITAS

Anisatul Falihah, Lisa Damayanti, Pathurrohman
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengatasi kendala pembelajaran PJOK di sekolah dasar dengan keterbatasan fasilitas sebagai upaya mengisi gap riset yang telah diidentifikasi sebelumnya. Penelitian… elitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru, kendala pembelajaran, dan tingkat efektivitasnya merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dalam pelaksanaan pembelajaran PJOK. Dari sisi strategi, guru mampu menerapkan pendekatan adaptif melalui modifikasi alat sederhana, penggunaan metode berbasis permainan, serta pengelolaan kelas yang fleksibel. Strategi ini terbukti efektif dalam menjaga pembelajaran tetap aktif dan bermakna meskipun fasilitas terbatas. Namun, terdapat kendala signifikan yang dihadapi guru, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, keterbatasan waktu pembelajaran, serta kurangnya variasi metode. Kendala tersebut tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga mempengaruhi motivasi dan perkembangan keterampilan motorik siswa. Meskipun demikian, strategi yang diterapkan guru menunjukkan efektivitas yang cukup baik, ditandai dengan meningkatnya partisipasi siswa, pemahaman konsep dasar, serta pengelolaan pembelajaran yang lebih efisien dan kondusif. Temuan ini menegaskan bahwa kreativitas dan kemampuan adaptasi guru menjadi faktor kunci dalam menjaga kualitas pembelajaran PJOK di tengah keterbatasan fasilitas. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan model strategi adaptif yang dapat dijadikan rujukan bagi guru dan pemangku kebijakan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK di sekolah dasar.

EKSPLORASI MEDIA SENSORIK BERBASIS TEKSTUR DALAM MENSTIMULASI MOTORIK HALUS ANAK USIA 4 SAMPAI 5 TAHUN

Andepi Daryana, Marwah Triyati, Enih Hartiani, Siti Aminah, Nurul Fahimah
Abstract: Perkembangan motorik halus pada anak usia dini merupakan fondasi penting bagi kesiapan belajar dan kemandirian dalam aktivitas akademik maupun kehidupan sehari-hari. Pengalaman sensorik berbasis tekstur dipandang memiliki… i potensi dalam memperkuat koordinasi otot-otot kecil melalui aktivitas manipulatif yang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk implementasi, proses pelaksanaan, dan dampak penggunaan media sensorik berbasis tekstur dalam menstimulasi motorik halus anak usia empat sampai lima tahun di PAUD Plmboyan 3 Karawang Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif-eksploratif. Subjek penelitian adalah anak usia empat sampai lima tahun, dengan informan guru kelas dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media tekstur melalui tahap pengenalan, eksplorasi bebas, dan kegiatan terarah secara konsisten meningkatkan koordinasi jari, ketepatan gerak manipulatif, serta keberanian anak dalam mengeksplorasi permukaan yang beragam. Peran guru yang memberikan pendampingan proporsional turut memperkuat efektivitas stimulasi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa variasi tekstur dapat diposisikan sebagai komponen pedagogis dalam pembelajaran multisensori, sekaligus menjadi rujukan praktis bagi guru PAUD dalam merancang kegiatan yang mendukung perkembangan motorik halus secara sistematis.

MEMBANGUN LANDASAN SPIRITUALITAS MELALUI PEMIKIRAN HENDRIKUS LEVEN

Agnes Afoan Golan Nubatonis, Leornadus Baama Tobin, Nelcy Hala
Abstract: Penelitian ini menganalisis landasan kehidupan berdasarkan pemikiran Mgr. Henricus Leven, SVD, seorang tokoh penting dalam sejarah gereja dan pendidikan di Indonesia, khususnya Flores Timur. Fokus kajian ini terletak pada… a bagaimana prinsip-prinsip spiritualitas dan visi serta misi kemanusiaan Leven dapat menjadi landasan etis dan moral dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Melalui pendekatan kuantitatif dengan analisis tekstual terhadap tulisan dan biografi terkait pemikiran Leven, penelitian ini mengidentifikasi nilai-nilai fundamental seperti pelayanan, dan ketaatan kreatif sebagai pilar utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Leven menekankan pentingnya pengembangan diri yang utuh, tidak hanya secara intelektual, tetapi juga secara afektif dan psikomotorik, yang terwujud dalam tindakan nyata yang bertanggung jawab dan melayani sesama. Pemikiran ini relevan dalam konteks kehidupan modern yang sering kali dihadapkan pada krisis makna dan etika, dengan menawarkan kerangka kerja kehidupan yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan yang luas dan spiritualitas yang mendalam. Artikel ini juga menyoroti relevansi pemikiran Leven bagi pendidikan, kehidupan sosial, dan pengembangan pribadi pada era modern yang ditandai oleh fragmentasi nilai, tekanan psikologis, dan krisis eksistensial. Dengan mengintegrasikan refleksi diri, pengolahan pengalaman hidup, serta keterbukaan terhadap transendensi, spiritualitas menurut Leven dapat menjadi dasar yang kuat bagi pembentukan karakter, keseimbangan batin, dan kualitas hidup yang lebih bermakna. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun landasan spiritualitas kehidupan sebagai bagian integral dari perkembangan manusia secara holistik.

