Search Articles & Publications

Showing 432 articles found for "Kelompok"

REVITALISASI LAHAN TIDUR PESISIR MENJADI RUANG TERBUKA PUBLIK EDUKATIF DI DESA SIALANG PASUNG

Yuliani, Febri, Fatihah, Raudhatul, Sarah Desfri Syarma, Bellamy, Ravas, Herlambang, Apriedo Phaedra, Wicaksono, Damar Canggih, Fitricia, Elsa, Fadria, Fikhi Ilham, Hesni, Hesni, Herlanda, Jesica, Yusni, Wilda Kamalia, Asreni, Yuni
Abstract: Terbatasnya ketersediaan fasilitas umum serta banyaknya lahan terbengkalai akibat fluktuasi pasang surut air laut menjadi tantangan besar bagi interaksi sosial dan kegiatan olahraga di Desa Sialang Pasung. Program pengabdian… dian masyarakat ini bertujuan merevitalisasi lahan pesisir tak terpakai seluas 5.000 m² (100 x 50 m) di Dusun 1 menjadi ruang publik multifungsi yang bersih, aman, dan edukatif. Pendekatan partisipatif diterapkan melalui tiga tahapan utama: koordinasi dan sosialisasi, pembersihan lahan fisik yang disertai pembuatan pagar dari ban bekas serta pemasangan papan informasi edukasi sampah, dan evaluasi menggunakan metode observasi perbandingan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan keterlibatan masyarakat yang tinggi, dengan tingkat partisipasi melebihi 80% (melibatkan 20 warga laki-laki dan 10 warga perempuan). Program ini berhasil mengubah lahan yang sebelumnya dipenuhi semak belukar menjadi lapangan olahraga dan area komunitas yang dapat dimanfaatkan, meningkatkan kesadaran lingkungan terkait pengelolaan sampah pesisir, serta membangkitkan kembali semangat gotong royong. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti cuaca ekstrem, korosi akibat angin laut, dan penyesuaian dengan jadwal kerja warga setempat, keberlanjutan program tetap terjaga berkat adanya rekomendasi untuk membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan mengintegrasikan sistem edukasi digital.

The PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI STRATEGI PENGEMBANGAN KEBUN STROBERI BERBASIS KEARIFAN LOKAL

Yusman, Yusman, Sabriani, Sabriani, Takdir, Nuraisyah Takdir, Tabuni, Telemin, Tabuni, Linus G
Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan kebun stroberi berbasis kearifan lokal di Kampung Wilekama, Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya,… , Provinsi Papua Pegunungan. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam identifikasi potensi, penyuluhan, diskusi, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 15 orang yang terdiri atas anggota kelompok tani, tokoh masyarakat, dan pemuda. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest terhadap enam indikator, yaitu potensi ekonomi budidaya stroberi, teknik budidaya, pengelolaan lahan dan pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit, pemanfaatan kearifan lokal, serta penanganan pascapanen dan pemasaran hasil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 49,3% pada pretest menjadi 89,6% pada posttest atau mengalami peningkatan sebesar 40,3%. Selain meningkatkan pengetahuan teknis budidaya, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya integrasi teknologi budidaya dengan nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, dan pemanfaatan sumber daya lokal dalam pengelolaan kebun. Pendekatan partisipatif yang diterapkan mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat serta mendorong kesiapan dalam mengembangkan usaha budidaya stroberi secara produktif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

REVITALISASI LAHAN TIDUR PESISIR MENJADI RUANG TERBUKA PUBLIK EDUKATIF DI DESA SIALANG PASUNG

Yuliani, Febri, Fatihah, Raudhatul, Syarma, Sarah Desfri, Bellamy, Ravaz, Phaedra, Apriedo, Canggih, Damar, Fitricia, Elsa, Fadria, Fikhi Ilham, Hesni, Hesni, Herlanda, Jesica, Kamalia, Wilda, Asreni, Yuni
Abstract: Terbatasnya ketersediaan fasilitas umum serta banyaknya lahan terbengkalai akibat fluktuasi pasang surut air laut menjadi tantangan besar bagi interaksi sosial dan kegiatan olahraga di Desa Sialang Pasung. Program pengabdian… dian masyarakat ini bertujuan merevitalisasi lahan pesisir tak terpakai seluas 5.000 m² (100 x 50 m) di Dusun 1 menjadi ruang publik multifungsi yang bersih, aman, dan edukatif. Pendekatan partisipatif diterapkan melalui tiga tahapan utama: koordinasi dan sosialisasi, pembersihan lahan fisik yang disertai pembuatan pagar dari ban bekas serta pemasangan papan informasi edukasi sampah, dan evaluasi menggunakan metode observasi perbandingan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan keterlibatan masyarakat yang tinggi, dengan tingkat partisipasi melebihi 80% (melibatkan 20 warga laki-laki dan 10 warga perempuan). Program ini berhasil mengubah lahan yang sebelumnya dipenuhi semak belukar menjadi lapangan olahraga dan area komunitas yang dapat dimanfaatkan, meningkatkan kesadaran lingkungan terkait pengelolaan sampah pesisir, serta membangkitkan kembali semangat gotong royong. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti cuaca ekstrem, korosi akibat angin laut, dan penyesuaian dengan jadwal kerja warga setempat, keberlanjutan program tetap terjaga berkat adanya rekomendasi untuk membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan mengintegrasikan sistem edukasi digital.

IMPLEMENTASI PROGRAM STUDI PENGEMBANGAN PROFESI DALAM PENGUATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK MAHASISWA PADA MATA KULIAH PERENCANAAN PEMBELAJARAN SEMESTER IV DI INSTITUT AGAMA ISLAM AT-TAQWA BONDOWOSO

Cahyani, Cahya Dwi, Karyodiputo, Muhammad Ikrom
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi Program Studi Pengembangan Profesi dalam penguatan kompetensi pedagogik mahasiswa pada Mata Kuliah Perencanaan Pembelajaran Semester IV di Program… ram Studi PGMI Institut Agama Islam At-Taqwa Bondowoso. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap dosen pengampu, mahasiswa Program Magister PGMI UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember sebagai peserta Program Studi Pengembangan Profesi, mahasiswa semester IV PGMI, serta Ketua Program Studi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang diperkuat dengan triangulasi sumber, teknik, waktu, member checking, dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Studi Pengembangan Profesi mampu memperkuat kompetensi pedagogik mahasiswa melalui lima bentuk kegiatan utama, yaitu presentasi akademik, diskusi kelompok, pendampingan penyusunan perencanaan pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran, dan refleksi profesional. Pengalaman mengajar secara langsung di perguruan tinggi mitra mendorong mahasiswa mengintegrasikan pengetahuan pedagogik dengan praktik pembelajaran, meningkatkan kemampuan komunikasi akademik, pengelolaan kelas, penyusunan perangkat pembelajaran, serta kesiapan profesional sebagai calon pendidik. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan implementasi Program Studi Pengembangan Profesi sebagai model penguatan kompetensi pedagogik pada jenjang magister melalui praktik pembelajaran di perguruan tinggi mitra, yang berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih berfokus pada Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), atau microteaching. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) pada pendidikan guru sekaligus memberikan rekomendasi bagi perguruan tinggi dalam merancang program pengembangan profesi yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi pedagogik calon pendidik.

MANAJEMEN GURU BIMBINGAN KONSELING (BK) DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI MTsN MADANI JAYA KOTA PALOPO

Aisa, Aisa, Nasaruddin, Nasaruddin, Alimuddin, Alimuddin
Abstract: Penelitian ini membahas tentang manajemen guru bimbingan konseling (BK) dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di MTsN Madani Jaya Kota Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manajemen guru bimbingan… an konseling dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik, (2) tingkat kedisiplinan peserta didik, dan (3) faktor pendukung serta tantangan guru bimbingan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di MTsN Madani Jaya Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian terdiri atas data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen guru bimbingan konseling dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik dilakukan melalui fungsi manajemen yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Guru BK menyusun program layanan bimbingan dan konseling, melakukan kerja sama dengan wali kelas dan orang tua, memberikan layanan konseling individu maupun kelompok, serta melakukan pengawasan terhadap perilaku peserta didik. Kedisiplinan peserta didik di MTsN Madani Jaya Kota Palopo masih belum sepenuhnya berjalan dengan baik karena masih ada beberapa siswa yang kurang mematuhi tata tertib sekolah seperti keterlambatan, kurang tertib berpakaian, dan penggunaan gadget pada waktu pembelajaran. Faktor pendukung dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik meliputi dukungan kepala sekolah, kerja sama guru dan orang tua, serta adanya tata tertib sekolah. Adapun tantangan yang dihadapi guru BK yaitu pengaruh lingkungan pergaulan, penggunaan gadget yang berlebihan, serta kurangnya kesadaran sebagian peserta didik terhadap pentingnya disiplin.

Optimasi Kecepatan Aplikasi Sipades Pelayanan Administrasi Desa Sebagai Implementasi Program Kerja KKN Universitas Boyolali di Kecamatan Kemusu

Sumali, Kurnia Ismi Sholihati, Muhammad Fida Ikhsanul Fikri, Adam Maulana, Erwin Susiani, Muqorrobin, Fanny Hendro Aryo Putro
Abstract: Administrasi persuratan di Desa Kemusu, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali selama ini dikerjakan dengan pengolah kata, penomoran dicatat pada buku register, dan arsip disimpan dalam bentuk cetak. Pola ini berjalan tanpa… a keluhan berarti, namun menyimpan tiga risiko struktural: pengerjaan bergantung pada dua orang perangkat, penelusuran arsip bertumpu pada berkas kertas, dan penomoran rawan ganda. Program Kuliah Kerja Nyata Kelompok 04 Universitas Boyolali merancang dan menerapkan SIPADes, aplikasi berbasis Python dan SQLite yang berjalan luring pada komputer kantor desa tanpa biaya langganan. Kegiatan ditempuh dalam lima tahap: observasi dan wawancara kondisi awal, perancangan, pengembangan berbasis templat surat asli desa, uji coba mandiri, serta pendampingan dan serah terima. Aplikasi yang dihasilkan memuat 8 modul fungsional, 7 templat surat baku, dan 8 tabel basis data, dilengkapi pengisian otomatis formulir Dukcapil F-1.01 dan F-1.03. Pada uji coba mandiri, perangkat desa menyelesaikan seluruh enam tugas pokok tanpa bantuan pendamping, dengan waktu pembuatan satu surat sampai tersimpan selama sepuluh detik. Perangkat memperkirakan waktu pelayanan satu surat turun dari 5 menit menjadi 2 menit dan penelusuran arsip dari 5 menit menjadi 2 menit. Kuesioner terhadap responden tunggal menghasilkan skor 5,00 pada skala 1-5 untuk seluruh 15 pernyataan. Hasil evaluasi bersifat indikatif dan belum dapat digeneralisasi karena keterbatasan jumlah responden dan singkatnya masa pemakaian. Kegiatan menunjukkan bahwa sistem administrasi desa yang dibangun mengikuti tata naskah yang sudah berjalan lebih mudah diterima perangkat daripada sistem yang menuntut perubahan kebiasaan.

Pengembangan Jaringan Pengelolaan Dan Pemasaran Produk Terpadu Berbasis Digital Pada Umkm Dan Komunitas Binaan Desa Jatireja Cikarang Timur

Jakaria
Abstract: Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, terutama dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta program ketahanan pangan budidaya ikan nila. Namun,… , pertumbuhan usaha di desa ini masih sangat terkendala oleh terbatasnya jangkauan pemasaran, rendahnya pemahaman dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) mengenai digitalisasi bisnis (e-commerce), serta manajemen keuangan yang masih konvensional atau bercampur dengan keuangan pribadi. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginisiasi strategi pengembangan jaringan pengelolaan dan pemasaran produk terpadu berbasis digital pada UMKM dan komunitas binaan di Desa Jatireja. Metode pelaksanaan yang digunakan mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam secara door-to-door, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan (workshop) kewirausahaan, serta pendampingan langsung pembuatan platform digital dan laporan laba rugi. Hasil evaluasi program selama satu bulan penuh menunjukkan peningkatan kapasitas mitra yang signifikan: komunitas budidaya ikan nila (22 kelompok) mendapatkan wawasan perluasan pemasaran; ibu-ibu PKK berhasil berinovasi menciptakan produk sabun cuci piring mandiri bermerek "DADEJA SOAP"; serta berbagai UMKM lokal (seperti Hanaila Food, Annasya Florist, dan Ilham Cake) sukses mengadopsi platform e-commerce Shopee, memperbaiki desain logo kemasan, dan menerapkan pembukuan laba rugi sederhana. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan komprehensif berbasis edukasi, kolaborasi komunitas, dan adopsi digital (Technosociopreneurship) mampu mendorong serta meningkatkan kreativitas dan produktivitas warga Desa Jatireja secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi desa di era revolusi industri 4.0 dan Society 5.0.

