Search Articles & Publications

Showing 13 articles found for "Penglihatan"

PENYULUHAN FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA SINDROM ASTHENOPIA

Susanti, Devi, Novianti, Leni, Melvani, Rizcita Prilia, Fakhruddin, M, Hanafiah, M
Abstract: Asthenopia didefinisikan sebagai keluhan subjektif penglihatan berupa penglihatan tidak nyaman, sakit dan kepekaannya berlebihan. Astenopia adalah sebagai suatu gejala subjektif penglihatan yang disebabkan karena penggunaan&#8230; naan mata dalam pekerjaan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Astenopia adalah faktor yang disebabkan oleh hubungan erat dengan faktor Herediter (keturunan), jenis pekerjaan, jarak pandang, pola makan, usia, sinar ultraviolet dari cahaya matahari, riwayat penyakit, obat-obatan tertentu. Pembatasan masalah penelitian ini adalah Karena keterbatasan waktu yang dimiliki penulis maka penulis hanya mengambil 2 faktor saja yaitu: Jenis Pekerjaan dan usia. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia? Tujuan penelitian diketahui hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian astenopia. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi 54 responden, jumlah sampel diambil dari total populasi. Hasil analisa univariat, bivariat dan uji staitsik chi-square menunjukan ada hubungan bermakna antara jenis pekerjaan terhadap kejadian astenopia dengan p value: 0,001 < 0,1, ada hubungan bermakna antara usia dengan kejadian astenopia dengan p value: 0,000 < 0,1. Disarankan kepada pimpinan Optik Junjungan menentukan kebijakan untuk mengembangkan pelayanan kesehatan terutama terhadap kejadian astenopia serta dalam memberikan penjelasan secara detail kepada konsumen.

PENYULUHAN KELAINAN REFRAKSI PADA ASTIGMATISME TERHADAP KEJADIAN PRESBIOPIA DI OPTIK NEDIA KOTA MANNA

Susanti, Devi, Leni Novianti, Rizcita Prilia Melvani, M. Fakhruddin
Abstract: Kelainan refraksi adalah kondisi yang disebabkan oleh kelainan dalam panjang sumbu (axial length) atau kelainan daya refraksi media. Kelainan refraksi yang tidak terkoreksi adalah salah satu penyebab yang paling umum dari&#8230; i gangguan penglihatan. Astigmatisme (mata silinder) adalah kondisi di mana kekuatan refraksi kornea atau lensa bervariasi karena perubahan bentuk permukaan sehingga cahaya jatuh di dua titik di depan retina. Kondisi ini menyebabkan penderita harus memutar mata sehingga efek lubang jarum dapat dilihat. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara faktor genetik dan penggunaan gadget terhadap kejadian astigmatisme di Optik Reka Jaya Palembang Tahun 2024. Metode Penelitian : Dalam Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional dimana variabel independen yaitu faktor genetik dan penggunaan gadget dan variabel dependen yaitu astigmatisme. Hasil Penelitian : Dari data bivariat diperoleh dari 48 responden terdapat 33 responden (68,8%) mengalami astigmatisme dan 15 responden (31,3%) tidak mengalami astigmatisme. Diperoleh 31 responden (64,6%) mengalami astigmatisme berdasarkan faktor genetik sedangkan 17 responden (35,4%) bukan berdasarkan faktor genetik. Diperoleh 32 responden (66,7%) mengalami astigmatisme berdasarkan penggunaan gadget yang buruk sedangkan 16 responden (33,3%) penggunaan gadget yang baik. Kesimpulan : Berdasarkan Analisa data yang dilakukan diperoleh Kesimpulan bahwa ada hubungan yang bermakna antara faktor genetik dan penggunaan gadget secara simultan dengan kejadian astigmatisme. Hasil uji statistik chi-square tentang hubungan faktor genetik dengan kejadian astigmatisme didapatkan nilai p-value 0,006 dan Hasil uji statistik chi-square tentang hubungan penggunaan gadget dengan kejadian astigmatisme didapatkan nilai p-value 0,021.

