Abstract:Abstract: The rapid development of information technology has increased the demand for high-quality software, necessitating a structured development process. ISO/IEC/IEEE 12207:2017 serves as an international standard encompassing…
compassing organizational, technical, and project support processes, differing from ISO 9001, which focuses more generally on quality management. This study employs a Multi-Criteria Decision Making (MCDM) approach by integrating the Analytic Hierarchy Process (AHP) and the Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). AHP determines the weight of ISO 12207:2017 criteria through pairwise comparisons, while TOPSIS ranks software development activities based on these weights. To validate the results, Analysis of Variance (ANOVA) is applied. The findings indicate that the Software Requirements Definition Process has the highest priority weight (0.169), followed by Implementation (0.101) and Operation (0.095). Software Configuration Management is identified as the most critical activity with the highest TOPSIS score (0.221). ANOVA confirms the reliability of expert evaluations, showing no significant differences. This study provides a structured decision-making framework based on ISO 12207:2017, helping optimize software project management while ensuring alignment with international standards and industry best practices.
Keywords: AHP; TOPSIS; ANOVA; ISO 12207:2017
Abstrak: Perkembangan teknologi informasi meningkatkan permintaan perangkat lunak berkualitas tinggi, sehingga diperlukan proses terstruktur dalam pengembangannya. ISO/IEC/IEEE 12207:2017 menjadi standar internasional yang mencakup proses organisasi, teknis, dan pendukung proyek, berbeda dengan ISO 9001 yang lebih umum pada manajemen kualitas. Penelitian ini menggunakan Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dengan mengintegrasikan Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). AHP menentukan bobot kriteria ISO 12207:2017 melalui perbandingan berpasangan, sementara TOPSIS memeringkat aktivitas pengembangan berdasarkan bobot tersebut. Untuk validasi, Analysis of Variance (ANOVA) diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses Definisi Kebutuhan Perangkat Lunak memiliki bobot tertinggi (0,169), diikuti Implementasi (0,101), dan Operasi (0,095). Manajemen Konfigurasi Perangkat Lunak menjadi aktivitas paling kritis dengan skor TOPSIS tertinggi (0,221). ANOVA mengonfirmasi keandalan penilaian para ahli tanpa perbedaan signifikan. Penelitian ini memberikan kerangka kerja pengambilan keputusan berbasis ISO 12207:2017, membantu optimalisasi manajemen proyek perangkat lunak, serta memastikan keselarasan dengan standar internasional dan praktek terbaik industri.
Kata kunci: AHP; TOPSIS; ANOVA; ISO 12207:2017
Abstract:Abstract: Breast cancer is the leading cause of death for women globally, exacerbated by late detection. This study proposes a breast cancer risk prediction framework using XGBoost with SelectKBest feature selection. It…
aims to improve the accuracy and efficiency of early detection through exploratory data analysis, coding, SMOTE to address class imbalance, and feature selection (k=29). As a result, the XGBoost model achieved 98.1% accuracy, 98.1% recall, 98.1% f1-score, and 98.2% precision on test data, highlighting the importance of feature selection. These results are promising in patient prioritization (triage) for further examination, helping medical personnel identify high-risk patients, thus improving resource allocation efficiency. These findings validate SelectKBest and pave the way for the development of a machine learning-based clinical decision support system for breast cancer early detection workflows. This research contributes significantly to the application of machine learning to support early breast cancer detection.
Keywords: breast cancer; feature selection; machine learning; risk prediction; XGBOOST.
Abstrak: Kanker payudara menjadi penyebab utama kematian wanita global, diperparah deteksi yang terlambat. Penelitian ini mengusulkan kerangka prediksi risiko kanker payudara menggunakan XGBoost dengan seleksi fitur SelectKBest. Tujuannya meningkatkan akurasi dan efisiensi deteksi dini melalui analisis data eksploratif, pengkodean, SMOTE untuk mengatasi ketidakseimbangan kelas, dan seleksi fitur (k=29). Hasilnya, model XGBoost mencapai akurasi 98.1%, recall 98.1%, f1-score 98.1%, dan presisi 98.2% pada data uji, menyoroti pentingnya seleksi fitur. Hasil ini menjanjikan dalam penentuan prioritas pasien (triage) untuk pemeriksaan lebih lanjut, membantu tenaga medis mengidentifikasi pasien berisiko tinggi, sehingga meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya. Temuan ini memvalidasi SelectKBest dan membuka jalan bagi pengembangan sistem pendukung keputusan klinis berbasis machine learning untuk alur kerja deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini berkontribusi signifikan dalam penerapan machine learning untuk mendukung deteksi dini kanker payudara.
Kata kunci: kanker payudara; pembelajaran mesin; prediksi risiko ; seleksi fitur; XGBOOST.
Abstract:Abstract: Welfare is one of the things that determines the progress of a region, to achieve the welfare of its people, especially in the economic sector, a technique is needed to measure welfare that continues to change.…
This study aims to analyze the differences in the level of community welfare in Central Java Province by grouping regions based on several indicators. Grouping is done using data from various sources that include the main indicators of welfare. The method used in this study uses the K-Means data mining algorithm to group regional data according to their level of welfare. The results of the analysis divide the regions into three categories: Medium Welfare Level, which includes Banyumas, Purworejo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Kendal, and Pekalongan City and Tegal City, High Welfare Level, consisting of Magelang City, Surakarta City, Salatiga City, and Semarang City; and Low Welfare Level, covering Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Wonogiri, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Temanggung, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, and Brebes Regencies. The findings show that the C2 region has a longer average length of schooling, higher per capita expenditure, and better HDI, reflecting a higher quality of life. This study provides an overview of welfare inequality in Central Java Province and suggests the need for more focused policies to improve the quality of life in each category of region.
Keywords: clustering; k-means; welfare
Abstrak: Kesejahreraan merupakan salah satu hal yang menentukan kemajuan suatu wilayah, untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya terutama di bidang ekonomi di perlukan teknik untuk mengukur kesejahteraan yang terus berubah, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah dengan mengelompokkan wilayah berdasarkan beberapa indikator. Pengelompokan dilakukan menggunakan data dari berbagai sumber yang mencakup indikator-indikator utama kesejahteraan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan algoritma data mining K-Means untuk mengelompokkan data wilayah menurut tingkat kesejahteraannya. Hasil analisis membagi wilayah menjadi tiga kategori: Tingkat Kesejahteraan Sedang, yang mencakup Kabupaten Banyumas, Purworejo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Kendal, serta Kota Pekalongan dan Kota Tegal, Tingkat Kesejahteraan Tinggi, terdiri dari Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, dan Kota Semarang; dan Tingkat Kesejahteraan Rendah, mencakup Kabupaten Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Wonogiri, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Temanggung, Temuan menunjukkan bahwa wilayah C2 memiliki rata-rata lama sekolah yang lebih panjang, pengeluaran per kapita yang lebih tinggi, dan IPM yang lebih baik, mencerminkan kualitas hidup yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan gambaran tentang ketidakmerataan kesejahteraan di Provinsi Jawa Tengah dan menyarankan perlunya kebijakan yang lebih terfokus untuk meningkatkan kualitas hidup di setiap kategori wilayah.
Kata Kunci: clustering; k-means; kesejahteraan
Abstract:Abstract: This study maps the vulnerability of landslides in Jayapura Regency, Indonesia, using a parameter weighting method within the framework of the Geographic Information System (GIS). The study identified key factors…
rs that contribute to landslide risk, including slope, soil type, rainfall, geology, and land use. The analysis revealed significant areas prone to landslides, with substantial portions classified as moderate to high risk. Comparison with the BNPB Inarisk method shows variations in the percentage of risk areas, highlighting the importance of the double assessment technique. The study underscores the need for an integrated, multidisciplinary approach to landslide risk management, emphasizing accurate data collection, land-use planning, and targeted mitigation strategies. These findings provide valuable insights for policymakers and disaster management agencies to minimize the impact of future landslides and promote sustainable development, especially in light of the 2019 landslide disaster in Sentani.
.
Keywords: landslide; jayapura regency; parameter weighting method; inarisk BNPB methods; disaster mitigation.
Abstrak: Penelitian ini memetakan kerentanan tanah longsor di Kabupaten Jayapura, Indonesia, menggunakan metode pembobotan parameter dalam kerangka Sistem Informasi Geografis (GIS). Studi ini mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap risiko tanah longsor, termasuk kemiringan, jenis tanah, curah hujan, geologi, dan penggunaan lahan. Analisis mengungkapkan area signifikan yang rentan terhadap tanah longsor, dengan porsi substansial diklasifikasikan sebagai risiko sedang hingga tinggi. Perbandingan dengan metode BNPB Inarisk menunjukkan variasi persentase area risiko, menyoroti pentingnya teknik penilaian ganda. Studi ini menggarisbawahi perlunya pendekatan multidisiplin yang terintegrasi untuk manajemen risiko tanah longsor, menekankan pengumpulan data yang akurat, perencanaan penggunaan lahan, dan strategi mitigasi yang ditargetkan. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan dan lembaga penanggulangan bencana untuk meminimalkan dampak tanah longsor di masa depan dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan, terutama mengingat bencana tanah longsor tahun 2019 di Sentani.
.
Kata kunci: tanah longsor; kabupaten jayapura; metode pembobotan parameter; metode BNPB Inarisk; mitigasi bencana.
Abstract:Abstract: Feature selection is a crucial process that is very important to improve the performance of machine learning models, in accordance with data preprocessing. The feature selection process can be considered as a global…
lobal combinatorial optimization problem in machine learning, which reduces the number of features, eliminates irrelevant data, and produces acceptable classification accuracy. The purpose of this study is to predict or determine the results of the electrical installation operation feasibility test based on data and obtain attribute selection features, and obtain accuracy level results. The Particle Swarm Optimization (PSO) approach is used to select the right characteristics to determine the results of the electrical installation operation feasibility test because attribute selection is needed in data analysis, because the PSO method will increase accuracy than just SVM in determining attribute selection. If SVM is used with PSO, the accuracy value is 96% and AUC is 0.994%, while the SVM method produces an accuracy level of 94.89% and AUC of 0.994%. With this finding, the accuracy value increases by 2%, making it a very good categorization category. It has been proven that the use of Particle Swarm Optimization (PSO) based algorithms can improve and improve results.
Keywords: PSO; SVM; Certification
Abstrak: Pemilihan fitur merupakan proses krusial yang sangat penting untuk meningkatkan kinerja model machine learning, sesuai dengan praproses data. Proses pemilihan fitur dapat dianggap sebagai masalah optimasi kombinatorial global dalam pembelajaran mesin, yang mengurangi jumlah fitur, menghilangkan data yang tidak relevan, dan menghasilkan akurasi klasifikasi yang dapat diterima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memprediksi atau menentukan hasil uji kelayakan operasi instalasi listrik berdasarkan data dan memperoleh fitur pemilihan atribut, serta memperoleh hasil tingkat akurasi. Pendekatan Particle Swarm Optimization (PSO) digunakan untuk memilih karakteristik yang tepat untuk menentukan hasil uji kelayakan operasi instalasi listrik karena pemilihan atribut diperlukan dalam analisis data, karena metode PSO akan meningkatkan akurasi dari pada hanya SVM dalam menentukan pemilihan atribut. Jika SVM digunakan dengan PSO, nilai akurasinya adalah 96% dan AUC sebesar 0,994%, sedangkan metode SVM menghasilkan tingkat akurasi sebesar 94,89% dan AUC sebesar 0,994%. Dengan temuan ini, nilai akurasi meningkat sebesar 2%, menjadikannya kategori kategorisasi yang sangat baik. Telah terbukti bahwa penggunaan algoritma berbasis Particle Swarm Optimization (PSO) dapat meningkatkan dan memperbaiki hasil.
Kata kunci: PSO; SVM; Sertifikasi
Abstract:Abstract: The development of AI assistants such as Gemini and ChatGPT can significantly assist in daily human tasks. In the field of Sentiment Analysis, AI assistants can be utilized as an automated labeling alternative…
to provide positive, negative, or neutral sentiments within a dataset. This research aims to enhance the performance of AI assistants in automated labeling processes by employing the Feature Selection algorithm, specifically Forward Selection. The methodology involves utilizing the Naïve Bayes and K-NN algorithms, and subsequently improving accuracy through the Feature Selection algorithm. The evaluation is conducted using K-Fold Cross Validation. Research findings indicate an improvement in the accuracy of the best model, which is ChatGPT, when using the Naïve Bayes algorithm and Shuffled Sampling technique. The initial accuracy of 79.09% increased to 87.18% after Feature Selection was applied. This demonstrates the effectiveness of Feature Selection, particularly Forward Selection, in enhancing the accuracy performance of the model.
Keywords: ai; assistant; chat gpt; feature selection; gemini.
Abstrak: Pekembangan Asisten AI seperti Gemini dan Chat GPT dapat membantu pekerjaan manusia sehari-hari. Dalam bidang Analisis Sentimen, Asisten AI dapat digunakan sebagai alternatif pelabelan otomatis untuk memberikan sentimen positif, negatif atau netral dalam suatu dataset. Penlitian ini bertujuan untuk meningkatkan performa yang dihasilkan oleh Asisten AI dalam proses pelabelan otomatis menggunakan Algortima Feature Selection yaitu Forward Selection. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan Algoritma Naïve Bayes dan K-NN kemudian hasil akurasi akan ditingkatkan menggunkan Algoritma Feature Selection. Evaluasi yang digunakan adalah K-Fold Cross Validation. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan akurasi model terbaik berada pada Chat GPT dengan menggunakan Algoritma Naïve Bayes dan Teknik Shuffled Sampling, dari nilai akurasi awal sebesar 79.09%, setelah ditingkatkan menggunakan Feature Selection, maka nilai akurasinya meningkat menjadi 87.18%. Hal ini membuktikan peran Feature Selection, dimana yang digunakan adalah Forward Selection dalam meningkatkan akurasi ternyata memang efektif dalam meningkatkan performa akurasi model.
Kata kunci: ai; assisten; chat gpt; feature selection; gemini
Abstract:Abstract: One of the keys to the success of a company or agency in achieving certain goals is the workforce. However, finding the ideal partner that suits the needs of the organization or agency is difficult. Therefore,…
the selection of suitable potential partners is very important in order to be able to recruit partners who are competent in their fields and meet the company's expectations and meet all stages carried out by the organization. The Preference Selection Index method is the method used in selecting employees. The option that returns the highest Preference Index value after all criteria and alternatives have been calculated is the best option, or options selected. Based on research findings, Andreyanto Wijaya's alternative is the best alternative to be chosen as the company's partner with the highest score, which is 0.95346.
Keywords: decision support system; PSI; recruitment; partner
Abstrak: Salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan atau instansi dalam mencapai tujuan tertentu adalah tenaga kerjanya. Namun, menemukan Mitra ideal yang sesuai dengan kebutuhan organisasi atau instansi memang sulit. Oleh karena itu, pemilihan calon Mitra yang sesuai sangatlah penting agar dapat merekrut mitra yang berkompeten di bidangnya dan memenuhi harapan perusahaan serta memenuhi seluruh tahapan yang dilakukan oleh organisasi. Metode Preference Selection Index adalah metode yang digunakan dalam menseleksi pegawai. Pilihan yang menghasilkan nilai Indeks Preferensi tertinggi setelah semua kriteria dan alternatif dihitung adalah pilihan terbaik, atau pilihan yang terpilih. Berdasarkan temuan penelitian, alternatif Andreyanto Wijaya merupakan alternatif terbaik untuk dipilih menjadi mitra untuk perusahaan dengan skor tertinggi yaitu 0,95346.
Kata Kunci : sistem pendukung keputusan; PSI; rekrutmen; mitra
Abstract:Abstract: As a supermarket, we are committed to always improving everything, including selecting the greatest goods. To evaluate which items are more superior or popular and which are less popular, you will want a sizable…
e amount of information sources. To select products and identify those that belong in the superior product cluster, researchers employed the clustering method. The clustering strategy uses two forms of cluster analysis, k-means and k-medoids, which have related techniques. The research results show that the k-means algorithm's Davies Bouldin value is -0.430, whereas the k-medoids algorithm's Davies Bouldin value is -1.392. This suggests that the Davies Bouldin value of the k-medoids approach is the lowest, showing that the grouping findings of the k-means method are a better method to apply to the issue of choosing better products.
Keywords : k-means; k-medoids; clustering; algorithm; data mining
Abstract: Sebagai toko sembako, toko yuli berkomitmen untuk selalu meningkatkan segalanya, termasuk memilih barang terbaik. Untuk mengevaluasi item mana yang lebih unggul atau populer dan mana yang kurang populer, Anda memerlukan sumber informasi yang cukup banyak. Untuk memilih produk dan mengidentifikasi produk yang termasuk dalam cluster produk unggulan, peneliti menggunakan metode clustering. Strategi clustering menggunakan dua bentuk analisis cluster, k-means dan k-medoids, yang memiliki teknik terkait. Hasil penelitian menunjukkan nilai Davies Bouldin pada algoritma k-means sebesar -0,430, sedangkan nilai Davies Bouldin pada algoritma k-medoids sebesar -1,392. Hal ini menunjukkan bahwa nilai Davies Bouldin pada pendekatan k-medoids paling rendah, menunjukkan bahwa temuan pengelompokan metode k-means merupakan metode yang lebih baik untuk diterapkan pada permasalahan pemilihan produk yang lebih baik.
Keywords: k-means; k-medoids; clustering; algoritma; data mining
Abstract:Abstract: In the digital era of transformation, educational websites serve as vital platforms for transparently disseminating information to stakeholders. This study evaluates the effectiveness of the Jember Regency Education…
ation Department website using the COBIT 5 framework. This study aims to enhance the effectiveness and usability of the Department of Education website in Jember Regency by aligning it with stakeholders' evolving needs through comprehensive evaluation and targeted recommendations. Employing a qualitative descriptive approach, the research identifies challenges such as mobile optimization issues, slow loading times, security vulnerabilities, and content relevance concerns. Despite commendable accessibility, these challenges significantly impact user experience and website credibility. The findings underscore the urgent need for website optimization, improved security measures, and continuous content updates. This research provides actionable recommendations to align the website with IT governance standards, offering a roadmap for enhancement. Furthermore, the MEA Capability Results highlight discrepancies between the current scores and expected standards, indicating the necessity for comprehensive alignment with COBIT 5 guidelines to optimize website functionality and better meet user expectations.Top of Form
Keywords: COBIT 5 framework; Jember Regency Department of Education; website effectiveness
Abstrak: Pada era transformasi digital, situs web pendidikan menjadi platform penting untuk menyebarkan informasi secara transparan kepada para pemangku kepentingan. Studi ini mengevaluasi efektivitas situs web Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menggunakan kerangka kerja COBIT 5. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan kegunaan situs web Dinas Pendidikan di Kabupaten Jember dengan menyelaraskannya dengan kebutuhan yang berkembang dari para pemangku kepentingan melalui evaluasi komprehensif dan rekomendasi yang ditargetkan. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi tantangan seperti masalah optimasi seluler, waktu muat yang lambat, kerentanan keamanan, dan kekhawatiran tentang relevansi konten. Meskipun aksesibilitasnya baik, tantangan-tantangan ini secara signifikan memengaruhi pengalaman pengguna dan kredibilitas situs web. Temuan ini menegaskan perlunya pengoptimalan situs web, peningkatan langkah-langkah keamanan, dan pembaruan konten yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan rekomendasi yang dapat dilaksanakan untuk menyelaraskan situs web dengan standar tata kelola TI, menawarkan panduan untuk peningkatan. Selain itu, hasil Kemampuan MEA menyoroti perbedaan antara skor saat ini dan standar yang diharapkan, menandakan kebutuhan akan penyesuaian yang komprehensif dengan pedoman COBIT 5 untuk mengoptimalkan fungsionalitas situs web dan memenuhi harapan pengguna dengan lebih baik.
Top of Form
Kata kunci: Dinas Pendidikan Kabupaten Jember; efektivitas website; kerangka kerja COBIT 5
Abstract:Abstract: Establishing a business or industrial location must obtain permission from the government which aims to protect the surrounding community from possible disturbances or pollution resulting from the industry. Therefore,…
refore, in order to achieve this, it is necessary to have a system that automatically provides accurate and fast decisions in determining which companies or industries are worthy of being granted a business license. The aim of this research is to build a decision support system in determining permits to disturb business or industrial premises using the Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) method. The data analysis technique used is the MAUT method to determine the final decision in granting a disturbance permit to a company or industry. The sample or training data consists of 20 names in the Tanjungbalai City area. This system is tested with a black box which aims to find out that all components in the system are running well. Our findings show that the system we have created is appropriate based on the results of the analysis using the MAUT method. Apart from that, the results of black box testing show that all components in this system are valid and functioning well.
Keywords: granting business licenses; maut method; web based.
Abstrak: Mendirikan tempat usaha atau industri harus mendapatkan izin dari pemerintah yang bertujuan untuk melindungi masyarakat sekitar agar terlindungi dari kemungkinan timbulnya gangguan atau polusi yang diakibatkan dari industry tersebut. Oleh karena itu, demi tercapainya hal tersebut perlu adanya sistem yang secara otomatis memberikan keputusan secara akurat dan cepat dalam menentukan suatu perusahaan atau industry mana yang layak diberikan izin usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk membangun sistem pendukung keputusan dalam menentukan izin gangguan tempat usaha atau industri menggunakan metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT). Teknik analisis data yang digunakan menggunakan metode MAUT untuk menentukan keputusan akhir dalam memberikan izin gangguan kepada perusahaan atau industri. Sampel atau data training yang berjumlah 20 nama di wilayah Kota Tanjungbalai. Sistem ini diuji dengan black box yang bertujuan untuk mengetahui semua komponen pada sistem sudah berjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang telah kami buat sudah sesuai berdasarkan hasil analisis menggunakan metode MAUT. Selain itu, hasil black box testing menunjukkan bahwa semua komponen pada sistem ini sudah valid dan berfungsi dengan baik.
Kata kunci: berbasis web; metode maut; pemberian izin usaha.