Search Articles & Publications

Showing 35 articles found for "Menyeimbangkan"

PENERAPAN NILAI NILAI ETIKA BISNIS ISLAM PADA USAHA LAUNDRY SYARIAH DI KOTA MEDAN

Sundari, Sundari, Zuhirsyan, Muhammad, Wathan, Hubbul, Arifyanto, Gatot Teguh
Abstract: Abstrak: Studi ini bertujuan menganalisis pemahaman dan pelaksanaan etika bisnis Islam di kalangan pemilik bisnis laundry yang mematuhi Syariah di Kota Medan, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan penelitian… litian lapangan. Data dikumpulkan secara komprehensif melalui pengamatan, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan ulama Islam, pemilik bisnis, dan konsumen. Temuan menunjukkan bahwa para pemilik bisnis memiliki pemahaman yang sangat baik tentang etika bisnis Islam dan telah mengadopsi prinsip-prinsip ini ke dalam operasi sehari-hari mereka. Praktik utama, termasuk pemurnian pakaian yang terkontaminasi najis (kotoran ritual), ketepatan dan kejujuran dalam penimbangan, serta kejelasan kontrak layanan (akad), dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Praktik-praktik ini berkontribusi pada kepuasan konsumen, rasa aman, dan ketenangan pikiran. Namun, dalam hal kepatuhan formal, sertifikasi halal resmi dari otoritas terkait masih dalam proses pengajuan, sebagai bagian dari upaya pemilik bisnis untuk memperkuat komitmen mereka terhadap layanan yang sesuai dengan Syariah. Secara keseluruhan, model bisnis berbasis pelayanan ini menunjukkan kemampuan untuk menyeimbangkan profitabilitas materi dengan nilai-nilai spiritual secara konsisten dan berkelanjutan.

IMPLIKASI LIVING LAW DALAM UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 2023 TENTANG KUHP TERHADAP PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA DI INDONESIA

Kurniawan, Aries Triandi, Simanjuntak, Ray Patrick, Miftahudin, Rizahul
Abstract: Abstract: Law No. 1 of 2023 concerning the Criminal Code (New Criminal Code) directly mandates the recognition of living law in society (living law) as an expansion of the principle of legality, so that criminal acts that… t are not regulated in Indonesian positive law can also be punished as long as the act violates legal norms in a society. This study aims to analyze the implications of living law in the new Criminal Code on the criminalization system and considerations related to its implementation in Indonesian positive law. Through this study, the concept of living law will also be studied through normative legal research methods using a legislative approach and a conceptual approach. This study reveals that Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code no longer adopts classical law by balancing objective and subjective factors. The new Criminal Code brings significant changes to criminal law, including variations in the types of punishments regulated, recognition of living law as a basis for punishment, and consideration of humanitarian aspects. Although the death penalty is still maintained, the new concept applied focuses more on prevention, rehabilitation, and conflict resolution without ignoring humanitarian values. Keywords: principle of legality, criminal law, living law, criminalization.   Abstrak: Dalam Undang-undang No.1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP baru) secara langsung mengamanatkan pengakuan terhadap hukum yang hidup dalam masyarakat (living law) sebagai perluasan asas legalitas, sehingga perbuatan pidana yang tidak diatur dalam hukum positif Indonesia juga dapat dipidana selagi perbuatan tersebut melanggar norma hukum dalam suatu masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis implikasi living law dalam KUHP baru terhadap sistem pemidanaan serta pertimbangan terkait implementasinya dalam hukum positif Indonesia. Melalui tulisan ini juga konsep living law akan dikaji melalui metode penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Tulisan ini mengungkapkan bahwa Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tidak lagi mengadopsi hukum klasik dengan menyeimbangkan faktor objektif dan subjektif. KUHP baru membawa perubahan signifikan dalam hukum pidana, termasuk variasi jenis hukuman yang diatur, pengakuan terhadap living law sebagai dasar pemidanaan, serta pertimbangan aspek kemanusiaan. Meskipun hukuman mati masih dipertahankan, konsep baru yang diterapkan lebih menitikberatkan pada pencegahan, rehabilitasi, dan penyelesaian konflik tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Kata Kunci: asas legalitas, hukum pidana, living law, pemidanaan.

