Search Articles & Publications

Showing 26 articles found for "Peternak"

PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT (PKM) KLUSTER 2 PETERNAK AYAM RAS PETELUR SKALA USAHA MIKRO DAN USAHA KECIL DI KOTA TOMOHON TENTANG PENERAPAN BIOSEKURITI PADA USAHA PETERNAKAN UNGGAS

Tangkere, Evacuree S., Podung, Albert J., Tangkere, Imelda A., Sompie, Florencia N., Telleng, Malcky M.
Abstract: ABSTRACT The objective of community partnership program cluster 2 (CPP-C2) is to provide micro and small-scale layer chicken farmers in Tomohon city with business management procedures based on “biosecurity”.  Problems faced… blems faced by partners, both farm owners and farm workers: 1) lack of knowledge and understanding of the concept and application of biosecurity  2) lack of sanitation application, which increases the risk of diseases emerging and spreading 3) not yet aware that the use of open house system, unfenced farms and no procedures for entering the farm area, are not in accordance with the principles of biosecurity system. The activity was carried out in stages: survey, socialization on the concept and implementation of the 3-zone biosecurity system, provision of disinfectants and examples of regulation for laying hen farming as well as evaluation. The evaluation results show that during the extension activity, out of 8 participants only 2 were actively asking questions, and it turned out they were the farm owners, while the farm workers were passive.  It was found after the outreach activity, that the farm owners or farm workers who were partners had not been implemented the 3-zone biosecurity system, therefore outreach activities regarding biosecurity on poultry farm still need to be provided again to them, so that the concept and application of biosecurity will be truly understood and they would be willing to do so. However, at least 2 farms have prepared signboards with rules for entering the farm area.  The occurrence of outbreaks and pandemics should be a lesson-learned that biosecurity measures are highly relevant to the saying “it is better to prevent than cure”. If, chicken remain healthy, they produce high-quality and safe products, and so, farmers can minimize health costs and maximize profits, even enabling farms owner to expand their businesses scale.  In conclusion, this activity has not been given a significant impact on partner’s farm management because all partners have not been implemented the 3-zone biosecurity system, and it would be better if, all farm owners as decision makers to participate in this kind of activity, as well as the need for synergy between relevant agencies in the livestock sector in Tomohon city and academics with poultry farming business practitioners in an effort to maintain livestock health, poultry communities and maintain food security.  

Pemaanfaatan Batang Pisang Sebagai Pakan Alternatif Untuk Ternak

Baru, Stevanus
Abstract: Program kerja KKN ini bertujuan untuk mengimplementasikan pemanfaatan batang pisang sebagai pakan alternatif ternak di Kampung Seed Agung, Distrik Muting. Permasalahan keterbatasan pakan dan melimpahnya limbah batang pisang… ang menjadi latar belakang pelaksanaan program ini. Metode yang digunakan adalah participatory rural appraisal (PRA) dengan melibatkan 5 peternak sebagai peserta. Tahapan pelaksanaan meliputi survei pendahuluan, koordinasi dengan tokoh masyarakat, diskusi intensif, demonstrasi, dan pendampingan selama satu minggu. Materi yang disampaikan mencakup kandungan nutrisi batang pisang, teknik pengolahan, dan metode pemberian pakan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata nilai 45,6 menjadi 82,3. Implementasi program berhasil menurunkan biaya pakan sebesar 35% dengan penghematan sekitar Rp 450.000 per peternak per bulan. Pengamatan terhadap ternak menunjukkan tingkat konsumsi pakan yang signifikan, tidak adanya efek negatif terhadap kesehatan, dan peningkatan bobot badan yang stabil. Program ini memberikan manfaat ganda, yaitu mengatasi permasalahan pakan ternak sekaligus mengurangi limbah pertanian, sehingga berkontribusi positif terhadap lingkungan. 

Penerapan Penggunaan Garam Mineral Blok Sebagai Suplemen Pakan Ternak Ruminansia

Puspitasari , Cristina Dinda, Baru , Stevanus
Abstract: Peternak di kampung Seead Agung, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke masih menjalankan usaha ternak secara tradisional. Rata-rata peternak di wilayah ini tidak memiliki pemahaman dan keterampilan khusus dalam bidang peternakan,… nakan, melainkan mengandalkan kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun, baik dalam penyediaan pakan maupun pengobatan hewan. Sebagai respons terhadap permasalahan ini, dilakukan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peternak mengenai gejala kekurangan mineral pada ternak sapi melalui pembuatan Garam Mineral Blok. Metode yang digunakan dalam pelatihan adalah pendekatan partisipatif yang memungkinkan para peternak untuk melibatkan diri secara aktif dan menerapkan instruksi yang diberikan. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat peternak, yang tidak hanya berpartisipasi aktif selama pelatihan tetapi juga mengharapkan diadakannya kegiatan serupa, seperti pelatihan pembuatan pakan, untuk mengembangkan usaha peternakan mereka ke skala yang lebih besar.

Analisis Sistem Agribisnis Hulu ke Hilir Peternakan Goatday di Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman

Hafiizh Rayhan Wijaya, Siti Azizah
Abstract: Livestock agribusiness is an integral part of agricultural development as a subsector that fulfills society's animal protein needs. This research was carried out at the Goatday Farm located in Seyegan District, Sleman Regency… gency on June 22 - August 20, 2023. This research aims to analyze the upstream-to-downstream agribusiness system of the Goatday farm, analyze the strategies that Goatday has implemented, and analyze the strategies that Goatday can implement in the future. The data sources in this research were obtained from key informants and follow-up informants. The key informant in this research is Mr. Muhammad Farid Akrom the owner of the Goatday farm, while further informants are Mr. Ahmad Fauzi and Mr. Hendri the person in charge of the Goatday farm, and Mr. Hermawan the partner of the Goatday breeder. The analysis used is descriptive analysis, Business Model Canvas (BMC), and SWOT analysis. The result of this research was that Goatday has implemented an agribusiness system on its farms that is integrated. Goatday has also implemented partnerships and has a well-systemized farm. Based on the SWOT analysis, the strategy that Goatday can implement in the future is to create an education-based farm and provide more training to staff and partners regarding efficient maintenance management.

Penerapan Pakan Alternatif Ternak Unggas Azolla mycrophilla Dengan Metode Fermentasi Untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Desa Argamulya Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau

Triasih, Dyah, Nurliani Erni
Abstract: Argo Mulyo adalah salah satu desa di kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah merupakan desa yang memiliki luas wilayah 7.632,39… ilayah 7.632,39 km².. Dari total luas wilayah tersebut,merupakan tegalan atau kebun yang sebagian besar ditanami kelapa sawit dan sayuran. Dengan luasnya tegalan atau kebun yang dimiliki oleh masyarakat sekitar banyak masyarakat yang memelihara unggas berupa ayam petelur sebagai mata pencarian disamping berkebun. Besarnya potensi unggas yang dihasilkan berdampak sama pengeluaran biaya pakan yang dikeluarkan oleh karena diperlukan pakan alternatif untuk mensiasatinya. Prospek penerapan inovasi dalam pakan alternatif untuk ternak unggas di desa Argamulya kabupaten Lamandau diharapkan mampu mengurangi faktor kendala keuangan peternak unggas dalam pembelian pakan kosentrat. Pakan alternatif dengan menggunakan fermentasi Azolla microphylla diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ternak unggas sehingga didapatkan hasil daging dan telur yang berkualitas tinggi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam 2 sesi. Pada sesi pertama pemateri memfokuskan pada pemberian informasi mengenai Azolla microphylla, manfaatnya dan cara pembuatan pakan alternatif. Sesi berikutnya, fokus pada praktek pengaplikasian terhadap ayam petelur. Akhir kegiatan di dalam ruang adalah tanya jawab. Sementara untuk kegiatan di luar ruangan sesudah pelaksanaan praktik penerapan pakan alternatif pada ayam petelur. Dengan adanya pakan alternatif Azolla microphylla  menjadikan masyarakat dapat melakukan penghematan akan pakan yang digunakan tanpa mengurangi kualitas.

Pengendalian Dan Pemberantasan Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) Pada Ternak Sapi Di Kelurahan Sendang Mulyasari Kecamatan Tonggauna Kabuptaen KonawePengendalian Dan Pemberantasan Penyakit Mulut Dan Kuku (PMK) Pada Ternak Sapi Di Kelurahan Sendang Mulyasari K

Abu Rahman, Suharjo Suharjo, Endang Sumiratin, Dadin Rahman, Syarif, Syarif, Yonas Kandoro
Abstract: Kelurahan Sendang Mulyasari berada di Kecamatan Tonggauna Kabupaten Konawe, salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara. Mata pencaharian penduduk kelurahan Wawonggole sebagian adalah petani Peternak… dan sebagian lainnya pegawai negeri dan wiraswasta. Komoditas ternak sapi yang banyak dihasilkan di kelurahan tersebut salah satunya adalah ternak sapi bali. Pencegahan penyakit mulut dan kuku dengan melaluli sosialisasi kepada petani peternak kepada masyarakat Kelurahan sandang mulyasasri  sangat perlu diinformasikan teknologi pencegahan mulut dan kuku  ini guna menambah pengetahuan dan ketrampilan terkait kesehatan ternak sapi. Metode dilakukan dengan memberikan penyuluhan, pelatihan dan diskusi kepada petani peternak RW 02 (Kelompok Dasa Wisma RW 01) tentang proses vaksinasi pada ternak sapi .  Penyampaian materi dilakukan dengan pelatihan serta praktek langsung dengan petani peternak sapi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Kelurahan sendang mulyasari yan berkedudukan di Kecamatan Tonggauna   telah berjalan dengan lancar sesuai rencana. Hal ini dapat dilihat dari antusiasnya masyarakat petani peternak mengikuti pelatihan serta membawa ternak untuk di lakukan vaksin ini,. Masyarakat petani peternak sangat tertarik dengan teknologi pengendalian penyakit mulut dan kuku dengan teknologi melalui vaksin  . Pengenalan dan penerapan teknologi ini sudah dapat menyentuh salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam membantu usaha petani peternak sapi bali terkait kesehatan ternak yang mereke pelihara.

Identifikasi Pola Penyebaran Penyakit Ternak Menggunakan Clustering Spasial

Zainal Mu'en, Zaehol Fatah
Abstract: Penyakit hewan merupakan salah satu tantangan terbesar dalam divisi hewan yang dapat mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan. Bukti yang dapat dikenali dari pola penyebaran penyakit sangat penting untuk mendukung… g pengambilan keputusan dalam upaya mengantisipasi dan menangani wabah . Pertimbangan ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi pola penyebaran penyakit hewan menggunakan strategi pengelompokan spasial . Strategi ini memungkinkan pengelompokan wilayah berdasarkan tingkat penyebaran penyakit , sehingga zona yang berpotensi menjadi pusat penyebaran dapat diidentifikasi . Informasi yang digunakan dalam pertimbangan ini mencakup data spasial dan non - spasial yang terkait dengan kasus penyakit hewan dari berbagai wilayah , yang kemudian dianalisis di sana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pengelompokan spasial dapat diterapkan di daerah -daerah dengan pola penyebaran penyakit yang sama . Identifikasi zona berisiko tinggi dapat membantu peternak dan pihak terkait dalam mengambil tindakan penanggulangan yang lebih tepat dan efisien . Dengan pengelompokan spasial ini , prosedur penanganan dapat difokuskan pada daerah-daerah yang lebih rentan terhadap kejadian , yang diharapkan dapat mengurangi dampak ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan hewan secara keseluruhan . Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kerangka kerja deteksi dini berbasis teknologi untuk mitigasi penyakit ternak

ANALISIS DAN PERANCANGAN TEKNIK FORWARD CHAINING UNTUK DETEKSI PENYAKIT SAPI DINAS PERIKANAN DAN PETERNAKAN BATU BARA

Lestari, Dian, Nasution, Akmal, Apridonal, Yori
Abstract: Abstract: This research focuses on the analysis and design of a cattle disease detection system using the Forward Chaining technique. This system aims to help farmers identify various diseases in cattle quickly and accurately,… ately, which can ultimately improve livestock health and livestock productivity. In developing this system, the Forward Chaining technique is used as the main inference method. This method was chosen because of its ability to produce conclusions based on available facts in stages, so it is very suitable for expert system applications that require repeated and complex decision-making processes. This research begins with a system requirements analysis that includes identification of common types of cattle diseases, associated symptoms, as well as the knowledge and rules required for the diagnosis process. Next, system design is carried out which includes creating a knowledge base, inference engine, and user interface. The result of this research is a prototype expert system for diagnosing cattle diseases which has been tested and shows satisfactory performance in detecting various cattle diseases based on the symptoms entered. With this system, it is hoped that farmers can more quickly take appropriate action against diseases that attack their livestock, so that they can minimize losses and increase the efficiency of livestock businesses. Keywords: analysis; expert system; forward chaining; cattle disease; website. Abstrak: Penelitian ini berfokus pada analisis dan perancangan sistem deteksi penyakit sapi menggunakan teknik Forward Chaining. Sistem ini bertujuan untuk membantu peternak dalam mengidentifikasi berbagai penyakit pada sapi secara cepat dan akurat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesehatan ternak dan produktivitas peternakan. Dalam pengembangan sistem ini, teknik Forward Chaining digunakan sebagai metode inferensi utama. Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam menghasilkan kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang tersedia secara bertahap, sehingga sangat cocok untuk aplikasi sistem pakar yang memerlukan proses pengambilan keputusan berulang dan kompleks. Penelitian ini dimulai dengan analisis kebutuhan sistem yang mencakup identifikasi jenis-jenis penyakit sapi yang umum, gejala-gejala yang terkait, serta pengetahuan dan aturan yang diperlukan untuk proses deteksi. Selanjutnya, dilakukan perancangan sistem yang mencakup pembuatan basis pengetahuan, mesin inferensi, dan antarmuka pengguna. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah prototipe sistem pakar deteksi penyakit sapi yang telah diuji dan menunjukkan kinerja yang memuaskan dalam mendeteksi berbagai penyakit sapi berdasarkan gejala-gejala yang dimasukkan. Dengan sistem ini, diharapkan peternak dapat lebih cepat dalam mengambil tindakan yang tepat terhadap penyakit yang menyerang ternaknya, sehingga dapat meminimalisir kerugian dan meningkatkan efisiensi usaha peternakan. Kata kunci: analisis; sistem pakar; forward chaining; penyakit sapi; website

Pelatihan Pengolahan Bakso Berbasis Sumber Daya Lokal Untuk Meningkatkan Konsumsi Protein Hewani di Lampung Selatan