IMPLEMENTASI TERAPI MUSIK UNTUK MENURUNKAN GEJALA HALUSINASI PENDENGARAN

Fina Milatul Husna, Fina Milatul Husna, Sundari , Ririn Isma, Rahmawati, Arni Nur
Abstract: Skizofrenia merupakan salah satu golongan gangguan jiwa berat dengan penyebab yang heterogen baik dari gejala klinisnya, respon dari pengobatan, serta perjalanan penyakitnya yang bervariasi. Tanda dan gejala skizofrenia&#8230; terbagi menjadi tiga pengelompokan diantaranya gejala kognitif, gejala negatif dan gejala positif. Gejala positif yang umum pada pasien skizofrenia yaitu halusinasi. Halusinasi merupakan suatu gejala gangguan jiwa di mana pasien merasakan suatu stimulus yang nyatanya hal tersebut tidak ada. Pasien dengan halusinasi mengalami perubahan persepsi sensori, merasakan sensasi palsu misalnya penglihatan, pengecapan, perabaan, dan penciuman. Halusinasi ada beberapa jenis, salah satunya yaitu halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran bermacam-macam bentuknya, dapat berupa bunyi mendenging, suara mengancam, atau suara yang tidak ada makna tetapi sering sekali terdengar sebagai sesuatu kalimat yang berarti. Gangguan halusinasi dapat diatasi dengan cara non farmakologi, terapi non farmakologi bisa lebih aman digunakan karena tidak dapat menimbulkan efek samping seperti obat-obatan, salah satu terapi non farmakologi yang lebih efektif adalah dengan mendengarkan musik. Tujuan terapi musik yaitu dinilai sangat efektif dalam mengurangi kecemasan dan stres, membantu mendorong relaksasi, mengurangi depresi, pemecahan masalah dan dapat mengontrol halusinasi. Terapi musik dangdut pada studi kasus ini dilakukan selama 4 hari berturut-turut. Penulis menggunakan metode deskriptif di RSUD Banyumas yaitu penerapan studi kasus dengan proses tindakan keperawatan berupa dengan pengkajian, perumusan diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Studi kasus ini diharapkan dapat menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran pada pasien dan dari hasil catatan lembar keperawatan menunjukan pasien mengalami penurunan frekuensi halusinasi pendengaran dengan tanda gejala halusinasi pendengaran yang di awal 6 turun menjadi 2 poin setelah dilakukan terapi musik yang diterapkan oleh penulis

KESADARAN ORANG TUA TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNA GRAHITA DI SEKOLAH DASAR REGULER

Mafarrikhah Rahmah Maulidi, Saniyatul, Harsiwi , Nova Estu
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti seberapa pentingnya peran orang tua dalam perkembangan kemampuan bagi anak berkebutuhan khusus khususnya bagi penyandang tuna grahita terutama dalam menyadari anaknya yang memiliki&#8230; gangguan tersebut. Pada  pelaksanaanya penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang di dukung dengan Teknik wawancara dan observasi dalam pengumpulan data sehingga dapat di temukan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki gangguan yang bervariasi seperti gangguan pendengaran, penglihatan, hambatan intelektual, perubahan emosi dan hiperaktif. Melalui berbagai variasi tersebut tidak menjamin bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki Tingkat kemampuan yang sama, melainkan mereka memiliki tingkatan yang berbeda meskipun memiliki jenis gangguan yang sama maka dari itu pendidik perlu menyiapkan proses pembelajaran yang sesuai untuk memenuhi kebutuhannya yang hal ini di dukung dengan adanya pengelompokan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan masing-masing gangguan serta adanya peran orang tua yang terlibat didalamnya namun di lapangan peneliti menemukan permasalahan bahwa kurangnya kesadaran orang tua dalam menerima keadaan anaknya membuat penyerapan kemampuan intelektualnya menjadi terkendala.

