Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program Ketahanan Pangan di Desa Ulanta, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Fokus penelitian ini menggunakan teori efektivitas Richard M. Steers (2013) yang meliputi…
liputi pencapaian tujuan (goal achievement), integrasi (integration), dan adaptasi (adaptation). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan masyarakat Desa Ulanta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Ketahanan Pangan di Desa Ulanta tergolong cukup efektif. Pada aspek pencapaian tujuan, program mampu membantu meningkatkan ketersediaan pangan masyarakat melalui kegiatan pertanian dan perikanan, bantuan bibit, pupuk, sarana produksi pertanian, serta dukungan modal usaha. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi kendala seperti perubahan cuaca, serangan hama tanaman, dan fluktuasi harga hasil panen. Pada aspek integrasi, terdapat kerja sama dan koordinasi yang cukup baik antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan masyarakat dalam pelaksanaan program melalui musyawarah dan partisipasi masyarakat. Sementara pada aspek adaptasi, pemerintah desa bersama masyarakat mampu menyesuaikan pelaksanaan program terhadap berbagai perubahan dan kendala yang terjadi melalui koordinasi, evaluasi, dan musyawarah bersama. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Program Ketahanan Pangan di Desa Ulanta telah berjalan cukup efektif karena mampu mencapai sebagian besar tujuan program, membangun kerja sama yang baik antar pihak terkait, serta memiliki kemampuan dalam menyesuaikan program terhadap berbagai perubahan dan tantangan yang terjadi selama pelaksanaan program. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji faktor-faktor lain yang memengaruhi efektivitas Program Ketahanan Pangan serta menggunakan pendekatan penelitian yang berbeda agar diperoleh hasil penelitian yang lebih luas dan mendalam.
Abstract:Keanekaragaman Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi meningkatkan penggunaan media sosial, melainkan menimbulkan risiko penyalahgunaan data pribadi, termasuk melalui WhatsApp. Penelitian ini tujuannya menganalisis…
sis penipuan melalui penyalahgunaan data pribadi pada WhatsApp dalam sistem hukum indonesian serta pertanggungjawaban pidana pelakunya menurut peraturan perundang-undangan. Penelitian ini memakai metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangaan dan konseptual. Bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penyalahgunaan data pribadi melalui WhatsApp umumnya dilakukan melalui phishing, pencurian identitas, pengambilalihan kaun, dan pemanfaatan informasi pribadi secara melaawan hukum. Perlindungan hukum sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, Undaqng-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Kitab Undaqng-Undang Hukum Pidana. Berdqasarkan teori pertanggungjawaban pidana Roeslan Saleh, pelaku bisa dimintai pertanggungjawaban apabila memenuhi unsur tindak pidana, mempunyai kebisaan bertanggung jawab, terdapat kesalahan, serta tidak terdapat alasan ppembenar ataupun pemaaf. Namun, penerapannya masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi digital, perkembangan modus kejahatan siber, dan belum optimalnya penegakan hukum. Oleh sebab itu, diperlukan peningkatan literasi digital dan efektivitas penegakan hukum guna memperkuat pelindungan data pribadi.
Advancements in information and communication technology have increased social media usage but also created risks regarding the misuse of personal data, including via WhatsApp. This study aims to analyze fraud involving the misuse of personal data on WhatsApp within the Indonesian legal system and the criminal liability of perpetrators under prevailing legislation. The research employs a normative legal method utilizing statutory and conceptual approaches, with qualitative analysis of primary, secondary, and tertiary legal materials. The findings indicate that the misuse of personal data via WhatsApp typically occurs through phishing, identity theft, account takeovers, and the unlawful use of personal information. Legal protections are established under Law Number 27 of 2022 concerning Personal Data Protection, Law Number 1 of 2024 concerning Electronic Information and Transactions, and the Criminal Code. Based on Roeslan Salehs theory of criminal liability, a perpetrator can be held liable if the elements of the criminal offense are met, the individual possesses the capacity for liability, fault is established, and there are no grounds for justification or excuse. However, implementation faces challenges such as low digital literacy, evolving cybercrime methods, and suboptimal law enforcement. Therefore, enhancing digital literacy and the effectiveness of law enforcement is essential to strengthen personal data protection.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan pasar yang diterapkan dalam mengatasi stagnasi kunjungan wisatawan (di bawah 50.000 pengunjung per tahun) akibat kejenuhan pasar pada objek wisata religi…
Patung Yesus Buntu Burake di Tana Toraja. Industri pariwisata religi di Indonesia memiliki potensi besar, namun banyak destinasi menghadapi tantangan dalam mempertahankan dan meningkatkan jumlah kunjungan akibat persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola objek wisata (Dinas Pariwisata) dan wisatawan yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan pasar saat ini masih berada pada fase transisi dan belum berjalan secara optimal. Promosi destinasi masih sangat didominasi oleh konten organik (word-of-mouth digital) yang diunggah secara sukarela oleh pengunjung melalui media sosial visual seperti TikTok dan Instagram, sedangkan iklan resmi berbayar dan kemitraan strategis dengan biro perjalanan berskala besar masih sangat minim. Selain itu, ditemukan adanya kesenjangan antara daya tarik utama objek wisata yang dinilai sangat memuaskan dengan kualitas infrastruktur layanan pendukung yang masih memerlukan standardisasi, meliputi aksesibilitas jalan, kebersihan toilet, keterbatasan tempat sampah, serta minimnya fasilitas ramah muslim (muslim-friendly) khususnya kepastian kuliner halal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pengembangan pasar memerlukan peralihan pendekatan dari promosi pasif menjadi pemasaran digital berbayar yang terstruktur, perluasan segmen pasar geografis dan demografis, serta peningkatan kualitas fasilitas operasional demi menciptakan kepuasan pengunjung yang berkelanjutan.
