Search Articles & Publications

Showing 2 articles found for "Tradisonal"

PENERAPAN AUGMENTED REALITY BERBASIS ANDROID UNTUK PENGENALAN PAKAIAN ADA SUMBA DI KAMPUNG ADAT PRAIJING DESA TEBARA KABUPATEN SUMBA BARAT

Rewa , Adriana Pigi, Trisno, Trisno, Kurra , Titus
Abstract: Nusa Tenggara Timur (NTT) kaya akan pakaian tradisional yang beraneka ragam, masing-masing daerah atau kabupaten memiliki hasil tenunan dengan beraneka ragam motif sesuai dengan ciri khas dan adat istiadat budaya setempat.… t. Salah satu unsur kebudayaan daerah adalah unsur pakaian adat tradisonal. Unsur pakaian adat tradisional dalam kehidupan nyata mempunyai fungsi sesuai pesan-pesan nilai budaya yang terkandung di dalamnya, yang berkaitan dengan aspek-aspek lain dari kebudayaan seperti ekonomi, sosial, politik, keagamanaan, dan pendidikan. Pesan-pesan nilai budaya yang disampaikan, pemahamannya dapat dilakukan dengan melalui berbagai simbol dalam ragam hias atau motif pakaian adat tradisional. Kain Tenun Sumba Barat memiliki warna dan motif yang berbeda-beda antara kabupaten yang satu dengan yang lain. Di Kabupaten Sumba Barat sendiri terdapat corak warna dan berupa permainan garis-garis yang di hiasi gambar-gambar seperti permainan kotak segitiga, jajar genjang dan lingkaran. Ada tiga suku besar di Sumba Barat ,yakni Lamboya, Wanokaka, dan Loli ada kain pawora, pahikung, lambaleko. Motif kain tenun Sumba Barat biasanya bergambar mamuli, buaya, kura-kura, ayam, kepiting, mata kerbau, kupu-kupu dan lain-lain. Setiap motif mempunyai makna dan filosofinya. Pada penelitian ini dilakukan di kampung adat praijng dengan menggunakan penerapan augmented reality berbasis android. Kampung adat Praijing itu sendiri merupakan kampung adat yang terletak di Sumba barat

Komunikasi Ritual Balian Bawo dalam Pengobatan Tradisonal Masyarakat Dayak Dusmala Kalimantan Tengah

Aquarini, Ella Febriani
Abstract: The Balian Bawo ritual is a healing ritual carried out by men and is believed by the Dayak community of Dusun Maanyan and Lawangan (Dusmala). In ritual processions, it is closely related to asking for help from ancestors… to get healing instructions. This research aims to uncover the ritual communication contained in Balian Bawo, which is communication between ancestors and the Balian Bawo. Researchers used hermeneutical phenomenology methodology by taking 6 people as sources. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The results of the research show that Balian Bawo ritual communication is seen in three ways, namely 1. Communication is with communicators, namely Balian and ancestors as communicants to convey messages about healing instructions through the intermediary of sowing rice which then includes dance and the sounds of bracelets as a connecting frequency amplifier; 2. Communion in the Balian Bawo Ritual in traditional medicine occurs not because of periodic activities every year, but is present when people need treatment; and 3. Common means that the local community can help the family prepare for the Balian Bawo Ritual activities and the Balian Bawo ritual procession can be followed by the local community as long as they comply with the existing regulations during the activity procession which is a form of community awareness of the existence of the Balian Bawo healing ritual.