PENGUATAN POTENSI DESA KETANDAN MELALUI FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD): PENDEKATAN DISEMINASI DAN PEMETAAN PARTISIPATIF

Putra, Hega Bintang Pratama, Kamil, Rafli Zulfa, Pradana, Azaria Eda, Mahanani, Kinantya, Febriyanti, Agatha, Syarif, Nawra Fazila, Deasari, Hanifah Aswi
Abstract: Desa Ketandan memiliki potensi ekonomi lokal pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta wisata. Namun, pemanfaatan potensi tersebut belum terintegrasi secara optimal dengan… an pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kegiatan pengabdian ini bertujuan memetakan potensi desa secara partisipatif, mengidentifikasi permasalahan BUMDes, dan merumuskan peluang usaha yang relevan melalui Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan dilaksanakan pada 29 Juli 2026 di Balai Desa Ketandan dan dihadiri 32 peserta yang berasal dari unsur perangkat desa, pengurus BUMDes, ketua RW, dan masyarakat. Sebanyak 31 peserta memiliki data pre-test dan post test berpasangan lengkap untuk dianalisis. Pelaksanaan kegiatan meliputi diseminasi informasi melalui infografis dan website pemetaan potensi desa, diskusi kelompok terarah, pemetaan partisipatif, presentasi hasil kelompok, serta evaluasi secara deskriptif. Hasil FGD mengidentifikasi lima sektor potensi utama dan empat kelompok permasalahan BUMDes, yaitu komunikasi dan koordinasi, kelembagaan dan tata kelola, pendanaan, serta manajemen risiko. Rata-rata nilai evaluasi meningkat dari 91,83 menjadi 93,98 atau sebesar 2,15 poin (2,34%). Kegiatan juga menghasilkan website dan infografis pemetaan potensi desa sebagai media informasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. FGD terutama berperan sebagai sarana validasi, konsolidasi informasi, dan perumusan arah pengembangan potensi desa secara kolaboratif.

PERAN METODE DISKUSI DALAM MENDUKUNG KEAKTIFAN BELAJAR SISWA DI SDN 1 KALIRAHAYU

Ubaedillah, Ubaedillah
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran metode diskusi dalam mendukung keaktifan belajar siswa di SDN 1 Kalirahayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian… n terdiri atas guru dan siswa yang terlibat dalam proses pembelajaran menggunakan metode diskusi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode diskusi memberikan ruang kepada siswa untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Keaktifan siswa terlihat melalui kegiatan bertanya, menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, bekerja sama dengan teman, menyelesaikan tugas, dan menyampaikan hasil diskusi. Guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan arahan, membimbing kelompok, memberikan stimulus kepada siswa yang masih pasif, serta menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Namun, penerapan metode diskusi masih menghadapi beberapa hambatan, seperti kurangnya kepercayaan diri siswa, dominasi siswa tertentu dalam kelompok, perbedaan kemampuan siswa, dan keterbatasan waktu. Dengan demikian, metode diskusi dapat menjadi salah satu alternatif metode pembelajaran yang mendukung keaktifan belajar siswa apabila dilaksanakan dengan perencanaan dan pengelolaan yang baik.

DAMPAK KENAKALAN REMAJA TERHADAP KONFLIK SOSIAL KOMUNITAS: STUDI KASUS DESA LUHU DAN DESA IHA DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM

Palisoa, Risna
Abstract: Fenomena kenakalan remaja (juvenile delinquency) di era kontemporer telah berkembang menjadi implikasi sosial yang mengkhawatirkan, baik dalam konsetualisasi urban maupun rural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis… s dampak kenakalan remaja terhadap eskalasi konflik sosial komunitas antara Desa Luhu dan Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, serta merumuskan resolusi holistik berbasis perspektif Pendidikan Islam. Metodologi yang diaplikasikan dalam studi ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap 10 informan multi-sektoral (tokoh agama, adat, masyarakat, aparat TNI/Polri, dan pemuda), serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manifestasi kenakalan remaja yang dominan menjadi pemicu friksi dan integrasi destruktif antar-desa meliputi konsumsi minuman keras (sopi dan sageru), perkelahian kelompok, perjudian, dan disfungsi interaksi dalam pacaran inter-desa yang memicu polarisasi komunal serta kerugian material dan imaterial. Dalam tinjauan Pendidikan Islam, fenomena kemerosotan moralitas ini diakibatkan oleh minimalnya internalisasi nilai spritual dan kedangkalan rekonstruksi akhlak anak. Pendidikan Agama Islam memainkan peranan krusial tidak hanya sebatas fungsi kognitif (ta'lim), melainkan harus dioptimalkan dalam dimensi pembentukan karakter (ta'dib) dan pengasuhan spiritual secara holistik (tarbiyah) lintas lingkungan keluarga, lembaga formal, dan instrumen kemasyarakatan guna meminimalisir deviasi sosial remaja.