PENYULUHAN KEJADIAN HIPERMETROPIA PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 102 PALEMBANG

Susanti, Devi, Fakhruddin, M, Melvani, Rizcita Prilia, Novianti, Leni
Abstract: Hipermetropia merupakan satu kelainan refraksi hipermetropia terjadi akibat bentuk kornea atau lensa mata yang tidak normal, .  Hampir 90% penderita hipermetropia berada di negara berkembang. Hipermetropia merupakan salah&#8230; alah satu penyebab penurunan tajam penglihatan pada anak-anak. Tujuanpenelitian :untuk mengetahuideterminankejadian hipermetropia pada siswa SDN 102 Palembang.  Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitiandilakukan di SDN 102 Palembang pada Agustus 2023. Subjek penelitian siswa SDN 102 Palembang kelas 1 sampai kelas 6 yang menggunakan kacamata dan terdiagnosa miopia. Sampel berjumlah 40 orang.Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil :Responden denganriwayat keturunan miopia sebesar 67.5%, jenis kelamin perempuan sebesar 60%, dan responden dengan kebiasaan membaca dengan posisi tiduran sebesar 70%. Hasil uji chi square riwayat keturunan p value= 0.001 <0.05, kebiasaan membacap value= 0.001 <0.05, jenis kelamin p value= 0.192 >0.05 dan p value= 0.090 >0.05. variabel yang berhubungan dengan kejadian hipermetropia yaitu riwayat keturunan dan kebiasaan membaca.Saran :untuk peneliti selanjutnya guna mengkaji lebih dalam terkait pengaruh keturunan dalam mempengaruhi kejadian hipermetropia

Program Pemeriksaan Mata Dan Edukasi Kesehatan Visual pada Siswa Sekolah Dasar: Studi Kasus di SDTQ Al Wafi

Haryanti, Suci, Sahel, Kartikawati , Atti
Abstract: Peningkatan penggunaan gawai digital di kalangan siswa sekolah dasar telah berkontribusi pada meningkatnya risiko gangguan penglihatan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SDTQ Al Wafi dengan tujuan melakukan skrining&#8230; ing kesehatan mata dan implementasi program intervensi komprehensif. Metode pelaksanaan mencakup pemeriksaan mata dengan snellen chart, trial frame, dan autoref pada seluruh siswa, dilanjutkan dengan edukasi kesehatan visual dan pendampingan intensif. Dari total siswa yang diperiksa, teridentifikasi 4 kasus gangguan penglihatan yang memerlukan penanganan khusus, dengan karakteristik utama berupa kesulitan penglihatan jarak jauh. Program intervensi yang diterapkan meliputi modifikasi lingkungan belajar, pendampingan psikososial, dan edukasi komunitas sekolah. Hasil evaluasi menunjukkan perbaikan signifikan dalam perilaku penggunaan gawai dan postur belajar siswa, serta peningkatan kapasitas sekolah dalam deteksi dini gangguan penglihatan. Program ini menghasilkan model intervensi berbasis komunitas yang dapat diadaptasi untuk penanganan kesehatan mata siswa di sekolah dasar lainnya.

