Showing 4 articles found for "Kunjungan"

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Ibu Balita ke Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Padang Tahun 2025

Wery Indriyani, Syalvia Oresti, Febriyanti Nursya
Abstract: Kunjungan ibu balita ke Posyandu penting untuk memantau pertumbuhan, perkembangan, status gizi, dan deteksi dini masalah kesehatan anak. Berdasarkan Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2023, cakupan kunjungan balita sebesar… r 75,6%, capaian terendah di Puskesmas Pauh 62,4%. Data Puskesmas Pauh menunjukkan penimbangan balita hanya 78,69% dari target 85%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan ibu yang memiliki balita ke posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Padang Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pauh Kota Padang pada Maret-Agustus 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita di wilayah kerja Puskesmas Pauh yang berjumlah 5.644 balita, jumlah sampel 98 orang dengan teknik accidental sampling. Data dikumpul melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik mengunakan Chi Square. Hasil penelitian didapatkan 57,1% ibu balita tidak aktif berkunjung dan 42,9% aktif. Sebanyak 27,6% memiliki pengetahuan kurang baik, 56,1% menilai kader tidak berperan, dan 57,2% kelurga tidak mendukung. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,003), peran kader (p=0,000), dan dukungan keluarga (p=0,000) dengan kunjungan ibu balita di wilayah kerja puskesmas pauh kota padang tahun 2025. Kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, peran kader, dan dukungan keluarga dengan kunjungan ibu yang memiliki balita ke posyandu.

Implementasi Sistem Pendataan Tamu di Kantor BAPPEDA Kabupaten Asahan Dengan Teknologi Pemindai Barcode

William Ramdhan, Rahmayanti, Umi Indah Hazrina, Yurizka Sri Nanda
Abstract: Penerapan teknologi dalam sistem administrasi publik sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan. Salah satu bidang yang membutuhkan pembaruan adalah sistem pendataan tamu di BAPPEDA Kabupaten Asahan,… yang selama ini masih menggunakan metode manual yang rentan terhadap kesalahan pencatatan, kehilangan data, dan memakan waktu. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penerapan sistem pendataan tamu berbasis teknologi scan barcode. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pendataan tamu yang lebih efisien, akurat, dan aman menggunakan teknologi barcode. Sistem ini memungkinkan tamu untuk mendaftar secara cepat dengan memindai barcode yang terhubung dengan data mereka, yang secara otomatis tersimpan dalam database. Dalam kegiatan ini, dilakukan pelatihan dan workshop untuk petugas BAPPEDA Kab. Asahan mengenai penggunaan sistem baru ini, termasuk pengenalan perangkat keras, perangkat lunak, serta prosedur keamanan data. Hasil dari penerapan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas administrasi, mengurangi kesalahan, serta mempermudah pemantauan dan pelaporan kunjungan tamu di BAPPEDA Kabupaten Asahan. Dengan demikian, sistem ini dapat mendukung peningkatan pelayanan publik yang lebih efisien dan transparan.

Hubungan Kualitas Pelayanan dan Fasilitas Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas

Prayani Azzahra, Nadia, Gusni Rahma, Nurul Prihastita Rizyana
Abstract: Kunjungan rawat jalan di Puskesmas mengalami penurunan dari 22.795 kunjungan tahun 2022 menjadi 21.167 tahun 2023, salah satunya dapat disebabkan oleh kualitas pelayanan yang belum memenuhi standar. Penelitian ini bertujuan&#8230; uan mengetahui hubungan kualitas pelayanan dan fasilitas dengan kepuasan pasien rawat jalan di tahun 2025.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret–Agustus 2025. Sampel 96 responden menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan pada 16 – 26 Juni 2025 menggunakan kuesioner dengan cara wawancara dianalisis secara univariat dan bivariat memakai uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan 53,1% responden tidak puas terhadap pelayanan. Berdasarkan kualitas pelayanan ditemukan persepsi tidak bermutu terhadap kehandalan (80,2%), daya tanggap (70,8%), jaminan (75,0%), empati (75,0%), dan bukti fisik (65,6%). Berdasarkan fasilitas, 56,3% menilai kurang baik. Analisis statistik membuktikan seluruh dimensi kualitas pelayanan dan fasilitas berhubungan signifikan dengan tingkat kepuasan pasien (p-value <0,05). Kualitas pelayanan dan fasilitas berhubungan dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas. Disarankan agar puskesmas meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas dengan meningkatkan sarana dan prasarana dengan baik serta melakukan monitoring dan evaluasi survey kepuasan pasien.

Pengaruh Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Dengan Pendekatan Servqual

Wilda Tri Yuliza, Gusrianti, Wendi Wahyu Utama
Abstract: Kepuasan pasien menjadi salah satu indikator utama dalam mengevaluasi kualitas pelayanan rumah sakit. Hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari Kemenkes (2023) di beberapa rumah sakit di Indonesia menunjukkan bahwa&#8230; hwa kepuasan pasien rawat jalan umumnya masih di bawah target yang ditetapkan oleh standar pelayanan rumah sakit. Rumah Sakit Bhayangkara Padang yang merupakan rumah sakit umum kelas D, selama satu tahun terakhir mengalami penurunan dan kenaikan jumlah kunjungan pasien rawat jalan setiap bulannya dengan indeks kepuasan pasien rawat jalan masih 75%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan dengan pendekatan SERVQUAL di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif desain cross sectional, pengumpulan data melalui kuesioner dengan teknik wawancara kepada pasien rawat jalan yang berkunjung ke rumah sakit selama periode pengumpulan data dengan jumlah sampel 96 orang menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian didapatkan bahwa pasien menilai kehandalan (52,1%), daya tanggap (54,2%), jaminan (47,9%), empati (38,5%), dan bukti fisik (51,0%) tidak bermutu. Terdapat pengaruh kehandalan (p-value = 0,012), daya tanggap (p-value = 0,000),  empati (p-value = 0,000), serta bukti fisik (p-value = 0,024) terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Sebaliknya, dimensi jaminan tidak terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan mutu pelayanan terutama pada aspek kehandalan, daya tanggap, empati, dan bukti fisik perlu menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien di rumah sakit.