INOVASI TEKNOLOGI EKONOMI YANG BERKELANJUTAN: STRATEGI, IMPLEMENTASI, DAN DAMPAKNYA BAGI PERTUMBUHAN HIJAU DI INDONESIA

Tambunan, Elisabet, Sutriono, Muhammad Irsyad, R. Sabrina
Abstract: Abstract: The transformation toward a sustainable economy has become a strategic necessity amid the growing pressures of climate crisis, environmental degradation, and social inequality. Technological innovation is widely… y regarded as a key driver in balancing economic growth with environmental preservation and social inclusivity. This study aims to identify key technologies that support the sustainable economy, analyze their implementation strategies across major sectors in Indonesia, and evaluate their impact on the economic, environmental, and social dimensions (triple bottom line). This research employs a qualitative-descriptive approach through literature review and case analysis in the energy, agriculture, manufacturing, and MSME sectors. The findings indicate that artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), big data, blockchain, renewable energy, and green fintech significantly contribute to improving resource efficiency, reducing emissions, enhancing supply chain transparency, and expanding access to green financing. However, several challenges remain, including infrastructure readiness, high initial investment costs, limited digital literacy, non-adaptive regulatory frameworks, and unequal access to technology. This study recommends strengthening incentive-based policies, developing cross-sector innovation ecosystems, and enhancing green-digital human resource capacities to accelerate the growth of a sustainable economy in Indonesia. Keywords: Sustainable Economy, Technological Innovation, Green Economy, Circular Economy, Indonesia, Triple Bottom Line Abstrak: Transformasi menuju ekonomi berkelanjutan menjadi kebutuhan strategis di tengah tekanan krisis iklim, degradasi lingkungan, dan ketimpangan sosial. Inovasi teknologi dipandang sebagai motor utama untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan dan inklusivitas sosial. Artikel ini bertujuan memetakan teknologi kunci yang mendukung ekonomi berkelanjutan, menganalisis strategi implementasinya pada sektor utama di Indonesia, serta mengevaluasi dampaknya pada dimensi ekonomi–lingkungan–sosial (triple bottom line). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian literatur dan analisis kasus pada sektor energi, pertanian, manufaktur, dan UMKM. Hasil menunjukkan bahwa AI, IoT, big data, blockchain, energi terbarukan, dan fintech hijau berkontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi sumber daya, menurunkan emisi, memperkuat transparansi rantai pasok, serta memperluas akses pembiayaan usaha hijau. Tantangan utama meliputi kesiapan infrastruktur, biaya awal tinggi, literasi digital, regulasi yang belum adaptif, dan ketimpangan akses teknologi. Artikel ini merekomendasikan penguatan kebijakan insentif, pembangunan ekosistem inovasi lintas aktor, serta peningkatan kapasitas SDM digital-hijau untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia. Kata Kunci: Ekonomi Berkelanjutan, Inovasi Teknologi, Green Economy, Circular Economy, Indonesia, Triple Bottom Line 

SISI Cerah Kepemimpinan: Menjelajahi Peran Humor dalam Menyeimbangkan Tuntutan Pekerjaan dan Keluarga di Universitas Lancang Kuning

Maherizal, Adi Rahmat, Fahmi Oemar, Didik Siswanto
Abstract: This study is motivated by the increasing work family conflict experienced by university lecturers due to high academic job demands. One leadership approach that is considered capable of alleviating this conflict is leadership… ership humor. This research aims to examine the effect of positive leadership humor on work family conflict, with coworker socializing as a mediating variable among lecturers at Universitas Lancang Kuning. The study is grounded in the Stimulus Organism Response (SOR) theory and Conservation of Resources (COR) theory, which conceptualize leader humor as a social stimulus and a socioemotional resource. A quantitative approach with a causal research design was employed. Data were collected through structured questionnaires using a Likert scale from 186 lecturers selected through proportional stratified random sampling. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings indicate that positive leadership humor has a negative effect on work family conflict and a positive effect on coworker socializing. Furthermore, coworker socializing negatively affects work family conflict and significantly mediates the relationship between leadership humor and work family conflict. The study concludes that positive leadership humor plays a strategic role in fostering a supportive work environment and helping lecturers balance professional and family demands.