COMPARISON FEATURE EXTRACTION USING ARTIFICIAL NEURAL NETWORK ALGORITHM ON SMOKER PREDICTION

Dharma, Arie Satia, Pardede, Cynthia Veronika, Sitorus, Jonggi Vegas
Abstract: Abstract: The habit of smoking is dangerous because of the addictive substances that make cigarettes addictive. Its addictive nature poses a significant risk, affecting personality with stress, depression and nervous disorders.&#8230; orders. Body factors that indicate smoking include blood sugar levels, dental caries, and hemoglobin. To address this, research has been conducted with focused efforts to understand and address the risks associated with smoking and its impact on overall health. This research aims to choose the best method for predicting smokers by using feature selection techniques. The feature selection algorithms uses for that are Analysis of Variance (ANOVA), Recursive Feature Elimination (RFE), and Genetic Algorithm (GA) to select optimal attributes and uses the k-fold cross validation technique as the validation of the Artificial Neural Network algorithm. The data includes various parameters such as age, height, weight, vision, blood pressure, cholesterol, triglycerides, hemoglobin, AST, ALT, GTP, gender, dental caries and tartar. Hearing ability, urine protein content, and tartar were selected. The results showed that using the Analysis of Variance method showed higher accuracy (77.101%) compared to the Genetic Algorithm method (74.64%) and the Recursive Feature Elimination method (76.08%). Selection of relevant attributes increases the predictions and insights of the Artificial Neural Network model about the effects of smoking on health.             Keywords: artificial neural network; analysis of variance; genetic algorithm; recursive feature elimination; smoker prediction     Abstrak: Kebiasaan merokok berbahaya karena adanya zat adiktif yang membuat rokok menjadi ketagihan. Sifatnya yang membuat ketagihan menimbulkan risiko yang signifikan, mempengaruhi kepribadian dengan stres, depresi, dan gangguan saraf. Faktor tubuh yang mengindikasikan kebiasaan merokok antara lain kadar gula darah, karies gigi, dan hemoglobin. Untuk mengatasi hal ini, penelitian telah dilakukan dengan upaya terfokus untuk memahami dan mengatasi risiko yang terkait dengan merokok dan dampaknya terhadap kesehatan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk memilih metode terbaik dalam memprediksi perokok dengan menggunakan teknik seleksi fitur. Metode seleksi fitur yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA), Recursive Feature Elimination (RFE), dan Genetic Algorithm (GA) untuk memilih atribut yang optimal dan menggunakan teknik k-fold cross validation sebagai validasi algoritma Artificial Neural Network. Data tersebut mencakup berbagai parameter seperti umur, tinggi badan, berat badan, penglihatan, tekanan darah, kolesterol, trigliserida, hemoglobin, AST, ALT, GTP, jenis kelamin, karies gigi dan karang gigi. Kemampuan pendengaran, kandungan protein urin, dan karang gigi dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode Analysis of Variance menunjukkan akurasi yang lebih tinggi (77,101%) dibandingkan dengan metode Genetic Algorithm (74,64%) dan metode Recursive Feature Elimination (76,08%). Pemilihan atribut yang relevan meningkatkan prediksi dan wawasan model Jaringan Syaraf Tiruan tentang dampak merokok terhadap kesehatan.   Kata kunci: artificial neural network; analysis of variance; genetic algorithm; prediksi perokok; recursive feature elimination

AUTOMATIC INDICATOR SYSTEM ON DETECTORS FOR THE BLIND

Lubis, Mustopa Husein, Irawan, Feri, Purnomo, Nopi, Ararija, Ararija, Marito, Rita
Abstract: Abstract: Blind is a condition of a person who has a problem or obstacle using his sense of sight, usually with a special stick, which is white with a horizontal red line.The problem that is often faced by the visually impaired&#8230; mpaired is inefficient assistive devices, such as a special stick for the blind which has many weaknesses such as not being able to indicate the size of the distance around the blind person, the blind cannot know the distance of objects and if one touches an object with a stick it will endanger themselves. the blind person and also the people around him. People with visual impairments or visual impairments are one part of society that need special attention, many obstacles occur to the blind when carrying out daily activities, one of which is knowing the objects around them, to be able to solve these problems, a microcontroller is needed. The purpose of this research is to design a tool to detect objects for the blind by using sensor technology to assist the alertness and mobility of the blind. The method used in this study uses the method of data collection and system development (prototype). The results of the study resulted in a device that can detect objects around blind people with the help of a microcontroller and ultrasonic sensor equipped with an alarm buzzer as a distance indicator. by directing the palms in various directions. Keywords: arduino; blind detector; indicator system; prototype    Abstrak: Tunanetra adalah kondisi seseorang yang mengalami gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya biasanya dengan menggunakan tongkat khusus, yaitu berwarna putih dengan ada garis merah horisontal. Masalah yang sering dihadapi oleh tunanetra adalah alat bantu yang tidak efisien, seperti tongkat khusus tunanetra yang mempunyai banyak kelemahan seperti tidak dapat mengindikasikan ukuran jarak yang ada disekeliling tunanetra tersebut, tunanetra tidak dapat mengetahui jarak benda dan jika salah menyentuh benda dengan tongkat maka akan membahayakan diri si penyandang tunantetra dan juga orang-orang disekelilingnya. Penyandang cacat mata atau tunanetra adalah salah satu bagian dari masyarakat yang perlu mendapat perhatian khusus, banyak kendala yang terjadi pada tunanetra disaat melakukan aktifitas sehari-hari yang salah satunya adalah mengetahui benda yang ada disekelilingnya, untuk dapat menyelesaikan kendala tersebut dibutuhkan microcontroller. Tujuan penelitian ini menghasilkan rancangan alat mendeteksi benda bagi tuna netra dengan menggunakan teknologi sensor untuk membantu kewaspadaan dan mobilitas tuna netra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dan pengembangan sistem (prototype). Hasil penelitian menghasilkan suatu alat yang dapat mendeteksi benda di sekeliling penyandang tunanetra dengan bantuan mikrokontroler dan sensor ultrasonic yang dilengkapi dengan alarm buzzer sebagai indikator jarak, alat pendeteksi bagi tunanetra ini dipasangkan di sekitar sarung tangan agar penyandang tunanetra dapat dengan leluasa mendeteksi benda-benda disekeliling hanya dengan mengarahkan telapak tangan ke berbagai arah.   Kata kunci: arduino; alat pendeteksi tunanetra; prototype; sistem indikator    

