Search Articles & Publications

Showing 2 articles found for "Penggunakan"

Pendampingan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia pada Paud “Tunas Bangsa” Semarang

Hadikurniawati, Wiwien, Wibisono, Setyawan, Winarno, Edy, Budiarso, Zuly, Cahyono, Taufiq Dwi
Abstract: Abstract: Online learning at the elementary, kindergarten, and PAUD levels leaves many problems. The problem from the teacher's point of view is that they have to provide gadgets that can be used in operating, managing online… nline meetings, and providing internet quotas in organizing meetings and online learning. In making learning media, teachers must also provide computers that can be used in making multimedia-based learning media. The problem that is quite serious is that teachers are not yet ready to manage online classroom learning and the readiness to make learning materials using multimedia-based learning tools that can attract students' attention. Efforts that can be carried out to face the challenges of limited capacity and ability of teachers in designing and making multimedia-based learning media are increasing teacher competence through training and mentoring. To achieve this goal, it is necessary to hold a training or mentoring for PAUD teachers. This training is carried out by introducing and providing tutorials on how to use Microsoft PowerPoint software. The result of this service is the teacher's understanding of making multimedia-based learning media that can be seen from discussions and questions and answers. In addition, the results of this service increase the ability of teachers in software applications for making learning media. Keywords: training; mentoring; multimedia; learning; PAUD teachers    Abstrak: Pembelajaran daring pada tingkat SD, TK dan PAUD menyisakan banyak masalah. Masalah dari sisi guru adalah harus menyediakan gadget yang mampu digunakan dalam pengoperasian, pengelolaan pertemuan secara daring serta menyediakan kuota internet dalam penyelenggaraan pertemuan dan pembelajaran secara daring. Dalam membuat media pembelajaran, guru juga harus menyediakan komputer yang mampu digunakan dalam membuat media pembelajaran berbasis multimedia. Masalah yang cukup serius adalah guru belum terlalu siap mengelola pembelajaran kelas secara daring maupun kesiapan pembuatan materi pembelajaran menggunakan tool pembelajaran berbasis multimedia yang dapat menarik perhatian siswa. Usaha-usaha yang dapat dilaksanakan guna menghadapi tantangan keterbatasan kapasitas dan kemampuan guru dalam merancang dan membuat media pembelajaran berbasis multimedia adalah meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendampingan dalam mencapai standar minimal yang dapat digunakan dalam merancang dan membuat media pembelajaran berbasis multimedia. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu diadakan pelatihan atau pendampingan kepada para guru PAUD. Pelatihan ini dilakukan dengan cara mengenalkan dan memberikan tutorial bagaimana penggunakan perangkat lunak Microsoft Power Point. Hasil dari pengabdian ini adalah pemahaman guru mengenai pembuatan media pembelajaran berbasis multimedia yang dapat dilihat dari diskusi dan tanya jawab. Selain itu hasil dari pengabdian ini menambah kemampuan guru dalam menerapkan aplikasi perangkat lunak untuk pembuatan media pembelajaran. Kata kunci: pelatihan; pendampingan; multimedia; pembelajaran; guru PAUD

Upaya Peningkatan Motivasi Belajar dengan Memaksimalkan Penggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Pada Proses Pembelajaran

Sitohang, Norenta
Abstract: Peningkatan motivasi belajar siswa merupakan tantangan utama dalam sistem pendidikan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat meningkatkan… n motivasi belajar siswa. Masalah utama yang diidentifikasi adalah rendahnya motivasi belajar siswa yang dapat berdampak negatif pada prestasi akademik mereka. Solusi yang diusulkan dalam penelitian ini adalah penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif, melibatkan survei dan wawancara dengan siswa serta analisis data statistik untuk mengukur perubahan motivasi belajar setelah implementasi TIK dalam pembelajaran. Hasil penelitian sementara menunjukkan bahwa penggunaan TIK, seperti platform pembelajaran daring, alat kolaborasi digital, dan sumber belajar interaktif, dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan model pemilihan media belajar (X1) dan persepsi pembelajaran inovatif (X2) berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar mahasiswa (Y) sebesar 34,5%. Sisanya, yaitu 65,5%, dipengaruhi oleh variabel independen lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan kata lain, meskipun model pemilihan media belajar dan persepsi pembelajaran inovatif memiliki kontribusi yang signifikan, masih terdapat faktor-faktor lain yang juga berperan dalam mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa.