Abstract:Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang ditujukan untuk membantu masyarakat tertentu dalam berbagai kegiatan tanpa mengharapkan imbalan apapun. Secara umum beberapa perguruan tinggi atau institut di Indonesia…
a telah mengembangkan program ini untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi pembangunan kesejahteraan dan pembangunan masyarakat Indonesia. PKM ini dilaksanakan di BKRMI (Badan Komunikasi Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) yang bergerak dibidang keislaman, kemasjidan, keummatan dan keindonesiaan sebagai wadah komunikasi dari organisasi pemuda remaja masjid untuk pengembangan program pembinaan generasi muda dari segala aspek secara komunikatif, informatif dan konsultatif. Kegiatan ini membahas tentang Workshop Manajemen Domain Dan Hosting Website Bkprmi Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara. Workshop manajemen domain dan hosting website merupakan kegiatan yang membahas tentang bagaimana mengelola domain dan hosting website. Kegiatan ini diarahkan kepada remaja agar mereka dapat memahami cara kerja dan pentingnya manajemen domain dan hosting dalam pembuatan website. Pada workshop ini peserta akan belajar tentang (1) Apa itu domain dan hosting; (2) Cara membeli dan mengelola domain; (3) Cara mengelola hosting website;(4) Bagaimana cara mengatur konfigurasi domain dan hosting agar website dapat diakses oleh publik. Workshop ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan kemampuan kepada remaja dalam mengelola domain dan hosting website, sehingga mereka dapat membuat dan mengelola website dengan lebih efektif dan efisien.
Abstract:Abstract: Klangon Village is a hilly area which is located on the slopes of Mount Pan-dan and is in the Madiun Regency area which is one of the partner villages of Universitas PGRI Madiun. Klangon Village has an organization…
tion in the field of agriculture, namely the “Karya Putri Tani†farmer group. The organization received funding aimed at the development of a sustainable food housing area (KRPL) but it was not yet optimal and running smoothly. The existence of these problems became the basis for conducting yard optimization activities for food security in the area of sustainable food houses. The methods used in the activities include mentoring and training in the form of demonstrations. Hope in this program can meet the needs, food security, and nutrition of the family which will ultimately improve the welfare of the community. The results achieved in the program are that the target group can implement a sustainable food home area in the form of "Green House Klangon" as an educational tool.
Keywords: optimization; accompaniment; krpl programme
Abstrak: Desa Klangon merupakan daerah perbukitan yang letaknya di lereng Gunung Pandan serta berada di wilayah Kabupaten Madiun dimana menjadi salah satu desa mitra Universitas PGRI Madiun. Desa Klangon memiliki organisasi dibidang pertanian yaitu kelompok tani “Karya Putri Taniâ€. Organisasi tersebut memperoleh pendanaan yang ditujukan untuk pembangunan kawasan rumah pangan lestari (KRPL) namun belum optimal dan berjalan lancar. Adanya permasalahan tersebut menjadi dasar diadakan kegiatan pengoptimalan lahan pekarangan sebagai upaya ketahanan pangan pada kawasan rumah pangan lestari. Metode yang digunakan dalam kegiatan mencakup pendampingan dan pelatihan berupa demontrasi. Harapan dalam program ini dapat memenuhi kebutuhan, ketahanan pangan dan gizi keluarga yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hasil yang dicapai dalam program yaitu kelompok sasaran dapat mengimplementasikan kawasan rumah pangan lestari dengan wujud “Green House Klangon†sebagai sarana edukatif.
