Abstract:Islamisasi Nusantara merupakan proses penyebaran Islam yang berlangsung secara damai, adaptif, dan mampu berintegrasi dengan budaya lokal. Keberhasilan tersebut ditopang oleh strategi dakwah yang memanfaatkan perdagangan,…
, perkawinan, pendidikan, tasawuf, kesenian, serta dukungan politik dan kekuasaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penyebaran Islam pada masa Islamisasi Nusantara serta merekonstruksi relevansinya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan komunikasi pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan dan pendekatan historis. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal, dan berbagai sumber akademik yang relevan, kemudian dianalisis melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan Islamisasi Nusantara didasarkan pada pendekatan damai dan persuasif, kemampuan adaptasi terhadap budaya lokal, keteladanan ulama, dukungan jaringan perdagangan dan pendidikan, serta peran elite politik. Nilai-nilai strategis berupa inklusivitas, moderasi, adaptabilitas, dan humanisme tetap relevan dalam konteks kontemporer. Rekonstruksi strategi penyebaran Islam pada era digital diwujudkan melalui dakwah kreatif berbasis media digital, transformasi pendidikan Islam ke platform daring, penguatan keteladanan melalui jejak digital, dan pengembangan jaringan dakwah virtual. Strategi tersebut berpotensi memperkuat dakwah Islam yang moderat, inklusif, dan efektif di era transformasi digital. Peningkatan akuntabilitas usaha. Namun demikian, implementasi AI masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan sumber daya manusia, biaya teknologi, serta risiko keamanan dan privasi data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Artificial Intelligence memiliki potensi besar dalam mendukung akuntabilitas UMKM, tetapi keberhasilannya memerlukan peningkatan kapasitas digital, dukungan infrastruktur, dan tata kelola teknologi yang memadai.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam miskonsepsi yang dialami siswa pada materi gelombang stasioner, khususnya pada konfigurasi ujung bebas, serta mengidentifikasi akar penyebab dan strategi penanganan…
anan yang efektif. Miskonsepsi yang sering terjadi adalah kekeliruan dalam menentukan letak perut dan simpul dari titik asal getaran, padahal seharusnya dihitung dari ujung bebas tali. Penelitian ini mengkaji profil miskonsepsi, metode identifikasi yang relevan seperti Three-Tier Diagnostic Test, dan peran krusial media pembelajaran interaktif seperti simulasi PhET serta praktikum digital dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan mengurangi miskonsepsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa miskonsepsi tidak hanya bersumber dari kurangnya pemahaman konsep dasar, tetapi juga dari interpretasi soal yang keliru, keterbatasan visualisasi fenomena abstrak, dan kurangnya pengalaman praktis. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran kontekstual yang didukung oleh media visual interaktif dan eksperimen virtual sangat direkomendasikan untuk mengatasi miskonsepsi ini secara efektif dan meningkatkan kualitas hasil belajar siswa dalam pendidikan fisika.
Abstract:Penelitian ini menyajikan simulasi komputasi untuk menganalisis kinematika dan dinamika partikel dalam ruang terbatas. Metode Euler digunakan untuk memodelkan gerak partikel, sementara logika kondisional diimplementasikan…
n untuk mendeteksi dan merespons tabrakan dengan batas ruang. Simulasi ini berhasil mereplikasi fenomena Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB), menunjukkan bahwa komputer dapat meniru fenomena fisika menggunakan logika matematika sederhana. Peran logika komputasi dititikberatkan sebagai representasi gaya reaksi dari dinding terhadap partikel. Potensi pengembangan lebih lanjut mencakup ekspansi dimensi ruang, integrasi gaya seperti gesekan udara, dan sistem multi-partikel. Aplikasi masa depan dari konsep simulasi ini sangat luas, meliputi pengembangan physics engine dalam aplikasgame dan realitas virtual, otomatisasi robotika dan kendaraan otonom, nanoteknologi untuk simulasi medis, serta efek visual (CGI) dalam industri perfilman.
Abstract:Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mengubah lanskap pendidikan tinggi secara signifikan, terutama dengan hadirnya tutor virtual berbasis AI yang mampu memberikan umpan balik cepat, tepat, dan…
personal. Analisis Real merupakan salah satu mata kuliah yang paling menantang dalam program pendidikan matematika karena sifat abstraknya sering menyebabkan rendahnya self-efficacy mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan AI sebagai tutor virtual terhadap self-efficacy mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Asahan yang menempuh mata kuliah Analisis Real. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental one-group pretest-posttest, melibatkan 15 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen angket self-efficacy dikembangkan berdasarkan tiga dimensi Bandura (magnitude, strength, generality), divalidasi melalui expert judgment dengan Cronbach’s Alpha sebesar 0,84. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan rata-rata skor self-efficacy dari 65,67 (pre-test, kategori sedang) menjadi 79,93 (post-test, kategori tinggi), dengan peningkatan sebesar 21,7%. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menghasilkan nilai Z = −3,408 dengan p-value = 0,001 (p < 0,05), yang mengkonfirmasi terdapat perbedaan signifikan self-efficacy mahasiswa sebelum dan sesudah intervensi enam minggu menggunakan AI tutor virtual.