This study aims to analyze the market development strategy implemented to overcome the stagnation of tourist visits (under 50,000 visitors per year) caused by market saturation at the religious tourism object of the Jesus Statue Buntu Burake in Tana Toraja. The religious tourism industry in Indonesia has great potential, yet many destinations face challenges in maintaining and increasing visitor numbers due to increasingly intense competition and changing consumer behavior. This research employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews, direct observation, and documentation. Research informants consisted of tourism site managers (Tourism Office) and tourists selected purposively. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the current market development strategy is still in a transitional phase and has not operated optimally. Destination promotion is still heavily dominated by organic content (digital word-of-mouth) voluntarily uploaded by visitors on visual social media platforms such as TikTok and Instagram, while official paid advertisements and strategic partnerships with large-scale travel agencies remain highly limited. Furthermore, the study identifies a gap between the core attraction, which is rated highly satisfying, and the quality of supporting service infrastructure that still requires standardization, including road accessibility, toilet cleanliness, availability of trash bins, and the lack of Muslim-friendly facilities, particularly the certainty of halal culinary options. This study concludes that the market development strategy requires shifting from a passive promotion approach to a structured paid digital marketing campaign, expanding geographical and demographic market segments, and upgrading operational facilities to create sustainable visitor satisfaction.
Abstract:Terbatasnya ketersediaan fasilitas umum serta banyaknya lahan terbengkalai akibat fluktuasi pasang surut air laut menjadi tantangan besar bagi interaksi sosial dan kegiatan olahraga di Desa Sialang Pasung. Program pengabdian…
dian masyarakat ini bertujuan merevitalisasi lahan pesisir tak terpakai seluas 5.000 m² (100 x 50 m) di Dusun 1 menjadi ruang publik multifungsi yang bersih, aman, dan edukatif. Pendekatan partisipatif diterapkan melalui tiga tahapan utama: koordinasi dan sosialisasi, pembersihan lahan fisik yang disertai pembuatan pagar dari ban bekas serta pemasangan papan informasi edukasi sampah, dan evaluasi menggunakan metode observasi perbandingan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan keterlibatan masyarakat yang tinggi, dengan tingkat partisipasi melebihi 80% (melibatkan 20 warga laki-laki dan 10 warga perempuan). Program ini berhasil mengubah lahan yang sebelumnya dipenuhi semak belukar menjadi lapangan olahraga dan area komunitas yang dapat dimanfaatkan, meningkatkan kesadaran lingkungan terkait pengelolaan sampah pesisir, serta membangkitkan kembali semangat gotong royong. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti cuaca ekstrem, korosi akibat angin laut, dan penyesuaian dengan jadwal kerja warga setempat, keberlanjutan program tetap terjaga berkat adanya rekomendasi untuk membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan mengintegrasikan sistem edukasi digital.