ANALISIS KOMPARATIF MODEL PEMBELAJARAN ASYIK DAN ATIK DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF PADA ANAK USIA DINI

Anisya Fitriasari, Indri Ristiani, Mega Endang Sari, Faridatul Ula, Sri Watini
Abstract: Penelitian ini menganalisis implementasi Model Pembelajaran ASYIK (Aman, Senang, Yakin, Inovatif, Kreatif) dan Model ATIK (Amati, Tiru, Kerjakan) dalam meningkatkan partisipasi aktif anak usia dini melalui pendekatan kualitatif… litatif studi literatur. Temuan kajian menunjukkan bahwa Model ASYIK berperan strategis dalam menstimulasi dimensi afektif melalui penciptaan ekosistem belajar yang kondusif, di mana penggunaan instrumen reward dan yel-yel secara efektif memitigasi kecemasan instruksional serta meningkatkan kepercayaan diri anak. Sementara itu, Model ATIK menyediakan kerangka kerja metodologis sistematis yang mengakomodasi kebutuhan eksplorasi sensorik dan motorik anak melalui tahapan belajar berbasis pengalaman (experiential learning). Sinergi antara aspek emosional pada model ASYIK dan struktur kognitif pada model ATIK menghasilkan paradigma pembelajaran holistik yang tidak hanya meningkatkan keterlibatan kinestetik dan literasi numerasi, tetapi juga memperkuat kesiapan mental (school readiness) anak dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya. Secara teoretis, integrasi kedua model inovatif ini menegaskan pentingnya reposisi peran pendidik sebagai desainer pengalaman yang mampu menyelaraskan stimulasi pedagogis dengan karakteristik perkembangan alamiah anak pada masa golden age.

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK AKHLAK MULIA PESERTA DIDIK

Sahat Parulian
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlak mulia peserta didik melalui pendekatan studi kepustakaan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada… da fenomena degradasi moral di kalangan peserta didik yang menunjukkan perlunya penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi literatur (library research), yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dan multidimensional, yaitu sebagai pendidik (educator), pembimbing (counselor), teladan (role model), motivator, serta evaluator dalam membentuk karakter peserta didik. Implementasi pembentukan akhlak mulia dilakukan melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran, pemberian keteladanan, pembiasaan perilaku positif, serta penciptaan lingkungan pendidikan yang religius dan kondusif. Selain itu, keberhasilan pembentukan akhlak juga dipengaruhi oleh sinergi antara guru, keluarga, dan lingkungan sosial. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguatan peran guru PAI tidak hanya terbatas pada aspek kognitif, tetapi juga harus menyentuh aspek afektif dan psikomotorik peserta didik secara holistik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru PAI secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan pendidikan karakter di era modern. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan akhlak mulia.

ANALISIS PERBANDINGAN PARADIGMA EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB TEORI DAN URGENSINYA

Liling, Muhammad Riswan, Herdah, Herdah
Abstract: Evaluasi pembelajaran merupakan komponen krusial dalam menentukan keberhasilan pendidikan Bahasa Arab di tengah dinamika perubahan kurikulum dan tantangan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan… berbagai paradigma evaluasi pembelajaran Bahasa Arab, meninjau landasan teorinya, serta mengkaji urgensinya dalam meningkatkan kualitas instruksional. Melalui metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, artikel ini membedah berbagai model evaluasi, mulai dari model tradisional yang cenderung berfokus pada hasil akhir (tes tulis) hingga model komprehensif seperti CIPP (Context, Input, Process, Product) yang mengevaluasi keseluruhan sistem pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa paradigma evaluasi yang efektif harus mengintegrasikan elemen kognitif seperti metakognisi dan umpan balik formatif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih responsif dan bermakna. Urgensi evaluasi tidak hanya terletak pada pengukuran tingkat penguasaan materi oleh siswa, tetapi juga sebagai alat bagi pendidik untuk melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap strategi pengajaran agar tetap adaptif terhadap kebutuhan zaman. Penelitian ini merekomendasikan transisi dari paradigma evaluasi yang bersifat statis menuju model evaluasi adaptif yang menyeimbangkan indikator kognitif, afektif, dan psikomotorik secara menyeluruh.

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI BELAJAR IPA SISWA

Eriza, Deni Septia, Syaputra ZE, Deki
Abstract: Permasalahan yang ditemui dalam penelitian ini adalah kurangnya motivasi siswa, siswa kesulitan memahami materi pelajaran, kemampuan awal siswa kurang diperhatikan, dan kompetensi belajar masih rendah. Salah satu upaya yang… ang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan Lembar kerja siswa (LKS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan model Problem Based Learning berbantuan LKS terhadap kompetensi belajar IPA siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen, sampel penelitiannya adalah siswa kelas IX1 sebagai kelas eksperimen dan kelas IX3 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan LKS dan kelas kontrol diajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes untuk mengukur kompetensi kognitif siswa dan lembar observasi untuk melihat kompetensi afektif dan psikomotorik siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji t, uji anava dua jalur, dan uji Mann Whitney U. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa kompetensi pembelajaran aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa yang diajar dengan menggunakan model Problem Based Learning berbantuan LKS lebih baik dibandingkan dengan yang diajar dengan model konvensional; kompetensi pembelajaran aspek kognitif siswa yang mempunyai pengetahuan awal tinggi yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan LKS lebih baik dibandingkan dengan yang diajar dengan model konvensional; dan tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dengan pengetahuan sebelumnya dalam mempengaruhi kompetensi belajar siswa pada aspek kognitif.