Kata kunci: optimalisasi; pendampingan; program krpl
Abstract:Abstract: Community service-themed events Applying Eco Print is Making Eco-Friendly Batik in the midst of the Dharma Wanita Persada (DWP) monthly routine activity of the PUPR Office of Asahan Regency. The monthly routine…
meetings that have been held by DWP members so far have been limited to routine activities. There has never been the empowerment of members through skill improvement to producing products that have economic value. This prompted the head of the DWP of the PUPR Service to decide to make activities that have more economic value in order to improve the welfare of DWP members. This activity lasts for one day using the community education method through lectures, discussions questions, and answers as well as the practice of making eco prints. Attended by as many as 25 participants Dharma Wanita and the STMIK Royal Lecturer Team. The purpose of this activity is to provide new knowledge and insights to participants on how to use simple materials that are environmentally friendly around us which can be used as creative endeavors during the pandemic. The implementation of the activity is divided into two sessions; The first is an exposure session about the meaning and benefits of eco print, the materials and tools used, and the techniques/methods for making eco prints. The second session is practice. Of the two methods of making eco prints, the steam/steam method was chosen to be practiced directly by the women of the DWP of the PUPR Office of Asahan Regency. This activity went well and got a good response from the participants, this can be seen from the activeness of the participants during the activity. The result is an increase in participants' knowledge and skills.
Keywords: eco print; pounding; steaming
Abstrak: Ditengah kegiatan rutin bulanan Darmawanita Persada (DWP) Dinas PUPR kabupaten Asahan yang telah dilakukan anggota DWP selama ini hanya terbatas pada kegiatan yang bersifat rutinitas biasa dan pengajian. Belum pernah dilakukan pemberdayaan anggota melalui peningkatan ketrampilan untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. Hal ini yang mendorong ketua DWP Dinas PUPR memutuskan untuk membuat kegiatan yang lebih bernilai ekonomis guna meningkatkan kesejahteraan anggota DWP. Metode dalam kegiatan ini yaitu pendidikan masyarakat melalui kegiatan ceramah, diskusi dan tanya jawab serta praktek pembuatan eco print. peserta dalam kegiatan ini adalahan ibu-ibu darmawanita yang dihadiri sebanyak 25 orang dan Tim dosen STMIK Royal. Tujuan dari kegiatan ini memberikan pengetahuan dan wawasan baru kepada peserta bagaimana memanfaatkan bahan-bahan yang sederhana ramah lingkungan disekitar kita yang bisa dijadikan sebagai usaha kreatif dimasa pandemi. Pelaksanaan kegaiatan terbagi dalam dua sesi; pertama sesi paparan tentang pengertian, dan manfaat dari eco print, bahan dan alat yang digunakan serta tehnik/metode pembuatan eco print. Sesi kedua adalah praktek pembuatan eco print. Kegiatan ini berjalan baik dan mendapatkan respon yang baik dari peserta, hal ini dilihat dari keaktifan peserta selama berlangsungnya kegiatan. Hasilnya adalah peningkatan pengetahuan dan keahlian peserta.
Kata kunci: eco print; pounding; steaming
Abstract:Abstract: Technology plays an important role in various sectors of life, including in finding income. Existing technological developments can be seen and felt in every field, such as industry, education, tourism and others…
rs with the emergence of various kinds of social media applications. The problem faced by partners is the lack of understanding of the village community regarding the use of information technology which is apparently able to help various kinds of work and increase income. So we see the need to provide socialization and training on the use of social media that can increase income which will have an impact on the welfare of the community, especially women in the village. This activity is carried out by first presenting the material and then providing training to participants on the concepts and benefits of technology through social media. The result of the service is that the village community consisting of PKK and IRT women get additional knowledge about the use of social media. PKM participants understand the material and feel motivated by the material presented by the presenter with training to develop their business through social media
Keywords: Social Media; Women's Welfare