SINERGI BUDAYA DAN TEKNOLOGI DALAM DESAIN WEBSITE KATALOG BATIK BERBASIS E-COMMERCE

Sembiring, Asha, Sembiring, Alfan Ramadhan, Nababan, Junerdi, Kusnadi, Kusnadi, Putri, Putri
Abstract: Abstract: Batik is a valuable cultural heritage of Indonesia, combining artistic and historical significance. In the digital era, integrating Batik into an online catalog website can enhance cultural promotion and product… t sales. This study focuses on designing a Batik catalog website that merges traditional cultural values with modern digital technology to create an engaging, user-friendly experience. Using a comparative qualitative approach, several existing Batik catalog websites were analyzed to identify design strengths, weaknesses, and opportunities. Thematic and SWOT analysis were applied to examine visual design, navigation, and interactive features. Findings suggest that an optimal Batik catalog website should balance Batik’s visual aesthetics with functional e-commerce features, provide interactive elements, and ensure responsive purchasing processes. This approach improves user experience while promoting Batik as a cultural product. Keywords: Batik; website catalog; digital design; user experience; cultural heritage Abstrak: Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni dan sejarah yang tinggi. Di era digital, integrasi Batik ke dalam website katalog online dapat meningkatkan promosi budaya sekaligus penjualan produk. Penelitian ini bertujuan untuk merancang website katalog Batik yang menggabungkan nilai budaya tradisional dengan teknologi digital modern guna menciptakan pengalaman pengguna yang menarik dan mudah digunakan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif komparatif, beberapa website katalog Batik yang ada dianalisis untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan peluang desain. Analisis tematik dan SWOT digunakan untuk menilai desain visual, navigasi, serta fitur interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website katalog Batik yang optimal harus mampu menyeimbangkan estetika visual Batik dengan fitur e-commerce yang fungsional, menyediakan elemen interaktif, serta memastikan proses pembelian yang responsif. Pendekatan ini meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus mempromosikan Batik sebagai produk budaya. Kata kunci: Batik; katalog website; desain digital; pengalaman pengguna; warisan budaya

PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA NAKHODA KAPAL YANG BERLAYAR TANPA MEMILIKI SURAT IZIN BERLAYAR YANG MENGAKIBATKAN KEMATIAN (STUDI PUTUSANNOMOR 228/PID.SUS/2022/PN.TTE)

Sembiring, Windi Syahfitri Br., Yunara, Edi, Nasution, Mirza
Abstract: Abstract: Criminal liability is the existence of an unlawful act, there is no word of forgiveness, capable of being competent in law, there is an error, there is no justification. An unlawful act is an act carried out by… a person or group that is contrary to applicable regulations, an error is an act carried out either intentionally or unintentionally, a violation is an act that violates legal provisions (administrative in nature). In this study aims to answer the problem of How is the legal regulation for ship captains who sail without having a sailing license in Indonesia, How is the criminal liability for ship captains who sail without having a sailing license and result in death, How is the judge's consideration in applying criminal sanctions to the defendant in decision number: 228 / Pid.Sus / 2022 / PN.TTE. The regulation of shipping crimes is regulated in the Criminal Code and Law Number 17 of 2008 concerning Shipping which confirms the criminal liability of the captain as the party with full authority over the ship. In Decision Number 228/Pid.Sus/2022/PN.TTE regarding the sinking of the KM Cahaya Arafah, the judge sentenced the passenger to 4 years and 8 months in prison and a fine of Rp 500,000,000, a lighter sentence than the legal penalty due to consideration of extreme weather as a force majeure factor and the defendant's efforts to rescue passengers. This decision reflects the application of Gustav Radbruch's theory, namely balancing legal certainty, justice, and expediency, thus demonstrating the judge's role not merely as a mouthpiece for the law but also as an assessment of the humanitarian aspects and the law's benefits to society.   Keyword: Criminal Liability, Ship Captain, Ship Accident   Abstrak: Pertanggung jawaban pidana itu adalah adanya perbuatan melawan hukum, tidak ada kata pemaaf, mampu cakap dalam hukum, adanya kesalahan, tidak ada alasan pembenar. perbuatan melawan hukum adalah tindakan yang dilakukans eseorang atau kelompok yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku kesalahan adalah tindakan yang dilakukan baik sengaja maupun tidak sengaja pelanggaran adalah tindakan yang melanggar ketentua hukum (bersifat administratif). Dalam penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan Bagaimana pengaturan hukum terhadap nakhoda kapal yang berlayar tanpa memiliki surat ijin berlayar di Indonesia, Bagaimana pertanggung jawaban pidana terhadap nakhodah kapal yang berlayar tanpa memiliki surat ijin berlayar dan mengakibatkan kematian,Bagaimana pertimbangan hakim dalam menerapkan sanksi pidana terhadap terdakwa dalam putusan nomor: 228/Pid.Sus/2022/PN.TTE. Pengaturan tindak pidana pelayaran diatur dalam KUHP dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang menegaskan pertanggungjawaban pidana nakhoda sebagai pihak yang berwenang penuh atas kapal. Dalam Putusan Nomor 228/Pid.Sus/2022/PN.TTE terkait tenggelamnya KM Cahaya Arafah, hakim menjatuhkan pidana 4 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp500.000.000, lebih ringan dari ancaman undang-undang karena mempertimbangkan faktor cuaca ekstrem sebagai force majeure serta adanya upaya terdakwa menyelamatkan penumpang. Putusan ini mencerminkan penerapan teori Gustav Radbruch, yakni menyeimbangkan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan, sehingga menunjukkan peran hakim tidak sekadar menjadi corong undang-undang tetapi juga menilai aspek kemanusiaan dan kemanfaatan hukum bagi masyarakat. Kata Kunci: PertanggungJawaban Pidana, Nakhoda Kapal, Kecelakaan Kapal