The rapid development of Artificial Intelligence (AI) technology has significantly transformed higher education, particularly through AI-based virtual tutors capable of providing fast, precise, and personalized feedback. Real Analysis, one of the most challenging mathematics education courses, frequently causes low self-efficacy among students due to its abstract nature and demands for formal proof-writing. This study examines the effect of utilizing AI as a virtual tutor on self-efficacy of mathematics education students at Universitas Asahan. A quantitative quasi-experimental one-group pretest-posttest design was employed with 15 students selected via purposive sampling. The self-efficacy questionnaire was based on Bandura’s three dimensions: magnitude, strength, and generality, validated by expert judgment with Cronbach’s Alpha coefficient of 0.84. Descriptive analysis results showed an increase in mean self-efficacy scores from 65.67 (pre-test, moderate category) to 79.93 (post-test, high category), representing a 21.7% improvement. The Wilcoxon Signed-Rank Test yielded Z = −3.408 with p-value = 0.001 (p < 0.05), confirming a significant difference in student self-efficacy before and after the six-week AI virtual tutor intervention.
Abstract:Masalah pengelolaan parkir di Politeknik Jambi sering menyebabkan ketidakefisienan akibat sistem penghitungan manual yang rentan human error. Penelitian ini bertujuan merancang sistem penghitungan kendaraan otomatis berbasis…
asis pengolahan citra digital. Metode yang digunakan adalah Background Subtraction dengan algoritma MOG2 dan OpenCV menggunakan video kamera smartphone. Sistem mengintegrasikan proses preprocessing citra, operasi morfologi, dan Euclidean Distance Tracker untuk melacak serta menghitung kendaraan secara real-time. Hasil penelitian menunjukkan sistem mampu membedakan kendaraan yang bergerak dengan objek statis secara akurat melalui Virtual Counting Line. Dengan beban komputasi yang ringan dan biaya rendah, sistem ini efektif menjadi solusi otomatisasi manajemen parkir di lingkungan kampus.
Parking management issues at Politeknik Jambi often lead to inefficiencies due to manual counting systems prone to human error. This study aims to design an automatic vehicle counting system based on digital image processing. The method utilizes Background Subtraction with the MOG2 algorithm and OpenCV using smartphone video input. The system integrates image preprocessing, morphological operations, and Euclidean Distance Tracker to track and count vehicles in real-time. The results demonstrate that the system can accurately distinguish between moving vehicles and static objects via a Virtual Counting Line. With low computational requirements and cost-effectiveness, this system offers an efficient automation solution for campus parking management.
Abstract:Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengetahui bagaimana pemanfaatan laboratorium virtual dalam pembelajaran listrik dinamis serta dampaknya terhadap peningkatan aktivitas dan pemahaman siswa. Laboratorium virtual…
memungkinkan siswa untuk melakukan eksperimen serta simulasi dari percobaan laboratorium fisik yang kompleks menjadi lebih mudah dipamahi. Ini membantu mereka memahami konsep fisika dengan lebih baik, terutama yang berkaitan dengan hukum ohm, arus dan tegangan. Dalam pengabdian ini, pendekatan kuantitatif digunakan untuk menjalankan eksperimen yang melibatkan dua kelompok, masing-masing disebut sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk mengevaluasi perbedaan yang terjadi antara siswa yang menggunakan laboratorium virtual dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa menggunakan laboratorium virtual tidak hanya membuat siswa lebih terlibat dalam tugas-tugas, tetapi juga membuat mereka lebih memahami konsep-konsep listrik dinamis. Laboratorium virtual menunjukkan peningkatan dalam partisipasi siswa, pemahaman konsep, dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa kegiatan yang memanfaatkan teknologi laboratorium virtual memiliki potensi besar untuk membuat pengalaman belajar yang lebih fleksibel, interaktif, dan mendalam. Laboratorium virtual dapat menjadi alternatif yang bagus untuk fasilitas fisik untuk pembelajaran listrik dinamis bahkan tanpa menggunakan jaringan internet. Diharapkan bahwa ini akan digunakan lebih luas di lembaga pendidikan untuk mendukung pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif.
Abstract:Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi pendidikan. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual bagaimana transformasi digital memengaruhi bentuk, arah, dan efektivitas…
fektivitas interaksi edukatif antara pendidik dan peserta didik. Pendekatan konseptual digunakan untuk meninjau berbagai teori komunikasi pendidikan dan relevansinya dalam konteks digitalisasi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi pendidikan di era digital tidak hanya ditandai oleh penggunaan media baru, tetapi juga oleh perubahan paradigma interaksi yang lebih kolaboratif, interaktif, dan fleksibel. Peran pendidik bergeser dari sekadar penyampai informasi menjadi fasilitator pembelajaran, sementara peserta didik berperan lebih aktif dalam proses konstruksi pengetahuan. Dengan demikian, transformasi komunikasi pendidikan di era digital menuntut adaptasi kompetensi digital, literasi media, serta penguatan etika komunikasi dalam ruang virtual.