Abstrak: Teknologi sangat berperan penting dalam berbagai sektor kehidupan termasuk dalam mencari penghasilan. Perkembangan teknologi yang ada sudah bisa dilihat dan dirasakan di setiap bidang, seperti industri, pendidikan, pariwisata dan lainnya dengan munculnya berbagai macam aplikasi media sosial. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu minimnya pemahaman masyarakat desa mengenai pemanfaatan teknologi informasi yang ternyata mampu membantu berbagai macam pekerjaan serta meningkatkan penghasilan. Sehingga kami memandang perlunya pemberian sosialisasi serta pelatihan mengenai pemanfaatan media sosial yang mampu meningkatkan penghasilan yang nantinya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat terutama kaum perempuan di desa tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pemaparan materi terlebih dahulu kemudian memberikan pelatihan kepada peserta mengenai konsep serta manfaat dari teknologi melalui media sosial. Hasil pengabdian yaitu masyarakat desa yang terdiri dari ibu PKK dan IRT mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai pemanfaatan media sosial. Peserta PKM memahami materi dan merasa termotivasi dengan materi yang disampaikan oleh pemateri dengan adanya pelatihan untuk mengembangkan usaha melalui media sosial
Kata kunci: pelatihan; media sosial; kesejahteraan perempuan
Abstract:Abstract: Located at the foot of Mount Merbabu, Dukuh Rejosari was bestowed with beautiful scenery, cool weather and fertile land for farming such as coffee, tea, corn and tobacco. Regrettably, these have yet been maximally…
lly utilized by the locals because of their busy work as laborers who depend on wages. This is compounded by the very strict working hours that leave workers no time to utilize the blessing as additional income. In dealing with this situation, breeding catfish using tarpaulin method is likely the most appropriate alternative solution for the locals to earn more income without having to leave their main job as factory workers. This is possible as the catfish cultivation using tarpaulin method is effortless and does not consume much time to manage it. Moreover, with the annual increase in demand for catfish consumption in the surrounding regions as well as competitive selling prices (ranging from IDR14,000 to IDR17,000 per kilogram) making tarpaulin cultivation of catfish solution for the locals in Dukuh Rejosari. The method used in this service was socialization by providing outreach and training from the catfish cultivation expert. The result shows that villagers are enlightened to have a new source of income in the midst of busyness working as laborers.
Keywords: catfish cultivation; economic empowerment; dukuh rejosari
Abstrak: Berlokasi di kaki gunung Merbabu, Dukuh Rejosari dianugerahi dengan pemandangan yang indah, cuaca yang sejuk, dan lahan yang subur untuk bercocok tanam seperti kopi, teh, jagung, dan tembakau. Namun hal belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para penduduk dikarenakan kesibukan mereka sebagai pekerja buruh harian yang bergantung pada upah pabrik. Hal ini diperparah dengan jam kerja yang sangat padat membuat para pekerja tidak memiliki waktu lebih untuk memanfaatkan lingkungan sebagai tambahan penghasilan. Dalam menghadapi situasi tersebut, pengembangbiakan ikan lele dengan menggunakan terpal merupakan solusi alternatif yang paling tepat guna memberi para penduduk penghasilan lebih tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama mereka sebagai buruh pabrik. Hal ini dimungkinkan karena budidaya lele terpal sangat mudah dilakukan dan tidak memerlukan banyak waktu untuk merawatnya. Juga, dengan peningkatan tahunan permintaan ikan lele konsumsi di daerah sekitar serta harga jual yang kompetitif (berkisar Rp. 14.000,- – Rp. 17.000,- per kilogram) menjadikan budidaya ternak lele terpal sebagai alternatif paling ideal untuk memberikan tambahan penghasilan kepada masyarakat Dukuh Rejosari. Metode yang digunakan adalah metode sosialisasi dengan memberikan pelatihan dari pembudidaya lele terpal berpengalaman. Hasil dari kegiatan ini yaitu masyarakat mendapatkan kesempatan untuk membentuk sumber pendapatan baru ditengah-tengah kesibukan bekerja sebagai buruh pabrik.
Kata kunci: budidaya ikan lele; peningkatan ekonomi; dukuh rejosari
Abstract:Abstract: Mental health is an essential aspect of overall well-being, particularly for university students vulnerable to emotional strain. This study aims to identify clusters of student mental health trends using the K-Means…
Means clustering technique. The research involved 60 students from four academic programs at the Faculty of Science and Technology, selected using stratified and cluster sampling techniques. Data were collected using a modified Mental Health Inventory (MHI). The results revealed distinct commonalities among majors: the Statistics program was predominantly defined by the depressed cluster at 53.3%, while Mathematics followed at 40% within the same cluster. In contrast, Biology students predominantly fell under the neu-tral/stable cluster (66.7%), whilst Information Systems students exhibited an even distribution (33.3% per cluster) without a dominant trend. The clustering quality was evaluated using the Silhouette Coefficient, yielding a range of 0.39 to 0.60. Biology (0.60) and Statistics (0.54) exhibited a reasonable structure, but Information Systems (0.39) and Mathematics (0.34) demonstrated a deficient structure. In conclusion, K-Means effectively discerns mental health patterns, providing a data-driven basis for targeted psychological interventions in educational settings.
Keywords: biology; information systems; k-means; mathematics; mental health; silhouette coefficient; statistics
Abstrak: Kesehatan mental merupakan komponen vital dari kesejahteraan total, terutama bagi maha-siswa yang rentan terhadap stres emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelompok tren kesehatan mental mahasiswa melalui penerapan metode pengelompokan K-Means. Studi ini mencakup 60 mahasiswa dari empat program studi di Fakultas Sains dan Teknologi, yang dipilih melalui metode pengambilan sampel bertingkat dan kelompok. Data dikumpulkan dengan menggunakan Inventaris Kesehatan Mental (MHI) yang dimodifikasi. Temuan menunjukkan kesamaan yang jelas di antara jurusan: program studi Statistika terutama ditandai oleh kelompok depresi (53,3%), diikuti oleh Matematika dengan 40% dalam kelompok depresi. Sebaliknya, mahasiswa Biologi terutama termasuk dalam kelompok netral/stabil (66,7%), sedangkan mahasiswa Sistem Informasi memiliki distribusi yang merata (33,3% per kelompok) tanpa pola yang dominan. Kualitas pengelompokan dinilai dengan Koefisien Sil-houette, menghasilkan rentang 0,39 hingga 0,60. Biologi (0,60) dan Statistika (0,54) memiliki struktur sedang, sedangkan Sistem Informasi (0,39) dan Matematika (0,34) menunjukkan struktur yang buruk. Kesimpulannya, K-Means secara akurat mengidentifikasi tren kesehatan mental, menawarkan landasan berbasis data untuk terapi psikologis yang ditargetkan di ling-kungan pendidikan.
Kata kunci: biologi; kesehatan mental; K-Means; matematika; silhouette coefficient; sistem in-formasi; statistika
Abstract:Abstract: Welfare is one of the things that determines the progress of a region, to achieve the welfare of its people, especially in the economic sector, a technique is needed to measure welfare that continues to change.…
This study aims to analyze the differences in the level of community welfare in Central Java Province by grouping regions based on several indicators. Grouping is done using data from various sources that include the main indicators of welfare. The method used in this study uses the K-Means data mining algorithm to group regional data according to their level of welfare. The results of the analysis divide the regions into three categories: Medium Welfare Level, which includes Banyumas, Purworejo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Kendal, and Pekalongan City and Tegal City, High Welfare Level, consisting of Magelang City, Surakarta City, Salatiga City, and Semarang City; and Low Welfare Level, covering Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Wonogiri, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Temanggung, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, and Brebes Regencies. The findings show that the C2 region has a longer average length of schooling, higher per capita expenditure, and better HDI, reflecting a higher quality of life. This study provides an overview of welfare inequality in Central Java Province and suggests the need for more focused policies to improve the quality of life in each category of region.
Keywords: clustering; k-means; welfare
Abstrak: Kesejahreraan merupakan salah satu hal yang menentukan kemajuan suatu wilayah, untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya terutama di bidang ekonomi di perlukan teknik untuk mengukur kesejahteraan yang terus berubah, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat kesejahteraan masyarakat di Provinsi Jawa Tengah dengan mengelompokkan wilayah berdasarkan beberapa indikator. Pengelompokan dilakukan menggunakan data dari berbagai sumber yang mencakup indikator-indikator utama kesejahteraan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan algoritma data mining K-Means untuk mengelompokkan data wilayah menurut tingkat kesejahteraannya. Hasil analisis membagi wilayah menjadi tiga kategori: Tingkat Kesejahteraan Sedang, yang mencakup Kabupaten Banyumas, Purworejo, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Kendal, serta Kota Pekalongan dan Kota Tegal, Tingkat Kesejahteraan Tinggi, terdiri dari Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, dan Kota Semarang; dan Tingkat Kesejahteraan Rendah, mencakup Kabupaten Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Wonogiri, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Temanggung, Temuan menunjukkan bahwa wilayah C2 memiliki rata-rata lama sekolah yang lebih panjang, pengeluaran per kapita yang lebih tinggi, dan IPM yang lebih baik, mencerminkan kualitas hidup yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan gambaran tentang ketidakmerataan kesejahteraan di Provinsi Jawa Tengah dan menyarankan perlunya kebijakan yang lebih terfokus untuk meningkatkan kualitas hidup di setiap kategori wilayah.
Kata Kunci: clustering; k-means; kesejahteraan
Abstract:Abstract: Usability testing of online animal adoption systems is important because it is not only related to the comfort and safety of users, but also to the welfare of the adopted animals. So far, usability testing of the…
he animal adoption system on Eidos has not been carried out and there is a problem that there is confusion with the process flow in this animal adoption system. This usability testing uses the Heuristic Evaluation method and the System Usability Scale (SUS), which involves in-depth interviews to obtain results that are not only statistical assessments, but also deeper insights from the user's perspective. The results of the evaluation using Heuristic Evaluation obtained 59 problems, with an average severity rating of 3 or major, whose improvements have resulted in several draft design recommendations. The recommendation design has gone through final testing using the System Usability Scale (SUS) which managed to achieve a score of 78, or categorized as good, along with some minor critical feedback for system improvement. Therefore, users as a whole feel very satisfied in using the online adoption system from the results of the existing recommendation design. The implications of the resulting recommendation design have been tested for usability by three UI/UX design experts and users directly so that they can be used as a basis for developing a better online animal adoption system.
Keywords: animal adoption system; heuristic; prototype; system usability scale; usability
Abstrak: Pengujian usability sistem adopsi hewan secara online penting untuk diperhatikan karena tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan penggunanya saja, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan hewan yang diadopsi. Sejauh ini, pengujian usability dari sistem adopsi hewan pada Eidos masih belum dilakukan dan ditemukannya masalah bahwa adanya kebingungan dengan alur proses dalam sistem adopsi hewan ini. Pengujian usability ini menggunakan metode Heuristic Evaluation dan System Usability Scale (SUS), yang melibatkan in-depth interview untuk memperoleh hasil yang bukan hanya berupa penilaian statistik saja, melainkan juga wawasan yang lebih mendalam dari sudut pandang pengguna. Hasil evaluasi menggunakan Heuristic Evaluation mendapatkan 59 permasalahan, dengan rata-rata perhitungan severity rating sebesar tiga atau major, yang perbaikannya telah menghasilkan beberapa rancangan desain rekomendasi. Adapun desain rekomendasi tersebut telah melalui pengujian akhir menggunakan System Usability Scale (SUS) yang berhasil meraih skor sebesar 78, atau terkategori good, disertai beberapa umpan balik kritis yang bersifat minor untuk peningkatan sistem. Dengan demikian, pengguna secara keseluruhan merasa sangat puas dalam menggunakan sistem adopsi online dari hasil desain rekomendasi yang ada. Implikasi desain rekomendasi yang dihasilkan telah teruji kegunaannya oleh sebanyak tiga ahli UI/UX design dan pengguna secara langsung sehingga dapat digunakan sebagai landasan bagi pengembangan sistem adopsi hewan secara online yang lebih baik.
Kata kunci: heuristik; kebergunaan; prototipe; sistem adopsi hewan; system usability scale
Abstract:Abstract: The provision of loan funds is one of the important activities in improving the welfare of Primkoppol members (Police Cooperative). The process of determining the eligibility for loan disbursement in PRIMKOPPOL…
POLRES Asahan is still lacking systematic timing delays in making decisions in managing the disbursement of loan funds. Therefore, an efficient and effective method is needed to minimize risks and maximize profits for the cooperative and its members. One method that can be used is the Simple Additive Weighting (SAW) method, which has been proven effective in various decision-making contexts. This study aims to apply the SAW method in the process of disbursing loan funds for Primkoppol members, and to evaluate the performance of this method in selecting eligible loan recipients and optimizing fund allocation. The loan disbursement process uses the SAW method, which calculates the relative preference value for each prospective loan recipient based on predetermined criteria. The results of this study indicate that by applying the Simple Additive Weighting method to 10 loan applicants, 3 applicants successfully applied for loans with a preference value > 0.7, in line with the requirements. The implementation of the SAW method in loan disbursement for Primkoppol members has successfully increased efficiency and accuracy in selecting loan recipients.
Keywords : cooperative; decision support systems; simple additive weighting (SAW).
Abstract: Pemberian dana pinjaman merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam meningkatkan kesejahteraan anggota Primkoppol (Koperasi Polisi). Proses penentuan kelayakan pemberian pinjaman di PRIMKOPPOL POLRES Asahan masih kurang sistematis keterlambatan waktu dalam menentukan keputusan dalam mengelola pemberian dana pinjaman. Untuk itu diperlukan suatu metode yang efisien dan efektif untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan bagi koperasi dan anggotanya. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode Simple Additive Weighting (SAW), yang telah terbukti efektif dalam berbagai konteks pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode SAW dalam proses pemberian dana pinjaman bagi anggota Primkoppol, serta untuk meng-evaluasi kinerja metode tersebut dalam memilih penerima pinjaman yang layak dan meng-optimalkan alokasi dana. Proses pemberian dana pinjaman menggunakan metode SAW yang menghitung nilai preferensi relatif bagi setiap calon penerima pinjaman berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dengan menerapkan metode Simple Additive Weighting dari 10 calon pemohon pinjaman, 3 calon berhasil mampu mengajukan pinjaman dengan nilai preferensi > 0,7. sesuai dengan persyaratan. Implementasi metode SAW dalam pemberian dana pinjaman bagi anggota Primkoppol berhasil meningkatkan efisiensi dan keakuratan dalam pemilihan penerima pinjaman.
Kata Kunci : koperasi; simple additive weighting (SAW); sistem pendukung keputusan.
Abstract:Abstract: Basically, this region experiences growth every year. The negative impact of uncontrolled population growth will cause social inequality and poverty and affect the progress and prosperity of the region. Judging…
from the number of residents registered with the Population and Civil Registration Service, Siantar Martoba District has a fairly high population growth rate, so it is necessary to predict the future population. In making a prediction, a good method is needed to solve a problem. In this research, a backpropagation algorithm was used using five architectures, namely architecture 4-71-1, 4-31-1, 4-16-1, 4-72-1, 4-83-1. From the results of tests carried out using data on the population of Siantar Martoba, the best architecture was obtained, namely architecture 4-31-1 with a mean squared error for training of 0.00009960 and a mean squared error for testing of 0.000099957 and obtained an epoch of 14012 iterations with a time of 01 minutes 40 seconds. It was concluded that this method can predict the population of Siantar Martoba in the future using Matlab R2011a, thus obtaining a population of Siantar Martoba of 36470 people.
Keywords: architecture; backpropagation; pematangsiantar; population; welfare
Abstrak: Pada dasarnya, wilayah ini mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Dampak negatif pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali akan menyebabkan kesenjangan sosial dan kemiskinan dan mempengaruhi kemajuan, kesejahteraan daerah tersebut. Dilihat dari jumlah penduduk yang terdaftar pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kecamatan siantar martoba mempunyai laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan prediksi jumlah penduduk masa depan. Dalam melakukan sebuah prediksi dibutuhkan sebuah metode yang baik dalam menyelesaikan sebuah permasalahan, dalam penelitian ini digunakan algoritma backpropagation dengan menggunakan lima arsitektur yaitu arsitektur 4-71-1, 4-31-1, 4-16-1, 4-72-1, 4-83-1. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dengan menggunakan data jumlah penduduk siantar martoba diperoleh arsitektur terbaik yaitu arsitektur 4-31-1 dengan nilai mean squared error pelatihan 0.00009960 dan mean squared error pengujian 0.000099957 dan memperoleh epoch 14012 iterations dengan waktu 01 menit 40 detik. Disimpulkan bahwa metode ini dapat memprediksi jumlah penduduk Siantar Martoba di masa depan dengan menggunakan Matlab R2011a, sehingga memperoleh jumlah penduduk siantar martoba sebanyak 36470 Jiwa.
Kata kunci: arsitektur; backpropagation; pematangsiantar; kependudukan; kesejahteraan