EKSPLORASI PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PROSES KREASI KARYA VISUAL MULTIMEDIA

Saprudin, Usep, Firmansyah, Ada Udi, Dita, Arnetta Najwa
Abstract: Abstract: Development of Artificial Intelligence (AI) technology has opened new opportunities in the field of multimedia, particularly in the process of creating visual works. AI enables automation and efficiency in producing… ucing graphic designs, illustrations, and other visual elements. This study explores the utilization of AI in generating visual multimedia works by assessing quality, realism, and its effectiveness as a creative tool. An exploratory method was employed, evaluating generative AI platforms to understand the extent of their contribution to visual design processes. Experiments were conducted using three AI platforms Grok AI, Google Labs Image Fx, and Dreamina each applying distinct approaches to content generation. The results were analyzed based on visual detail, texture, lighting, accuracy, and comparisons with human-created works. Findings indicate that AI is capable of producing highly realistic visual outputs with greater speed compared to conventional methods. However, limitations remain in creativity, originality, and full control over the final results. These insights highlight AI’s potential as an assistive tool in the multimedia industry and underscore the importance of further development to balance efficiency with creative authenticity.   Keywords: Artificial Intelligence (AI), Multimedia, Prompt-Based AI Generation,Visual, Exploration.   Abstrak: Perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) telah membuka peluang baru dalam bidang multimedia, khususnya dalam proses penciptaan karya visual. AI memungkinkan otomatisasi dan efisiensi dalam menghasilkan desain grafis, ilustrasi, dan elemen visual lainnya. Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan AI dalam menghasilkan karya multimedia visual dengan menilai kualitas, realisme, dan efektivitasnya sebagai alat kreatif. Metode eksploratori digunakan dengan mengevaluasi platform AI generatif untuk memahami sejauh mana kontribusinya terhadap proses desain visual. Eksperimen dilakukan menggunakan tiga platform AI yaitu Grok AI, Google Labs Image Fx, dan Dreamina yang masing-masing menerapkan pendekatan berbeda dalam menghasilkan konten. Hasil dianalisis berdasarkan detail visual, tekstur, pencahayaan, akurasi, dan perbandingan dengan karya yang dibuat manusia. Temuan menunjukkan bahwa AI mampu menghasilkan output visual yang sangat realistis dengan kecepatan lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Namun, keterbatasan tetap ada dalam hal kreativitas, orisinalitas, dan kendali penuh terhadap hasil akhir. Temuan ini menyoroti potensi AI sebagai alat bantu dalam industri multimedia dan pentingnya pengembangan lebih lanjut untuk menyeimbangkan efisiensi dengan keaslian kreativitas.   Kata kunci :Artificial Intelligence (AI), Multimedia, Prompt-Based AI Generation, Visual, Eksplorasi.

ANALISIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PENGGUNAAN NARKOTIKA JENIS GANJA UNTUK KEPERLUAN MEDIS DI INDONESIA (Studi Putusan: No.111/Pid.Sus/2017/PN.Sag)

Widayanti, Yuyun, Yunara, Edi, Desiandri, Yati Sharfina
Abstract: Abstrack: Marijuana is a class I narcotic, which according to several expert studies is a type of narcotic that can be used for medical purposes in Indonesia. Medical purposes using marijuana can be useful in treating several… veral diseases that are classified as dangerous. The benefits of marijuana for medical purposes still cannot be used as a basis for licensing the use of marijuana for medical purposes. Based on Article 8 of the Republic of Indonesia Law Number 35 of 2009 concerning narcotics, the use of marijuana has been clearly prohibited in Indonesia. The prohibition on the use of marijuana for medical purposes can be seen from a decision, namely Decision Number: 111 / Pid.Sus / 2017 / PN.Sag which sentenced a defendant who had used marijuana as an alternative treatment for the defendant's wife who suffered from syringomylia. Based on this, the formulation of the problem in this study is how the legal regulations related to the use of marijuana as a medical substance in Indonesia, how the process of obtaining a permit for the use of marijuana as a medical need in Indonesia, and how the judge's considerations in applying criminal sanctions to the defendant in Decision Number: 111 / Pid.Sus / 2017PN.Sag. The method used in writing this thesis is a normative juridical research method, namely analyzing legal principles carried out by literature studies. This research is descriptive, and the data analysis method used is qualitative descriptive research. The judge considered the defendant's humanitarian goals who used marijuana to treat his wife, then sentenced him to 8 months in prison and a fine of Rp1 billion, lighter than the minimum threat, as a means of education and development. This decision reflects an effort to balance the values of justice, certainty, and legal benefits as Gustav Radbruch's theory, by considering juridical, philosophical, and sociological aspects.   Keyword: Judge's Ruling, Marijuana, Medical Purposes   Abstrak: Narkotika jenis ganja ialah narkotika golongan I, yang menurut beberapa penelitian oleh ahli merupakan jenis narkotika yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan medis di Indonesia. Keperluan medis dengan menggunakan narkotika jenis ganja, dapat bermanfaat dalam mengatasi beberapa penyakit yang tergolong berbahaya. Adanya manfaat narkotika jenis ganja untuk keperluan medis masih tidak dapat dijadikan dasar perizinan pengunaan narkotika jenis ganja untuk keperluan medis. Berdasarkan Pasal 8 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, penggunaan narkotika jenis ganja telah dengan jelas dilarang penggunaannya di Indonesia. Larangan penggunaan narkotika jenis ganja dalam hal keperluan kesehatan, dapat dilihat dari adanya suatu putusan yaitu Putusan Nomor: 111/Pid.Sus/2017/PN.Sag yang menjatuhkan hukuman terhadap seorang terdakwa yang telah menggunakan narkotika jenis ganja sebagai alternatif penyembuhan terhadap istri terdakwa yang mengalami penyakit syringomylia. Berdasarkan hal tersebut maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah pengaturan hukum terkait penggunaan narkotika jenis ganja sebagai bahan medis di Indonesia, bagaimana proses untuk memperoleh izin penggunaan narkotika jenis ganja sebagai kebutuhan medis di Indonesia, serta bagaimana pertimbangan hakim dalam menerapkan sanksi pidana terhadap terdakwa dalam Putusan Nomor: 111/Pid.Sus/2017PN.Sag. Metode yang digunakan di dalam penulisan tesis ini adalah metode penelitian yuridis normatif yaitu menganalisis asas hukum yang dilakukan dengan studi pustaka. Penelitian ini bersifat deskriptif, dan metode analisa data yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. hakim mempertimbangkan tujuan kemanusiaan terdakwa yang menggunakan ganja untuk mengobati istrinya, lalu menjatuhkan pidana 8 bulan penjara dan denda Rp1 miliar, lebih ringan dari ancaman minimal, sebagai sarana edukasi dan pembinaan. Putusan ini mencerminkan upaya menyeimbangkan nilai keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum sebagaimana teori Gustav Radbruch, dengan mempertimbangkan aspek yuridis, filosofis, dan sosiologis.   Kata Kunci:     Putusan Hakim, Narkotika Jenis Ganja, Keperluan Medis

