Abstract:Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai peran strategis Kawasan Indonesia Timur dalam pencapaian Visi Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini mengintegrasikan kerangka RPJPN…
PJPN 2025–2045, tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), serta prinsip‐prinsip sustainable management untuk mendorong aksi nyata berbasis potensi lokal. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Oktober 2025 di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, dalam rangka MACRO FEST 2025, dan melibatkan 72 peserta dari masyarakat umum. Rangkaian kegiatan mencakup paparan materi, diskusi interaktif, serta evaluasi pre–post yang terdiri dari 10 butir pengetahuan dan 5 butir sikap/niat berbasis skala Likert. Materi menyoroti potensi unggulan Indonesia Timur, seperti sektor perikanan di Maluku, pengembangan energi terbarukan di wilayah kepulauan (studi kasus Sumba), serta tata kelola berkelanjutan dalam hilirisasi nikel. Hasil awal secara deskriptif menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta serta penguatan niat untuk melakukan aksi konkret dalam 30–60 hari. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi dengan penguatan mekanisme pendampingan tindak lanjut agar komitmen peserta dapat berkelanjutan.
Abstract:bahan baku katode baterai Li-NMC. Senyawa nikel yang digunakan dalam bahan katode NMC biasanya dalam bentuk nikel sulfat heksahidrat (NiSO4.6H2O). Untuk memperoleh nikel sulfat dengan kemurnian tinggi, pemrosesan hidrometalurgi…
talurgi dari sumber primer seperti bijih nikel laterit dan mineral nikel sulfide atau sumber sekunder seperti baterai bekas lithium-ion yang mengandung nikel sering digunakan. Pemrosesan hidrometalurgi umum melibatkan praperlakuan, pelindian asam, pemisahan/pemurnian, dan kristalisasi. Pada penelitian ini akan dilakukan studi kristalisasi padatan nikel sulfat menggunakan pelarut organik isopropanol sebagai agen kristalisasi. Prinsip proses kristalisasi ini adalah penambahan pelarut organik yang tepat (jenis dan konsentrasi) pada temperatur rendah (10-15oC), akan membuat larutan menjadi super jenuh sehingga menurunkan kelarutan logam-sulfat dalam larutan. Akibatnya, proses kristalisasi padatan logam terjadi. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh beberapa parameter seperti pengaruh perbadingan organik/air dan temperatur mempengaruhi proses kristalisasi. Penelitian ini melalui serangkaian percobaan yang terdiri dari pelarutan, kristalisas dan karakterisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan organik air (OA) 2:1 dan temperatur ruang adalah parameter terbaik dengan persen pengendapan 99% dan persen perolehan 96%. Jenis senyawa pada endapan yang diperoleh adalah nikel sulfat heksahidrat (NiSO4.6H2O) sesuai dengan jenis senyawa yang terdapat pada sampel awal padatan nikel sulfat pro-analisis dengan bentuk butiran endapan tidak teratur.