Efektivitas Pemberian Jus Wortel Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Ny.T Dikampung Kehiran 1 Kota Sentani

Yance R Rainuny, Enjely SD Panjaitan, Yestiani Norita Joni
Abstract: Orang lanjut usia merupakan populasi yang rentan terhadap berbagai jenis penyakit, salah satunya adalah hipertensi. Peningkatan tekanan darah di atas normal dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri kepala&#8230; ala yang menjalar hingga tengkuk, kelelahan, penglihatan kabur, vertigo, dan mimisan. Penderita hipertensi telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan tekanan darah, salah satunya adalah dengan terapi farmakologi. Selain terapi farmakologi, terdapat alternatif lain yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah, yaitu dengan penggunaan jus wortel. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengimplementasikan penerapan asuhan keperawatan dengan pemberian jus wortel dalam menurunkan tekanan darah. Metode yang digunakan adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus untuk mengeksplorasi masalah asuhan keperawatan gerontik pada Ny. T dengan hipertensi. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah 7 hari perlakuan dengan pemberian jus wortel setiap pagi, tekanan darah Ny. T turun dari 163/100 mmHg menjadi 130/70 mmHg. Keluhan yang dirasakan oleh Ny. T juga berkurang seiring dengan penurunan tekanan darah. Dapat disimpulkan bahwa pemberian jus wortel efektif dalam menurunkan tekanan darah pada Ny. T dengan masalah hipertensi. Disarankan kepada pimpinan Puskesmas Sentani untuk menganjurkan penggunaan jus wortel kepada penderita hipertensi sebagai alternatif dalam menurunkan tekanan darah.

KEADILAN DAN KEMENANGAN ORANG KUDUS: SUATU EKSEGESIS WAHYU 15:1-8

Hotria Imelda Sagala
Abstract: Paper ini membahas penglihatan Yohanes dalam Wahyu 15:1–8 yang menggambarkan keadilan Allah dan kemenangan orang-orang kudus dalam konteks penghakiman akhir zaman. Melalui analisis ekspositori, dipaparkan bagaimana tujuh&#8230; uh malaikat membawa tujuh malapetaka terakhir sebagai perwujudan final dari murka Allah atas dosa dunia, khususnya terhadap mereka yang mengikuti binatang, patung, dan bilangan namanya. Di sisi lain, orang-orang kudus yang setia digambarkan menang dan memuliakan Allah dengan nyanyian kemenangan di tepi lautan kaca bercampur api—simbol kemuliaan dan murka Allah. Paper ini menekankan bahwa kemenangan orang percaya bukan karena kekuatan mereka sendiri, melainkan sebagai buah dari keadilan Allah yang menegakkan kebenaran. Dalam penglihatan Yohanes, kemuliaan Allah dipertegas melalui simbol asap di bait suci yang menunjukkan kesucian dan ketidakterjangkauan rencana ilahi sampai penghakiman itu selesai. Dengan demikian, tulisan ini menegaskan bahwa kesetiaan kepada Allah akan berujung pada kemenangan kekal, sementara penolakan terhadap Allah membawa pada murka dan kebinasaan. Penelitian ini relevan bagi kehidupan iman Kristen masa kini sebagai panggilan untuk tetap setia di tengah penderitaan dan penindasan.