KURIKULUM PENDIDIKAN DI JEPANG: PILAR KEBERHASILAN SISTEM PENDIDIKAN DUNIA

Limay Trisno Putra, Ari, Mulyono, Mulyono, Rachmani Dewi, Nuriana
Abstract: Abstract: This article discusses the distinctive characteristics of Japan's educational curriculum, recognized as one of the most successful education systems in the world. Japan implements a well-structured curriculum through… hrough the 6-3-3 education model and the Gakushuu Shidou Youryou national standards, ensuring equitable quality nationwide. The core strength of Japan’s curriculum lies in its holistic Chi-Toku-Tai approach, which balances academic knowledge (Chi), moral character development (Toku), and physical health (Tai). Furthermore, the integrated curriculum approach and project-based learning methods foster student independence, creativity, and essential 21st-century skills. Teacher professionalism is continuously enhanced through collaborative and reflective Lesson Study practices. The success of this system is also supported by the active involvement of families and communities in character education. Despite its achievements, Japan’s education system faces challenges, particularly high academic pressure that may affect students' mental well-being. This study aims to provide valuable insights for other countries, including Indonesia, in designing holistic curriculum policies that balance academic excellence, character formation, and students’ psychological welfare.   Keyword: Japanese curriculum, Chi-Toku-Tai, holistic approach, Lesson Study, character education.   Abstrak: Artikel ini membahas karakteristik kurikulum pendidikan di Jepang yang diakui sebagai salah satu sistem pendidikan paling berhasil di dunia. Jepang mengembangkan kurikulum yang terstruktur melalui pola pendidikan 6-3-3 dan standar nasional Gakushuu Shidou Youryou yang memastikan pemerataan kualitas di seluruh wilayah. Inti keunggulan kurikulum Jepang terletak pada pendekatan holistik Chi-Toku-Tai yang menyeimbangkan aspek pengetahuan akademik (Chi), pembentukan karakter moral (Toku), dan pengembangan kesehatan fisik (Tai). Selain itu, penerapan pendekatan kurikulum terpadu dan metode pembelajaran berbasis proyek mendorong kemandirian, kreativitas, serta keterampilan abad ke-21 pada siswa. Profesionalisme guru terus ditingkatkan melalui praktik Lesson Study yang kolaboratif dan reflektif. Keberhasilan sistem ini juga didukung oleh keterlibatan aktif keluarga dan komunitas dalam pendidikan karakter. Meskipun demikian, tantangan berupa tekanan akademik yang tinggi tetap menjadi perhatian serius bagi kesejahteraan mental siswa. Pembahasan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi negara lain, termasuk Indonesia, dalam merancang kebijakan kurikulum yang holistik dan berorientasi pada keseimbangan aspek akademik, karakter, dan kesejahteraan psikologis peserta didik. Kata kunci: kurikulum Jepang, Chi-Toku-Tai, pendekatan holistik, Lesson Study, pendidikan karakter.

ANALISIS PERBANDINGAN METODE HISTOGRAM EQUALIZATION DAN GAUSSIAN FILTER UNTUK PERBAIKAN KUALITAS CITRA

Ikhsan, Muhammad, Supiyandi, Supiyandi, Hakiki, Andry Wiranda
Abstract: Penelitian ini menjelaskan penggunaan teknik pemerataan histogram dan filter Gaussian yang digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar. Peningkatan kualitas gambar adalah salah satu proses pertama untuk meningkatkan kualitas… litas gambar. Peningkatan kualitas gambar diperlukan karena gambar yang dibahas seringkali kualitasnya tidak terlalu terang, seperti berisik, buram, terlalu gelap atau terlalu terang, atau gambar kurang tajam, dll. Gambar yang dimaksud dalam penelitian ini berformat BMP, JPG, dan PNG. Pemburaman gambar dilakukan untuk menekan komponen frekuensi tinggi dan menghilangkan komponen frekuensi rendah. Hasilnya adalah rona terang dan gelap, putih dan hitam, yang seharusnya memuat detail objek, namun masing-masing lebih putih dan cerah. Karena warnanya hitam, detail objeknya hilang sama sekali. Histogram bergeser dan mengelompok di sekitar midtone, sehingga menumpulkan warna pada foto Anda. Pada dasarnya, ini tentang meningkatkan kontras dan menyeimbangkan warna agar tidak terlihat membosankan. Selain itu, noise pada gambar biasanya muncul dalam bentuk variasi intensitas piksel yang tidak berkorelasi dengan piksel di sekitarnya. Peningkatan kualitas gambar mengacu pada membuat fitur tertentu pada gambar menjadi lebih jelas dan tajam, sehingga gambar lebih mudah dikenali dan dianalisis. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa metode histogram dapat digunakan untuk meningkatkan kontras gambar dan meningkatkan kualitas gambar sehingga informasi pada gambar menjadi lebih jelas.