Search Articles & Publications

Showing 579 articles found for "Menghadapi"

Pengaruh Kualitas Produk Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Burger Bangor Di Sukamaju Depok

Naufal Hafizh Adhyatma, Wiwin Wianti, Yosie Noverha
Abstract: Industri restoran cepat saji di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang pesat, didorong oleh meningkatnya permintaan konsumen serta perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan yang semakin praktis. Burger Bangor, sebagai salah… lah satu merek lokal dengan jaringan lebih dari seratus empat puluh gerai di berbagai wilayah Indonesia, menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi mutu produk dan pelayanan, sebagaimana tercermin dari sejumlah keluhan pelanggan terkait cita rasa yang tidak stabil serta proses pelayanan yang berlangsung lambat, khususnya pada gerai Sukamaju, Depok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan, baik secara parsial maupun simultan, pada objek tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain survei, sedangkan data primer dihimpun melalui penyebaran kuesioner kepada sembilan puluh delapan responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS versi dua puluh lima, meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, serta uji koefisien determinasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, demikian pula kualitas pelayanan. Secara simultan, kedua variabel tersebut terbukti berpengaruh positif dan signifikan, dengan kontribusi gabungan sebesar 62,6 persen terhadap kepuasan pelanggan, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.

Pengaruh Kualitas Produk dan Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Aquviva di Kota Depok

Jonathan Herhanlie, Vina Islami, Ulfa Rahma Dhini
Abstract: Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus berkembang karena masyarakat semakin mempertimbangkan kebersihan, keamanan, dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan air minum. AQUVIVA merupakan produk AMDK lokal yang diproduksi&#8230; ksi PT Mitra Tirta Buwana. Pada 2025, merek ini menghadapi penurunan kepercayaan setelah beredar informasi mengenai temuan benda asing di dalam kemasan. Pada periode pemulihan citra tersebut, perusahaan juga menjalankan kampanye promosi berskala besar. Penelitian ini menguji pengaruh kualitas produk dan promosi terhadap keputusan pembelian AQUVIVA di Kota Depok, baik secara terpisah maupun bersama-sama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-asosiatif. Sampel ditentukan melalui purposive sampling berdasarkan rumus Lemeshow dan melibatkan 100 konsumen AQUVIVA. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian (t = 9,044; p < 0,001) dengan kontribusi 33%. Promosi juga berpengaruh positif dan signifikan (t = 8,448; p < 0,001) dengan kontribusi 29%. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan (F = 77,764; p < 0,001) dan menjelaskan 61,6% variasi keputusan pembelian. Temuan tersebut menunjukkan perlunya pengendalian mutu yang konsisten serta penguatan promosi digital yang berkelanjutan untuk memulihkan kepercayaan dan menjaga loyalitas konsumen.

Sekolah Minggu dan Era Teknologi: Strategi Menghadapi Peluang dan Tantangan Digitalisasi

Mersi Nantaria Telaumbanua, Nehemia Nome
Abstract: The development of digital technology has brought significant changes to Sunday School ministry and children’s faith education in the modern era. Children, as digital native generations, are increasingly connected to visual&#8230; isual media, audiovisual content, and internet use, causing conventional learning methods to become less engaging and less effective in fostering active learner participation. This study aims to analyze Sunday School strategies in addressing the opportunities and challenges of digitalization, the utilization of digital media for children’s spiritual growth, and the roles of teachers, churches, and families in developing relevant and transformative spiritual learning. The research employed a qualitative approach with a library research design enriched through phenomenological analysis of digitalization practices in Sunday School ministry. Data were obtained through a review of literature on Christian educational theology, child pedagogy, digital literacy, and reflective observation of the use of Bible animation videos, social media, and online learning platforms. The findings indicate that the digitalization of Sunday School ministry through Bible animation videos, YouTube, Zoom, Google Meet, and Christian learning applications enhances children’s interest, participation, and understanding of God’s Word through learning experiences that are more interactive, communicative, and contextual. The challenges of digitalization are reflected in gadget-related distractions, digital dependency, reduced learning concentration, and unequal access to technology among certain families. The study concludes that the success of digital Sunday School requires the integration of technology, teacher competence, parental guidance, digital literacy, and continuous spiritual formation. The novelty of this study lies in the development of a digital Sunday School ministry model that integrates technological media, pedagogical strategies, family supervision, and children’s spiritual formation in a holistic manner, thereby ensuring that church ministry remains adaptive, inclusive, and centered on children’s faith development in the digital era.

Sikap Orang Percaya Menghadapi Penderitaan berdasarkan 1 Petrus 4:12-19

Tiara Lustyka Sinaga, Diana Nainggolan
Abstract: Suffering constitutes an inseparable aspect of the faith journey of believers; however, this reality is frequently misunderstood as a sign of divine punishment or spiritual failure. Such a perception has been further reinforced&#8230; nforced by the influence of prosperity theology, which emphasizes material success, life comfort, and the absence of suffering as indicators of genuine faith. This situation raises a significant theological concern regarding how believers should properly understand and respond to suffering based on the testimony of Scripture. This study aims to examine the attitude that believers should adopt when facing suffering according to 1 Peter 4:12-19 and to elucidate the theological significance of suffering for the Christian life of faith. A qualitative approach employing a biblical–exegetical method is utilized to analyze the text through an examination of its historical, literary, and theological contexts. Data were collected through a literature review of the Bible, biblical commentaries, theological works, and relevant academic journal articles in order to obtain a comprehensive understanding of the theological message conveyed by the Apostle Peter. The findings indicate that suffering experienced by believers is neither unexpected nor contradictory to faith but rather an integral component of the calling to follow Christ. The Petrine epistle emphasizes that suffering functions as a means of refining faith, a form of participation in the sufferings of Christ, and an opportunity to glorify God through steadfast faithfulness. Believers are therefore called to respond to suffering with spiritual joy, perseverance in faith, and wholehearted trust in the faithful will of God. The study concludes that suffering possesses profound theological significance that shapes spiritual maturity and deepens one’s relationship with Christ. The novelty of this research lies in its reaffirmation of the biblical perspective on suffering as a constructive element of the Christian life, challenging the paradigm of prosperity theology while enriching pastoral understanding of faithful responses to suffering.

Strategi Kristen: Sebuah Kajian Ekspositori 2 Raja-raja 6:8-9 dalam Konteks Mengandalkan Hikmat Ilahi di Tengah Konflik

Bernard Maruli Hutabarat, Sinaga, Janes, Juita Lusiana Sinambela
Abstract: Penelitian ini bertujuan mengkaji secara ekspositori perikop 2 Raja-raja 6:8-9 untuk memahami strategi Kristen dalam menghadapi konflik. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana umat Kristen dapat menyusun strategi&#8230; egi yang berlandaskan pewahyuan dan hikmat ilahi, bukan hanya pada pertimbangan rasional manusia. Teks ini menampilkan dua pendekatan yang kontras: strategi Raja Aram yang mengandalkan perencanaan manusiawi dan strategi Raja Israel yang bertumpu pada pewahyuan Tuhan melalui nabi Elisa. Penelitian ini menggunakan metode ekspositori dengan analisis teologis-kontekstual, memperhatikan struktur teks, latar belakang historis, dan pesan teologis yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Kristen lahir dari relasi intim dengan Tuhan, kepekaan terhadap suara-Nya, serta ketaatan dalam melaksanakan kehendak-Nya. Strategi ini bukan sekadar respons taktis, melainkan tindakan yang dipimpin oleh hikmat ilahi untuk menghadapi tantangan rohani maupun praktis. Penelitian ini menegaskan relevansi teks 2 Raja-raja 6:8-9 bagi kepemimpinan dan pelayanan Kristen kontemporer, khususnya dalam merespons konflik internal, membangun visi pelayanan, serta mengintegrasikan pewahyuan ilahi dalam pengambilan keputusan strategis. Kebaruan kajian ini terletak pada pendekatan ekspositori yang memadukan dimensi biblika, teologis, dan praktis dalam merumuskan paradigma strategis Kristen yang transformatif.

Peranan Pendeta dalam Meningkatkan Pertumbuhan Gereja Secara Kualitas dan Kuantitas

Beni Chandra Purba
Abstract: Penelitian ini menguraikan peran penting pendeta dalam pertumbuhan gereja secara kualitas dan kuantitas. Gereja-gereja seringkali menghadapi berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal, yang memerlukan pemahaman yang&#8230; ang mendalam tentang identitas gereja dan tujuannya. Kesadaran akan masalah-masalah tersebut dan kemampuan menghadapinya adalah faktor kunci dalam mengalami pertumbuhan gereja. Pembinaan dan pemuridan anggota gereja memainkan peran fundamental dalam membangun fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan gereja tersebut. Peran pendeta dalam konteks gereja sangatlah penting karena mereka dipanggil dan ditetapkan oleh Allah untuk memimpin dan menggembalakan jemaat. Dengan kata lain, Allah mengangkat gembala untuk menggembalakan gereja (Efesus 4:11). Di era modern, peran pendeta semakin kompleks karena gereja-gereja sering berada di tengah masyarakat yang beragam, terutama di kota-kota besar, dengan perbedaan suku, status sosial, dan latar belakang pendidikan yang beragam. Pendeta harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang peran mereka dalam pertumbuhan gereja. Mereka bertanggung jawab melayani, mengajar, melawat, membina, dan memuridkan anggota gereja agar mereka dapat tumbuh dan berperan aktif dalam pelayanan gereja. Selain itu, pendeta juga mengorganisir pertemuan kelompok distrik, mendelegrasikan tugas melalui kelompok kecil, dan menyelenggarakan ibadah kebangunan rohani untuk membawa jiwa-jiwa baru atau orang-orang yang bertobat kepada Tuhan Yesus agar menjadi anggota gereja-Nya.  

Pendidikan Disiplin: Sarana Pembentukan Tabiat Dan Karakter Pada Anak

Sinaga, Janes, Sinambela, Juita, Tinenti, Max Lucky, Hutabarat, Bernard Maruli, Tendean, Jolf John
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran penting pendidikan disiplin dalam pembentukan tabiat dan karakter pada anak-anak melalui penggunaan metode kualitatif studi literatur. Dalam upaya untuk mengeksplorasi konsep,&#8230; , teori, dan temuan yang ada dalam literatur terkait, penelitian ini mengidentifikasi trend dan temuan terkini, serta membangun kerangka konseptual yang mendalam tentang hubungan antara pendidikan disiplin, pembentukan karakter, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam pendidikan anak-anak, baik dalam konteks pendidikan formal maupun informal. Hasil studi literatur ini akan menjadi dasar penting untuk pengembangan pertanyaan penelitian yang lebih spesifik dan pengembangan pendekatan penelitian yang lebih terfokus dalam upaya kami untuk memahami peran pendidikan disiplin dalam membentuk karakter dan tabiat anak-anak. Kesimpulannya, penelitian ini membangun landasan yang kuat untuk penelitian lanjutan dalam upaya untuk mendidik anak-anak menjadi individu yang berdisiplin, bertanggung jawab, dan memiliki karakter yang kuat, sehingga dapat menghadapi tantangan di masa depan dengan lebih baik.

Studi Kelayakan Bisnis Pengembangan Usaha Aksesoris Jendela dan Pintu dalam Menghadapi Trend Pasar Industri Konstruksi (Studi Kasus CV. Subur Indah Pertama)

Erni Kasi Awa, Ni Luh Indiani, I Kadek Widhiantara
Abstract: This study aims to analyze the feasibility of business development for CV. Subur Indah Pertama, located in Pemecutan Kaja Village, North Denpasar, Bali, based on five main aspects of business feasibility studies: market&#8230; and marketing, legal, human resources, environmental, and financial. This research employs a qualitative approach using descriptive methods, with data collection techniques including direct observation, in-depth interviews, and document review. The analysis results show that from the market and marketing aspect, the company has demonstrated positive performance through the optimization of digital platforms such as Tokopedia, Shopee, and TikTok, as well as strategic partnerships with contractors and property developers. Legally, the company is deemed feasible as it has fulfilled all business documents and licenses, including SIUP, NPWP, PKP, and tax compliance. In terms of human resources, a systematic organizational structure and professionally-based HR management indicate the company’s readiness to support business expansion. The environmental aspect also meets feasibility criteria, with evidence of standardized waste management systems and compliance with environmental regulations. From the financial perspective, the project is considered highly feasible based on financial indicators, namely a Net Present Value (NPV) of IDR 13.7 billion, an Internal Rate of Return (IRR) of 32%, and a Payback Period of 5 years, which is below the project’s economic life of 8 years. The IFAS and EFAS analyses show significant internal strengths, while the SWOT matrix places the company in Quadrant I with an aggressive strategy (Strength–Opportunity). Based on the overall findings, the business development of CV. Subur Indah Pertama is declared feasible and has strong prospects for long-term growth.

Perkembangan Individu dalam Menghadapi Perkembangan Ilmu Pengetahuan

Wardatuz Zahroh, Maimon Sumo, Maysarotul Sholehah, Umamah
Abstract: The development of science is very rapid. Competition is increasingly fierce and people are required to have high intellectual abilities in facing the challenges of the global world. In fact, the progress of a nation will&#8230; l be recognized by the world, one factor is how the majority of people in a country master, develop and utilize science and technology. The purpose of writing this literature review is none other than to explain in detail the development of individuals in facing developments in science, which has so far become a topic of discussion in the world of education. This research uses a descriptive qualitative method, namely research in the form of a literature study which aims to analyze, evaluate, identify, observe, find and determine relevant research topics. The results of data analysis conclude that science and technology are human achievements that must be utilized in understanding and practicing something. In line with this principle, science is actually a process experienced by individuals in their development. The poorer the knowledge, the narrower the insight in understanding something, the narrower a person's thinking about a science. In conclusion, development is a skill in the structure and function of the body or an increase in more complex abilities in a regular and predictable pattern as a result of experience and the maturation process. Development is also very closely related to social, motor, intellectual and emotional abilities. So it becomes very necessary how a learning design is formed to provide freedom to be creative on an ongoing basis in order to optimize and develop students work.

Komparasi Teori Konseling kelompok Realitas Corey dan Konseling kelompok Adlerian

Permadi, Wahyu
Abstract: Bahwa konseling adalah suatu bentuk hubungan tolong-menolong, arti pendampingan itu sendiri adalah sebagai usaha untuk membantu orang lain agar mereka berkemampuan berkembang menjadi bentuk yang mereka pilih sendiri, mampu&#8230; pu menghadapi krisis yang dialami dalam kehidupannya. Konseling kelompok Realitas Corey dan Konseling kelompok Adler Metode dalam penelitian ini yakni pendekatan kualitatif, dengan desain penelitian ini adalah kajian pustaka. Selanjutnya setelah data yang diperoleh dianalisis dengan teknik content analysis Hasil penelitian menunjukan 1) Konseling realitas adalah bentuk terapi yang diarahkan pada perilaku saat ini dan konseling adalah proses realitas pikiran. Konseli diarahkan untuk memupuk tanggung jawab bagi dirinya sendiri. 2) Dalam melakukan pendekatan konseling yang dicetuskan oleh Adler, ialah bagian terpenting yang perlu dirubah untuk membantu individu dari permasalahan. 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik 3) perbedaan konseling kelompok dua tokoh terletak konseling realitas adalah bentuk terapi yang dipusatkan pada perilaku saat ini dan konseling realitas adalah proses yang rasional, sedangkan kelompok pendekatan Adlerian tekanan efektifitas keterkaitan kerjasama antara konselor dan konseli dalam membangun tujuan konseling di samping sikap saling terbuka dan rasa rasa hormat. pembahasan sari penelitian ini sama-sama fokus terapi untuk memecah masalah dalam peserta didik