Abstract:Terbatasnya ketersediaan fasilitas umum serta banyaknya lahan terbengkalai akibat fluktuasi pasang surut air laut menjadi tantangan besar bagi interaksi sosial dan kegiatan olahraga di Desa Sialang Pasung. Program pengabdian…
dian masyarakat ini bertujuan merevitalisasi lahan pesisir tak terpakai seluas 5.000 m² (100 x 50 m) di Dusun 1 menjadi ruang publik multifungsi yang bersih, aman, dan edukatif. Pendekatan partisipatif diterapkan melalui tiga tahapan utama: koordinasi dan sosialisasi, pembersihan lahan fisik yang disertai pembuatan pagar dari ban bekas serta pemasangan papan informasi edukasi sampah, dan evaluasi menggunakan metode observasi perbandingan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasilnya menunjukkan keterlibatan masyarakat yang tinggi, dengan tingkat partisipasi melebihi 80% (melibatkan 20 warga laki-laki dan 10 warga perempuan). Program ini berhasil mengubah lahan yang sebelumnya dipenuhi semak belukar menjadi lapangan olahraga dan area komunitas yang dapat dimanfaatkan, meningkatkan kesadaran lingkungan terkait pengelolaan sampah pesisir, serta membangkitkan kembali semangat gotong royong. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti cuaca ekstrem, korosi akibat angin laut, dan penyesuaian dengan jadwal kerja warga setempat, keberlanjutan program tetap terjaga berkat adanya rekomendasi untuk membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan mengintegrasikan sistem edukasi digital.
Abstract:Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan di Desa Ketandan memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pemanfaatan komoditas lokal, namun masih menghadapi keterbatasan dalam inovasi produk, pengemasan, identitas produk,…
duk, pemasaran, serta pemahaman mengenai standardisasi dan legalitas pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas pelaku UMKM melalui inovasi produk dan penguatan identitas produk pangan lokal. Kegiatan dilaksanakan pada Juli–Agustus 2026 di Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan melibatkan empat UMKM pangan, yaitu UMKM nastar, kroket, karak, dan roti Kit Kut. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara dan diskusi, edukasi, demonstrasi, praktik langsung, pengembangan produk, serta pendampingan kemasan dan identitas produk. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang diikuti oleh 30 peserta serta dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Kegiatan menghasilkan pengembangan identitas produk pada UMKM nastar, inovasi isian jagung dan pengemasan vakum pada UMKM kroket, inovasi rasa serta perbaikan kemasan pada UMKM karak, dan pengembangan media pemasaran pada UMKM roti Kit Kut. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 23,70%, dari 70,3 pada pre-test menjadi 87,0 pada post-test. Program ini menunjukkan bahwa pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM dapat meningkatkan pemahaman peserta sekaligus menghasilkan alternatif pengembangan produk dan pemasaran yang aplikatif untuk mendukung peningkatan daya saing UMKM pangan lokal.
Abstract:Pengelolaan sampah di Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya pemilahan sampah dari sumber, pencatatan transaksi yang dilakukan secara manual, keterbatasan data,…
, serta kurangnya transparansi nilai ekonomi sampah bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat tata kelola sampah kering melalui penerapan Bank Sampah Digital berbasis web yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan community development melalui tahapan observasi dan identifikasi kebutuhan, koordinasi dengan mitra, pengembangan sistem, sosialisasi, pelatihan, uji coba, pendampingan, serta evaluasi. Subjek kegiatan meliputi pengelola BUMDes, pemerintah desa, kader PKK, dan sekitar 150 kepala keluarga pada fase implementasi awal. Program menghasilkan platform digital yang mendukung pengelolaan data nasabah, kategori dan harga sampah, pencatatan hasil penimbangan, perhitungan nilai transaksi, saldo tabungan, riwayat setoran, stok, dan pelaporan. Implementasi sistem membantu pengelola BUMDes melakukan pencatatan transaksi secara lebih terstruktur, mempercepat penghitungan nilai setoran, serta meningkatkan keterlacakan dan transparansi informasi bagi nasabah. Kegiatan pelatihan dan pendampingan juga meningkatkan kemampuan awal pengelola dalam mengoperasikan sistem serta mendorong keterlibatan kader PKK dalam edukasi pemilahan sampah kepada masyarakat. Meskipun demikian, keberlanjutan program masih memerlukan penguatan kapasitas operator, konsistensi partisipasi warga, pemeliharaan sistem, kemitraan dengan pengepul, dan pengukuran dampak secara berkala. Program Smart Waste Village memberikan fondasi awal bagi pengelolaan sampah berbasis data, pemberdayaan masyarakat, penguatan peran BUMDes, dan pengembangan ekonomi sirkular di tingkat desa secara berkelanjutan.
