Search Articles & Publications

Showing 17 articles found for "Sianipar"

PENGARUH BEBAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI STRES KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI KASUS PADA PT. SOCFINDO MATAPAO)

Sianipar, Christin Natalia, Syaputri , Syaputri, Halimah, Syarifah Nur
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Beban Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Stres Kerja Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada PT. Socfindo Matapao). Penelitian ini menggunakan… akan sampel berjumlah 40 karyawan PT Socfindo Kebun Matapao di Divisi II bagian racun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan bantuan software SmartPLS versi 3.0. Hasil inner model menunjukkan nilai adjusted R-square sebesar 0,542, yang berarti 54,2% variasi stres kerja dipengaruhi oleh beban kerja dan disiplin kerja, sedangkan 45,8% dipengaruhi oleh variabel lain seperti motivasi kerja, kepuasan kerja, budaya organisasi dan pelatihan. Sementara itu, nilai adjusted R-square untuk kinerja karyawan sebesar 0,374, yang berarti 37,4% variasi kinerja karyawan dipengaruhi oleh beban kerja, disiplin kerja, dan stres kerja, sedangkan 62,6% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain seperti kompensasi, kepemimpinan, dan pengembangan karier. Hasil pengujian hipotesis menggunakan Uji Hipotesis (Uji t) dan Indirect Effect (Pengaruh Tidak Langsung) untuk menguji variabel Intervening, peneliti menggunakan Path Coefficients untuk pengujian hipotesis secara langsung dengan menghasilkan kesimpulan bahwa : Beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja karyawan, Disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap stres kerja karyawan, Beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, Stres kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, kemudian uji Indirect Effect (Pengaruh Tidak Langsung) dimana Stres kerja tidak mampu memediasi pengaruh beban kerja terhadap kinerja karyawan, Stres kerja tidak mampu memediasi pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja karyawan.

PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN REKRUTMEN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SUMBER KARINDO SAKTI MELALUI KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING

Sianipar, Christin Natalia
Abstract: Abstract: This study investigates the effects of work discipline and recruitment on employee performance, with job satisfaction serving as a mediating variable, at PT. Sumber Karindo Sakti. A quantitative research design… was employed, and data were collected from 75 production employees selected using the Slovin sampling formula. The data were analyzed using multiple linear regression and path analysis with SPSS version 25. The findings reveal that both work discipline and recruitment have significant positive effects on job satisfaction. Work discipline also has a significant positive effect on employee performance, whereas recruitment does not directly influence employee performance. In addition, job satisfaction has a significant positive effect on employee performance. The mediation analysis indicates that job satisfaction does not mediate the relationship between work discipline and employee performance. However, job satisfaction successfully mediates the relationship between recruitment and employee performance. These findings highlight the critical role of job satisfaction in translating effective recruitment practices into improved employee performance, while suggesting that work discipline contributes directly to performance regardless of employees' level of job satisfaction. The study provides practical implications for organizations seeking to enhance employee performance through effective human resource management practices, particularly by strengthening recruitment processes and fostering employee job satisfaction. Keywords: work discipline; recruitment; job satisfaction; employee performance; mediation analysis.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Disiplin Kerja Dan Rekrutmen Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Sumber Karindo Sakti Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening (Pada PT. Sumber Karindo Sakti). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik penentuan besar sampel menggunakan rumus Slovin yang berjumlah 75 responden yaitu karyawan bagian produksi pada PT. Sumber Karindo Sakti. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis regresi linier berganda dan analisis jalur dengan menggunakan bantuan SPSS versi 25.00. Hasil penelitian ini yaitu: 1) disiplin kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada PT. Sumber Karindo Sakti, 2) rekrutmen berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada PT. Sumber Karindo Sakti, 3) disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Sumber Karindo Sakti, 4) rekrutmen tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Sumber Karindo Sakti, 5) kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. Sumber Karindo Sakti, 6) kepuasan kerja tidak mampu menjadi variabel yang memediasi pengaruh antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Sumber Karindo Sakti, 7) kepuasan kerja mampu menjadi variabel yang memediasi pengaruh antara rekrutmen terhadap kinerja karyawan pada PT. Sumber Karindo Sakti.. Kata kunci: Disiplin Kerja, Rekrutmen, Kinerja Karyawan, Kepuasan Kerja

PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN DENGAN SEMANGAT KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA CV. BINTANG MAS KOTA TEBING TINGGI

Sianipar, Christin Natalia, Cindyana, Silvy
Abstract: Abstract: This study aims to examine the effect of work discipline on employee work productivity, with work morale serving as an intervening variable at CV. Bintang Mas, Tebing Tinggi City, Indonesia. The variables investigated… tigated in this study include work discipline, work productivity, and work morale. This research employed a quantitative research design. The study population consisted of all 30 employees of CV. Bintang Mas, Tebing Tinggi City. Given the relatively small population size, a saturated sampling technique (census sampling) was adopted, whereby all members of the population were included as research respondents. Data were collected through interviews, questionnaires, and direct observation. The data were analyzed using simple linear regression analysis. The findings indicate that work discipline has a positive and statistically significant effect on both work morale and employee work productivity. In contrast, work morale has a negative and statistically insignificant effect on employee work productivity. Furthermore, work morale does not mediate the relationship between work discipline and employee work productivity at CV. Bintang Mas, Tebing Tinggi City. Keywords: Work discipline, Work productivity, and Work spirit   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan dengan semangat kerja sebagai variabel intervening pada CV. Bintang Mas kota Tebing Tinggi. Variabel yang digunakan adalah disiplin kerja, produktivitas kerja, dan semangat kerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah semua karyawan pada CV. Bintang Mas kota Tebing Tinggi yang berjumlah 30 orang. Dengan jumlah populasi yang tidak terlalu besar maka teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Metode pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner dan pengamatan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja dan produktivitas kerja. Semangat kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap produktivitas kerja. Semangat kerja tidak mampu memediasi pengaruh disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada CV. Bintang Mas kota Tebing Tinggi. Kata kunci: Disiplin kerja, Semangat kerja, Produktivitas kerja

PENGARUH KOMPETENSI AUDITOR DAN INDEPENDENSI AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT PADA KANTOR INSPEKTORAT SERDANG BEDAGAI

Sianipar, Christin Natalia, Putri, Nurrahmi Luthfiah
Abstract: Abstract: This study aims to examine the effects of auditor competence and auditor independence on audit quality at the Inspectorate Office of Serdang Bedagai Regency. The study is motivated by the relatively low rate of… follow-up actions on audit findings and the occurrence of unsuccessful regional development projects, both of which indicate weaknesses in the effectiveness of the internal oversight system. This research employed a quantitative approach using a replication research design. The study population consisted of all Regional Apparatus Work Units (Satuan Kerja Perangkat Daerah/SKPD) responsible for financial management within the Serdang Bedagai Regency Government. A total of 30 respondents were included using a total sampling (census) technique. Primary data were collected through a structured questionnaire, while secondary data were obtained from a review of relevant literature. Data analysis was conducted using validity and reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis with the assistance of SPSS software. The findings reveal that (1) auditor competence has a positive and statistically significant effect on audit quality; (2) auditor independence has a positive but statistically insignificant effect on audit quality; and (3) auditor competence and auditor independence simultaneously have a significant effect on audit quality. These findings suggest that improvements in audit quality within the Serdang Bedagai Regency Inspectorate are more strongly influenced by auditor competence than by auditor independence. Keywords: auditor competence; auditor independence; audit quality; internal audit; inspectorate.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi auditor dan Independensi Auditor terhadap Kualitas Audit pada Kantor Inspektorat Kabupaten Serdang Bedagai. Latar belakang penelitian didasari oleh masih rendahnya tindak lanjut hasil audit dan adanya proyek daerah yang gagal, yang menunjukkan lemahnya efektivitas pengawasan internal. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian replikasi. Sampel penelitian adalah seluruh SKPD yang menagani keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai yang berjumlah 30 orang, diambil dengan teknik total sensus. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, dan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kompetensi auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit; (2) independensi auditor berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kualitas audit; dan (3) secara simultan kompetensi dan independensi auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas audit di Inspektorat Kabupaten Serdang Bedagai lebih dominan dipengaruhi oleh kompetensi auditor dibandingkan independensinya. Kata kunci: Kompetensi Auditor, Independensi Auditor, Kualitas Audit, Inspektorat, Pengawasan Internal.

Analisis Perbandingan Linkage Agglomerative Hierarchical Clustering Peningkatan Strategi Pemasaran Galeri Ulos Sianipar

Anjani, Anusa, Siagian, Novriadi Antonius, Sagala, Masdiana, Damanik, Romunas
Abstract: Keragaman harga, volume penjualan, frekuensi transaksi, dan persediaan produk Ulos menimbulkan kebutuhan akan strategi pemasaran yang berbeda sesuai karakteristik setiap produk. Analisis difokuskan pada perbandingan Single… le Linkage, Complete Linkage, Average Linkage, dan Ward.D2 dalam Agglomerative Hierarchical Clustering sebagai dasar segmentasi produk di Galeri Ulos Sianipar Medan. Sebanyak 161 produk dianalisis menggunakan atribut harga jual, jumlah terjual, frekuensi transaksi, dan stok akhir. Perbedaan skala atribut ditangani melalui standardisasi Z-score, sedangkan kedekatan antarproduk dihitung menggunakan Euclidean Distance. Keempat metode linkage diterapkan untuk membentuk tiga klaster dan dievaluasi berdasarkan Silhouette Score, Davies-Bouldin Index, distribusi anggota, serta kemudahan interpretasi bisnis. Single Linkage menghasilkan Silhouette Score sebesar 0,556650 dan Davies-Bouldin Index sebesar 0,286346, tetapi membentuk distribusi yang sangat timpang, yaitu 1-2-158. Average Linkage dan Complete Linkage juga menghasilkan satu klaster dominan dengan distribusi masing-masing 1-147-13 dan 21-119-21. Ward.D2 memperoleh Silhouette Score sebesar 0,401513 dan Davies-Bouldin Index sebesar 0,799404, tetapi menghasilkan distribusi yang lebih proporsional, yaitu 21, 82, dan 58 produk. Dengan mempertimbangkan keseimbangan anggota, kejelasan centroid, dan relevansi hasil bagi pengambilan keputusan, Ward.D2 ditetapkan sebagai model operasional yang paling sesuai. Klaster yang terbentuk merepresentasikan produk ekonomis berperputaran cepat, produk reguler potensial, dan produk premium dengan penjualan selektif. Segmentasi tersebut mendukung pengendalian persediaan dan bundling, penguatan promosi digital dan edukasi produk, serta pemasaran premium melalui personal selling dan sistem pre-order.

EVALUASI KEPATUHAN AKSESIBILITAS WEB BERDASARKAN WEB CONTENT ACCESSIBILITY GUIDELINES (WCAG) 2.2 LEVEL AA: ANALISIS METODOLOGI GABUNGAN PADA SITUS WEB E-GOVERNMENT BPKP PUSAT

Rachmawati, Lupita Chyntia, Yasin, Verdi, Sianipar, Anton Zulkarnain
Abstract: Abstract: Web accessibility is a crucial aspect in fulfilling the right to information for all levels of society, including people with disabilities. The Financial and Development Supervisory Agency (BPKP) website, as a… national strategic information portal, is responsible for providing inclusive digital services. This study aims to evaluate the level of accessibility compliance of the BPKP website based on the Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.2 Level AA standard. The research methodology adopts the WCAG-EM 1.0 framework integrated with the Accessibility Compliance Score (ACCS) model. Testing was conducted in a hybrid manner through automated audits using Axe DevTools and Google Lighthouse, as well as manual verification against the latest WCAG 2.2 criteria, namely Focus Not Obscured and Target Size. The evaluation was applied to five main pages of the BPKP website. The results showed that the BPKP website obtained an ACS score of 87.14% with a predicate of "Very Good". However, an accumulated failure weight of 328 points was still found. The largest failure was identified on the Contact & Location page, mainly due to third-party map elements that had color contrast issues and the absence of title attributes. Furthermore, consistent violations of the Target Size criteria indicate that the website is not fully optimized for touchscreen users and individuals with motor disabilities. This study recommends improvements to critical elements to sustainably enhance the inclusiveness of BPKP's digital services. Keywords: Web Accessibility, BPKP, WCAG 2.2, S-KA, Axe DevTools, Digital Inclusivity. Abstrak: Aksesibilitas web merupakan aspek krusial dalam pemenuhan hak atas informasi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Website Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai portal informasi strategis nasional memiliki tanggung jawab untuk menyediakan layanan digital yang inklusif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepatuhan aksesibilitas website BPKP berdasarkan standar Web Content Accessibility Guidelines (WCAG) 2.2 Level AA. Metodologi penelitian mengadopsi kerangka kerja WCAG-EM 1.0 yang diintegrasikan dengan model Skor Kepatuhan Aksesibilitas (S-KA). Pengujian dilakukan secara hibrida melalui audit otomatis menggunakan Axe DevTools dan Google Lighthouse, serta verifikasi manual terhadap kriteria terbaru WCAG 2.2, yaitu Focus Not Obscured dan Target Size. Evaluasi diterapkan pada lima halaman utama website BPKP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website BPKP memperoleh nilai S-KA sebesar 87,14% dengan predikat “Sangat Baik”. Namun, masih ditemukan akumulasi bobot kegagalan sebesar 328 poin. Kegagalan terbesar teridentifikasi pada halaman Kontak & Lokasi, terutama akibat elemen peta pihak ketiga yang memiliki masalah kontras warna dan ketiadaan atribut title. Selain itu, pelanggaran konsisten pada kriteria Target Size mengindikasikan bahwa website belum sepenuhnya optimal bagi pengguna layar sentuh dan individu dengan keterbatasan motorik. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan elemen kritis untuk meningkatkan inklusivitas layanan digital BPKP secara berkelanjutan. Kata kunci: Aksesibilitas Web, BPKP, WCAG 2.2, S-KA, Axe DevTools, Inklusivitas Digital.

ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM INFORMASI INVENTORY MENGGUNAKAN METODE PIECES DAN MCCALL’S SOFTWARE QUALITY MODEL PADA CV. MULTI SARANA PACKINDO

Dawolo, Herlin Martalena, Sianipar, Anton Zulkarnain, Zulhalim, Zulhalim
Abstract: Abstract: Inventory information systems play an important role in supporting inventory management and ensuring smooth company operations. CV. Multi Sarana Packindo has implemented an inventory information system; however,… , several issues are still encountered in its implementation, such as discrepancies in stock data, delays in information updates, and a system interface that does not adequately support user needs. This study aims to evaluate the performance and quality of the inventory information system at CV. Multi Sarana Packindo using the PIECES Framework and McCall’s Software Quality Model. The research method employed is descriptive qualitative, with data collected through observation, interviews, and documentation studies. The PIECES framework is used to assess the operational aspects of the system, while McCall’s model is applied to evaluate the technical quality of the software. The results indicate that the inventory information system has not yet operated optimally. The PIECES analysis reveals weaknesses in the performance, information, efficiency, and control aspects. Meanwhile, the McCall analysis shows low quality in terms of correctness, reliability, efficiency, and usability. Therefore, comprehensive improvements to both the system and business processes are required to enhance the effectiveness and accuracy of inventory management. Keywords: Inventory Information System, PIECES Framework, McCall’s Software Quality Model, System Evaluation, Software Quality Abstrak: Sistem informasi inventory berperan penting dalam mendukung pengelolaan persediaan dan kelancaran operasional perusahaan. CV. Multi Sarana Packindo telah menerapkan sistem informasi inventory, namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan permasalahan seperti ketidaksesuaian data stok, keterlambatan pembaruan informasi, serta antarmuka sistem yang kurang mendukung kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan kualitas sistem informasi inventory pada CV. Multi Sarana Packindo menggunakan PIECES Framework dan McCall’s Software Quality Model. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. PIECES digunakan untuk menilai aspek operasional sistem, sedangkan model McCall digunakan untuk mengevaluasi kualitas teknis perangkat lunak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi inventory belum berjalan secara optimal. Analisis PIECES mengungkap adanya kelemahan pada aspek performance, information, efficiency, dan control, sementara analisis McCall menunjukkan rendahnya kualitas pada aspek correctness, reliability, efficiency, dan usability. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan menyeluruh pada sistem dan proses bisnis untuk meningkatkan efektivitas dan akurasi pengelolaan persediaan. Kata kunci: Sistem Informasi Inventory, PIECES Framework, McCall’s Software Quality Model, Evaluasi Sistem, Kualitas Perangkat Lunak

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN E-COMMERCE UMKM MENGGUNAKAN IMC (STUDI KASUS PADA GALERI ULOS SIANIPAR)

Maulana, Bimbim, Dayu, Wulan, Agustin, Roro Rian
Abstract: Abstract: The digital era has opened up new opportunities for MSMEs to develop, one of which is through e-commerce platforms. However, many MSMEs have not succeeded in utilizing e-commerce optimally. This research aims to… o analyze the marketing communication strategy implemented by the Ulos Sianipar Gallery and analyze the factors that influence its success. This research method uses a qualitative approach with primary and secondary data sources. It was found that the promotional strategy carried out was not integrated and the target market was not clear. Recommendations for effective IMC (Integrated Marketing Communication) strategies include strengthening social media, improving websites, and location-based marketing. It is hoped that this research can provide input to increase the success of MSME e-commerce sales.   Keywords: MSMEs, E-commerce, Marketing Communication Strategy, Integrated                   Marketing Communication Abstrak: Era digital telah membuka peluang baru bagi UMKM untuk berkembang, salah satunya melalui platform e-commerce. Namun banyak UMKM yang belum berhasil memanfaatkan e-commerce secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang diimplementasikan Galeri Ulos Sianipar dan menganalisis faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Ditemukan bahwa strategi promosi yang dilakukan belum terintegrasi dan target pasar belum jelas. Rekomendasi strategi IMC (Integrated Marketing Communication) yang efektif meliputi penguatan media sosial, penyempurnaan website, dan pemasaran berbasis lokasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk meningkatkan kesuksesan penjualan e-commerce UMKM.   Kata kunci: UMKM, E-commerce, Strategi Komunikasi Pemasaran, Komuniksi  Pemasaran Terpadu

“ANAKHONHI DO HAMORAON DI AHU”: Suatu kajian tradisi budaya dan Kekristenan menurut Amsal 1:8 diperhadapkan dengan filosofi Batak Toba.

Pahala Jannen Simanjuntak, Magelhaens Sianipar
Abstract: Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan orang Batak pada umumnya, anak-anak adalah kekayaan (Hamoraon) bagi keluarga, termasuk masyarakat, gereja, bangsa, dan negara. Itulah sebabnya muncul filosofi "Anakhonhi do hamoraon… moraon di Ahu" (yang berarti "Anakku adalah kekayaan bagiku"). Ditinjau dari tradisi budaya dan Kristen, pepatah ini memiliki makna yang sangat dalam dan penuh kebijaksanaan. Dalam budaya Batak, mereka memiliki filosofi 3 H: Hamoraon (kekayaan), Hagabeon (keturunan), dan Hasangapon (kehormatan). Filosofi ini telah mengakar dalam kehidupan orang Batak sejak zaman dahulu hingga sekarang. Dalam teologi Kristen, anak-anak adalah karunia dan amanah dari Tuhan kepada orang tua di tengah keluarga. Menjual semua harta benda yang mereka miliki dilakukan asalkan anak-anak mereka bisa bersekolah. Ungkapan "Sude tano maraek dohot tano mahiang" (keluar dari tanah basah dan tanah kering) adalah ungkapan yang menjelaskan bagaimana orang Batak berjuang untuk anak-anaknya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kekayaan budaya dan tradisi Kristen bagi orang Batak mengenai filosofi: "Anakhonhi do hamoraon di ahu" dan Amsal 1:8, melalui studi pendapat para ahli dan Alkitab sebagai literatur penelitian.

THE INFLUENCE OF IN DEPTH LEARNING ON STUDENTS MOTIVATION AND LEARNING INDEPENDENCE AT PADANGSIDIMPUAN STATE ELEMENTARY SCHOOL 200306

Siti Rahma Sianipar, Hairul Idris, Hamka
Abstract: Abstract This study aims to analyze the effect of the implementation of immersive learning on student motivation and learning independence at Padangsidimpuan Public Elementary School 200306. The background of this research… arch stems from the need to provide a learning process that is not only oriented towards final results, but also encourages students to understand the meaning of learning, think critically, and take responsibility for their learning process. The research method used was a quantitative approach with a quasi-experimental design. The study subjects included 50 fifth-grade students divided into an experimental group and a control group. Data collection instruments included a learning motivation questionnaire, a learning independence observation sheet, and documentation of learning outcomes. Data were analyzed using a t-test to determine significant differences between the two groups.   The results showed that the implementation of immersive learning had a positive and significant impact on increasing student motivation and learning independence. Students participating in immersive learning demonstrated greater enthusiasm, active question-asking, and the ability to manage assignments independently compared to those in the control group. These findings indicate that immersive learning strategies can be an effective alternative in developing reflective, independent, and problem-solving-oriented learners. Thus, the implementation of immersive learning in elementary schools needs to be continuously strengthened through teacher training, the development of teaching materials, and a learning culture that fosters students' ongoing curiosity.