Abstract:Fenomena perceraian di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun 2024 mencatat 6.674–6.946 kasus perceraian menurut Badan Pusat Statistik. Mayoritas gugatan…
n berasal dari pihak istri, dipicu oleh interaksi digital yang tidak terkendali melalui media sosial dan diperparah oleh norma patriarkal yang masih dominan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media sosial terhadap dinamika keluarga Muslim di NTB, menafsirkan ulang konsep keluarga Islami dengan perspektif gender, serta menawarkan model ketahanan keluarga digital berbasis syariah. Metode yang digunakan adalah kualitatif-konseptual dengan analisis literatur sekunder periode 2020–2025 yang bersumber dari laporan BPS, dokumen pengadilan agama, jurnal bereputasi, serta penelitian lokal terkait pernikahan dini dan perceraian di NTB. Analisis dilakukan melalui content analysis tematik dengan identifikasi tema, pengkodean NVivo, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berkontribusi pada 25–40% kasus perceraian melalui perselingkuhan virtual, distraksi komunikasi, dan eksposur gaya hidup ideal, sementara norma patriarkal meningkatkan kerentanan perempuan, tercermin dari dominasi gugatan cerai oleh istri. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian menawarkan Islamic Digital Family Resilience Framework dengan tiga pilar utama: reinterpretasi syariah berperspektif gender, literasi digital Islami, dan dakwah digital sensitif gender. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dalam memperkaya kajian Islam kontemporer mengenai keluarga, gender, dan digitalisasi, serta secara praktis menjadi acuan bagi Kementerian Agama, pengadilan agama, dan organisasi keagamaan dalam merumuskan strategi ketahanan keluarga Muslim yang relevan dengan konteks NTB.
Abstract:Children’s oral language development is a fundamental component of early literacy, classroom participation, social communication, and later academic achievement. The growing use of digital technologies in early childhood…
od and primary education has created new opportunities for supporting children’s speaking, listening, vocabulary development, storytelling, expressive language, and communicative confidence. However, the pedagogical contribution of digital technologies remains dependent on how teachers design, mediate, assess, and respond to children’s language learning. This article presents a conceptual narrative literature review that maps, integrates, and critically describes theoretical perspectives and empirical findings on the use of digital technologies in children’s oral language learning. The review draws on selected Scopus-indexed studies and relevant theoretical literature on sociocultural theory, scaffolding, pedagogical content knowledge, TPACK, digital play, professional vision, and formative assessment. The analysis identifies four major themes: digital technologies as mediational tools, teacher practices in digitally mediated oral language instruction, pedagogical and institutional challenges, and instructional responses for meaningful digital integration. The findings suggest that digital technologies such as video-recorded performance, SMART boards, e-storybooks, digital drama, robotics-based storytelling, language screening applications, and virtual interactions can support oral language development when embedded in active, dialogic, and teacher-mediated pedagogy. The review concludes that a pedagogy-first approach is needed to ensure that digital technologies are used not as isolated tools, but as resources for scaffolding, dialogue, play, feedback, formative assessment, and children’s active language participation.
Abstract:This study aims to analyze and formulate a concept of Islamic legal protection for crypto investors in responding to the dynamics of digital crimes within virtual currency transactions. Departing from the rapid development…
nt of blockchain technology and the recognition of crypto assets as tradable commodities in Indonesia, this research identifies a normative ambiguity between positive law and religious fatwas, particularly concerning the permissibility and legal legitimacy of cryptocurrencies from a sharia perspective. The inherent characteristics of crypto assets-namely volatility, speculative tendencies, and vulnerability to digital crimes such as hacking, fraud, market manipulation, and money laundering-generate significant risks for Muslim investors. Within the framework of fiqh al-muʿāmalāt and maqāṣid al-sharīʿah, especially the principle of ḥifẓ al-māl (protection of wealth), this study asserts that investor protection constitutes not merely a regulatory necessity but an integral dimension of the higher objectives of Islamic law in safeguarding justice, transparency, and economic welfare. Methodologically, this research employs a normative-maqāṣidī approach through an interdisciplinary analysis integrating Islamic jurisprudence, national positive law, and the study of digital financial technology. The focus of the inquiry is directed toward identifying the typologies of digital crimes within the crypto ecosystem, evaluating the effectiveness of national regulations and religious fatwas, and formulating a model of Islamic legal protection that is preventive, corrective, and educational in nature. The expected outcome of this dissertation is the construction of a conceptual framework of ḥimāyah al-mustatsmir (investor protection) grounded in maqāṣid al-sharīʿah, adaptive to the digital era, and strengthened through synergy among the state, financial authorities, and fatwa institutions. Accordingly, this study contributes not only to the advancement of contemporary fiqh al-muʿāmalāt discourse but also offers an applicable normative framework for the development of a secure, equitable, and sustainable sharia-based digital economic system.