Abstract:UMKM adalah sebagai tulang punggung perekonomian Nasional. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perekonomian nasional. banyak pelaku UMKM menghadapi berbagai tantangan,…
n, seperti keterbatasan modal, kurangnya akses terhadap teknologi, serta tidak kalah penting bahwa umkm belum menerapkan etika bisnis dalam Islam. Dalam menjalankan usahanya Umkm perlu menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis sesuai dengan syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami Implementasi Etika Bisnis Islam pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) LGC Collection Cirebon. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif dengan pengambilan Purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM LGC Collection Cirebon memiliki komitmen yang kuat dalam menerapkan nilai-nilai etika bisnis Islam seperti Larangan berdagang dengan cara curang, Tidak boleh mengandung unsur riba, Mengurangi takaran dan penipuan, Penimbunan dan Bisnis mempunyai misi sosial melalui zakat dan sedekah. Namun demikian temuan ini mengindikasikan bahwa pelaku usaha melakukan kecurangan terkait penambahan biaya produk dan pelaku usaha masih memanfaatkan kredit dari bank konvensional kredit usaha rakyat (KUR). Penerapan etika bisnis Islam dapat membantu mengatasi masalah usaha LGC Collection seperti Sumber Daya Manusia seperti tanggung jawab gaji kontrak dan adil dalam pembagian honor, etika bisnis Islam dalam manajemen keuangan harus transaparan dan bisa di pertanggung jawabkan menuntut agar pengelolaan keuangan dilakukan tanpa riba (bunga), tanpa gharar (ketidakjelasan atau spekulasi) dan Inovasi Produk dapat membantu mengatasi dalam Ihsan memberian terbaik untuk pelanggan, ke maslahatan produk bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi Pasar Seni To'Pao yang dapat dijadikan sebagai daya tarik promosi, menganalisis hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan promosi, serta merumuskan strategi promosi…
yang tepat untuk mendorong peningkatan jumlah konsumen di Pasar Seni To'Pao Kabupaten Toraja Utara. Pasar seni berbasis budaya memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif daerah, namun banyak di antaranya menghadapi tantangan dalam menarik konsumen akibat promosi yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas empat pelaku UMKM dan empat pengunjung Pasar Seni To'Pao yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasar Seni To'Pao memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui strategi promosi, antara lain keunikan produk kerajinan khas Toraja, lokasi yang strategis di jalur utama Rantepao-Makale, identitas budaya yang kuat, serta keberadaan pelaku UMKM yang menghasilkan produk berkualitas. Namun, kegiatan promosi masih menghadapi berbagai hambatan, yaitu belum optimalnya pemanfaatan media digital, terbatasnya penyebaran informasi kepada masyarakat, berkurangnya jumlah kios yang aktif beroperasi, tingginya persaingan dengan pusat oleh-oleh lainnya, serta jumlah kunjungan yang belum stabil. Berdasarkan kondisi tersebut, strategi promosi yang direkomendasikan meliputi optimalisasi promosi digital melalui media sosial, penguatan promosi berbasis budaya Toraja, peningkatan kerja sama dengan pemerintah dan pelaku industri pariwisata, penyelenggaraan kegiatan promosi secara berkala, serta peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan kawasan. Penerapan strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah konsumen sekaligus memperkuat posisi Pasar Seni To'Pao sebagai destinasi wisata belanja berbasis budaya di Kabupaten Toraja Utara.
This study aims to identify the potential of To'Pao Art Market that can be utilized as a promotional attraction, analyze the obstacles encountered in implementing promotional activities, and formulate appropriate promotion strategies to increase the number of consumers at To'Pao Art Market in North Toraja Regency. Culture-based art markets have a strategic role in supporting the development of regional tourism and the creative economy, yet many face challenges in attracting consumers due to suboptimal promotion. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research informants consisted of four MSME actors and four visitors to To'Pao Art Market, who were selected using purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that To'Pao Art Market possesses considerable potential to support promotional activities, including the uniqueness of Torajan handicraft products, its strategic location on the main Rantepao-Makale route, a strong cultural identity, and the presence of local MSMEs producing high-quality products. However, promotional activities are constrained by several factors, including the limited utilization of digital media, inadequate dissemination of information to the public, the decreasing number of active kiosks, intense competition with other souvenir centers, and unstable visitor numbers. Based on these findings, the recommended promotion strategies include optimizing digital promotion through social media, strengthening culture-based promotional content highlighting Torajan heritage, enhancing collaboration with the government and tourism stakeholders, organizing promotional and cultural events on a regular basis, and improving service quality and visitor convenience. The implementation of these strategies is expected to increase the number of consumers while strengthening the position of To'Pao Art Market as a cultural shopping destination in North Toraja Regency.
Abstract:UMKM memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam digitalisasi, branding, dan kemasan produk. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan UMKM keripik pisang dan…
mi ayam di Dukuh Nglencong, Desa Kemusu, melalui digitalisasi, pembuatan banner MMT, dan inovasi kemasan menggunakan kertas minyak. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pendampingan, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai promosi digital, identitas produk, serta pentingnya kemasan yang bersih dan menarik. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dan daya saing produk UMKM lokal.