Damayanti, Aprilia Firdha, Nadhifah, Amalia Mar'atun, Prabandari, Yunilla, Zukryandry, Marni, Husniati, Wibisono, Randi Anggit, Puspasari, Kiki
Abstract: Abstract: The fisheries and livestock sectors in South Lampung Regency are among the main contributors to the local economy. However, this abundance of resources does not ensure adequate animal protein intake for the local… al community. Low public awareness of animal protein consumption, limited knowledge of processing and value, and suboptimal utilization of local food resources in South Lampung mean that most fisheries and livestock products are still sold fresh. Lecturers in the Agricultural Technology Department, Politeknik Negeri Lampung, conducted outreach and training on the handling and processing of fisheries and livestock products to broaden the horizons of agricultural representatives in South Lampung Regency. The program included outreach and training on the importance of animal protein, selecting high-quality, fresh ingredients, and implementing hygiene principles in the production process. Participants also learned skills in meatball making, packaging, and proper storage. This program is expected to enhance the community's thinking skills, creativity, and skills, increase animal protein consumption, and boost community income by processing local food sources into superior products that are characteristic of South Lampung Regency. Keywords: meatball; food diversification; added value; community service; animal protein   Abstrak: Sektor perikanan dan peternakan di Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu kontributor utama bagi ekonomi lokal. Namun faktanya, melimpahnya sumber daya tersebut tidak menjadikan asupan protein hewani masyarakat sekitarnya tercukupi dengan baik. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi protein hewani, terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai pengolahan dan nilai tambah,  serta belum optimalnya pemanfaatan sumber pangan lokal di Lampung Selatan menyebabkan sampai saat ini kebanyakan hasil perikanan dan peternakan masih dijual dalam bentuk segar. Sosialisasi dan pelatihan mengenai penanganan hingga pengolahan hasil perikanan dan peternakan dilakukan oleh Dosen Jurusan Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Lampung, untuk membuka wawasan bagi perwakilan usaha tani di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari tahap sosialisasi dan pelatihan tentang pentingnya protein hewani, pemilihan bahan baku yang baik dan segar, serta proses produksi yang menerapkan prinsip higienitas. Peserta juga mendapatkan keterampilan membuat bakso, proses pengemasan, dan penyimpanan yang baik. Melalui program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir, kreativitas dan keterampilan masyarakat, meningkatkan angka konsumsi protein hewani, dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengolahan sumber pangan lokal menjadi produk unggulan dan ciri khas Kabupaten Lampung Selatan. Kata kunci: bakso; diversifikasi olahan; nilai tambah; pengabdian; protein hewani

Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Ternak Sebagai Pupuk Organik Dan Biogas di desa Branjang

Dewi, Christine Natalia, Darmaningsih, Arzunia Chalistica, Raafi Saputra, Adien Ar, Indra Murti, Siswati, Jundan Handhayani, Firstya
Abstract: Abstract: The cattle farming community in Branjang Village, Semarang Regency, faces a primary issue of livestock waste accumulation that has not been optimally managed. This condition results in environmental pollution,… unpleasant odors, and increased dependency on chemical fertilizers and liquefied petroleum gas (LPG). The main constraints are limited knowledge, skills, and access to waste processing technology. This community service program aims to optimize the utilization of cattle waste as organic fertilizer and alternative energy through the implementation of the Sustainability Techno-Integrated Agrofarm model. The method employed involves a participatory approach through extension, training, consultation, and the application of the appropriate MetaCow technology as a household-scale biogas digester. Program success was evaluated using pre-test and post-test instruments, analyzed by n-gain and paired sample t-test to assess improvements in participants’ knowledge and skills. The results demonstrate a significant enhancement in the community’s ability to process waste into economically valuable organic fertilizer and biogas, while also strengthening the institutional capacity of Sanggar Tani as a center for sustainable agricultural technology learning. This program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in clean energy, sustainable production, and environmental preservation. Keywords: biogas; digester; livestock waste; organic fertilizer; sustainable agriculture   Abstrak: Masyarakat peternak sapi di Desa Branjang, Kabupaten Semarang menghadapi permasalahan utama yakni penumpukan limbah ternak yang belum dikelola secara optimal. Hal ini berdampak pada pencemaran lingkungan, munculnya bau tidak sedap, serta meningkatnya ketergantungan akan pupuk kimia serta gas elpiji. Kendala atama adalah karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan, serta akses terhadap teknologi pengolahan limbah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan limbah ternak sapi sebagai pupuk organik dan energi alternatif melalui penerapan model Sustainability Techno-Integrated Agrofarm. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, pelatihan, konsultasi, dan penerapan teknologi tepat guna MetaCow sebagai digester biogas rumah tangga, serta evaluasi keberhasilan melalui pre-test dan post-test yang dianalisis melalui uji n-gain dan paired sample t-test untuk menilai peningkatan tingkat pemahaman serta keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan masyarakat dalam mengolah limbah menjadi pupuk organik dan biogas yang bernilai ekonomis serta memperkuat kelembagaan Sanggar Tani sebagai pusat pembelajaran teknologi pertanian berkelanjutan. Program ini berkontribusi pada tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya energi bersih, produksi berkelanjutan, dan pelestarian lingkungan.  Kata kunci: biogas; digester; limbah ternak; pupuk organik; pertanian berkelanjutan